NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:494.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekejaman Ethan

Lampu-lampu berwarna ungu dan biru menyapu wajah Ethan begitu pintu kaca SOLARIA terbuka. Dentuman musik keras langsung menghantam dadanya, membuat lantai bergetar halus.  Orang-orang yang berpakaian glamor berlalu-lalang di sana, beberapa menoleh sekilas. Para wanita langsung tertarik begitu melihat wajah tampan Ethan. Bahkan ada yang sengaja menggoda pria itu dengan mengedipkan mata.

Sayangnya itu Ethan. Wanita asing yang mengedipkan mata padanya akan dia balas dengan tatapan intimidasi yang akan membuat mereka tidak berpikir dua kali untuk mundur.

"Caramu menatap wanita sadis sekali, lihat, mereka jadi takut." kata Liana pelan.

"Itu memang tujuanku."

Liana memutar bola matanya malas.

"Aku tidak butuh tempat seperti ini," gumam pria itu lagi dingin.

Liana tersenyum tipis tanpa melepaskan genggamannya.

"Justru kau butuh. Kalau kau mau marah, salurkan dengan cara yang tidak menghancurkan rumahmu sendiri. Sayang sekali rumah sebagus itu harus di renovasi tiap kali kau marah."

Mereka lalu disambut seorang manajer yang langsung membungkuk hormat.

"Nyonya Liana. VIP room sudah disiapkan." kata manajer itu penuh arti.

Liana menganggukkan kepala, tersenyum tipis. Ia kembali menarik Ethan masuk ke dalam VIP room.

Pintu ruangan tertutup rapat begitu mereka masuk. Suasana di dalam jauh lebih tenang dibanding lantai utama. Musik masih terdengar, tapi teredam, hanya menjadi dentuman samar yang terasa seperti detak jantung di kejauhan. Sofa kulit hitam mengelilingi meja marmer rendah. Lampu temaram menggantung redup, menciptakan bayangan lembut di dinding kaca yang menghadap ke lantai dansa.

Ethan langsung melepaskan tangan Liana dan duduk di sofa. Tangannya mengambil botol alkohol yang sudah tersedia di atas meja dan langsung meminumnya dalam satu kali teguk.

"Astaga Ethan, pelan-pelan saja. Nikmati minumannya." kata Liana, tapi Ethan tidak peduli.

Beberapa menit kemudian, dua orang wanita cantik masuk ke dalam ruangan itu. Penampilan mereka seksi sekali. Ethan melemparkan tatapan tajamnya ke Liana.

"Aku tahu kau suka bersenang-senang dan tidur dengan sembarang laki-laki di luar negeri. Tapi aku tidak suka kau menyeretku ke permainan seperti ini," lanjut Ethan dingin, sorot matanya menusuk.

Dua wanita itu saling berpandangan, ragu untuk melangkah lebih jauh. Liana menghela napas panjang, lalu memberi isyarat halus agar mereka mendekat, namun tetap menjaga jarak.

"Tenang saja. Mereka hanya menemani duduk. Tidak ada yang memaksamu melakukan apa pun," jawab Liana santai.

Ethan mendengus pelan. Ia kembali menuang minuman ke dalam gelas, lalu menghabiskannya lebih pelan kali ini, meski rahangnya tetap mengeras.

Salah satu wanita mencoba tersenyum ramah.

"Tuan ingin ditemani minum?"

Tatapan Ethan langsung membuat senyum itu membeku.

"Tidak."

Satu kata. Tegas. Tanpa celah.

Wanita itu mundur setengah langkah. Liana akhirnya berdiri.

"Kalian temani dia, aku pergi sebentar. Ingat, jaga jarak. Jangan buat dia marah."

Kedua wanita itu mengangguk. Mereka mengamati Ethan yang terus minum sampai pria itu mulai tampak mabuk.

"Memangnya kita tidak cantik sampai dia mengabaikan kita?"

"Betul, apa enaknya minum sendiri. Kalau begitu kenapa harus datang ke sini?"

"Ah, mungkin dia sok jual mahal kali. Laki-laki kalau sudah di kasih umpan, pasti akan luluh juga," lanjut salah satu dari mereka sambil tersenyum tipis.

"Kita lihat saja," balas yang lain pelan.

Mereka duduk di sisi berlawanan sofa, menjaga jarak seperti yang diperintahkan Liana. Ethan tidak memperhatikan mereka sama sekali. Ia menuang lagi minuman ke dalam gelasnya, namun kali ini tangannya sedikit goyah. Cahaya temaram membuat bayangan wajahnya tampak lebih keras, tapi sorot matanya mulai kabur.

Dentuman musik dari luar terdengar seperti gema jauh di kepalanya.

Salah satu wanita memberanikan diri mendekat satu langkah.

"Tuan terlihat sedang banyak pikiran," katanya lembut.

"Kalau ingin bercerita,"

Ethan tertawa pendek. Bukan tawa senang. Lebih seperti ejekan pada dirinya sendiri. Ketika wanita itu menyentuh lengannya, dia segera menepis dengan kasar.

"Jangan sentuh aku." katanya penuh peringatan. Tapi wanita itu malah makin tertantang. Dia yakin kalau makin di goda, laki-laki sekelas Ethan itu pasti akan luluh.

Wanita itu semakin memberanikan diri menyentuh paha dalam Ethan, naik terus ke atas dan hampir menggapai belalai pria itu. Namun sebelum dia berhasil, ia kaget luar biasa karena pria itu tiba-tiga mencekik lehernya kuat sampai tubuhnya terangkat ke udara dan ia kesulitan bernafas.

Ethan menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Sudah ku peringatkan jangan sentuh aku jalang!"

BRAKKKK!

Ethan melempar wanita itu dengan kekuatan penuh hingga tubuh wanita tersebut menabrak dinding kuat sekali, kepala dan bagian wajahnya yang lain robek dan darah segar menyembur dari bagian belakang kepalanya.

Wanita itu kejang-kejang, menatap Ethan dari lantai sebelum akhirnya matanya tertutup, entah mati atau hanya pingsan. Ethan tidak peduli. Ia duduk lagi dan kembali meraih botol alkohol.

Sementara wanita yang satunya, kaget sekali. Ia syok dengan apa yang baru saja dilihatnya. Lututnya lemas, tidak dapat lari karena ia terlalu syok.

Wanita yang tersisa itu gemetar hebat. Napasnya memburu, matanya membelalak melihat temannya tergeletak tak bergerak di lantai. Musik dari luar tetap berdentum, seolah tidak peduli dengan kekacauan di dalam ruangan itu.

Sementara Ethan duduk dengan napas kasar, dadanya naik turun cepat. Tangannya masih bergetar, bukan hanya karena alkohol, tapi karena amarah yang belum benar-benar padam. Botol di tangannya hampir saja terlepas ketika pintu VIP mendadak terbuka.

Liana masuk dengan langkah cepat.

"Apa yang ..." ucapannya terhenti saat melihat situasi di hadapannya.

Astaga, dia baru pergi beberapa menit, tapi sudah terjadi kejadian yang tidak dia duga itu. Salah satu dari kedua perempuan itu terkapar di lantai, bersimbah darah. Liana segera berlari untuk memeriksa nadinya, apakah dia masih hidup atau tidak. Ia bernafas lega begitu mendapati wanita itu masih bernafas, meski kondisinya parah sekali.

Tatapan Liana langsung berubah tajam. Ia segera memberi isyarat pada dua petugas keamanan yang berdiri di luar.

"Bawa dia ke rumah sakit sekarang. Pastikan dia ditangani. Cepat."

Petugas itu bergerak sigap, mengangkat wanita yang terluka dan membawanya keluar. Wanita yang satunya lagi ikut keluar dengan kaki gemetar, masih syok.

Pintu kembali tertutup. Kini hanya tersisa Ethan dan Liana.

Liana menatap sepupunya itu lama. Tidak marah. Tidak berteriak. Hanya masih tidak menyangka Ethan yang dulu masih bisa menjaga emosinya terhadap wanita, hari ini berubah drastis.

"Kau gila? Kau benar-benar Ethan yang aku kenal?" tanyanya pelan.

Ethan tertawa lirih, terdengar kosong.

"Dia tidak dengar peringatanku. Aku sudah bilang jangan sentuh aku."

"Dan kau hampir membunuhnya."

"Kalau kau tidak membawaku ke sini, kejadian seperti ini tidak akan ada." balas Ethan.

Liana menghembuskan nafas panjang. Dia bingung bagaimana lagi cara menghadapi laki-laki ini.

1
Bunda Dzi'3
ngiluuuu hatiku kok yaa😭😭😭😭
Bunda Dzi'3
kok ngilu yaa baca bab ini😭😭😭
Ahmad Zaini
😍😍😍
Lia Chandra Kirana
bagus
nia maryana
Ethan kan Mafia kenapa ga bisa menyelidiki 🤣
tris tanto
adiknya gimn tuch
Septi
Awokawokawok... malu nggak tuh malu nggak? ya nggak lah, soalnya nggak ada yang tau kamu cemburu karena anak sendiri🤣🤣🤣
nia maryana
Jangan jangan dokter Julian suka nanti ma Dira thor
Siti Amyati
terimakasih kak udah up lagi lanjut
nia maryana
Nanti Arel butuh sesuatu.. Yang harus melibatkan Ethan😍
nia maryana
Ethan mengikutinya ke rs ga thor
Rina Kurnia
deeuuhh...c kulkas 10 pintu....jd pemgen getok kepala c ethan....😁😁
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
😭😭😭😭nanggis kan akuhh..

terimakasih thor udah up
Yuliana Purnomo
untygak ada drama yg panjang untuk pertemuan mereka
Mutia Efrida
Gak suka sama sikap Ethan ke dira. Dia yg bodoh, orang lain yg disalahin, udah bodoh, ngotot pulak. ih ngeselin
Esther
Bahagia ya Arel sudah ketemu papa Ethan.
🌸🍣わたなべ_Ryuzu👘🌸
👍💪💪
Etty Sumaryanti
😭😭😭 kirain akan nolak dlu aril y 🤭 ril bikin mama sm papa bersatu jgan sampe pisah lg 😇
moenay
mau ikutan mewek ah sama arel😭😭😭😭😭😭😭😭
Atik Marwati
sangat penting Dira...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!