NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Pergi

Setelah Nada sampai di kamarnya. Ia langsung berkemas memasukan barang-barang yang ia anggap penting. Pakaiannya masih tertata rapi di dalam lemari. Diambil seperlunya olehnya. Ia tak mungkin kembali kerumahnya dalam waktu dekat. Ia ingin menjaga jarak dan ingin sendiri beberapa waktu. Jika ia terus tetap disini, ia tak tahu sampai kapan kewarasannya dapat bertahan.

Setelah selesai berkemas, Nada berjalan keluar pintu. Dan di depan pintunya. Berdiri sang Mama dengan mata yang berkaca-kaca. Di ikuti Ayah dan kedua abangnya yang tak jauh dari sana. Tapi Nada tidak memperdulikan nya. Ia hanya ingin secepatnya pergi dan menenangkan dirinya.

"Maafin mama sayang. Andai Mama tahu sedari awal. Mama akan berusaha sekuat tenaga menghentikan kamu untuk melangkah ke tahap ini" ucap sedih mama menggenggam erat tangan Nada

"tidak Ma, mama ngak salah. Nada paham akan hal itu. Dan Nada yakin jika mama mengetahui nya. Pasti mama dan Ayah akan menghentikan Nada sedari dulu. Karena Mama sayang sama Nada . Bukan sepertinya yang sayang tapi malah menjerumuskan Nada ke lubang neraka yang mereka buat" jelas Nada sekaligus menyindir lelaki muda yang menunduk yang tak jauh dari ia berdiri.

"kamu mau kemana sayang. tolong jangan pergi tinggali mama. Mama tak ingin kamu pergi kemana-mana" jelas Mama tanpa memperdulikan sindiran halus dari Nada

"ma Nada pergi untuk menenangkan diri"

"tapi mau kemana, Mama khawatir kalau kamu sendiri di keluar sana. Atau Mama ikut kamu ya. Biar Mama bisa jagain kamu" mohon mama

"tidak ma, mama disini aja ya. Nada hanya butuh waktu sendiri untuk menenangkan hati Nada. Jika Nada terus menerus berada disini lama-kelamaan kewarasan Nada bisa terkikis ma. Dan mama ngak perlu khawatir, diluar sana Nada tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan diri Nada " jelas Nada

"Baiklah,, mama percaya"ucap Mama setelah lama berpikir.

" ambil seberapa pun waktu yang kamu mau untuk mengobati hatimu. Mama selalu disini untuk menunggu mu. Jika sudah merasa lebih baik, kembali ya.." mohon mama dan di angguki oleh Nada.

"Jika kamu butuh bantuan mama. Mama selalu ada untuk mu. Apapun akan mama lakukan untuk membantu anak mama. Walaupun mama harus melawan dunia sekalipun" lanjutnya. Nada mengangguk dan memeluk Mamanya erat.

Nada mencoba menahan airmata nya yang hendak jatuh. Ia memeluk erat tubuh sang Mama. Mencium aroma tubuh sang Mama yang sedari dulu membuatnya merasa lebih baik.

Ingin sekali Nada menangis di pangkuan Mama nya. Bercerita betapa hancurnya hatinya. Ingin sekali Nada bertanya pada Mama nya.

Apa kesalahan yang ia perbuat sehingga ia mendapatkan hukuman yang begitu menyakitkan. Ingin sekali Nada bercerita kenapa abangnya ikut andil menorehkan luka dihatinya. Apa ia segitu bodohnya dan tidak berharga nya dirinya di matanya sehingga ia ikut mendorong nya ke lubang neraka yang mereka gali. Apa batas kebahagiaan nya cuma sampai disini. Apa ia tak bisa bahagia lagi.

Tapi semua itu ia tahan. Sebab ia tak ingin membuat mamanya bersedih atas dirinya. Ia tak ingin membuat mamanya terbebani oleh masalah yang menimpa dirinya.

"sayang, Abang kamu Varo..." belum sempat Mama selesai berbicara. Nada melepaskan pelukan Mamanya dan menatap Mamanya dengan pandangan kecewa. I benar-benar tak ingin mendengar kan nama itu untuk saat ini.

Dengan menghela nafasnya, Nada mencoba berbicara pada mamanya setenang mungkin.

"Ma, Nada mohon tolong mengerti Nada. Bisakah untuk saat ini Mama tidak menyebutkan nama itu dulu. Bahkan mendengar namanya membuat hati Nada sakit Ma. Jujur Nada belum melupakan kelakuan yang di buat untuk Nada" ucap Nada setenang mungkin tapi genggaman tangannya pada koper mengerat.

Ada sakit yang tiba-tiba singgah di hatinya. Nada tahu, pasti Mamanya tidak ingin anaknya bertengkar. Pasti Mamanya ingin dia memaafkan kesalahan anak lelakinya. Tahukah mamanya, perbuatanya itu yang paling menyakiti dirinya. Rasanya Nada tertawa miris. Tak bisa kah mamanya mengerti perasaan nya. Nada menatap mata Mamanya kecewa dan menarik pelan tangan yang sedang di genggam mamanya.

"Aku pergi dulu Ma" Pamit Nada

Nada berjalan kearah tangga dan turun perlahan. Dapat Nada lihat tiga lelaki kesayangan nya menunggunya.

Jalan Nada terhenti di hadang oleh mereka.

"Sayang, Ayah minta maaf. Andai Ayah tahu, ayah tidak akan menerima lamaran dari Om Jo"

"Ayah ngak salah, mungkin Nada ngak berjodoh dengan anak Om Jo" Sela Nada

"Hmm,, mungkin lelaki itu bukan jodoh kamu. Ayah akan dukung keputusan kamu. Tapi .."

"Tapi apa Yah" ucap Nada menatap Papanya

"Ayah tahu Juna anak Om Jo brengsek. Bisakah kamu tidak marah pada Om Jo. Ayah.."

"stop Yah"sela Nada

"Nada paham yang Ayah maksud. Maksud Ayah, walaupun anaknya yang salah. Ayah tidak ingin Nada ikut memusuhi keluarga Om Jo kan" ucap Nada dan di angguki pelan oleh Ayah Nada

"Yah,, Nada hargai persahabatan antara Ayah dengan Om Jo. Tapi bisakah Ayah ngak memaksa Nada untuk menerima mereka saat ini"

"Walaupun bukan Om Jo yang salah. Tapi itu anak mereka Yah"

"Tapi itu sepenuhnya bukan salah Juna sayang. Senar yang salah disini" sela Ayah

"cukup Yah,"ucap Nada kecewa

"Apa perbuatan yang mereka lakukan atas dasar paksaan sehingga bisa menghasilkan benih seperti itu. Jika kesalahan yang mereka lakukan hanya di limpahkan pada perempuan. Jadi untuk apa lelaki itu tidak bisa menjaga nafsunya" ucap Nada merasa kecewa dengan Ayah nya

"Nada tahu Om Jo sahabat Ayah. Tapi Ayah ngak bisa mengambil kebenaran di satu sisi. Om Jo masih orangtua Juna. Tentu dia akan membela anaknya. Dan apa Ayah tahu, kejadian ini. Yang paling dirugikan itu wanita. Walaupun mereka sama-sama salah"

Nada menarik nafasnya panjang dan melanjutkan ucapannya " andaikan Nada ada di posisi itu. Apa Ayah akan menyalahkan Nada. Apa kebahagiaan Nada seumur hidup harus di ukur dengan persahabatan yang telah Ayah jalani begitu lama. Tolong jangan egois Yah" ucapan Nada membuat Ayah nya mematung.

"Nada pamit Yah" ucap Nada tanpa memperdulikan ekspresi papanya.

"Dek, .."panggil Varo

"aku bilang minggir" sela Nada lagi.

"sayang.." panggil Ayah yang melihat Nada menjauh. Sungguh hatinya tersentil dengan ucapan Nada. dan ingin meminta maaf kepada anaknya. Bukannya ia ingin membela Juna. Tapi ia merasa tak enak. Semalam Papa Juna berbicara padanya tentang semua hal. Dan hanya ingin Nada menjadi menantu nya. Ia ingin sekali menolak. Tapi karena hutang Budi, ia tak sanggup menolak langsung.

"Dek.."

"Aku bilang minggir. Bisa tidak kalian minggir" teriak Nada dengan sekuat tenaga dan membuat air matanya kembali jatuh

"Jangan buat aku semakin menumbuhkan rasa benci untuk kalian " lanjutnya pelan.

Mendengar itu keduanya dengan berat hati minggir dan tidak menghalangi jalan Nada menuruni tangga.

"Dek, Abang antar ya" ucap Enzo mendekati Nada dan mengambil koper dari tangan adiknya. Nada yang sudah merasa lelah membiarkannya.

Setibanya di lantai bawah. Nada dapat melihat Senar di peluk oleh ibunya. Dan Juna duduk menutup kedua wajahnya. Melihat Nada turun, Juna langsung bangkit menghampirinya. Nada menghindar seolah-olah Juna parasit yang menempel.

Tanpa memperdulikan Juna. Nada berjalan menuju pintu keluar.

Baru beberapa langkah Nada pergi. Serin yang dipeluk oleh ibunya memecahkan keheningan.

"Nad, kakak memang mencintai Juna sedari lama. Tapi kakak tidak ada niat mengambilnya dari mu" ucap Serin

"cukup melihatnya bahagia bersama mu itu sudah cukup. Dan kejadian itu hanya kecelakaan" jelas Serin

Nada berbalik menatap Serin, seolah-olah tak mengenali kakak dalam bayangan nya.

"Apa kecelakaan bisa sampai seminggu tanpa henti?" tanya Nada

"Nada masih menghormatimu makannya Nada masih memanggil kamu kakak"

"Kak, jangan jadi orang yang munafik. Seolah-olah kakak korban tapi malah menikmati nya" serunya pelan, tapi menggema di ruangan itu.

Sampai keluarganya yang baru turun mendengarkan seruan Nada.

"kalau sedari dulu kakak bilang sama Nada kakak mencintai nya. Nada pasti memilih mundur . Daripada kita saling menyakiti seperti ini dan memutuskan hubungan baik yang kita bangun sedari dulu" ucap Nada

" Dan perlu kakak tahu. Nada ngak suka barang bekas" sarkas nya

"Nad .." seru Juna

"Apa, emang itu kan yang cocok buat mu" lirik Nada.

"Dan untuk mu, jangan bilang kamu cuma khilaf dan kecelakaan. Orang bodoh mana yang percaya seminggu kecelakaan tanpa henti. Kamu berani berbuat kamu harus berani bertanggung jawab. Jadilah laki-laki bertanggung jawab itu. Jangan buat aku malu pernah mencintai lelaki seperti mu. jika kau lari dari perbuatan mu pada nya dan mengabaikan anak dalam perutnya. Kasian anak itu memiliki ayah seperti mu " ucap Nada tajam dan langsung menuju pintu keluar tanpa peduli panggilan dari mereka.

#tBC

Aku memutuskan untuk pergi

Pergi menjauh obat paling ampuh.

Jikalau aku bertahan, aku hanya akan menciptakan luka yang lebih besar dan mengikis kewarasan ku dikit demi sedikit.

perihal cinta, ku serahkan pada waktu.

sebab kata mereka, waktu adalah obat segala luka

"Nada Ageta putri

1
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!