NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Suami!

Keesokan harinya, Jakarta dikejutkan oleh sebuah pengumuman besar. Di layar-layar LED raksasa yang tersebar di sepanjang ibu kota, wajah Karina Wijaya terpampang dengan anggun. Bukan sebagai istri seorang pengusaha material, melainkan sebagai Chairwoman Grup Wijaya, pengambilalihan proyek Mega City secara resmi diumumkan dan pasar modal bergejolak menyambut kembalinya sang Putri Mahkota.

​Sementara itu, di sebuah sudut kumuh di pinggiran Jakarta, Agus sedang duduk di sebuah warung kopi kecil dengan pakaian yang sudah sangat kotor dan menatap layar televisi di warung itu yang menyiarkan berita tentang Karina.

​"Itu... itu istriku," gumam Agus dengan suara serak dan matanya menatap nanar ke arah layar.

​Orang-orang di warung kopi itu menoleh lalu tertawa terbahak-bahak, "Istrimu? Hei, bung! Itu Karina Wijaya, wanita terkaya di Jakarta. Kamu jangan mimpi di siang bolong, lihat saja tampangmu itu, mirip gelandangan!" ejek orang tersebut.

​Agus meremas gelas plastik di tangannya hingga rusak, rasa sakit di hatinya kian menjadi. Agus teringat bagaimana ia dulu membentak Karina di rumah mewah mereka dan memaki Karina sebagai wanita yang tidak punya selera hiburan. Sekarang, wanita yang ia maki itu berada di puncak dunia, sementara ia harus bersembunyi dari kejaran lintah darat.

Agus menatap layar televisi itu dengan napas yang memburu, setiap kali wajah Karina muncul dalam balutan busana mewah, setiap kali penyiar berita menyebutkan nilai aset Grup Wijaya yang melonjak, sebuah duri menusuk jantungnya.

Agus tidak bisa menerima kenyataan ini, wanita yang selama dua puluh tahun ia injak-injak harga dirinya, kini menjadi matahari yang menyilaukan mata seluruh negeri.

​"Dia pasti masih punya perasaan padaku, dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Dia hanya sedang marah, dia hanya sedang pamer kekuasaan agar aku memohon. Ya, benar. Dia menungguku memohon!" gumam Agus dan mengabaikan tawa mengejek orang-orang di warung kopi itu.

​Logika Agus yang sudah diisi oleh keputusasaan mulai membangun skenario baru, ia yakin bahwa seluruh kehancuran yang ia alami adalah cara Karina untuk menjemputnya kembali ke dalam kendalinya.

Dengan sisa uang beberapa puluh ribu di sakunya, Agus pergi ke sebuah pasar loak untuk membeli sebuah kemeja putih bekas yang tampak sedikit lebih layak dan berusaha merapikan rambut serta janggutnya dengan gunting seadanya di toilet umum.

​"Aku harus menemuinya sekali lagi. Bukan di parkiran, tapi di kantornya. Dia tidak akan tega mengusir Ayah dari anak-anaknya di hadapan publik," ucap Agus penuh percaya diri yang berlebihan.

​Keesokan paginya, Gedung Grup Wijaya tampak lebih megah dari biasanya. Karangan bunga ucapan selamat atas pengambilalihan proyek Mega City memenuhi lobi, Agus berdiri di seberang jalan dan menatap gedung itu dengan rasa haus yang membara.

Agus mencoba melangkah masuk, namun penampilannya yang masih terlihat kusam langsung dihadang oleh barisan petugas keamanan di pintu putar.

​"Saya suami Ibu Karina! Saya Agus Wijaya! Biarkan saya masuk!" teriak Agus saat petugas keamanan mencoba mendorongnya keluar.

​"Pak, tolong jangan membuat keributan. Nyonya Karina tidak memiliki janji dengan siapa pun hari ini, terutama dengan orang seperti anda," ucap kepala keamanan yang sudah mendapat instruksi khusus dari Yessi.

​"Orang seperti aku? Saya ini CEO Agus Materialindo! Saya yang membangun masa depan wanita itu!" teriaknya histeris hingga menarik perhatian para karyawan dan wartawan yang sedang meliput di area lobi.

​Ditengah keributan itu, tiba-tiba suasana lobi menjadi sunyi, suara denting sepatu hak tinggi bergema dari arah lift eksekutif. Pintu lift terbuka dan dan Karina keluar didampingi oleh Yessi dan Faisal yang berjalan di sisinya, Karina tampak luar biasa cantik dengan setelan jas formal berwarna putih gading, sementara Faisal mengenakan jas gelap yang sangat serasi.

​Melihat Faisal berada di samping Karina, amarah Agus memuncak. "Karina! Lihat aku!" teriak Agus dari balik barikade petugas.

​Langkah Karina terhenti, ia menoleh perlahan dan matanya yang dingin menatap Agus seolah-olah pria itu hanyalah debu yang mengotori lantai marmernya yang mengkilap.

​"Lepaskan dia," perintah Karina tenang kepada petugas keamanan.

​Petugas melepaskan cengkeraman mereka, Agus segera berlari mendekat, namun Faisal dengan sigap berdiri satu langkah di depan Karina untuk melindungi wanita itu.

​"Karina, sayang... lihat aku. Aku sudah sadar, aku meninggalkan semuanya demi menemuimu. Aku akan melakukan apa saja, Karina. Aku akan menjadi asistenmu, aku akan mencuci kakimu setiap hari, tolong... jangan biarkan aku hidup seperti ini. Aku mencintaimu, aku merindukanmu, Ella dan Aisha," ucap Agus sambil mencoba berlutut di tengah lobi.

​Karina menatap Agus lalu melirik ke arah kerumunan wartawan yang mulai mengarahkan kamera mereka, ia tidak tampak panik justru sebaliknya, ia terlihat sangat tenang.

​"Agus," panggil Karina lembut, namun suaranya membawa otoritas yang mematikan.

"Ya, Karina," jawab Agus.

"Kamu bilang kamu mencintaiku? Kamu merindukanku dan anak-anak?" tanya Karina.

​"Iya, Karina! Demi Tuhan, iya!" jawab Agus.

Karina pun tersenyum lalu berpura-pura seolah tengah muntah, sebuah gestur penghinaan hingga membuat beberapa wartawan di lobi tersebut menahan diri mereka untuk tidak tertawa.

Karina menutup mulutnya dengan punggung tangan yang dihiasi cincin berlian murni pemberian Faisal, kilauannya seolah mengejek kekumuhan Agus.

​"Maaf, Agus. Mendengar kata cinta dari mulutmu membuat lambungku bereaksi secara alami," ucap Karina setelah kembali tenang dan suaranya jernih dan terdengar ke seluruh penjuru lobi.

​"Karina, jangan lakukan ini di depan umum! Aku ini suamimu!" teriak Agus dan wajahnya memerah karena malu yang luar biasa.

​"Mantan suami! Dan tolong, jangan bawa-bawa nama Ella dan Aisha lagi. Setiap kali kamu menyebut nama mereka, kamu hanya mengingatkan mereka pada rasa lapar dan air mata yang mereka telan saat kamu mengusir kami demi membawa dan menikahi sekretarismu itu," ucap Karina.

​Karina melangkah satu langkah maju dan keluar dari perlindungan Faisal lalu menatap langsung ke mata Agus yang kini bergetar ketakutan.

​"Kamu ingin aku tidak membiarkanmu hidup seperti ini? Lalu bagaimana dengan dua puluh tahun hidupku yang kamu sia-siakan? Apa kamu pernah berpikir untuk memberiku satu hari saja tanpa cacian?" tanya Karina dengan nada yang rendah namun menusuk.

​Agus tergagap, "I-itu... aku hanya stres karena pekerjaan, Karina! Kamu harus mengerti!" jawab Agus.

​Karina tertawa, suara tawa yang begitu elegan namun terasa sangat dingin. "Stres pekerjaan? Pekerjaan yang seluruh laporannya aku yang buatkan? Strategi yang aku yang susun dari dapur rumahmu? Darimana stresnya?" tanya Karina.

Karina kemudian menoleh ke arah kerumunan jurnalis yang masih setia merekam setiap detik drama tersebut, "Teman-teman media, perkenalkan. Ini adalah Agus, pria yang mengklaim dirinya sebagai raja material Jakarta. Namun kenyataannya, dia adalah pria yang menggadaikan rumah masa kecil Ibunya di Solo demi membangun proyek gagalnya dan juga membayar utang judinya sendiri, lalu datang ke sini memelas meminta sedekah dari mantan Istrinya," ucap Karina.

.

.

.

Bersambung.....

1
Patrick Khan
aku suka😍😍😍😍
Rina Arie
good book
Naufal Affiq
terimakasih kak atas karya nya
Ariany Sudjana
bagaimana nasibnya Bagas? apa bagas punya kesempatan ketemu Ella dan Aisha?
Naufal Affiq
gak apa2 om,memang gitu kalau istri lagi ngidam,jadi di maklumi aja
Ariany Sudjana
kapan launching nya kak?
elaretaa: Hari ini Kak, Bab 1 sudah up ya🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
kenapa Karina ga kasih tahu kalau Ella dan Aisha juga punya adik tiri, Bagas?
Eva Tigan: Faisal sudah tau kok..kan kemaren dia yg antar Karina menjumpai Bagas dan ibunya ke rumah mereka yg sempit dan kumuh itu
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Karina dan Faisal sudah berkomitmen menjamin pendidikan Bagas, terharu membaca part yang ini
Ariany Sudjana
sebaiknya karina urus anak itu dan sekolahkan anak itu, bagaimanapun anak itu tidak memilih lahir dari orang tua yang mana, dan anak itu juga tidak tahu kejahatan Agus seperti apa, supaya anak itu dan ibunya juga bisa hidup dengan baik
Yana Phung
saya dukung karina
dibandingkan ditemukan agus dan Agus mengarang cerita utk balas dendam
emang dasar agus sudah gila
Yana Phung
membaca tema spt ini saat bulan ramadhan itu rasanya.........😅😅😅
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Sabrina, siap-siap jadi gembel 🤣🤣🤭🤭
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally 😄
Ariany Sudjana
restu anak-anak sudah dikantongi, jadi jangan ragu yah Karina , maju terus
Ariany Sudjana
dasar serakah Bu Ratmi , siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
dasar ga tau diri, begitu miskin langsung playing victim. Bu Ratmi dan Agus sama saja, kehilangan kekayaan langsung menyalahkan Karina, padahal kan mereka yang buat ulah, jadi jangan salahkan Karina mengambil tindakan tegas, sudah cukup Karina selama ini diam, demi membela suami dan mertua yang ga tahu diri
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!