jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian
Mobil taehyung terparkir rapi di halaman mansion jeon, saat dirinya memasuki mansion taehyung bertemu tuan dan nyonya jeon yang sedang berbincang di ruang tamu.
“Sore pa, ma tae mau bertemu kookie" sapa taehyung.
" Sore tae, naiklah tadi dia baru saja minum obat” kata nyonya jeon yang paham maksud kedatangan taehyung.
" Tae ke kamar kookie dulu ya pa, ma” pamit taehyung dan diangguki oleh keduanya.
Setelah kepergian taehyung.
" Apa papa yakin jika sebenarnya taehyung menyukai putri kita?” Tanya nyonya jeon.
" Papa yakin ma, tapi dia masih belum menyadarinya” jelas tuan jeon dan sang istri pun hanya menganggukkan kepalanya.
Taehyung memasuki kamar jungkook perlahan dan yang pertama kali dia lihat adalah tubuh mungil itu terlelap dengan selimut tebal yang membungkusnya.
Perlahan taehyung mendekat dan menatap wajah pucat itu sendu.
" Kenapa bisa sakit sih” gumam taehyung sambil mengelus pucuk kepala jungkook sayang.
Sebuah gerakan impulsif taehyung lakukan dengan naik ke tempat tidur dan memeluk tubuh mungil itu erat.
Jungkook yang menyadari ada seseorang yang memeluknya dengan perlahan membuka matanya.
" Eughhh taehyung” panggil jungkook lirih.
" Aku disini, tidurlah lagi aku akan menemanimu” kata taehyung lembut.
Seperti mantra pengantar tidur akhirnya jungkook pun kembali terlelap dalam dekapan sahabatnya.
Dua anak manusia itu akhirnya terlelap bersama dengan saling berpelukan, seolah tempat ternyaman masing-masing mereka ada di dekat mereka.
Rasa itu perlahan tumbuh seiring waktu dan jika yang satu sudah menyadari tapi lebih memilih bungkam yang satu belum sepenuhnya sadar karena kata persahabatan seolah menjadi tembok jika rasa itu mustahil ada.
Sementara itu dua orang dewasa hanya menatap dengan tersenyum apa yang mereka lihat saat ini dan setelahnya pergi meninggalkan mereka berdua.
Jungkook terbangun dan melihat sahabat sekaligus pengisi hatinya sedang terlelap di sebelahnya.
Jungkook menatap wajah tampan itu tanpa berkedip hingga sebuah suara membuyarkan lamunannya.
“Jangan menatapku terus karena aku tahu jika aku memang tampan" kata taehyung lalu membuka matanya.
Kedua mata itu saling bertatapan dan waktu seolah terhenti di situ.
“Maaf" kata taehyung lirih sambil mengelus pipi jungkook.
“Maaf untuk apa?" Tanya jungkook.
“Maaf jika selama ini aku melukai hatimu, maaf jika selama ini aku tidak percaya padamu" kata taehyung sambil menundukkan wajahnya.
Jungkook mengangkat dagu taehyung dan tersenyum.
“Aku tidak bisa marah ataupun membencimu tae, jadi tidak perlu minta maaf".
"Ingin makan sesuatu hmm? Biar aku minta tolong bibi buat masakin”, tawar taehyung.
" Tidak tae, aku tidak lapar sama sekali”, kata jungkook lirih.
" Tapi kamu perlu makan” bujuk taehyung.
"Tae aku..” tiba-tiba ponsel taehyung berdering membuat jungkook menghentikan perkataannya.
Jungkook melirik sekilas nama yang ada di ponsel taehyung dan tertulis nama irene, taehyung mengabaikan panggilan itu meski berkali kali ponselnya terus berdering.
" Kenapa tidak kamu angkat tae?” Tanya jungkook penasaran.
"Untuk saat ini aku hanya ingin bersama sahabat kecilku”, kata taehyung sambil tersenyum.
Jungkook tersenyum saat melihat taehyung mematikan ponselnya.
" Nanti kalau dia marah gimana tae?” Tanya jungkook.
" Jangan memikirkan apapun, lalu kenapa kamu sendiri bisa sakit hmm?”, tanya taehyung sambil menatap jungkook intens.
"Hanya demam tae, pasti mama yang heboh kan?”, kata jungkook.
"Kamu lupa sejak dulu kalau kamu sakit pasti kamu rewel”, kata taehyung sambil mencubit gemas hidung jungkook.
“Tapi sakit kali ini aku ga rewel juga ga nyusahin kamu kan tae", kata jungkook.
“Justru itu yang membuat perasaanku tidak nyaman dan tidak tenang, dulu kamu yang setiap sakit selalu mencariku tiba-tiba tidak mencariku bahkan tidakmemberitahuku. Jika bukan karena mama jeon aku tidak akan tau kamu sakit", kata taehyung.
“Aku hanya tidak ingin selalu bergantung denganmu tae, bagaimanapun juga sudah ada irene dan aku harus menghargai dia sebagai kekasih kamu" jelas jungkook sambil menatap taehyung.
"Lalu soal kuliah di Belanda juga kenapa kamu tidak bilang?”, tanya taehyung.
“Baru rencana tae, lagian belum tentu juga aku lolos seleksi ujian masuknya bukan", kata jungkook sambil tersenyum.
“Jangan pergi kemana mana, tetaplah disini bersamaku", kata taehyung spontan.
“Ini aku juga di sini kan tae", goda jungkook sedangkan taehyung hanya mendengus mendengar perkataan jungkook.
Seperti itulah mereka seberapa hebat pertengkaran mereka tetap saja mereka akan kembali akrab seperti tidak pernah terjadi masalah apapun.
Malam ini taehyung benar-benar merawat jungkook dengan baik serta menjaganya, dirinya tidak pernah meninggalkan jungkook sedetikpun bahkan untuk makan malam juga diantar ke kamar jungkook.
Mungkin orang lain yang melihat kedekatan mereka akan mempunyai pandangan lain, orang lain akan menganggap mereka adalah sepasang kekasih padahal mereka hanyalah sahabat dekat sejak kecil.
*****
Sinar matahari menembus ke kamar melalui celah tirai membuat salah satu anak manusia yang sejak tadi terlelap terusik karena silaunya.
Taehyung mengambil ponselnya dan melihat jam 06.00 pagi, setelahnya taehyung kembali meletakkan ponselnya dan beranjak ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk jungkook
Setelah selesai taehyung kembali ke sisi jungkook dan mengecek suhu tubuh jungkook dengan termometer, setelah beberapa saat taehyung melihat hasilnya.
“38,8° masih hangat, kenapa susah sekali turunnya ya" gumam taehyung sambil menatap jungkook intens.
“Eeuuugghh tae" panggil jungkook lirih.
“Iya aku disini kamu hari ini ijin dulu ya, kamu masih demam”, kata taehyung.
"Tapi tae” perkataan jungkook terpotong.
"Aku juga tidak masuk, hari ini aku temani bagaimana?” Tanya taehyung.
Jungkook pun hanya bisa mengangguk lemah.
"Di kamar mandi udah aku siapin air hangat buat kamu nyeka badan kamu, ingat jangan mandi badan kamu belum boleh kena air lama-lama", pesan taehyung.
Jungkook pun mengangguk dan beranjak ke kamar mandi dan taehyung turun kebawah untuk mengambil sarapan dirinya dan jungkook.
“Loh tae kamu semalam tidur sini?", tanya nyonya jeon saat melihat taehyung turun dari lantai 2.
"Iya ma semalam tae jagain jungkook” kata taehyung.
"Lalu sekarang kenapa kamu belum bersiap ke sekolah?” Tanya tuan jeon.
"Tae hari ini ijin mau nemenin jungkook di mansion pa”, kata taehyung.
"Ya ampun tae, ga perlu kamu kalau mau masuk sekolah masuk aja kan ada mama yang jagain jungkook”, kata nyonya jeon.
"Ga papa ma, ini semua keinginan tae kok, ya sudah tae izin naik dulu pa ma”, pamit taehyung
Lalu setelahnya meninggalkan orang tua jungkook dengan membawa nampan berisi sarapan untuk mereka berdua.
“Benar-benar perhatian ya pa" kata nyonya jeon dan tuan jeon pun mengangguk.
Saat taehyung masuk ke kamar jungkook dirinya sudah melihat gadis manis itu sudah duduk manis di atas tempat tidur sambil bersandar di headboard sambil memainkan ponselnya.
“Dari mana tae?" Tanya jungkook.
“Dari ambil sarapan buat kita sama tadi ngobrol sebentar sama papa mama" jelas taehyung.
“Kamu sarapan dulu, aku mau mandi sebentar", kata taehyung.
“Aku sarapannya nunggu kamu selesai mandi aja tae, oh iya baju ganti kamu di walk in closet seperti biasanya ya", kata jungkook dan diangguki taehyung.
Di mansion jeon taehyung mempunyai lemari sendiri di walk in closet di kamar jungkook begitu juga jungkook di mansion kim juga mempunyai lemari sendiri untuk pakaiannya.
Kedua orang tua mereka memang menyiapkannya untuk berjaga jika sewaktu waktu menginap seperti sekarang.
*****
Sementara itu di sekolah terlihat irene yang mencari taehyung ke kelasnya.
"Mencari siapa? Taehyung? Dia tidak masuk”, kata lisa to the point.
"Kamu tahu di mana mansionnya?” Tanya irene.
"Kenapa kamu bertanya kepadaku? Kan kamu kekasihnya”, kata lisa.
“Atau jangan-jangan taehyung tidak pernah membawamu ke mansionnya ya atau mengenalkanmu kepada orang tuanya?", tanya jennie.
“Sebenarnya taehyung sudah berkali kali mengajakku tapi aku selalu menolaknya?" Sanggah irene.
“Benarkah? Tapi sepertinya memang taehyung tidak ada niat untuk mengenalkanmu kepada orang tuanya", kata lisa sambil menatap tajam ke arah irene.
Jenni perlahan mendekat ke arah irene lalu menatap irene tajam.
“Kamu mungkin bisa bertingkah polos di depan taehyung dan taehyung percaya, tapi tidak dengan kami", jelas jennie.
“Apa maksud kamu?" Tanya irene sedikit gugup.
"Bae irene seorang primadona di Queen’s bar, menjadi incaran banyak pria yang ingin mengantri untuk menghabiskan malam panas mereka dengannya. Ngomong-ngomong kalau taehyung mengetahui fakta jika kekasihnya serinh dipakai banyak pria apakah dia akan tetap mau bersamamu hmm?" Tanya jennie dengan seringaian liciknya.
"Jangan memfitnahku, aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu”, elak irene.
"Oh, benarkah? Lalu ini apa?”, tanya jennie sambil menunjukkan foto dan vidio syur irene.
“Dan satu lagi kamu juga sudah memfitnah sahabat kami di depan taehyung, kamu mengatakan semua kebohongan soal surat-surat ancaman dan insiden di toilet sekolah itu adalah ulah jungkook. Bagaimana bisa ada manusia selicik kamu irene ssi" kata lisa tajam.
“Ya memang benar aku memfitnah sahabat kalian itu lalu ada masalah? Sekarang taehyung lebih percaya padaku karena aku kekasihnya, bahkan mereka berdua sekarang sedang bertengkar” kata irene.
“Kamu yakin mereka sedang bertengkar? Menurut kamu kemana taehyung hari ini kenapa dia tidak masuk bertepatan dengan jungkook yang tidak masuk hmm”, kata lisa.
"Taehyung saat ini sedang bersama jungkook, sejak semalam dirinya menjaga sahabat kami kalau kamu ingin tahu”, kata rose.
"Ingatlah satu hal irene ssi sekuat apapun kamu mencoba menghancurkan persahabatan mereka itu tidak akan pernah bisa, karena mereka sudah mengenal sejak kecil jadi buang jauh-jauh niat jahatmu untuk memfitnah atau mungkin mencelakai jungkook”, kata rose.
Setelahnya irene meninggalkan kelas taehyung dengan emosi memuncak, dipikirannya saat ini adalah bagaimana menjauhkan taehyung dari jungkook jika tidak maka akan sangat berbahaya untuk dirinya mendekati taehyung dan menjadi istri taehyung di masa depan.
Setelah kepergian irene.
“Sudah direkam obrolan kami tadi?" Tanya lisa.
Jisoo menyerahkan rekaman tersebut dan keempatnya tersenyum puas.
"Simpan dan kirimkan juga ke kookie” , kata jisoo dan diangguki yang lain.
Keempat sahabat jungkook tersenyum puas saat bisa membongkar sifat asli si licik irene.
Sementara itu di mansion tepatnya di kamar jungkook terlihat taehyung yang tengah mengelus surai jungkook dengan si empu yang sudah terlelap setelah minum obat.
Ponsel jungkook terus berbunyi tanda banyak pesan masuk di ponsel tersebut, karena tidak ingin mengganggu tidur jungkook taehyumg mengambil ponsel tersebut dan bermaksud mematikannya.
Akan tetapi sebuah pesan masuk di ponsel tersebut membuat taehyung penasaran.
“Kookie, kamu tahu irene sudah membongkar semua rahasianya pada kami"
Lisa
“Dan tugas kamu hanya tinggal menunjukkannya kepada taehyung, semoga berhasil"
Lisa
Karena penasaran taehyung membuka ponsel jungkook dan mendengarkan rekaman tersebut.