NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:52.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Tahta Tulang

​Malam itu, rembulan seolah enggan menampakkan wajahnya, bersembunyi di balik awan tebal yang membawa aroma hujan.

Di sebuah medan pertempuran yang baru saja usai—mungkin di perbatasan kota atau markas sekte yang korup—hanya ada kesunyian yang mencekam.

Di tengah-tengah hamparan tanah yang merah, Tian Shan duduk bersila.

​Ia tidak duduk di atas tanah, melainkan di atas gundukan mayat para prajurit dan pendekar bayaran yang mencoba menghentikan langkahnya.

Pakaian hitamnya kini begitu kaku karena darah yang mengering, namun ia tidak peduli.

​Tian Shan menatap tangannya yang bersih dari luka, namun kotor oleh dosa. Ia kini telah mencapai ranah Pendekar Langit.

Tubuhnya terasa ringan, seolah gravitasi bumi adalah belenggu yang telah ia patahkan.

Dengan sedikit kehendak, ia bisa melayang di udara, menembus awan, dan melihat dunia dari ketinggian yang tak tercapai manusia biasa.

​"Guru..." suaranya pecah, tersapu angin malam yang dingin. "Kau bilang, sebuah bejana hanya bisa diisi jika ia kosong. Kau bilang, aku harus menciptakan siapa diriku di masa sekarang."

​Ia terdiam, menatap kosong ke arah cakrawala.

​"Aku telah memberi makan yang lapar. Aku telah membantai para penindas. Aku telah mendaki tangga kekuatan hingga mampu memijak udara. Tapi kenapa... kenapa bejana ini tetap terasa bocor? Kenapa setiap nyawa yang kuambil dan setiap nyawa yang kuselamatkan hanya menambah beban, bukan makna?"

​Ia mengingat nasihat Xinjiang tentang menjadi "bejana yang memberi". Tian Shan telah memberi banyak hal—kematian bagi yang jahat, harapan bagi yang lemah—namun di dalam batinnya, ia masih anak berusia tujuh tahun yang menatap langit tanpa emosi. Kekuatan luar biasa ini terasa seperti hiasan indah di atas sebuah peti mati.

​"Apakah makna itu memang tidak ada, atau aku yang terlalu hampa untuk merasakannya?"

​Tian Shan perlahan berdiri. Tanpa menggunakan tumpuan kaki, tubuhnya terangkat perlahan.

Inilah keajaiban Pendekar Langit. Ia berjalan di udara, setapak demi setapak, seolah ada tangga gaib yang menopangnya.

Setiap langkahnya menimbulkan riak energi Qi yang tipis di atmosfer.

​Ia terus naik hingga bangunan-bangunan kota di bawahnya terlihat seperti mainan kayu yang rapuh.

Dari sini, dunia tampak begitu kecil dan tidak berarti. Perselisihan manusia, perebutan kekuasaan, dan tangisan penderitaan... semuanya tenggelam dalam keheningan langit.

​"Berjalan di udara," gumamnya datar. "Dulu aku mengira ini adalah puncak segala hal. Tapi dari sini, aku hanya melihat bahwa dunia ini hanyalah sebuah panggung besar yang penuh dengan pengulangan rasa sakit."

​Ia melayang diam di bawah rembulan yang mulai menyembul.

Jubahnya berkibar hebat ditiup angin kencang di ketinggian, namun ekspresi wajahnya tetap sedingin batu nisan.

Ia memiliki segalanya yang diinginkan para pendekar: kekuatan, ketakutan dari musuh, dan rasa hormat dari yang tertindas. Namun, ia tidak memiliki satu hal yang paling sederhana: rasa cukup.

​Ia memejamkan mata, membiarkan tubuhnya melayang terbawa arus angin.

Di dalam pikirannya, ia kembali ke masa kecilnya, ke tempat di mana ia dibuang.

Mungkin, ia harus terus terbang, menembus cakrawala, mencari tahu apakah di ujung dunia ini ada sesuatu yang bisa mengisi lubang di jiwanya, atau apakah ia memang ditakdirkan menjadi abadi dalam kehampaan.

​"Jika aku tidak bisa menemukan makna dalam kehidupan," bisik Tian Shan pada bintang-bintang, "maka aku akan menjadi makna itu sendiri bagi mereka yang membutuhkannya—sebagai malaikat pelindung yang tak terlihat, atau iblis pencabut nyawa yang tak terhindarkan."

​Tanpa arah yang pasti, sang Pendekar Langit itu pun melesat menembus kegelapan malam, meninggalkan jejak energi ungu yang perlahan memudar di angkasa.

1
Agen One
🤭
Agen One
😴
Agen One
💪
Agen One
👍
Agen One
🤣
Agen One
🔥
Agen One
🙏
Agen One
🤭
Agen One
😴
Agen One
💪
Agen One
👍
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥
Agen One
🙏
Agen One
🤭🤭
Agen One
😴
Agen One
💪
Agen One
👍
Agen One
🤣
Agen One
🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!