NovelToon NovelToon
MONSTER DI DUNIA MURIM

MONSTER DI DUNIA MURIM

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Dulu aku adalah sampah di Sekte Awan Azure, sampai sistem 'Night Crawler' merobek kemanusiaanku dan menggantinya dengan insting predator. Sekarang, aku bisa bertransformasi menjadi monster dan melahap kultivasi siapa pun yang berani menghalangi jalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Dunia di balik retakan langit ini tidak memiliki lantai ataupun atap. Hanya ada gumpalan kabel mekanis raksasa yang berdenyut dengan cahaya ungu, mirip dengan susunan syaraf raksasa yang melayang di ruang hampa. Aku merasakan Inti Teratai Perak di dadaku bergetar hebat, mencoba menyinkronkan frekuensi dengan mesin purba yang ada di hadapanku.

"Jadi ini pusat dari semua kutukan itu," cetusku sembari mengepakkan sayap perakku untuk tetap stabil.

Suara mekanis muncul dari seluruh dinding ruang hampa ini, menyatakan bahwa otoritas tertinggi telah terdeteksi. Aku melihat bayangan sistem yang dicuri Jang Mi mulai tertarik keluar dari dimensi bawah dan masuk ke dalam sirkuit raksasa ini. Aku tidak membuang waktu dan melesat menuju inti mesin tersebut, mengabaikan ribuan tentakel kabel yang mencoba menjerat tubuhku. Setiap kali kabel itu menyentuh kulit perakku, mereka hancur menjadi partikel cahaya. Aku merasa seperti pemilik rumah yang sedang mengambil kembali kunci yang sempat berpindah tangan.

"Han Wol! Kau tidak akan pernah bisa menutupnya!" raung suara Jang Mi yang bergema melalui frekuensi energi.

Aku melihat sosoknya muncul di antara kabel-kabel raksasa. Tubuhnya sudah hancur, hanya tersisa kepala dan sebagian dada yang menyatu dengan mesin. Sistem Night Crawler yang ia curi justru memakannya dari dalam karena ketidakcocokan struktur biologis.

"Kau bukan pemiliknya, Jang Mi. Kau hanya parasit yang salah memilih inang," sahutku sembari menghantamkan tinjuku ke pusat energi mesin tersebut.

Ledakan cahaya putih melahap segalanya. Aku merasakan seluruh data sistem kembali mengalir masuk ke dalam sumsum tulangku, kali ini tanpa modul pembatas. Aku bukan lagi pengguna sistem, aku adalah sistem itu sendiri.

Alun-alun klan Han kini hanya berupa kawah raksasa yang berasap saat aku mendarat kembali. Tubuhku sudah kembali menjadi manusia sepenuhnya. Jubahku compang-camping, namun kulitku bersih tanpa sisik sedikit pun. Sayap dan cakar itu sudah tersimpan rapi di bawah kendali penuh kesadaranku. He Ran berdiri tidak jauh dariku, ia tampak memegangi bahunya yang terluka dan menatapku dengan tatapan yang sangat dalam.

"Sudah selesai?" tanya He Ran sembari melangkah mendekat.

"Gerbangnya sudah tertutup. Jang Mi dan sistem Night Crawler yang rusak itu sudah musnah di dalam sana," jawabku sembari memungut sisa kain untuk menutupi dadaku.

Pasukan Aliansi Murim yang tersisa mulai bergerak maju dengan ragu. Tetua Agung Han Gwang sudah tidak bernyawa karena tubuh tuanya tidak kuat menahan luapan energi Asura yang tadi kuhancurkan.

"Bagaimana dengan statusmu sebagai Vanguard?" selidik He Ran dengan suara rendah agar tidak terdengar yang lain.

"Katakan pada mereka bahwa itu adalah teknik rahasia klan Han yang meledak dan menghancurkan dirinya sendiri. Aku hanya murid yang beruntung bisa selamat karena perlindungan dari ibuku," instruksiku sembari menunjuk ke arah ibu yang masih pingsan di bawah reruntuhan.

He Ran mengangguk paham. Sebagai anggota Divisi Bayangan, ia tahu cara memutarbalikkan fakta demi keselamatanku. Satu bulan berlalu sejak insiden tersebut dan Kota Guntur sudah kembali tenang. Aliansi Murim mengumumkan bahwa klan Han hancur karena malfungsi teknik terlarang, dan semua bukti tentang eksperimen Vanguard dianggap musnah.

Aku duduk di teras sebuah kediaman kecil di pinggiran kota. Ibu sedang duduk di kursi roda, menatap taman bunga dengan pandangan yang jauh lebih tenang karena ingatannya tentang monster itu sudah dihapus sepenuhnya oleh He Ran.

"Tehnya, Tuan Han," ucap seorang pelayan sembari meletakkan cangkir di mejaku.

Aku menyesap teh hangat itu, merasakan ketenangan yang selama ini tidak pernah kupunya. Tidak ada lagi suara sistem yang memerintah atau rasa lapar yang membakar jantung. He Ran muncul dari balik gerbang dengan pakaian pengembara biasa tanpa senjata di pinggangnya.

"Aliansi sudah berhenti mencarimu. Mereka menganggap Han Wol si sampah sudah mati, dan kau sekarang hanyalah Han, seorang pengembara tanpa latar belakang," ungkap He Ran sembari duduk di hadapanku.

"Itu identitas yang paling kusukai," sahutku sembari tersenyum kecil.

"Tapi kau tahu, kekuatan itu masih ada di dalam sana, kan?" tanya He Ran sembari melirik ke arah dadaku.

Aku terdiam sejenak dan merasakan Inti Teratai Perak itu berdenyut lembut. Aku bisa berubah kapan saja aku mau menjadi monster yang sanggup meratakan kota, namun aku memilih untuk tetap memegang cangkir teh ini.

"Biarkan dia tertidur. Dunia tidak butuh monster selama mereka punya pahlawan palsu untuk dipuja," pungkasku sembari menatap matahari yang terbenam.

Malam tiba dengan sunyi. Aku berjalan menuju hutan di belakang rumah untuk merasakan energi alam. Aku mengangkat tangan kananku, dan sesaat, sisik perak muncul menutupi ujung jariku sebelum menghilang kembali secepat kilat. Kondisi tubuhku stabil dan sinkronisasi manusia dengan Asura sudah mencapai seratus persen. Aku sudah menjadi penguasa tunggal atas tubuh dan kekuatanku sendiri.

"Han Wol! Makan malam sudah siap!" teriakan He Ran terdengar dari arah rumah.

Aku menurunkan tanganku dan berbalik sembari menikmati rumput yang bergesekan dengan kakiku. Tidak ada lagi dendam atau turnamen berdarah. Hanya ada aku, ibuku, dan rahasia yang akan kubawa sampai ke liang lahat. Dunia murim mungkin akan terus bergejolak, namun sang Vanguard sudah memutuskan untuk pensiun. Selama tidak ada yang mengganggu ketenanganku, monster di dalam diriku tidak akan pernah bangun lagi. Aku masuk ke dalam rumah, menutup pintu kayu itu dengan rapat, dan membiarkan kegelapan malam menyembunyikan kekuatan yang sanggup mengguncang dunia tersebut.

Selesai.

1
johanes ronald
ceritanya agak bingung, kl rantai hitamnya diserap, trs wkt penjaga masuk, apa gak liat rantainya sdh gak ada?
FantasiKuyy: "Wah teliti banget nih! Logikanya, Han Wol sengaja melakukan itu sebagai taktik penyamaran. Setelah menyerap energinya, dia tetap memegang sisa-sisa rantai itu seolah-olah masih terikat kuat agar bisa digiring ke alun-alun kota. Karena penjaga sangat meremehkan Han Wol dan kondisi sel gelap, mereka tidak sadar kalau 'kekuatan' penekan di rantai itu sudah kosong. Istilahnya, dia cuma pegangan sama 'bangkai' rantai biar bisa kasih kejutan di depan publik!"🤣👍👍 makasi komentarnya k...
total 1 replies
johanes ronald
hidup jang mi ulat sekali ya?
johanes ronald
bingung + excited mo smp dimna ceritanya berakhir
johanes ronald
politiknya bnyk skali
KanzaCyr_ 🐼🌻
❤️🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!