Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 Ibu Meninggal
Aku di panggil perawat katanya ibu sadar dan aku pun masuk keruang ICU tempat ibu di rawat ku lihat ibu menangis dan mengenggam tangan ku dan bicara sangat lirih
" jaga cucu ibu " kata dia sambil mengenggam tangan ku dan memegang perutku ku ciumi ibu maksudnya apa aku nggak mengerti dan aku hanya mengangguk aku tunggu ibu sampai perawat mengatakan aku di suruh keluar biar ibu istirahat dan akan di panggil lagi nanti aku pun keluar dan ku lepas baju khusus masuk ruang ICU kemudian aku keluar dan di luar sudah ada bi endang dan mas Adit
" Dek kamu makan ya ini aku bawakan nasi Padang kesukaan kamu" tawarnya
" Aku nggak enak makan mas nanti saja aku mau kopi saja" jawabku
" Sebentar aku bilkan di kantin" kata mas Adit sambil berdiri menuju kantin
" Gimana ibu mu tadi kamu masuk" tanya bi endang
" Dia sadar sebentar dan mengenggam tangan ku dan dia bilang jaga cucuku apa maksudnya ya bi tapi jangan cerita sama mas Adit ya bi" kataku pada bi endang
" Apa kira kira kamu hamil ya Ra" tebak bi endang
" Nggak ada tanda tanda bi aku santai saja dan nggak merasakan apa apa" jawabku
" Ya sudah nggak usah di pikir lagi kasihan nanti kamu sakit" kata bi endang.Mas Adit datang sambil membawa kopi juga kue basah bisa buat ganjal perut jadi aku makan saja ada lemper dan pastel kopi ku minum dan kue ku makan
" Mas nasi Padang bumbunya di campur atau di pisah" tanya ku
" Di pisah jadi bisa di makan nanti siang" kata mas Adit
Jatah ibu dari rumah sakit datang dan di makan bi endang kami makan karena lapar Sampai siang aku melihat ibu lagi dan kok tidak ada perkembangan aku was was kemudian aku di suruh makan dan di suapi mas Adit dengan nasi Padang aku hanya makan sedikit kemudian aku ke Musola dan menunaikan sholat dhuhur lama aku berdoa sambil menangis aku pasrah kepada tuhan apa yng terbaik buat diriku bi endang datang
" Ibu mu kritis sekarang papa dan mama mertuamu datang" kata bi endang Aku segera melepas mukena dan mengenakan hijab ku lagi kemudian berlari ke rumah ibu di rawat dan mas Adit memelukku
" Ikhaskan ibu Ra mungkin ini yang terbaik dan dia menyusul bapak mu" kata mas Adit aku menangis dan menjerit kemudian di tenangkankan sama mas Adit sambil di peluk dan duduk di kursi
" Kamu jangan pingsan dan semua di urus sama papa" kata mas Adit
" nggak kok aku masih sadar tapi aku lemes banget rasanya nggak berdaya dan kaki ku lemes nggak kuat berdiri" kata ku mas Adit tetap memelukku juga ada mama bi endang ikut mengurusi bersama papa kemudian bi endang datang
" Ibu mu di mandikan di sini apa di rumah" tanya bi endang
Aku bingung mau menjawab apa dan aku seperti orang linglung dan juga lemas
" Mayat nya di rawat di sini dan di mandikan di sini saja Ra nanti tinggal di sholatkan di rumah" kata mama mertua
Aku pun setuju dan menyerahkan perawatan mayat di rumah sakit aku dan mas Adit ikut terlibat dan bi endang Pulang dulu membuka rumah dan menyiapkan semua dan di bantu tetangga sekitar karena masih siang jadi jenazah bisa langsung di kubur hari ini juga ada juga tetangga yang datang ke sini ikut membantu mengurusi jenazah dan mereka ikut ambulan aku di suruh naik mobil bersama mas Adit karena di mobil ambulan sudah ada yang jaga yaitu tetangga ku
Sampai di rumah kursi rung tamu sudah di keluarkan dan jenazah di semayam kan di sana aku masuk rumah dan masuk kamar aku ganti baju karena sebentar lagi acara pemakaman setalah di sholat kan jenazah ibu di makam kan di sebelah makan bapak memang sebenarnya yang punya penyakit darah tinggi itu ibu tapi bapak meningal duluan kerena kecelakaan.
Selesai pemakaman para tamu masih banyak yang datang dan habis magrib para tetangga tahlil para ibu ibu membantu memasak dan bi endang yang memberi uang belanja. Malam nya aku cape banget dan aku ketiduran di ruang tengah tapi malam bangun aku mau pindah ke kamar ku bangunkan mas Adit yang jaga tidur di ruang tengah aku bangunan dan aku kelaparan dan tadi lupa sore tidak makan aku masuk angin kemudian sama bi endang di buatkan teh hangat.Aku minum teh hangat jadi terasa enak tenggorokan ku aku kemudian pindah di kamar mas Adit juga ikut pindah dia tidur memelukku dan aku Terasa damai di pelukan Nya.
Pagi aku bangun sholat kemudian ke dapur bi endang juga sudah di dapur mas Adit masih tidur aku bikin kopi dan aku mengabari temanku yang bernama Nuri biar dia kesini aku ingin curhat dan mancari solusi sama dia aku ingin mengugat cerai saja karena aku takut juga dengan rencana nya tante Sarah.
Mas Adit bangun dia duduk di sebelahku kemudian aku bikinkan kopi
" Mas mau sarapan sama apa ada rawon kalau mau" tanya ku
" Nanti saja dek sekarang minum kopi dulu" kata dia sambil mengacak rambut ku dan menciumi pipiku
" Dek aku besok kembali ke Surabaya nanti setelah tujuh hari aku jemput lagi ya" kata dia
" Aku nggak mau ke Surabaya dulu mas aku di sini dulu nggak tahu Sampai kapan di sini mau Adem kan pikiran dulu" jawabku
" Kamu jangan gitu, ok aku kasih waktu tapi jangan lama lama nanti kalau aku jemput kamu pulang sama aku dan jangan sampai papa tahu tentang Sarah" kata dia sambil marah
" Iya mas sudah ah kamu sarapan apa nggak" tanya ku
" Nanti saja kamu jangan coba coba bikin masalah sama mas"kata dia dengan marah
Sore aku membantu bi endang masak buat nanti orang Tahlil bi endang masak nasi soto ayam ada dua orang membantu aku dan bi endang mas Adit datang
" Dek ayo ganti baju ikut mas sebentar" kata mas Adit. Aku pun mengangguk teryata aku dia ajak ke rumah mertua aku di ajak masuk ke kamar nya dia
" Ayo ke kamar bentar mama belum datang tadi kata nya mau ngomong sama kita" kata mas Adit dan aku di bawa ke kamar nya kemudian aku di ciumi
" Mas jangan sekarang masih siang malu ah dan di rumah ku masih repot" jawabku.
"Aku cuma minta cium saja tapi nanti malam kamu tidur di sini mas minta jatah dan tidak ada penolakan" kata mas Adit
" Dit, Ra kalian di Kamar ya sini mama mau bicara" kata mama mertua aku pun duduk di dekat mama dan mas Adit
" Ada apa ma" kata mas Adit
" Ini buat Ara bisa buat biaya Sampai tujuh hari nanti kalau kurang kamu minta lagi ya dan alhamdulilah biaya rumah sakit ibumu di cover sama BPJS jadi papa hanya keluar biaya tambahan saja"kata mama sambil menyerahkan amplop coklat
" Terima kasih ma oh ya ma tadi Ara lagi bantu masak ara pamit pulang dulu ya ma" kata ku pada mama
"Ayo mas antar" kaya mas Adit sambil memeluk dan menciumku padahal di depan mama aku kan jadi malu dan aku pun pulang dengan di bonceng sepeda motor dan sampai di rumah aku simpan uang pemberian mama aku mandi karena sudah sore mas Adit juga mandi di sini dan dia sudah bawa baju Koko dari rumah.
Bersambung ......