NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter
Popularitas:109.5k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Di balik wajahnya yang tenang dan profesional, Sekar menahan emosi ketika memandangi pria yang dulu pernah ia cintai walau berubah menjadi benci seiring berjalannya waktu, setelah Ilham menampakkan sikap buruknya.

Kemarahan Sekar semakin memuncak, tiga tahun yang lalu tepat Ilham menceraikan dirinya dan saat ini anak Ilham pun usianya sama. "Ternyata saat itu Ilham mempunyai istri lain selain aku?" Batin Sekar, rasanya muak sekedar menatap Ilham.

"Dokter Ilham," ucap dokter Rayyan segera berdiri menyambut kedatangan dokter sekaligus pemilik rumah sakit di mana ia bekerja.

Sekar melempar tatapan ke wajah Rayyan, ternyata mereka saling mengenal. Dan yang membuat Sekar tercengang, selama ini ia ternyata bekerja di rumah sakit milik mantan suaminya.

"Kamu di sini Ray?" Tanya Ilham yang awalnya ingin segera tahu keadaan Arka, terpaksa menunda.

"Saya sedang memeriksa Arka, ternyata Arka putra Dokter Ilham?" Rayyan sama sekali tidak menyangka. Terakhir bertemu Ilham satu tahun yang lalu ketika sedang rapat antara para dokter dan pemilik rumah sakit. Pikiran Rayyan berkecamuk, kenapa dokter Ilham tega sekali tidak segera menemui anaknya di rumah sakit apapun kesibukannya.

Ilham tidak lagi menjawab Rayyan, dia berjongkok di belakang Arka, tanpa menatap wanita yang tengah menjadi sandaran dada Arka. Ia menatap kepala putranya yang masih diperban perasaan bersalah muncul. Karena ia tidak segera datang karena saat kejadian sedang membuka cabang rumah sakit di daerah terpencil yang masih sulit akses Internet. "Sayang... ini Papa, Nak," ucapnya.

Mendengar suara pria yang ia rindukan, Arka menoleh. "Papa..." ucapnya masih serak lalu menurut ketika di gendong Ilham.

"Sayang..." lirih Ilham Wajahnya tampak menyesal, kemudian duduk di hadapan Rayyan menanyakan kondisi anaknya lebih detail.

Sekar berusaha keras mengatur emosinya yang sebenarnya ingin meledak. Tetapi ia sangat bersyukur dengan jilbab yang kini membingkai wajahnya serta riasan tipis namun elegan yang membuatnya tampak sangat berbeda dari Sekar yang dulu, ia menunduk berharap Ilham tidak mengenalinya.

"Kondisi Arka di awal memang mengkhawatirkan Dok, tapi berkat Suster di sebelah saya ini yang rela mendonorkan darahnya, Arka bisa tertolong," Rayyan menceritakan apa yang terjadi selama Arka di rawat.

Ilham menatap Sekar dengan pandangan kagum kepada suster yang berhati baik menolong anaknya, sama sekali tidak menyadari bahwa wanita di hadapannya adalah orang yang pernah ia buang. "Terima kasih banyak, Suster. Saya tidak tahu harus membalas dengan apa, tapi saya akan memberikan sejumlah uang untuk ucapkan terima kasih. Boleh saya minta nomor rekening?" Tanya Ilham begitu lembut, nada yang dulu pernah membuat Sekar jatuh cinta.

"Saya tidak menjual darah saya, Dok," Jawab Sekar dengan nada ketus, tapi menunduk dalam, menghindari kontak mata pada pria menyebalkan itu. Sekar kesal, mungkin Ilham pikir semua bisa diukur dengan uang.

"Maaf, kalau saya menyinggung Suster, tapi saya juga tidak bermaksud membeli, hanya sekadar ucapan terima kasih," Ilham sempat kaget dengan jawaban Suster yang ketus, tapi Ilham pikir Suster itu merasa dia rendahkan.

"Ini sudah menjadi tugas saya, Pak Dokter," jawab Sekar singkat, suaranya diusahakan tetap tenang meski ada kemarahan yang membuncah di dadanya.

Dokter Rayyan, yang memiliki insting sangat tajam, menyadari perubahan sikap Sekar. Ia melihat genggaman tangan Sekar pada tas di pundaknya begitu kuat hingga buku jarinya memutih. Rayyan menyipitkan mata, merasa ada sesuatu yang tidak beres antara asistennya dan papa Arka.

"Mas sudah pulang?" Tanya Luna tersenyum hangat menatap suaminya itu. Tapi senyum Luna lenyap dalam sekejap melihat Sekar yang tengah ngobrol dengan suaminya.

"Kamu sudah terima kasih kepada Suster yang menyelamatkan anak kita sayang..." ucap Ilham yang tidak menjawab pertanyaan Luna justru balik bertanya.

"Suster menolong anak kita karena dia memang perawat Mas, jadi wajar saja," ketus Luna.

"Sekar, kalau begitu saya pulang dulu ya," pamit Rayyan, dan berpesan besok pagi-pagi akan menjemput ke rumah sakit.

"Baik, Dok."

Mendengar dokter Rayyan menyebut nama Sekar, Ilham menatap Sekar lama. "Sekar? Kok namanya sama seperti..." batin Ilham, tapi segera berpaling dari wajah Sekar, karena Luna menatapnya tajam, tidak suka dirinya memperhatikan wanita lain.

*********

Baru beberapa jam Sekar berada di rumah itu, menjadi ujian batin yang luar biasa berat setelah kehadiran Ilham. Sesuai kesepakatan, ia tetap menjalankan tugasnya merawat Arka di kediaman mewah itu. Setiap kali ia melihat Ilham mendekat untuk sekedar berbicara dengan Arka yang sedang bersamanya, Sekar harus mengenakan topeng profesional sebagai perawat, sungguh menyiksa.

Hingga tiga hari Sekar bolak-balik rumah sakit dan rumah Arka. Ironisnya, Ilham justru semakin sering berada di rumah karena sedang mengambil cuti panjang untuk menemani masa pemulihan anaknya. Ia sering kali ikut duduk di ruang tengah saat Sekar sedang menyuapi Arka atau menemani bocah itu belajar.

"Suster Sekar, Anda sangat sabar," ujar Ilham suatu sore sambil menyesap kopinya, matanya tak lepas memandangi cara Sekar menenangkan Arka. Cara Sekar bicara, entah kenapa terasa sangat familiar bagi Ilham.

"Mungkin karena saya kelak akan menjadi Ibu, Dok. Saya merasa biasa saja," Jawab Sekar tapi matanya tetap fokus dengan sendok yang tengah menyuapi Arka.

 "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Sekar mengepalkan tangannya di bawah meja, kukunya menekan telapak tangan untuk mengalihkan rasa sakit hati yang tiba-tiba menyeruak. Tentu saja familiar, Ilham. Kamu pernah tidur di sampingku, kamu pernah berjanji tidak akan meninggalkanku sebelum akhirnya kamu pergi mengejar kehidupan yang lebih mewah ini, teriak Sekar dalam hati.

Namun, yang keluar dari bibirnya hanyalah jawaban dingin, "Mungkin hanya perasaan Anda saja, Pak Dokter. Wajah perawat memang sering kali terlihat sama bagi banyak pasien dan keluarganya."

Sekar sengaja menekankan kata "Pak Dokter" untuk menciptakan jarak yang sangat jauh. Ia merasa jijik sekaligus sakit hati melihat bagaimana Ilham kini tampak seperti sosok ayah dan suami yang sempurna, padahal di masa lalu ia adalah pria yang menghancurkan harga diri Sekar. Belum lagi menghadapi sikap Luna yang membuatnya semakin tertekan.

Sore ketika Sekar hendak memandikan Arka tidak sengaja mendengar kemarahan Luna kepada Ilham.

"Kenapa kamu aku perhatikan sering mendekati Sekar Mas?!"

"Ya ampun, Luna... Tidak mungkin aku tidak dekat dengar Sekar, kan anak kita dirawat sama Dia," Ilham geleng-geleng kepala melihat kecemburuan Luna yang tidak masuk akal.

"Aaagghhh... kalau memang kamu benar-benar cinta sama aku, usir Sekar dari rumah ini!" Lusi berteriak lalu meninggalkan kamar Arka, tidak menyadari bila Sekar sedang di kamar mandi.

"Suruh saja suamimu mengusir saya Nyonya Luna, kamu pikir saya senang tinggal serumah dengan pria kejam itu," batin Sekar. Sekar segera berbalik ketika air dari bak mandi yang sedang dimainkan Arka muncrat ke bajunya.

"Mommy sama Papa pasti beltengkal," ucap Arka, anak itu pun ternyata mendengarkan.

"Tidak bertengkar kok, cuma ngobrol tapi kencang," Sekar menjelaskan.

"Malah Mama... kalau ngobrol bukan begitu, tapi begini. Sayang... sayang... gitu..." ucap Arka menirukan kedua orang tuanya. Sekar yang sedang kesal pun akhirnya tertawa sembari memandikan Arka.

Penderitaan Sekar tidak berhenti di situ. Luna yang merasa terancam oleh kehadiran Sekar mulai bertindak licik. Suatu malam, Luna sengaja menaruh jam tangan berliannya di kamar tamu tempat Sekar beristirahat, lalu berpura-pura kehilangan barang tersebut.

"Mana jam tanganku?! Itu jam sangat mahal yang saya beli di luar negeri!" teriak Luna di ruang tengah, memancing perhatian seluruh penghuni rumah, termasuk Ilham dan tiga art. "Hanya ada satu orang asing yang punya akses ke area ini. Suster Sekar, apa kamu melihatnya?"

Sekar yang baru saja selesai memandikan Arka tertegun. Ia melihat tatapan menuduh Luna dan tatapan bingung Ilham. Namun, sebelum Sekar sempat membela diri, sebuah suara yang sangat ia kenal terdengar dari arah pintu depan.

...~Bersambung~...

1
Sunaryati
Agar Ilham berjuang dengan keras dulu jika mereka akan disatukan lagi.
Rina
Semoga keinginanmu bisa terkabul ya Arka 🫢🫢🫢
Eka ELissa
kakek ank jdi partner mo krja sama bikin papi mami nya Arka rujuk 🤣🤣🤣🤭
Eka ELissa
hrusnya bersyukur Arka kn ank orang kaya Rizky kmu kan cumn orang bisa jadi GK usah aneh2 dong 🤦🤦🤦
Eka ELissa
kpok mknya jgn songong satpam aj bertingkah 🤣🤣🤣🤦 ajarin tu ank nya sopan santun yg bener
Ani Basiati
sekar bagus cara mendidik anaknya
@Mita🥰
ealah ....ku kira si Rizky anaknya dokter apa CEO .. ternyata pegawai opa🫣🫣🫣
vj'z tri
sikat bersih mereka kakek /Determined//Determined//Determined//Determined/
Ariany Sudjana
owh ternyata papa kandungnya Rizky itu hanya satpam, dan kerja di RS milik keluarga kaniago? baru anak satpam saja sudah seperti preman gayanya
Marini Suhendar
Masya Allah..Arka anak Sholeh🥰
Lia siti marlia
gak kerasa ilham bentar lagi mau keluar penjara semoga dia berubah lenih baik lagi
Sunaryati
Rizky membawa ayahnya untuk membela kebohongannya , tanpa minta bantuan Kakek Kaniago datang.
Eka ELissa
smoga kake arka...
dan sial nya BP ank nakal itu bawahan nya Kake nya Arka....🤣🤣🤣🤣pcat lngsung aj....kek....biar GK sombong lagi
Eka ELissa
jgn2 Risky yg mling.... pdhal udh buat jajan TPI ngomong nya ilang 🤦🤦🤦
Eka ELissa
waduh kcil 2 udh jdi jht....amit 2....🤦🤦🤦🤦
Arin
Riski ini memang gak ada jeranya. Fitnah terus, ngebully terus. Ini dari pergaulan? Apa memang pola didik dan asuh dirumah oleh orang tua yang salah?
Uthie
Semoga Arka segera hilang penderitaan bullying nya 👍🤨
Ariany Sudjana
nama saja Rizky, tapi kerjaannya nuduh orang pencuri? jangan-jangan maling sebenarnya Rizky itu 🤭🤭🤣🤣
Dew666
😍🥰
Oma Gavin
itu kepsek kenapa juga selalu percaya sama bocil gila ini, segera keluarkan rizky dari sekolah tsb preman cilik dipelihara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!