NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Matahari mulai condong ke arah barat, menyinari lembah tersembunyi Xue Xiao dengan warna jingga yang hangat. Di area terbuka di depan gubuk bambu yang asri, tujuh personel "Garda Bayangan" tergeletak tidak berdaya di atas hamparan rumput hijau yang dipangkas rapi.

Xue Xiao duduk dengan tenang di atas sebuah batu besar yang halus, sekitar lima meter dari mereka. Ia sedang memainkan belati kayu di tangannya, namun matanya tidak sedetik pun lepas dari sosok-sosok yang terbaring di bawah.

"Egh..."

Suara erangan pertama datang dari Kapten Arga. Sebagai seorang prajurit veteran dengan pelatihan fisik tingkat tinggi, ia adalah yang pertama kali memulihkan kesadarannya dari efek halusinasi. Arga membuka matanya dengan sentakan, merasakan dinginnya udara pegunungan merasuki paru-parunya.

Hal pertama yang ia rasakan adalah hilangnya rasa pusing yang luar biasa di kepalanya. Hal kedua? Rasa terancam yang primitif.

Arga segera berguling ke samping, tangannya dengan insting terlatih mencari senapan serbu HK416 yang seharusnya tergantung di pundaknya. Namun, tempat itu Kosong. Ia meraba pinggangnya untuk mencari pistol Glock-17. Dan itu Juga kosong.

"Mencari benda-benda berisik ini?"

Suara yang berat, tenang, dan seolah bergema dari segala arah memasuki indra pendengarannya. Seketika, Arga mendongak mencari sumber suara, saat pandangannya mengarah pada batu besar didekatnya tiba-tiba jantungnya hampir berhenti. Di atas batu besar, seorang pemuda berambut panjang menatapnya dengan mata keemasan yang tajam. Di samping pemuda itu, tumpukan senjata api milik timnya menumpuk seperti barang rongsokan.

"Kau... siapa kau?!" Arga bertanya dengan waspada, mencoba berdiri meski kakinya masih sedikit lemas. Ia melihat rekan-rekannya masih pingsan, termasuk Lin Qingyan. "Apa yang kau lakukan pada Nona Lin?!"

Xue Xiao tidak menjawab. Ia hanya mengamati Arga dengan rasa ingin tahu yang dingin. "Benda-benda logam ini... tidak memiliki energi, tapi baunya sangat busuk. Kalian datang ke rumahku membawa niat membunuh?"

"Kami hanya menjalankan misi! Kembalikan senjata kami atau..." Arga tidak menyelesaikan kalimatnya. Ia melihat belati titanium milik Lin Qingyan tergeletak di dekat kaki Xue Xiao. Dengan gerakan nekat, Arga menerjang maju untuk mengambil belati itu.

Xue Xiao tetap diam. Saat tangan Arga hampir menyentuh belati, Xue Xiao hanya menggerakkan ibu jarinya sedikit, menjentikkan sebuah kerikil kecil ke arah pergelangan tangan Arga.

TAK!

"AAAGH!" Arga tersungkur, memegangi pergelangan tangannya yang seketika mati rasa, seolah baru saja dihantam palu godam tak kasat mata.

Di saat yang sama, Lin Qingyan mulai membuka matanya. Ia merasakan tubuhnya sangat ringan. Racun yang sebelumnya membuat kepalanya terasa akan pecah telah hilang total, berganti dengan aliran kehangatan yang nyaman di dadanya.

Ia duduk perlahan, matanya langsung tertuju pada Xue Xiao. Ingatan terakhirnya adalah sosok "Dewa Hutan" yang menangkapnya sebelum ia jatuh pingsan.

"Nona Lin! Menjauhlah dari orang ini! Dia sangat berbahaya!" teriak Arga sambil mencoba berdiri kembali.

Lin Qingyan tidak mendengarkan. Ia menatap Xue Xiao dengan takjub. Sebagai wanita dari keluarga elit, ia telah bertemu banyak pria hebat, jenderal, hingga seniman beladiri tingkat tinggi, tapi tak satu pun yang memiliki aura seperti pemuda di depannya. Pemuda ini tampak seperti bagian dari alam itu sendiri, liar namun sangat terkendali.

"Terima kasih... telah menyelamatkan kami," ucap Lin Qingyan dengan suara gemetar, mencoba bersikap sesopan mungkin. Ia melihat pergelangan tangan Arga yang membiru dan senjata mereka yang ditumpuk. "Mohon maaf atas kelancangan bawahan saya. Kami tidak bermaksud mengganggu ketenangan Anda."

Xue Xiao berdiri dari batu besarnya. Tinggi badannya yang seratus delapan puluh sentimeter tampak sangat mengintimidasi saat ia berjalan mendekat. "Kalian mencari 'Bunga Embun Surga'?"

Mata Lin Qingyan membelalak. "Anda... bagaimana Anda tahu?"

"Aku mendengar igauan prajuritmu saat mereka keracunan. Tumbuhan itu tidak ada di sini. Yang kalian cari kemungkinan besar adalah Bunga Kristal Salju, dan itu hanya tumbuh di puncak pegunungan utara yang tertutup es abadi. Manusia biasa seperti kalian hanya akan mati membeku sebelum mencapainya."

"Tapi kakekku... dia sekarat. Saya harus mendapatkannya," Lin Qingyan memohon, matanya berkaca-kaca.

Arga, yang merasa harga dirinya terluka karena dikalahkan oleh seorang pemuda yang tampak seperti "orang pedalaman", tiba-tiba mengeluarkan pisau lipat cadangan yang ia sembunyikan di dalam sepatu botnya.

"Jangan percaya padanya, Nona! Dia pasti hanya ingin memeras kita!" Arga melompat maju, mengarahkan pisaunya ke leher Xue Xiao.

"Arga, jangan!" teriak Lin Qingyan.

Xue Xiao bahkan tidak berkedip. Saat ujung pisau baja itu hampir menyentuh kulit lehernya, ia hanya mengangkat tangan kanannya dengan santai dan menangkap bilah pisau itu dengan dua jari, jari telunjuk dan jempol.

Dentang!

Pisau baja berkualitas militer itu patah menjadi dua bagian hanya dengan satu jentikan ringan dari jari Xue Xiao. Arga mematung, menatap patahan pisau di tangannya dengan wajah pucat pasi.

Xue Xiao kemudian meraih senapan serbu milik Arga dari tumpukan senjata. Di depan mata Lin Qingyan dan Arga yang terbelalak, Xue Xiao meremas laras senapan yang terbuat dari baja padat itu seolah-olah benda itu hanyalah sebatang lilin lembut.

Retak! Retak!

Logam baja itu melengkung, terpelintir, dan akhirnya patah menjadi bongkahan besi yang tidak berbentuk. Xue Xiao melemparkannya ke tanah dengan ekspresi bosan.

"Benda-benda ini terlalu rapuh," ucap Xue Xiao dingin. "Sama seperti tubuh kalian. Bagaimana kalian berharap bisa bertahan hidup di hutan ini dengan mengandalkan mainan rapuh seperti ini?"

Keheningan yang mencekam menyelimuti lembah. Lima prajurit lainnya kini telah terbangun satu persatu dan menyaksikan pemandangan itu dengan ketakutan yang luar biasa. Mereka menyadari satu hal, pemuda di depan mereka bukanlah manusia biasa. Dia adalah monster dalam wujud manusia.

Lin Qingyan adalah yang pertama kali pulih dari keterkejutannya. Ia segera berlutut di atas rumput, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Tuan Master... tolong maafkan kami. Kami tidak tahu bahwa lembah ini adalah tempat tinggal seorang ahli sehebat Anda. Tolong... bantu saya menyelamatkan kakek saya. Saya bersedia memberikan apa pun sebagai imbalannya."

Xue Xiao menatap Lin Qingyan dengan diam. Ia melihat ketulusan di mata wanita itu. Pikirannya melayang pada kebun obatnya yang kini memiliki ribuan tanaman langka yang lebih hebat dari bunga yang mereka cari.

Namun Xue Xiao tidak akan menyetujui nya semudah itu, meskipun kedatangan orang-orang ini adalah petunjuk baginya untuk melihat dunia luar. Bagaimanapun mereka adalah orang asing, dan tidak diketahui apakah orang-orang ini memiliki sesuatu yang bisa membahayakannya.

"Menurutmu, mengapa aku harus membantumu?" tanya Xue Xiao dingin.

Melihat respon Xue Xiao, Lin Qingyan buru-buru menjelaskan maksudnya," Tuan anda salah paham. Yang ku maksud bukan bantuan, tapi pertukaran. Keluarga kami sangat kaya dan kami bisa memberikan apapun yang Tuan inginkan sebagai imbalan"

"Mhm" Xue Xiao memegang dagunya, berpikir."Apa pun?" tanya Xue Xiao pelan.

"Apa pun," jawab Lin Qingyan tegas.

Xue Xiao tersenyum tipis, sebuah senyum yang terlihat misterius namun menawan. "Baiklah. Aku akan memberikan obatnya. Tapi sebagai gantinya... kau harus membawaku keluar dari hutan ini. Aku sudah terlalu lama tinggal di hutan ini, sekarang aku ingin melihat dunia luar."

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!