Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MURKA
Sang prajurit terus mengikuti nona mudanya dari belakang dengan pikiran rumit setelah ia keluar dari restoran tadi.
Prajurit tersebut berfikir betapa hebatnya sang Nona Muda yang dapat mengalahkan Tuan Muda Pertama Archi tanpa menyentuh atau menggerakkan tangannya.
Iapun menduga jika Charlotte de Fleur memiliki kekuatan yang bisa mengendalikan seseorang sehingga Tuan Muda Pertama Archi langsung berlutut dan terdiam tanpa bisa berkata-kata atau melawan ketika sudah menyinggungnya.
Sekarang yang jadi pertanyaan dalam benaknya adalah, bagaimana bisa penyihir suci dari menara penyihir tak bisa mendeteksi kekuatan sang nona yang baginya begitu hebat itu?
Mungkinkah kekuatan penyihir suci sudah mengalami kemunduran seperti rumor yang sempat beredar tapi dengan cepat dir edam oleh istana agar tak menimbulkan gejolak dimasyarakat?
Karena banyak pertanyaan yang bercokol dalam benaknya, prajurit yang berjalan dibelakang Charlotte de Fleur itu memberanikan diri bersuara, "Nona, bolehkah saya menanyakan sesuatu pada Anda?", tanyanya.
Charlotte de Fleur berhenti sejenak dan menoleh, "Tanyakan saja dan saya akan menjawabnya", balasnya sambil melanjutkan melangkah dengan santai.
Saat ini yang perlu gadis itu lakukan hanyalah kembali ke Kediaman de Fleur dalam kondisi baik-baik saja tanpa ada luka sedikitpun agar tak menyusahkan prajurit yang mengawalnya.
"Saya penasaran apakah tadi Nona Muda Charlotte benar bukan orang yang membuat Tuan Muda Pertama Archi menderita seperti itu?", tanya prajurit itu dengan ragu-ragu dan sedikit takut akan menyinggung perasaan Charlotte de Fleur atas pertanyaan yang dilontarkannya.
Bukannya menjawab, Charlotte de Fleur malah balik bertanya “Menurutmu gimana?”.
Ditanya balik, sang prajurit merasa gugup. Bahkan saking gugupnya, ia sedikit kesulitan menelan salivanya. Meski begitu, karena rasa penasaran yang tinggi iapun memberanikan diri menjawab.
“Saya rasa, itu semua perbuatan Nona Muda. Hanya saja, saya masih asing dengan kekuatan yang Nona Muda pakai karena saya belum pernah melihat hal seperti itu selama saya hidup di Kerajaan Matahari ini. Apakah itu merupakan kekuatan dari Kerajaan Cosmos?”,tanya sang prajurit hati-hati.
Charlotte de Fleur yang tak bisa menjelaskan darimana datangnya kekuatan itu, mendengar jika prajurit itu curiga jika dia mempelajari kekuatan itu di Kerajaan Cosmos pun membuatnya merasa tercerahkan.
“Bnear. Waktu berada di Kerajaan Cosmos aku memang pernah mempelajarinya secara tak sengaja dan waktu penyihir suci mengetes kekuatanku, mungkin kekuatan yang kupelajari itu belum bangkit sehingga tak terdeteksi”, jawab Charlotte de Fleur berbohong.
Meksi cukup puas dengan jawaban Charlotte de Fleur, tapi prajurit itu masih menyimpan kegelisahan dalam hati.
"Nona Muda, mulai sekarang sebaiknya Anda tidak sering keluar kediaman. Jika pun ingin keluar harus dengan pengawalan ketat karena melihat sifat Tuan Muda Pertama Archi, ia pasti akan menyimpan dendam terhadap Anda mengenai apa yang baru saja terjadi pada dirinya hari ini”, ucap sang prajurit memperingatkan.
Charlotte de Fleur yang sudah bisa menduga jika Diego Archi pasti sangat membenci dirinya dan ingin membalas dendam pun tersenyum sinis. “Ia bisa membalas dendam kepadaku jika ia mampu”.
Apa yang Charlotte de Fleur ucapkan entah kenapa membuat bulu kudu prajurit tersebut merinding karena tampaknya bukan Nona Mudanya yang harus ia cemaskan melainkan Tuan Muda Pertama Archi yang entah akan mengalami nasib sial seperti apa lagi jika berani kembali mengganggu Nona Mudanya itu.
Karena banyak hal yang keduanya bicarakan selama perjalanan menuju Kediaman de Fleur, tak terasa keduanya sudah sampai di depan gerbang masuk kediaman itu.
Para penjaga gerbang dengan segera membukakan jalan untuk Nona Musa mereka, tanpa basa basi Charlotte de Fleur langsung masuk ke dalam dan bergegas menuju kamarnya karena ia sudah sangat lelah.
Para prajurit penjaga gerbang menatap ke arah prajurit yang tadi ikut bersama Charlotte de Fleur keluar.
"Apa saja yang kalian lakukan hingga pulang selarut ini?", tanya salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan tatapan penuh selidik.
Sang prajurit yang tadi mengawal Charlotte de Fleur pun dengan penuh semangat menceritakan semuanya, meski begitu ada beberapa hal yang sengaja ia tutupi, terutama mengenai kekuatan yang dimiliki oleh Nona Mudanya karena ia merasa jika gadis itu tampaknya imgin menyembunyikan kekuatannya itu agar tak diketahui oleh anggota keluarganya sehingga ia merasa harus Charlotte de Fleur sendiri yang akan mengungkapkannya, bukan ia sebagai orang luar yang bertindak lancang.
Melihat jika tampaknya Duke Aslan dan anggota keluarga yang lain belum mengentahui kekuatan yang Charlotte de Fleur miliki, maka ia sebagai orang yang dipercaya mengetahui kekuatan itu berusaha untuk menjaga kepercayaannya itu dengan cara tutup mulut.
Ia hanya membeberkan masalah mengenai tindakan Tuan Muda Pertama Archi terhadap Nona Muda mereka agar para pengawal tahu dan bisa bersikap waspada ketika pemuda itu atau anggota Keluarga Archi datang ke kediaman untuk membuat masalah yang berkaitan dengan insiden hari ini.
Semua orang yang mendengar tindakan yang dilakukan oleh Tuan Muda Pertama Archi merasa geram karena sebagai pengawal Kediaman de Fleur mereka pun tahu jika kedua keluarga merupakan musuh bebuyutan sejak dulu dimana Keluarga Archi selalu kalah dalam segala hal dengan Keluarga de Fleur hingga mereka terus membuat ulah dan mentargetkan kediaman tersebut.
Kali ini target mereka adalah Nona Muda de Fleur yang sudah diketahui oleh semua orang tak memiliki kekuatan apapun sehingga mereka mengira akan dengan mudah bisa mereka bully.
Tapi sayangnya lagi-lagi keberuntungan berpihak kepada Keluarga de Fleur. Niat mereka mempermalukan keluarga bangsawan besar itu gagal, justru keluarga merekalah yang menjadi malu karena meski sudah dibungkam oleh Diego Archi, namun dinding punya telinga dan kabar memalukan inipun dengan cepat tersebar luas di wilayah ibukota seperti hembusan angin kencang yang tak bisa dicegah.
BRAKKK!!
Tuan besar Archi menggebrak meja begitu ia mendengar kabar yang dibawah oleh orang kepercayaannya itu dengan marah hingga membuat meja kayu tersebut terbelah menjadi dua, cankir dan makanan yang terasaji diatasnya pun jatuh berserakan dilantai.
Ia sama sekali tak menyangka jika anaknya yang terkenal berbakat dan membuat nama Keluarga Archi bersinar malah dikalahkan dengan mudah didepan umum oleh Nona Muda de Fleur yang baru saja ditemukan.
Seorang Nona Muda yang tak memiliki kekuatan apapun mampu membuat putra kebanggaannya berlutut disampingnya dihadapan umum, dan membuat malu nama keluarga. Sungguh hal itu tak bisa diterima dengan mudah oleh Duke George Archi selaku ayah dari Diego Archi.
"Pengawal! Bawa surat ini ke Pavilion Teratai!", perintah Duke George Archi.
Pavilion Teratai merupakan organisasi pembunuh bayaran terbesar di Kerajaan Matahari. Banyak orang menggunakan jasanya untuk membunuh orang yang mereka incar dengan bayaran yang sangat mahal.
Dalam bertindak, para pembunuh bayaran dari Pavilion Teratai ini sangat bersih dan rapi sehingga ketika diselidiki, pihak keamanan tak akan bisa menemukan sedikitpun bukti yang bisa menyeret mereka ataupun orang yang telah membayar mahal mereka sehingga meski semua orang tahu mengenai jejak kejahatannya, tanpa bukti pihak keamanan tak bisa menangkap dan memenjarakan mereka.
Kali ini, Duke George Archi langsung menggunakan jasa Pavilion Teratai karena tahu jika ia tak mampu menembus penjagaan ketat Kediaman de Fleur, maka dari itu iapun menggunakan jasa pembunuh bayaran tersebut untuk memberi pelajaran terhadap gadis yang telah mencoreng nama baiknya di umum hari ini.