NovelToon NovelToon
Dipaksa CEO Dingin

Dipaksa CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Demene156

Kirana Yudhoyono, aktris kelas bawah yang hampir kehilangan segalanya, tak sengaja menyelamatkan seorang anak trauma bernama Kael dari insiden berbahaya di sebuah gudang bar. Tindakannya menarik perhatian ayah Kael—Bryan Santoso, CEO SantoPrime yang dingin dan berkuasa. Terpesona oleh kedekatan Kirana dengan putranya, Bryan menawarkan balas budi yang tak masuk akal: pernikahan kontrak.

"Aku menyelamatkan putramu bukan untuk menikahimu, Tuan Bryan!"

"Tapi Kael membutuhkanmu, dan aku... hanya menerima hubungan dengan pernikahan sebagai syaratnya."

*saya baru mencoba untuk menulis genre seperti ini, semoga anda sekalian menyukainya ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demene156, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Kemenangan Pertama

​Segera setelah kembali ke kamarnya yang tenang dan menutup pintu rapat-rapat, Kirana tiba-tiba tersentak.

Sebuah ingatan melintas cepat di benaknya, mengingatkannya bahwa ia hampir saja melupakan sesuatu yang sangat krusial.

Setelah menimbulkan kehebohan besar di dunia maya melalui penyebaran video rahasia semalam, ia sama sekali belum sempat mengecek bagaimana perkembangan situasi di media sosial.

"Semua kekacauan ini sebenarnya berawal gara-gara Yono. Sejak dia kembali ke Indonesia, dia selalu saja berhasil membuat masalah baru untukku," gumam Kirana pelan sambil menghela napas panjang.

Ia berjalan menuju meja kerja, menyalakan laptop, lalu menunggu beberapa detik hingga perangkat itu siap digunakan.

Dengan jari yang lincah di atas trackpad, Kirana membuka situs pencarian dan mengetik nama Qiana Putri.

Hanya dalam hitungan detik, berbagai informasi terbaru langsung bermunculan.

Benar saja. Dampak video itu jauh lebih dahsyat dari perkiraannya.

Semalam, video mentah yang menampilkan Qiana Putri melakukan tiga puluh tiga kali kesalahan adegan—atau No Good (NG)—langsung melesat ke puncak daftar topik terpanas di berbagai platform media sosial, terutama Instagram dan YouTube.

Kirana lalu membuka akun Instagram fandom pendukung Glory World, tempat ia mengirimkan video memalukan itu melalui second account miliknya.

Kolom komentar di bawah unggahan tersebut kini dipenuhi lautan kritik tajam dan hujatan dari netizen yang merasa tertipu.

Sebaliknya, Kirana justru mendapat hasil mengejutkan.

Banyak orang yang sebelumnya memandangnya sebelah mata kini mulai memuji kemampuan aktingnya yang dinilai luar biasa serta profesionalisme yang terlihat jelas di video itu.

Persepsi publik berubah drastis.

Satu demi satu orang mulai meragukan rumor buruk yang sebelumnya beredar luas.

Isu bahwa Kirana meraih kesuksesan dengan cara tidur dengan orang berpengaruh kini dianggap fitnah belaka.

Aktingnya berbicara lebih keras daripada ribuan makian.

Tak lama setelah gelombang pertama mereda, sebuah laporan dari akun anonim kembali meledakkan situasi.

Laporan itu mengungkap secara rinci perilaku buruk Qiana Putri di lokasi syuting.

Terungkap bahwa Qiana sering memanfaatkan proses pengambilan gambar untuk melampiaskan dendam pribadinya.

[Dia sengaja menampar Kirana berkali-kali saat syuting dengan alasan mendalami peran!]

[Secara pribadi dia benar-benar arogan dan dominan. Aku pernah melihatnya menampar asisten pribadinya sendiri hanya karena masalah sepele!]

[Dia selalu bertingkah seperti diva kelas atas di lokasi syuting dan terus mempersulit pekerjaan staf teknis!]

Kekacauan itu belum berhenti.

Para artis lain yang selama ini diam dan menahan kesal akhirnya ikut bersuara.

Seolah membentuk satu barisan tempur, mereka mulai membongkar pengalaman pahit masing-masing.

Perlahan namun pasti, topeng sempurna yang selama ini dikenakan Qiana di depan publik mulai retak.

Selain para selebritas, staf produksi drama The World juga ikut memberi kesaksian secara anonim demi keamanan karier mereka.

Kirana tahu betul dari gaya bahasa yang digunakan bahwa mereka memang orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.

[Sejujurnya, awalnya aku sangat membenci Kirana. Karena Qiana selalu menargetkannya, dan untuk mempersulit posisi Kirana, dia sering melampiaskan amarahnya kepada kami staf bawahan. Kami jadi sasaran kemarahan yang sama sekali tidak pantas.]

[Untuk membuat Kirana menunggu lebih lama, Qiana sengaja menyuruhku merias wajahnya berulang-ulang dari nol. Dia sengaja mengulur waktu hanya untuk pamer kekuasaan.]

[Hal menjengkelkan itu terjadi hampir setiap hari. Dulu aku pikir aku menderita karena Kirana ada di lokasi. Tapi setelah kupikir lagi dengan kepala dingin, Kirana sama sekali tidak bersalah. Dia hanya korban ego besar Qiana.]

[Aku tahu kalau bicara jujur begini aku bisa kena masalah dengan pihak tertentu. Tapi aku akan merasa sangat bersalah kalau terus diam saat melihat kebenaran diputarbalikkan. Hari itu, saat penggemar fanatik Yono Barsa membuat keributan di lokasi syuting, kalau bukan karena Kirana menangkis batu yang dilempar ke arahku dengan lengannya sendiri, wajahku pasti sudah hancur!]

Kesaksian demi kesaksian terus bermunculan seperti bola salju yang makin membesar.

[Apa yang selama ini disebut penggemarnya sebagai sikap ‘terus terang dan blak-blakan’ hanyalah omong kosong. Kenyataannya, Qiana Putri adalah diva arogan yang menjadi kanker bagi seluruh kru produksi. Dia sama sekali tidak menghargai waktu orang lain.]

[Dia hampir selalu datang terlambat tanpa rasa bersalah dan sering pulang lebih awal tanpa pemberitahuan. Cara bicaranya selalu memerintah, seolah kami bukan manusia.]

[Aku bahkan sudah tidak bisa menghitung berapa kali dalam sehari dia menyuruhku melakukan hal sepele untuk urusan pribadinya. Apa dia pikir aku pelayan pribadinya?]

[Sedangkan Kirana, meskipun terlihat tertutup dan sulit didekati, sebenarnya sangat sopan dan rendah hati. Dia selalu mengucapkan terima kasih kepada semua orang setiap selesai syuting. Walau kami dulu bersikap dingin karena terpengaruh rumor, dia tetap melakukan itu tanpa pernah mengeluh.]

[Saya memang bukan siapa-siapa di industri ini, tapi saya ingin meluruskan satu hal. Satu-satunya waktu ada seseorang mengirim hadiah mewah kepada Kirana hanyalah hari pertama produksi. Setelah itu, saya tidak pernah melihat dia menunjukkan kedekatan tidak wajar dengan pria mana pun. Wajar kalau wanita secantik dia punya pengagum, tapi siapa sangka berita itu dipelintir jadi racun.]

[Profesionalisme Kirana sempurna di mata kru teknis. Kamera seperti berpihak padanya karena dia tahu persis harus berbuat apa di depan lensa. Kecuali ada kesalahan teknis, dia hampir selalu menyelesaikan adegan hanya dalam sekali pengambilan gambar. Syuting dengannya justru momen paling santai bagiku sebagai sinematografer.]

[Sedangkan Qiana Putri… jujur saja, dia mimpi buruk bagi setiap sinematografer! Dia melakukan terlalu banyak operasi plastik sampai hidungnya terlihat aneh dari sudut kamera tertentu. Lucunya, dia malah menyalahkanku karena sudut pengambilan gambar. Apa dia pikir aku punya sihir untuk mengedit wajahnya secara real-time seperti Photoshop?]

Pihak rumah produksi akhirnya ikut angkat bicara.

[Segala rumor yang beredar secara daring mengenai Kirana sepenuhnya tidak benar. Ini bukan hanya penghinaan terhadap Kirana sebagai aktris, tetapi juga penghinaan terhadap integritas seluruh tim produksi kami.]

[Awalnya kami berniat menunggu sampai film ini resmi dirilis agar publik bisa menilai sendiri kualitas akting Kirana. Namun karena fitnah ini sudah memengaruhi kenyamanan dan proses syuting, kami memutuskan merilis sedikit cuplikan adegan lebih awal agar semua orang bisa melihat kebenarannya sendiri.]

Tak lama kemudian, sebuah unggahan baru kembali menarik perhatian publik.

[Sepertinya semua orang sudah menyampaikan pendapat jujur mereka, jadi saya rasa saya juga harus mengatakan sesuatu untuk meluruskan keadaan!]

Tulis Argo Surya melalui akun pribadinya.

[Saya melihat banyak spekulasi yang mengatakan film kami menerima suntikan investasi tambahan sebesar 60 miliar rupiah karena ada sponsor rahasia yang ingin mendukung Kirana secara pribadi. Untuk meluruskan rumor liar ini, saya telah mendapatkan izin dari investor terkait untuk mengungkap identitasnya ke publik sebagai @Little Boss Gemes.]

Tulis Argo.

​…

​Setelah membaca deretan komentar itu, Kirana menyandarkan tubuhnya di kursi.

Ia sebenarnya sudah menduga bahwa bagi banyak orang di kru produksi, tingkat toleransi mereka terhadap tingkah laku Qiana Putri telah lama mencapai batas maksimal.

"Memang benar, hanya dibutuhkan satu orang berani yang pertama kali berbicara untuk memecah keheningan. Setelah itu, semua komentar jujur lainnya akan mengalir seperti bendungan jebol," gumam Kirana pelan.

Namun, ada satu hal di luar perkiraannya.

Ia tidak menyangka bahwa saat orang-orang sibuk menghujat Qiana Putri, mereka juga sekaligus melontarkan banyak pujian tulus kepadanya.

Itu adalah bonus tak terduga yang membuat hatinya sedikit menghangat.

"Bagaimanapun juga, selalu terasa menyenangkan ketika usaha keras dan dedikasi akhirnya diakui orang lain," gumamnya dengan senyum tipis.

Perhatiannya kemudian teralihkan oleh unggahan terbaru dari Argo Surya.

Rasa penasaran membuatnya buru-buru mengklik nama akun Little Boss Gemes untuk melihat siapa sebenarnya investor besar yang disebutkan itu.

Di detik berikutnya, kepalanya seolah dipenuhi garis-garis hitam imajiner.

Matanya terbelalak menatap layar.

Identitas akun tersebut ternyata telah diverifikasi secara resmi sebagai CEO Glory World Entertainment—Arion Santoso.

"Anda ini bos besar perusahaan hiburan raksasa, tidak bisakah memakai nama akun yang sedikit lebih bermartabat daripada nama norak seperti itu?" keluh Kirana.

"Nama itu terdengar seperti akun anak tiga belas tahun yang baru pubertas," gumamnya kesal.

Meski begitu, ia tidak pernah menyangka bahwa investor yang menyelamatkannya di menit terakhir ternyata adalah Arion Santoso.

Namun setelah dipikir dengan logika jernih, hal itu justru terasa masuk akal.

"Lagipula, ini film pertama Yono Barsa setelah lama berkarier di luar negeri sebelum kembali ke tanah air," ujar Kirana pelan.

"Jadi wajar saja jika Glory World sebagai agensinya memberi dukungan penuh," lanjutnya mencoba menalar.

Meski demikian, angka enam puluh miliar rupiah hanya untuk mendukung pemeran pendukung pria kedua tetap terasa fantastis.

Tidak heran jika banyak orang di industri menyebut Glory World sebagai perusahaan paling kaya dan paling royal dalam sejarah hiburan Indonesia.

Berkat unggahan Argo, situasi kini menjadi jelas di mata publik.

Semua noda yang sempat menempel pada reputasi Kirana seolah tersapu bersih.

Sebaliknya, Qiana Putri justru mendapat cap buruk sebagai diva arogan, manja, dan tidak profesional.

Siapa pun yang masih memiliki akal sehat kini bisa melihat dengan jelas bahwa Qiana-lah yang selama ini diam-diam memfitnah dan mencoba menjatuhkan Kirana.

"Sayang sekali masih belum ada bukti konkret yang bisa memastikan dialah pelakunya," gumam Kirana pelan.

Sampai titik ini, semuanya sebenarnya berjalan sesuai rencana awalnya.

Namun ia sama sekali tidak menyangka bahwa perkembangan berikutnya akan jauh lebih mengejutkan.

Kejutan itu datang dari sebuah akun gosip hiburan ternama bernama Ceplas-Ceplos.

Akun itu mengunggah postingan berani, mengklaim mereka memperoleh sumber anonim level A1 yang sangat valid.

Informasi tersebut menyebut bahwa Qiana Putri memang menyewa pasukan buzzer dalam jumlah besar untuk memfitnah Kirana.

Bahkan, ia disebut mengatur akun-akun palsu untuk menyusup ke basis penggemar Yono Barsa agar memprovokasi mereka menyerang Kirana.

Fakta berikutnya jauh lebih menghancurkan harga diri Qiana.

Terungkap bahwa pria kaya yang selama ini ia banggakan sebagai ayah sebenarnya bukan ayah kandungnya.

Pria itu hanyalah sugar daddy.

Lebih miris lagi, pria tersebut diketahui telah memiliki istri sah dan anak-anak dewasa.

Akun gosip itu bahkan menyertakan tangkapan layar percakapan serta beberapa foto pribadi yang sangat memberatkan.

Dengan bukti sekuat itu, apa pun pembelaan Qiana nanti, hampir mustahil publik akan mempercayainya.

Kini hanya tersisa satu jalan bagi kariernya—pensiun permanen.

Bahkan jika suatu hari ia mencoba comeback, industri hiburan yang kejam—yang selalu siap mengganti wajah lama dengan wajah baru—hampir pasti tidak akan memberinya kesempatan kedua.

Kirana yang membaca berita itu bisa menebak dengan cukup akurat siapa sosok "sumber A1" tersebut.

Baginya, orang itu tidak lain adalah Selina, manajer pribadi Qiana.

Alasannya sederhana.

Orang yang paling mengetahui setiap rahasia gelap selebritas selalu orang yang paling dekat dengan mereka—manajer.

Hampir dua puluh empat jam sehari, seorang manajer mendampingi artisnya dalam segala situasi, bahkan yang paling tidak masuk akal sekalipun.

Dengan karakter Qiana yang egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri, Kirana yakin Selina selama ini pasti bekerja keras menutup semua kebusukan itu agar tidak bocor ke publik.

"Tapi sepertinya Selina sudah tidak sanggup lagi menahan kelakuan Qiana yang melampaui batas. Mungkin puncaknya kemarin," gumam Kirana.

"Qiana menamparnya di depan banyak orang, padahal Selina hanya menjalankan tugasnya," lanjutnya lirih.

Namun Kirana juga sadar akan konsekuensinya.

Setelah melanggar kode etik profesional dengan membongkar rahasia artisnya sendiri, karier Selina sebagai manajer di agensi mana pun hampir pasti telah hancur.

Akan sangat sulit baginya untuk kembali bekerja di bidang yang sama.

Sempat terlintas di benak Kirana keinginan untuk merekrut Selina sebagai manajer pribadinya di masa depan. Ia mengakui kemampuan kerja wanita itu.

Namun di sisi lain, tetap ada rasa waswas.

Mempekerjakan seseorang yang terbukti pernah membocorkan rahasia klien—apa pun alasannya—bukan keputusan yang bisa diambil sembarangan.

"Lagipula ini bukan salahku secara langsung. Dia sendiri yang memutuskan melakukannya," ujar Kirana pelan.

Karena itu, ia merasa tidak memiliki kewajiban moral untuk terlalu memikirkan nasib Selina setelah ini.

"Kalau memang kami berjodoh sebagai pasangan artis dan manajer, suatu hari kami pasti akan bekerja sama. Kalau tidak, ya sudah," gumamnya realistis.

​Setelah isu perselingkuhan dan penipuan identitas itu mencuat ke permukaan, tim Public Relations (PR) Starlight Entertainment segera bergerak cepat.

Mereka berusaha menghapus semua unggahan, topik pembicaraan, dan komentar negatif yang berkaitan dengan Qiana.

Langkah itu sebenarnya standar bagi agensi mana pun demi melindungi reputasi artis mereka.

Namun, volume hujatan dan jumlah postingan sudah terlalu besar untuk ditangani sekaligus dalam waktu singkat.

Upaya penghapusan itu justru menjadi bumerang.

Publik semakin marah karena merasa perusahaan mencoba membungkam kebenaran.

Tekanan pun melonjak tak terkendali.

Untuk meredakannya, pihak Starlight akhirnya merilis pernyataan resmi yang sangat normatif.

Mereka menyatakan akan melakukan penyelidikan internal terhadap Qiana Putri atas tuduhan fitnah terhadap Kirana.

Namun, terkait isu panas tentang status Qiana sebagai wanita simpanan pria beristri, perusahaan memilih bungkam.

Isi pernyataan itu netral dan menekankan proses investigasi lanjutan.

Di saat yang sama, tersirat jelas bahwa agensi belum rela melepaskan Qiana begitu saja.

Hal itu wajar, mengingat investasi besar yang telah mereka gelontorkan selama bertahun-tahun untuk membangun citranya.

Seperti yang disampaikan Sutradara Galang kemarin, jadwal syuting memang diliburkan dua hari penuh.

Awalnya Kirana berniat beristirahat total di rumah.

Namun karena situasi terus memanas, ia menerima panggilan mendadak setelah sarapan, memintanya segera datang ke kantor pusat agensi.

Kini, di ruang rapat yang terasa kaku dan dingin, Kirana duduk berhadapan dengan beberapa sosok penting.

Di sana ada Aruna Yudhoyono, Merry selaku manajernya, Qiana Putri yang tampak sangat kuyu, serta Direktur PR perusahaan, Reynaldi Satrya.

Qiana tertunduk di kursinya. Lingkaran hitam besar di bawah matanya menandakan ia tidak tidur semalaman.

Begitu melihat Kirana masuk, api kemarahan di matanya langsung menyala.

Ia berdiri dengan emosional.

"Kirana, dasar jalang! Sekarang kau pasti puas, bukan?! Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja dari semua ini!" teriaknya melengking.

Kirana hanya mengorek telinganya dengan ekspresi putus asa.

'Umpatannya lagi. Variasi nol. Kreativitas minus,' batinnya datar.

"Diamlah! Bukankah kau sendiri yang sudah membuat cukup banyak masalah besar bagi kami semua?" tegur Rey dengan nada tidak sabar.

Qiana tampak tidak rela, tetapi ia sadar posisinya sedang lemah.

Ia kembali duduk dengan wajah muram.

Pria kaya yang selama ini menjadi tamengnya ternyata pengecut yang langsung menghilang begitu hubungan terlarang mereka terbongkar.

Kini nasib karier dan masa depannya sepenuhnya berada di tangan Reynaldi Satrya.

"Duduk," ucap Reynaldi singkat kepada Kirana.

Wajahnya penuh keraguan, seolah masih menimbang keputusan berat di kepalanya.

Saat suasana hening, Merry akhirnya angkat bicara.

"Kirana, kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi semalam. Begini rencananya. Sebentar lagi Qiana akan mengunggah pernyataan permintaan maaf publik karena telah memfitnahmu," ujarnya dengan nada yang terdengar jauh lebih lembut dari biasanya.

Nada itu terdengar seperti rayuan halus—manis di permukaan, keras di maksud.

"Nanti saat kamu menanggapi unggahan itu, katakan saja bahwa kamu juga punya bagian kesalahan. Bersikaplah sedikit murah hati sebagai sesama artis, lalu katakan secara terbuka bahwa kamu sudah memaafkannya," lanjut Merry.

Kalimatnya terdengar diplomatis.

Namun isinya jelas sebuah perintah tanpa ruang tawar.

Aruna Yudhoyono ikut berbicara.

"Kak Kirana, aku tahu situasi ini pasti membuatmu tidak nyaman," ucapnya lembut.

"Tapi bagaimanapun juga, dalam masalah ini kau juga punya porsi kesalahan. Kau tentu tidak ingin bersikap egois dan menyeret nama baik perusahaan jatuh hanya karena drama pribadi di antara kalian, bukan?"

Nada Aruna tetap manis, tetapi maknanya menusuk.

Ia seolah menegaskan bahwa kekacauan ini juga salah Kirana.

"Satu-satunya cara terbaik menyelesaikan keributan ini sekarang adalah meminimalkan dampaknya sebisa mungkin," lanjutnya dengan senyum tipis yang terlalu rapi untuk terasa tulus.

​Kirana menatap tajam ke arah Aruna.

Di matanya, wanita itu tampak seperti pahlawan pembela perusahaan. Padahal Kirana tahu persis, ada niat busuk tersembunyi di balik sikap tersebut.

Ia menahan tawa dalam hati melihat Aruna dan Merry yang begitu mudah meminta pengampunan.

'Apakah mereka benar-benar mengira aku gadis bodoh yang bisa dimanipulasi?'

Kirana pun memulai langkah selanjutnya yakni menjadi gadis polos yang teraniaya, alias playing victim.

"Senior Aruna, jika saya tidak salah ingat, sejak awal sampai sekarang Qiana-lah yang selalu menargetkan dan mencoba menjebak saya dengan berbagai cara licik," ujar Kirana tenang, mengingatkan fakta yang ada.

"Saya selalu memegang ajaran Kak Merry untuk tidak pernah mempermalukan perusahaan dan harus memprioritaskan kepentingan agensi di atas segalanya," lanjutnya halus, tetapi jelas menyindir.

"Karena itu saya memilih menderita dalam diam sampai sekarang. Bahkan saat saya difitnah dengan kejam di internet, saya tidak berani merepotkan perusahaan sedikit pun."

"Sampai akhirnya seorang teman daring yang baik hati muncul membela saya, barulah reputasi saya bisa bersih kembali," tambahnya dengan nada sedikit sendu.

Akting itu tampak sempurna bagi siapa pun yang tidak mengenal sifat asli Kirana yang sebenarnya tangguh.

Aruna hampir tersedak mendengar rangkaian kata yang terdengar logis dan sulit dibantah itu.

'Teman daring baik hati? Omong kosong. Jelas dia sendiri yang menyebarkan semua bukti itu!' batin Aruna penuh amarah.

'Bagaimana dia bisa berbohong setenang ini di depan kami semua?' lanjutnya, benci meluap.

'Ini berbahaya. Aku harus segera menjatuhkannya. Kalau tidak, semua yang sudah kudapatkan dengan susah payah bisa lenyap!' tekadnya dalam hati.

"Sekarang yang membuat publik marah adalah isu Qiana sebagai selingkuhan pria beristri," ucap Kirana tenang namun menusuk.

"Senior, misalnya ada seekor anjing gila mengejar seseorang dan mencoba menggigit tanpa alasan. Lalu anjing itu sendiri terpeleset ke parit dan mati," lanjutnya.

"Apakah itu tetap salah orang yang dikejar?"

Tatapan Kirana beralih lurus ke Rey.

"Dalam kasus ini, Qiana-lah yang jelas tidak memikirkan nasib perusahaan. Dia sengaja menjebak artis dari agensi yang sama dan secara terang-terangan mencoreng citra perusahaan. Bukankah begitu?"

Kirana tahu ia harus mempertahankan posisi menguntungkan ini.

Meski sadar tindakannya akan menghancurkan karier Qiana, ia tidak merasa bersalah.

Baginya, itu konsekuensi dari kesalahan Qiana sendiri yang terlalu arogan dan memiliki terlalu banyak musuh.

Terlebih lagi, Qiana telah melakukan kesalahan fatal: berurusan dengan orang seperti dirinya.

'Kalau aku menyerah sekarang dan memaafkannya di media sosial, semua usahaku bertahan dalam permainan berbahaya ini akan sia-sia,' batin Kirana.

'Hasil pertarungan harus jelas. Ada yang menang dan ada yang kalah. Tidak ada wilayah abu-abu.'

Sementara itu, Qiana yang sejak tadi menahan diri akhirnya meledak.

"Kirana, dasar kurang ajar! Kau bilang siapa anjing gila?! Ulangi sekali lagi di depanku!" teriaknya sambil menunjuk wajah Kirana.

Melihat emosi Qiana kembali tak terkendali, Rey segera memotong.

"Cukup. Tidak perlu ada permintaan maaf publik untuk saat ini," ujarnya berat.

"Benarkah, Pak?" tanya Qiana, wajahnya langsung berbinar.

Ia mengira agensi memutuskan melindunginya. Namun harapan itu hancur satu detik kemudian.

"Qiana, sekarang tulis pernyataan resmi bahwa kamu mengundurkan diri dan meninggalkan industri hiburan selamanya."

"Apa?!" suara Qiana nyaris pecah.

"Kalian menyuruhku keluar selamanya? Kenapa aku yang harus pergi?! Tidak mungkin! Aku tidak akan pernah menulis pernyataan konyol seperti itu!"

Kesabaran Reynaldi mulai habis.

"Aku sudah cukup menghormatimu dengan membiarkanmu menulis sendiri pernyataan itu supaya kau masih punya sedikit martabat," katanya dingin.

"Jangan anggap remeh kebaikan terakhirku hari ini."

Namun Qiana sudah terpojok dan tak lagi takut.

"Jangan bilang ini semua karena aku jadi wanita simpanan! Banyak artis wanita populer juga begitu! Banyak yang jadi selingkuhan orang berkuasa! Kenapa cuma aku yang dipaksa pergi?!" bentaknya.

"Karena hanya kamu yang cukup bodoh membiarkan seluruh dunia tahu rahasia itu," balas Reynaldi tajam.

"Lalu apa hubungannya denganku?! Ini semua gara-gara Selina! Wanita jalang itu mengkhianatiku! Kenapa kalian tidak mengejarnya saja?!" teriak Qiana.

"Aku tidak bisa," jawab Rey.

"Dia sudah mengajukan pengunduran diri resmi dan menghilang. Aku sendiri tidak tahu di mana dia sekarang."

"Selina adalah manajer paling profesional di perusahaan ini. Jadi pikirkan sendiri, selain dia, siapa lagi yang sanggup menoleransi amarahmu setiap hari?"

"Sudah cukup buruk kau membentaknya seperti sampah. Tapi tindakan terakhirmu jauh lebih keterlaluan."

Rey menatapnya dingin.

"Saat putra tunggalnya demam di atas empat puluh derajat dan dia memohon izin membawanya ke rumah sakit, kau melarangnya pergi hanya karena urusan sepele."

"Ketika akhirnya dia sampai di sana tengah malam setelah urusanmu selesai, anaknya sudah kritis dan harus masuk ICU. Sampai sekarang kondisinya masih kritis."

Setiap kata itu menghantam ruangan seperti palu.

Namun Qiana tetap dingin.

"Tapi dia tidak mati, kan? Ada dokter di rumah sakit. Buat apa dia pergi saat itu? Apa dia mau menghancurkan karierku hanya karena hal kecil begitu?" ucapnya acuh.

Reynaldi terdiam.

Baru saat itu ia benar-benar menyadari betapa rusaknya karakter wanita di depannya.

Ia akhirnya mengerti mengapa seseorang setia seperti Selina bisa nekat melakukan pembalasan sistematis.

Selina telah bercerai. Putra tunggalnya adalah seluruh dunianya.

Setiap bulan ia harus membayar biaya pengobatan mahal untuk penyakit kronis anaknya.

'Tanpa pekerjaan tetap, bagaimana dia bisa membiayai pengobatan anaknya sekarang?' batin Reynaldi.

Namun itu belum semuanya.

Ada hal lain yang jauh lebih membuat kepalanya berdenyut.

Ia sama sekali tidak menyangka tokoh paling berpengaruh di industri hiburan saat ini, Darren Saputra, turun tangan langsung hanya karena kasus artis biasa seperti Qiana.

Semalam, Darren menghubunginya secara pribadi.

Ia memberikan "tawaran" yang mustahil ditolak jika Starlight ingin selamat dari skandal ini dan meminimalkan kerugian.

Syaratnya hanya satu.

Qiana harus segera dikeluarkan.

Darren juga menegaskan dengan suara dingin bahwa nama Qiana sudah masuk daftar hitam permanen di seluruh jaringan industri hiburan.

Artinya, tak ada lagi agensi yang akan mempertahankannya.

Reynaldi mencubit pangkal hidungnya, menahan pusing.

Ia akhirnya menyerah mencoba berbicara logis dengan Qiana.

'Mencoba berdebat dengan orang yang tidak punya empati adalah kebodohan terbesar dalam hidupku,' batinnya pahit.

Perusahaan sudah menghabiskan banyak waktu, dana, dan tenaga membangun nama Qiana Putri.

Namun karena kegagalan moral yang fatal ini, semuanya tak bisa diselamatkan lagi.

Sebesar apa pun kerugiannya, kini Qiana hanyalah aset rusak.

Dan aset rusak harus dibuang demi menyelamatkan keseluruhan perusahaan.

​Melihat Reynaldi telah mengambil keputusan yang mutlak, Qiana segera bergegas menghampiri Aruna. Ia memegang lengan wanita itu erat, seolah sedang berpegangan pada secercah harapan terakhir.

"Kak Aruna, tolong bantu aku! Tolong bicaralah pada mereka! Biarkan Kak Merry yang mengambil alih dan menjadi manajer baruku! Aku bersumpah akan patuh pada setiap instruksinya! Aku juga berjanji akan mengirim surat permintaan maaf resmi kepada masyarakat!" ujar Qiana dengan suara memelas, penuh keputusasaan.

Saat mendengar permintaan itu, Merry langsung merasa ngeri setengah mati. Mengurus artis yang reputasinya sudah hancur seperti Qiana Putri?

'Aruna pasti tidak akan tega menjebakku ke dalam lubang neraka seperti itu, kan?' batin Merry cemas sambil menatap Aruna.

Tentu saja, Aruna tidak sebodoh Qiana. Ia segera memasang ekspresi sedih, seolah diliputi penyesalan yang mendalam.

"Qiana, bukannya aku tidak ingin membantumu di situasi sulit seperti ini. Tapi kau sendiri tadi sudah mendengar dengan jelas kata-kata Kirana. Dia sama sekali tidak mau mengalah dan tidak bersedia membantu meredakan keadaan," jelas Aruna lembut.

"Lagipula, ini sudah menjadi keputusan mutlak manajemen pusat. Aku sebagai artis juga tidak punya pilihan selain mematuhinya," lanjutnya dengan nada penuh empati—meski sebenarnya menutup seluruh pintu bantuan.

Setelah skandal perselingkuhan itu meledak ke publik, Aruna tahu karier Qiana sudah tamat. Namun di balik hatinya yang busuk, ia masih ingin memanfaatkan Qiana sampai detik terakhir, kalau saja masih bisa menyeret Kirana jatuh bersamanya.

Sayangnya, Reynaldi sudah menyadari sejak awal bahwa permintaan maaf terbuka sekarang hanya akan sia-sia. Bahkan bisa menyeret nama artis lain—terutama Kirana—ke pusaran masalah yang lebih besar. Keputusan terbaik adalah memutus hubungan dengan Qiana secepat mungkin.

Aruna sebelumnya mengira Qiana bisa menjadi pisau tajam untuk menjatuhkan Kirana. Kenyataannya justru sebaliknya. Qiana malah terseret ke dalam jebakan Kirana sendiri. Lebih menyebalkan lagi, popularitas Kirana justru melonjak tajam di mata publik.

'Tidak mungkin aku membuang energi, waktu, dan sumber dayaku untuk membela orang yang sudah tak berguna seperti ini!' batin Aruna dingin.

"Kirana! Dasar jalang kau! Jalang! Jalang!" teriak Qiana histeris, kehilangan seluruh sisa harapannya.

Ia melampiaskan semua amarah dan frustrasinya pada Kirana, hingga Reynaldi terpaksa memanggil petugas keamanan.

Dua petugas bertubuh besar segera masuk dan menyeret Qiana yang masih meronta keluar dari ruang rapat.

Menghadapi orang seperti itu, Kirana bahkan tidak lagi merasakan kebencian. Ia juga tidak merasa perlu mengasihaninya.

Sampai detik terakhir pun, Qiana tetap tidak menyadari satu hal penting—bahwa selama ini dirinya hanyalah umpan meriam murah yang dipakai oleh kelicikan Aruna Yudhoyono untuk menjatuhkan Kirana.

'Qiana hanyalah bidak catur yang dibuang setelah gagal menjalankan tugasnya,' batin Kirana.

Reynaldi kini menatap Kirana dengan ekspresi jauh lebih rileks dan bersahabat dibanding sebelumnya.

"Kirana, aku ingin kau berakting sebaik mungkin dalam film ini. Tunjukkan kemampuan terbaikmu," ujarnya.

"Jika hasil akhirnya bagus dan film ini sukses di pasaran, perusahaan pasti akan memberi fokus penuh untuk membina dan mempromosikan kariermu ke tingkat yang lebih tinggi," lanjut Reynaldi, memberi janji manis.

"Tapi ada satu hal lagi. Apa yang dikatakan Aruna tadi ada benarnya. Untuk sementara, sebaiknya kau tetap tenang dan rendah hati. Jaga sikapmu, dan jangan sampai menimbulkan masalah baru di luar sana."

Seluruh rangkaian kejadian besar ini sebenarnya hanyalah skenario manajemen krisis yang dirancang Kirana—dan berjalan sempurna.

Dimulai dari dirinya yang terjerat skandal, lalu namanya dibersihkan secara sistematis. Di sisi lain, Qiana dipaksa meninggalkan industri hiburan dengan cara yang memalukan.

"Terima kasih banyak atas dukungannya, Direktur Reynaldi. Saya berjanji akan melakukan yang terbaik," ujar Kirana sambil berpura-pura menampilkan ekspresi terkejut dan sedikit gugup, seolah benar-benar tersanjung oleh pujian itu.

​Setelah pembicaraan selesai dan keluar dari ruang rapat, Kirana langsung menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Namun tak lama setelah ia masuk, Aruna ternyata ikut menyusul.

Aruna berdiri di depan cermin, menyilangkan kedua tangan di dada. Ia menatap Kirana melalui pantulan kaca dengan senyum mencibir yang tajam.

"Kak Kirana, aku harus mengakui kau memang sangat pandai menggali aib dan rahasia kotor orang lain," ujar Aruna, membuka topeng aslinya yang hanya ia perlihatkan saat mereka berdua saja.

"Tapi coba pikirkan baik-baik. Apa kau sama sekali tidak takut kalau suatu hari nanti masa lalumu yang tidak menyenangkan itu ikut terbongkar ke publik?" lanjutnya dengan suara rendah beracun.

Mata Kirana langsung menyipit. Tatapannya berubah dingin sedingin es. Ia menghentikan gerakan tangannya, berbalik perlahan, lalu menatap lurus ke mata Aruna.

"Siapa di industri hiburan yang penuh kepalsuan ini yang tidak punya aib masa lalu? Apa kau sendiri benar-benar bersih tanpa rahasia, Nona Yudhoyono?" balas Kirana acuh.

Ia sengaja menekankan sapaan itu—Nona Yudhoyono—seolah sedang mengingatkan sesuatu.

Lalu ia pura-pura tampak mendapat pencerahan.

"Ah. Aku baru sadar sesuatu yang menarik. Julukan yang netizen berikan pada Qiana semalam—'putri palsu dan nyonya palsu'—kalau dipikir lagi ternyata cocok juga untuk menggambarkan posisimu sekarang, bukan?" ujar Kirana dengan senyum tipis penuh kemenangan.

"Saat waktunya tiba bagiku membongkar seluruh kedokmu di depan publik, itu malah akan menghemat waktuku. Aku tak perlu repot mencari julukan untukmu. Netizen sudah menyiapkannya," lanjutnya, suaranya tenang namun mematikan.

Sindiran itu menusuk tepat ke jantung Aruna. Wajahnya langsung memerah oleh amarah.

"Kau benar-benar keterlaluan! Putri palsu? Nyonya palsu? Dengar baik-baik. Sejak detik pertama aku lahir, aku sudah dan akan selalu menjadi bagian sah dari keluarga Yudhoyono!" bentaknya.

"Aku satu-satunya anak perempuan yang diakui Ayah secara hukum dan publik! Soal Aditya, justru kaulah wanita tidak berguna karena tak mampu menjaga hatinya tetap menjadi milikmu!" lanjut Aruna dengan suara bergetar.

"Apa kau benar-benar berpikir orang di luar sana akan percaya omong kosongmu?" tambahnya sinis.

Kirana menghela napas panjang, seolah lelah meladeni.

"Kalau itu keyakinanmu… bagaimana kalau kita lakukan pengujian kecil saja?" katanya tenang.

"Silakan lakukan apa pun yang kau mau. Bongkar saja semua bagian gelap masa laluku ke publik kalau kau memang berani."

Ia menatap Aruna tajam.

"Tapi ingat satu hal. Ada begitu banyak orang di luar sana. Dan meskipun aku belum menemukan dua pria gigolo yang kau suap untuk menghancurkan hidupku waktu itu, itu cuma soal waktu."

Tatapannya makin dingin.

"Siapa yang tahu rahasia takdir? Bisa saja publik dan kekuatan netizen justru membantuku menemukan sesuatu yang sangat menarik tentang dirimu."

Setelah mengatakan itu, Kirana berbalik dan berjalan keluar.

Aruna tetap terpaku di tempat, wajahnya pucat pasi di depan cermin kamar mandi.

Bersambung...

1
샤롷툴 밯디얗
siap2 habis om halimun 🤣🤣🤣
Siru
bagussss cerita nya thor 👍👍
semangat 💪💪
Ira Janah Zaenal
bryan😍😍 kamu memang 👍👍👍👍semoga makin lengket dengan kakak ipar😍
Ira Janah Zaenal
😍kereeennm thorr ... ikut tegang dalam naskah drama kirana adegan berciuman dengan mas yono😍😍💪💪
Ira Janah Zaenal
up up up 💪💪💪💪😍😍😍😍
Arini
Lanjutannya dong
falea sezi
lanjut
falea sezi
semangat kirana
falea sezi
yg tidur ma Kirana Brian y
falea sezi
lah anak yg di kandung Kirana mana keguguran apa gimana
falea sezi
kasian kirana
Ira Janah Zaenal
semangat Kiara atau putri Laura Pitaloka tunjukkan pesonamu💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!