NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

...****************...

Malam itu pesta kecil diadakan di mansion keluarga Draco yang terletak tidak jauh dari gereja tempat pemberkatan tadi.

Berbeda dengan pesta pernikahan pada umumnya, acara ini jauh lebih tertutup.

Hanya keluarga inti Klan Draco yang hadir.

Ruang pesta dipenuhi cahaya lampu gantung kristal, musik klasik yang lembut, serta hidangan mewah di atas meja panjang.

Para pengawal masih berjaga di berbagai sudut mansion.

Bagi keluarga Draco,

bahkan pesta keluarga pun tetap berada di bawah pengamanan ketat.

Di salah satu sisi ruangan, Alicia Draco, nama barunya sekarang, berdiri sambil memegang segelas wine.

Gaun putih pengantinnya telah diganti dengan gaun malam hitam elegan.

Rambutnya dibiarkan terurai, membuat penampilannya terlihat jauh lebih santai.

Beberapa anggota keluarga Draco memperhatikannya dengan rasa penasaran.

Namun tidak ada yang bersikap kasar.

Sebaliknya..

dua pria muda justru berjalan mendekatinya dengan ekspresi ramah.

Salah satu dari mereka tersenyum lebar.

"Jadi kau Alicia."

Alicia menoleh.

Pria itu tinggi dengan rambut coklat gelap dan wajah yang cukup santai.

Ia mengulurkan tangan.

"Derren Draco."

"Putra dari Rafael Draco."

Alicia menjabat tangannya.

"Sepupu Revano?"

Derren tertawa kecil.

"Sayangnya iya."

Di sampingnya, pria lain yang terlihat lebih tenang ikut mengulurkan tangan.

"Hanry Draco."

"Putra dari Serena Draco."

Alicia menjabat tangannya juga.

"Kalian berdua terlihat jauh lebih ramah dari yang aku bayangkan."

Derren tertawa.

"Karena biasanya orang-orang di keluarga ini terlihat seperti ingin menakut-nakuti dunia."

Hanry menambahkan dengan nada santai.

"Termasuk sepupu kami."

Alicia melirik ke arah Revano yang sedang berbicara dengan ayahnya di ujung ruangan.

"Aku sudah mulai menyadarinya."

Derren menatap Alicia dengan rasa ingin tahu.

"Kau tahu,"

"Seluruh keluarga sebenarnya cukup penasaran."

Alicia mengangkat alis.

"Penasaran tentang apa?"

Hanry menjawab.

"Bagaimana seseorang bisa membuat Revano menikah."

Derren tertawa lagi.

"Biasanya wanita hanya bertahan di sekitarnya beberapa minggu sebelum kabur."

Alicia tersenyum tipis.

"Kalau begitu aku harus merasa istimewa."

Hanry berkata dengan nada setengah bercanda.

"Percayalah."

"Di keluarga ini, kau memang istimewa."

Alicia meneguk sedikit wine-nya.

"Kenapa?"

Derren menjawab santai.

"Karena sepupu kami tidak pernah membawa wanita ke acara keluarga."

Hanry menambahkan.

"Apalagi menikahinya."

Alicia sedikit terdiam.

Namun sebelum ia sempat menjawab,

Derren tiba-tiba berkata sambil melihat sekeliling ruangan.

"Ngomong-ngomong."

"Aku suka pesta kecil seperti ini."

Hanry mengangguk.

"Lebih tenang."

Namun tiba-tiba...

CLICK..!!

Semua lampu di ruangan langsung padam.

Seluruh ruangan tenggelam dalam kegelapan.

Beberapa tamu langsung terdiam.

Musik berhenti.

Suasana berubah menjadi sangat sunyi.

Derren langsung berkata pelan.

"Itu tidak normal."

Hanry juga langsung waspada.

"Sistem listrik mansion ini memiliki generator cadangan."

Beberapa detik berlalu.

Namun lampu tetap tidak menyala.

Di ujung ruangan,

suara Revano terdengar tegas dalam kegelapan.

"Semua tetap di tempat."

"Pengawal, periksa area."

Beberapa detik kemudian suara langkah kaki cepat terdengar dari berbagai arah.

Alicia berdiri diam.

Matanya mulai menyesuaikan diri dengan gelap.

Ia berbisik pelan.

"Aku tidak suka ini."

Derren menjawab dengan suara rendah.

"Aku juga."

Hanry tiba-tiba berkata pelan.

"Diam."

Alicia menoleh sedikit.

"Apa?"

Hanry berbisik.

"Kalian dengar itu?"

Semua langsung memperhatikan.

Di luar mansion,

terdengar suara kendaraan berhenti mendadak.

Lalu suara langkah kaki cepat.

Banyak langkah.

Derren langsung berbisik serius.

"Itu bukan pengawal kita."

Di sisi lain ruangan..

Revano berkata dengan suara sangat dingin.

"Semua orang tetap tenang."

Beberapa detik kemudian.

BANG..!!

Suara tembakan pertama terdengar dari luar mansion.

Alicia langsung berbisik pelan.

"Sepertinya pesta keluargamu benar-benar menarik."

Derren tersenyum tipis dalam gelap.

"Selamat datang di keluarga Draco."

Sementara itu di luar mansion

sekelompok pria bersenjata mulai mengepung area.

Dan malam pernikahan Alicia yang seharusnya tenang,

baru saja berubah menjadi serangan pertama terhadap keluarga Draco.

...****************...

Suara tembakan yang menggema di luar mansion membuat seluruh ruangan berubah tegang dalam sekejap.

Lampu masih padam.

Hanya cahaya bulan dari jendela besar yang menerangi sebagian ruangan.

Para anggota keluarga Draco langsung bergerak cepat.

Beberapa pengawal mengeluarkan senjata api, sementara yang lain mengawal para anggota keluarga menuju titik perlindungan di dalam mansion.

Di tengah kekacauan itu,

Alicia justru terlihat sangat tenang.

Ia mengangkat sedikit bagian gaun malamnya, lalu dengan gerakan cepat mengambil pistol kecil berwarna hitam yang disembunyikan di paha dalamnya.

Henry yang berdiri di dekatnya langsung terbelalak.

Ia menggeleng cepat sambil berbisik.

"Astaga..!"

"Pengantin wanita membawa senjata api?"

Ia lalu menatap Alicia dengan ekspresi setengah tidak percaya.

"Dari awal kau berniat menikah atau membunuh suamimu sendiri?"

Alicia tertawa kecil.

Ia memutar pistol itu dengan santai sebelum mengokangnya.

"Ini hanya untuk berjaga-jaga."

Lalu ia menoleh ke arah Henry dengan senyum tipis.

"Kalau sepupumu itu tiba-tiba kambuh seperti orang gila."

Derren yang berdiri di sebelahnya langsung tertawa pelan.

Henry ikut tertawa.

"Kalau begitu kami harus mulai mengkhawatirkan keselamatan Revano."

Namun tawa kecil itu hanya berlangsung beberapa detik.

Karena dari ujung lorong,

tiba-tiba dua pria bersenjata muncul menerobos pintu samping mansion.

Salah satu pengawal Draco langsung menembak.

DOR!

Namun salah satu penyusup berhasil menghindar dan menyerbu ke dalam ruangan.

Henry langsung berseru.

"Ke belakang!"

Beberapa wanita keluarga Draco langsung diarahkan menuju lorong aman.

Alicia ikut bergerak bersama mereka.

Namun baru beberapa langkah,

tiga penyusup lain muncul dari sisi tangga.

Salah satu dari mereka mengangkat senjata.

Namun sebelum sempat menembak..

BANG!

Alicia lebih cepat.

Satu tembakan tepat mengenai tangan pria itu hingga senjatanya terjatuh.

Derren langsung melompat maju dan memukul wajah penyusup kedua dengan keras.

Pria itu langsung terjatuh ke lantai.

Henry juga tidak kalah cepat.

Ia menendang lutut penyusup ketiga hingga pria itu tersungkur.

Alicia melangkah maju dengan tenang.

Pria yang tangannya tertembak mencoba menyerangnya dengan pisau.

Namun Alicia bergerak jauh lebih cepat.

Ia menangkap pergelangan tangannya.

memutar tubuhnya,

lalu membanting pria itu keras ke lantai.

BRAK!

Pria itu langsung pingsan.

Henry menatap Alicia dengan ekspresi kagum.

"Oke!"

"Aku menarik kembali semua penilaian ku kepada mu."

Derren tertawa kecil sambil memukul penyusup lain hingga terjatuh.

"Aku mulai mengerti kenapa Revano menikahimu, kau benar-benar luar biasa."

Di lorong lain.

suara tembakan masih terdengar.

Namun perlahan mulai berkurang.

Para pengawal Draco bergerak sangat terorganisir.

Beberapa penyusup berhasil ditembak.

Sisanya dipukul hingga tidak berdaya.

Beberapa menit kemudian,

suasana mansion mulai kembali tenang.

Lampu akhirnya menyala kembali setelah generator cadangan aktif.

Lantai ruangan dipenuhi tubuh penyusup yang pingsan.

Beberapa di antaranya diikat oleh pengawal Draco.

Henry mengusap sedikit darah di sudut bibirnya lalu tertawa.

"Ini mungkin pesta pernikahan paling berdarah yang pernah kuhadiri."

Derren menepuk bahunya.

"Dan kita bahkan belum sempat makan kue."

Alicia menyimpan kembali pistol kecilnya ke balik gaun.

Ia melihat sekeliling ruangan.

Beberapa pengawal masih menyeret para penyusup keluar mansion.

Sementara di ujung ruangan,

Revano berjalan mendekat dengan ekspresi tenang seperti biasa.

Matanya berhenti pada Alicia.

Ia melihat beberapa pria yang terkapar di lantai di sekitar Alicia.

Revano mengangkat alis sedikit.

"Kau baik-baik saja?"

Alicia tersenyum tipis.

"Sepertinya keluargamu menyukai cara berpesta yang ekstrem."

Henry tertawa keras.

"Sekarang dia resmi bagian dari keluarga ini."

Derren menambahkan dengan santai.

"Dan sejujurnya,"

"Aku rasa keluarga Draco baru saja mendapatkan anggota paling berbahaya."

Revano menatap Alicia beberapa detik.

Lalu ia tersenyum tipis.

Malam pernikahan yang seharusnya penuh kemewahan.

akhirnya berakhir dengan perkelahian, tembakan, dan darah.

Namun bagi keluarga Draco,

itu hanyalah malam yang cukup biasa.

...****************...

1
yula
💪💪💪💪thor
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!