kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Si Juber yang tiba tiba mendapatkan ide gimana caranya biar tahu kemana arah keluarga azam, memberi tahukan idenya kepada Tandil.
" Ndil aku tahu gimna caranya supaya kita tahu kemana mereka berada " ucap Juber
" gimana caranya ber ? " tanya Tandil
" kita pergi ke pos depan, kan di sana pasti ada CCTV, kita bakal tahu kemana mereka pergi " jelas Juber
" bener juga kamu ber,,tumben otak kamu bisa berfungsi " kata Tandil
Juber yang awalnya semangat jadi runtuh di bilang bisa berfungsi otaknya. dia pun kesal dan langsung meninggalkan tandil temennya.
" lahh main tinggal aja, tunggu berr !! " sambil mengejar Juber yang kesal. mereka berdua pergi ke pos depan untuk memeriksa CCTV di daerah wisata di situ.
mereka berdua tiba di pos depan dan pada saat itu ada petugas yang lagi santai sambil minum kopi di dalam.
" Permisii ! apa ada orang ??! " teriak Juber
" adanya setannn !! kenapa teriak teriak ? mana gak pakek salam lagi " sahut petugas yang di dalam karena kaget ada yang teriak.
" hehehe,,,maaf pak, kirain gak ada orang " ucap Juber
" ada urusan apa kalian kemari ? mau nyolong ya, keliatan dari muka kalian " kata Petugas
" enak aja bapak bilang kita nyolong, hati hati pak tuh mulut, di cuci dulu tuh biar gak main asal fitnah aja " ucap Juber sedikit kesal
" wajar dong saya bilang gini, tampilan dan wajah kalian aja begini, gak meyakinkan " kata Petugas
" dont judge a book by its cover pak " ucap Juber
" elehhh,,,gak usah pakek bahasa Belanda segala " cibir Petugas
" bukan belanda ! tapi bahasa cina !! " kesel Juber
Tandil yang melihat perdebatan mereka pun jadi pusing. " patut lah si juber di maki terus sama mbah, otaknya konslet terus " gumam Tandil.
Tandil lalu menengahi mereka berdua dan mengambil alih untuk minta bantuan petugas untuk di bantu cek CCTV.
" udah ber,, diam aja kamu ! jadi begini pak, kedatangan kami kesini mau minta bantuan bapak " ucap Tandil
" minta bantuan apa emang kalian ? " tanya Petugas
" maaf sebelumnya pak untuk temen saya ini,,,kedatangan kami mau minta bantuan bapak, kami mau lihat CCTV pak " jelas Tandil
" iya saya maafkan,,,kenapa gak kamu aja tadi yang ngomong ( sambil melirik ke juber) gini kan enak ngomong santai gak kaya yang ntu tuh ( sambil kode mata ke arah juber) gak ada akhlak " kata Petugas sembari menyindir
Juber yang di sindir jadi geram dan mau membalas perkataan petugas tersebut. tapi di halangi tandil, biar gak panjang urusannya.
" jadi gimana pak, apa bisa di bantu untuk cek CCTVnya " tanya Tandil lagi
" kenapa mau cek CCTV emang ada masalah apa ? " kata Petugas
" begini pak, tadi ada rombongan satu keluarga yang menjatuhkan barangnya, kami mau mengembalikan pak, tapi kami gak tahu kemana perginya " jelas Tandil
" owhh jadi gitu,, bisa sih bisa, tapi gimana ya,,aduuhhh gimana ya jelasinnya " sambil menggaruk pipi dan mengelus pahanya yang kebetulan pas dekat kantong celananya.
melihat gelagat petugas tersebut Tandil jadi berpikir maksud perkataannya. tandil akhirnya sadar maksudnya adalah minta jatah untuk rokok gitu lah maksudnya.
" di bilang aja kenapa pak,,gak usah sungkan sungkan gitu, jadi gimana pak bisa kan " sambil memasukan uang 100rb ke saku celana petugas
" aduuhhh jadi enak nih,,oh iya silakan, apa sekalian mU saya bantu ? " sambil cengengesan karena dapat jatah
" ijo tuh kan mata kalo yang begituan,,pakek banyak gerakan senam segala " gerutu Juber
" biarin,,,yang penting cuan hehehe " ledek petugas sambil cengengesan
petugas itu pun membawa keduanya memasuki ruang kontrol dan memeriksa cctv. sekitar satu jam akhirnya Juber menunjuk ke layar monitor dan tergambar sebuah mobil yang di kenali Juber dan mencatat nomor plat mobil tersebut. dan juga mereka mengetahui arah yang di tuju mobil tersebut.
sedangkan keluarga azam yang masih di mobil sudah memasuki kampung mereka yaitu kampung Salur. mereka pun sampai di rumah, segera sang ayah membawa barang bawaan memasuki rumah. sang ibu langsung masuk kamar untuk beristirahat.
" zam,,,kamu langsung aja ke kamar ya,,,jangan main lagi, istrahat sebentar " ucap Fathir
" iya yah, Azam mau istirahat juga mau tidur, capek berenang tadi " sambil memasuki kamarnya
sang ayah juga memasuki kamarnya, karena lelah juga mengemudi. di dalam kamar Azam, Azam meletakan kerangnya di meja kecil. setelah itu azam merebahkan badannya dan langsung terlelap.
kerang yang berada di meja itu tiba tiba mengeluarkan cahaya keemasan. keluar lah sosok yang ada dalam kerang tersebut. sosok itu berwujud pria tampan dan berpakaian seperti kerajaan zaman dulu. sosok itu memiliki nama Kanendra.
Kanendra menghampiri Azam sambil tersenyum dan melihat azam yang tidur pulas. pada saat melihat azam, Kanendra kaget karena azam di selubungi cahaya putih yang terang.
" sungguh anak yang istimewa, aku akan selalu mendampingimu Azam dan juga melindungimu " kata Kanendra sambil tersenyum.
jam menunjukan pukul 18.00 waktu yang sebentar lagi akan maghrib. sang ibu sudah terbangun lebih awal untuk menyiapkan makan malam keluarganya.
sang ayah juga sudah bangun dan sudah rapi dengan baju santainya, kemudian sang ayah membangunkan anaknya. Azam kemudian bangun dan bersiap untuk mandi, kemudian sang ayah keluar dari kamar anaknya.
Azam selesai mandi dan berpakaian pada saat azam membalikan badan untuk menyisir rambutnya, Azam kaget mendapati ada seseorang yang berdiri sambil tersenyum memandang azam.
" loh Oom siapa ? kenapa bisa ada di kamar Azam ? " tanya Azam bingung
" saya Kanendra Azam, saya adalah pelindung azam untuk kedepannya " jelas Kanendra
" pelindung azam? emang Om Kanendra siapa, azam gak kenal sama Om Kanendra " kata Azam yang masih bingung
" nanti Azam akan tahu sendiri. kalau Azam ada perlu sama Om, Azam cukup panggil aja Om ya " ucap Kanendra
Azam benar benar bingung kok bisa Om Kanendra bisa ada di kamarnya. di saat azam bingung Kanendra tiba tiba menghilang .
" loh kok hilang ? kemana Om Kanendra, apa om bisa sulap juga ya " sambil menggarukan kepalanya
selanjutnya Azam keluar dari kamarnya lalu menuju ke meja makan untuk makan malam karena sudah di tunggu orang tuanya. dan kejadian tadi Azam tidak memberi tahu orang tuanya.
Juber dan Tandil kini sedang mengikuti arah mobil keluarga azam untuk mencari keberadaan keluarga tersebut dengan mengendarai sepeda motor.
" Ndil kira kira kemana ya mobilnya pergi ? " tanya Juber
" ya ndak tau kok tanya saya ( sambil bercanda) kita ikuti aja rutenya. nanti kita tinggal tanya tanya aja mana tau ada yang kenal sama mobil itu " ucap Tandil
" Sorry yeee ( sambil ikutan bercanda) kayaknya jauh juga Ndil perjalanan kita, mana gak di kasih uang jalan lagi sama si mbah,,pelit amat tuh orang tua,,taunya marah aja, ya gak Ndil " kata Juber sembari mengatai Mbah
" hahahaha,,,udah lah, masih aja di inget inget, jalanin aja dulu jngan banyak ngeluh, kalo mbah senang kita kan senang juga " timpal Tandil agar Juber gak ngedumel lagi.
mereka berdua berkendara dengan santai biar tidak ketinggalan jejak. sembari mencari, mereka juga kadang bercanda untuk menghibur diri biar tidak bosan di jalan.