NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Topeng di Balik Kilau Berlian

Pagi itu, sebuah kotak beludru hitam berukuran besar tergeletak di atas meja rias Shena. Di dalamnya, sebuah kalung berlian zamrud berkilau dengan angkuh, seolah mengejek kesederhanaan pemilik barunya.

"Pakai itu. Jangan membuatku malu di acara yayasan malam ini," suara Devan terdengar dari ambang pintu. Pria itu sudah mengenakan setelan tuksedo yang sangat pas di tubuh atletisnya. Wajahnya yang tampan terlihat seperti pahatan marmer—indah, namun sangat dingin.

Shena menatap kalung itu dengan nanar. "Apa aku harus ikut, Mas? Aku merasa kurang sehat."

Sebenarnya, hatinya yang tidak sehat. Kejadian semalam, saat Devan membawa wanita lain ke rumah, masih membekas jelas di ingatannya. Ia merasa seperti sampah yang hanya disimpan di gudang saat tidak dibutuhkan, lalu dipajang saat pemiliknya ingin pamer.

Devan melangkah masuk, mendekati Shena hingga aroma parfum sandalwood-nya mengepung indra penciuman gadis itu. Ia mengambil kalung itu, lalu berdiri di belakang Shena. Jemarinya yang dingin menyentuh kulit leher Shena, membuat gadis itu merinding.

"Kau adalah Nyonya Adiguna sekarang. Seluruh kolega bisnisku akan hadir. Jika mereka melihatmu pucat dan tidak bersemangat, mereka akan mengira aku tidak memberimu makan," bisik Devan tepat di telinga Shena. "Gunakan kemampuan aktingmu, Shena. Bukankah kau sangat ahli bersandiwara saat menggantikan kakakmu di altar?"

Klik.

Pengait kalung itu terpasang. Devan menatap pantulan wajah Shena di cermin. Cantik. Shena memiliki kecantikan yang berbeda dari Sarah. Jika Sarah adalah mawar yang merekah merah dan menggoda, maka Shena adalah lili putih yang tenang dan rapuh.

Namun bagi Devan, kerapuhan itu adalah tanda kelemahan yang membosankan.

Perjamuan di Sarang Serigala

Gedung pertemuan bintang lima itu dipenuhi dengan kilatan lampu flash kamera. Shena turun dari mobil mewah dengan tangan yang bertaut erat di lengan Devan. Setiap langkah yang ia ambil terasa berat. Ia bisa merasakan tatapan menyelidik dari para tamu. Mereka semua tahu bahwa pengantin Devan seharusnya adalah Sarah, si primadona kota.

"Tersenyumlah. Jangan biarkan mereka melihat gemetarmu," desis Devan tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang ramah di depan kamera.

Seorang wanita paruh baya dengan pakaian glamor mendekat. "Oh, Devan! Dan ini... Shena, bukan? Aku hampir tidak mengenalimu."

"Tentu saja, tante. Shena memang lebih suka tampil sederhana, tapi bagiku, kesederhanaannya itulah yang membuatnya istimewa," ucap Devan sambil merangkul pinggang Shena dengan posesif.

Shena merasa mual. Bagaimana mungkin seorang pria bisa berbohong dengan begitu lancar? Beberapa jam yang lalu pria ini menghinanya sebagai "orang asing", dan kini ia memujinya seolah-olah Shena adalah dunianya.

"Tante... terima kasih," hanya itu yang mampu Shena ucapkan.

Sepanjang malam, Shena dipaksa berdiri di samping Devan, menyalami ratusan orang, dan mendengarkan pujian kosong. Kakinya yang mengenakan stiletto sepuluh senti mulai terasa kebas. Namun, yang paling menyakitkan adalah saat Devan meninggalkannya sendirian di sudut ruangan untuk berbincang dengan para petinggi bank.

Di sanalah, di antara kerumunan itu, Shena mendengar bisikan-bisikan tajam.

"Itu kan adiknya? Kasihan ya, cuma jadi pengantin cadangan karena kakaknya kabur."

"Kudengar Devan sebenarnya masih gila pada Sarah. Lihat saja, wajah Shena kan mirip, makanya dia mau menikahinya."

"Paling juga cuma bertahan sebulan. Siapa yang mau sama gadis pendiam dan membosankan seperti itu?"

Shena menunduk, pura-pura menyesap minumannya yang sudah tawar. Air mata mulai menggenang, namun ia tidak boleh menangis di sini. Ia adalah Nyonya Adiguna. Ia memiliki harga diri yang harus dijaga, meskipun suaminya sendiri yang paling sering menginjak-injaknya.

Tiba-tiba, suasana riuh itu mereda saat seorang pria muda mendekati Shena. Wajahnya ramah, sangat kontras dengan suasana di ruangan itu.

"Kau terlihat seperti ingin melarikan diri dari sini," ucap pria itu.

Shena terkejut. "Maaf?"

"Aku Adrian, rekan bisnis Devan. Dan kau pasti Shena. Aku mengenal Sarah, dan kau... kau sama sekali tidak mirip dengannya dalam hal sifat. Kau terlihat tulus."

Shena tersenyum tipis, senyuman pertama yang nyata malam itu. "Terima kasih, Tuan Adrian."

Namun, keramahan itu tidak berlangsung lama. Devan tiba-tiba muncul dan menarik Shena menjauh dengan kasar. Matanya berkilat marah.

"Apa yang kau lakukan? Menggoda temanku di belakangku?" tanya Devan saat mereka sudah berada di area yang lebih sepi.

"Aku tidak menggoda siapa pun! Dia hanya menyapa!" bela Shena.

"Dengar, Shena. Jangan mempermalukanku lagi. Sudah cukup Sarah menghancurkan harga diriku, jangan kau tambahkan dengan bertingkah genit pada pria lain."

"Mas, kau tidak berhak mengatur perasaanku jika kau sendiri tidak memberiku tempat di hatimu!" suara Shena meninggi karena rasa sakit yang tak terbendung.

Devan terdiam sejenak, matanya menajam. Ia menyudutkan Shena ke dinding, tangannya mengunci pergerakan gadis itu. "Aku berhak atas segalanya karena aku telah membelimu dari ayahmu. Ingat itu. Kau hanyalah aset yang bisa kubuang kapan saja."

Shena menatap mata Devan, mencari sedikit saja sisa kemanusiaan di sana, namun yang ia temukan hanyalah kegelapan. Ia menyadari satu hal: Perjalanan untuk "Mengejar Cinta" pria ini mungkin akan membunuhnya secara perlahan sebelum ia sempat mencapainya.

...****************...

Jangan lupa like dan Comment ya guys ෆ⁠╹⁠ ⁠.̮⁠ ⁠╹⁠ෆ Terimakasih!!

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!