Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Radit !!! Tak ada logo mencolok , tak ada simbol kekuasaan murahan, hanya satu kalimat yang terukir di dinding baja :
Pusat tidak bergerak, namun dunia yang datang. "
Alasan barat di pilih.
Wilayah timur memiliki sumber daya, wilayah utara memiliki informasi, wilayah selatan memiliki kekuatan fisik, namun barat memiliki kendali uang. Dan Radit memahami satu hukum sederhana.
" Siapa yang menguasai arus uang , menggerakan semua wilayah tanpa mengangkat tangan. "
Dari pusat barat seluruh cabang terhubung dalam satu sistem tertutup. Tidak ada cabang yang berdiri sendiri, tidak ada direktur yang benar - benar bebas. Semua keputusan.... Berujung pada satu otoritas. Guncangan di keluarga kelas dua kabar bahwa pusat uta berada di barat membuat rapat darurat di gelar di berbagai keluarga kelas dua.
Seorang patriark memukul meja. " Dia menantang kita di wilayah sendiri !"
Yang lain menyahut dengan suara rendah. " Tidak.... Dia tidak menantang. "
" Dia menempat kan diri di posisi pengawas. "
Mereka sadar. Selama ini barat adalah wilayah aman mereka. Sekarang, ada mata baru yang tidak bisa di usir.
Perhitungan keluarga kelas satu, berbeda dengan kelas dua ,
keluarga kelas satu langsung membaca pola.
" Pusat di barat berarti stabilitas. "
" Dia tidak berniat kabur. "
Salah satu tokoh keluarga di kelas satu menyimpul kan : " Jika terjadi konflik terbuka. ... "
" Barat akan menjadi papan catur utama. " Dan itu berarti, Radit siap bertahan. Bayangan keluarga besar, di tempat bahkan tak tercatat di peta, seorang pria tua membuka mata.
" Barat ya.... " Sebuah senyum tipis muncul.
" Anak itu berani. "
" Dia menaruh jantung nya di wilayah paling berisik. "
Tidak ada perintah, tidak ada reaksi. Namun untuk pertama kali nya, perhatian keluarga besar tertuju ke satu titik. Langkah pertama dari pusat, di dalam ruangan pusat sebuah layar menyala.
Empat laporan muncul bersamaa.
Timur : Stabil, akuisisi selesai.
Utara : Pengawasan optimal.
Selatan : Keamanan terkendali.
Barat : Tekanan eksternal meningkat.
Radit mengangkat satu jari. " Aktif kan protokol pusat. "
Sistem merespons.
[ Ding ! ]
Protokol sentralisasi barat aktif.
Aliran modal di percepat.
Resiko eksternal : Ditekan, untuk layanan pertama kali nya, PT AR ADITYA PUTRA mulai memperlihat kan bahwa pusat bukan hanya simbol. . .. Melain kan senjata... Dari kursi nya , Radit menatap kota barat yang gemerlap. Topeng putih nya tidak berubah.
" Datang lah . "
" Semua konflik akan berakhir di sini. "
Dan di balik bayangan gedung - gedung tinggi, banyak mata yang mulai menghitung ulang posisi mereka. Wilayah Barat, gedung pusat PT AR ADITYA PUTRA.
Malam turun per lahan , namun lantai tertinggi gedung itu justru semakin sunyi. Di hadapan dinding kaca, Radit berdiri diam topeng putih nya memantul kam cahaya layar holografik yang baru saja aktif.
Untuk pertama kali nya sejak empat cabang berdiri sempurna, sistem membuka rekapitulasi penuh.
Sistem akumulasi perusahaan , suara mekanis ter dengar tanpa emosi.
[ SISTEM INVENSTASI TERINTREGASI AKTIF. ]
Status : Konsolidasi wilayah.
Otoritas : Pemilik tunggal.
Layar mulai menampil kan angka - angka.
Wilayah timur.
Kontribusi kapital bersih + 5.000.000 point kekuatan.
Wilayah barat.
Kontribusi kendali finansial + 4.000.000 point kekuatan.
Wilayah utara.
Kontribusi informasi strategis + 2.000.000 point kekuatan.
Wilayah selatan.
Kontribusi kekuatan fisik dan logistik + 4.000.000 point
kekuatan.
Rekapitulasi keseluruhan, angka - angka berhenti bergerak, sistem menampil kan satu barisan terakhir.
[ TOTAL POINT KEKUATAN RADIT. ]
22.047.300 POINT.
Radit menutup layar, angka sebesar itu... Tak membuat nya tersenyum.
" Masih kurang. " Topeng putih nya menghadap kota barat.
" Baru cukup untuk berdiri. "
" Belum untuk menguasai. "
Sistem berbunyi sekali lagi.
[ Ding ! ]
Mode akumulasi lanjutan tersedia target berikut nya : keluarga kelas satu.
Nama PT . AR ADITYA PUTRA awal nya hanya lah deretan huruf asing , di antara ribuan perusahaan investasi yang terdaftar. Tidak mencolok, tidak banyak bicara, modal awal nya pun di atas kertas , hanya tergolong menengah.
Namun mereka yang benar - benar memahami dunia uang tahu satu hal : perusahaan yang terlalu tenang, biasa nya sedang menunggu waktu untuk menggigit.
Di lantai tertinggi gedung kaca AR ADITYA, seorang pria duduk menghadap jendela besar. Kota ter hampar di bawah nya , di penuhi cahaya dan keserakahan. Wajah nya ter tutup topeng putih polos, tanpa ekspresi, tanpa lubang emosi.
Dia lah Radit. " Lapor kan. " Ucap singkat.
Seorang direktur keuangan menelan ludah. Meski sudah beberapa bulan bekerja sama, ia tak pernah melihat wajah pria itu. Tekanan yang ke luar dari sosok bertopeng itu.... Bukan tekanan biasa. Seolah olah ia sedang berhadapan dengan predator yang sedang menahan lapar.
" PT. AR ADITYA PUTRA Telah menyelesai kan akuisisi saham mayoritas di tiga perusahaan logistik, dan dua perusahaan energi terbaru kan , tuan? " Lapor nya.
" Total dana yang di keluar kan. .. Satu koma dua triliun... "
Di balik topeng putih itu mata Radit menyipit.
[ SISTEM KEKAYAAN TAK TERBATAS AKTIF. ]
[ Pengeluaran terkonfirmasi : Rp. 1.200.0000.0000.000]
[ Poin kekuatan di peroleh ; + 1.200.000 point. ]
Gelombang energi mengalir dalam tubuh nya. Tidak ter lihat, tidak ter deteksi alat apa pun. Namun Radit merasakan nya dengan jelas, tulang nya semakin padat, aliran energi nya semakin stabil, dan aura nya... Semakin dalam.
Ia tidak ter senyum, orang yang terlalu kuat tidak perlu ekspresi.
" Bagai mana reaksi pasar ? " Tanya Radit.
" Panik , tuan. " Jawab direktur lain cepat. " Keluarga - keluarga kelas dua mulai ber gerak. Mereka sadar ada pemain baru yang tidak mengikuti aturan lama. "
Radit bangkit berdiri, jubah hitam nya berayun pelan.
" Bagus. "
Ke esokan hari nya, nama AR ADITYA PUTRA Meledak. Harga saham yang di sentuh perusahaan itu melonjak secara beruntal. Beberapa keluarga kelas dua yang mencoba melakukan short attack justru hancur dalam semalam. Modal mereka ter kuras, jaringan mereka terputus.
Di ruang rapat keluarga, Wirawan, salah satu keluarga kelas dua ter kuat , suasana tegang membeku.
" Siapa sebenar nya pemilik AR RADITYA? " Geram kepala keluarga.
" Tidak ada latar belakang jelas, tidak ada wajah, tidak ada asal - usul nya. "
" Yang pasti. " jawab seorang tetua dengan suara berat . " dia bukan pedagang biasa . Cara ber main nya ... Seperti jenderal yang sudah melihat medan perang ribuan kali. "
Mereka tidak tahu yang menggerakan semua nya adalah satu orang ner topeng putih, dan sebuah sistem yang mengubah uang menjadi kekuatan mutlak.
Di malam hari, Radit berdiri sendirian di ruang latihan tersembunyi milik nya. Udara bergetar saat ia mengepal kan tangan
Bom !
Satu pukulan ringan, dinding baja retak seperti kaca.
[ Total point kekuatan saat ini : 23 . 247.300 ]
[ Status fisik : Melampaui ranah normal. ]
" Uang hanya lah bahan bakar, "
Topeng putih nya memantul kan Cahaya redup.
" Dan dunia ini... Akan belajar bahwa AR ADITYA bukan sekedar investor. "
Ia menoleh ke layar besar, yang menampil kan target berikut nya. Beberapa di antara nya adalah perusahaan inti milik keluarga kelas satu. Di balik topeng putih itu niat membunuh pasar perlahan mengeras.
Taring PT. AR ADITYA PUTRA telah terbuka. Dan ini... Baru permulaan di dunia bawah kekuasaan ekonomi , keluarga kelas dua adalah pilar. Mereka bukan penguasa mutlak seperti keluarga kelas satu, tetapi cukup kuat untuk menentukan hidup dan mati banyak perusahaan , bahkan negara kecil.
Dan kini.... Ke empat pilar itu mulai retak.
1. Keluarga Wirawan - sang Jenderal keuangan.
Di aula batu hitam milik keluarga Wirawan , seorang pria duduk di kursi utama. Aura nya berat, menekan , khas Ranah jenderal akhir.
" AR ADITYA.... " Gumam nya pelan.
Di layar hologram , grafik menunjukan keruntuhan dua anak perusahaan , mereka di hantam tepat di titik terlemah.
" Langkah nya presisi. Tidak rakus. Tidak emosional." lanjut nya " Ini bukan pedagang. Ini komandan ! "
Seorang ahli strategi ber bisik, " Apa kah kita, menyerang balik kepala keluarga ? "
Pria tua itu membuka mata, tatapan nya dingin seperti medan perang.
" Tidak. Kita observasi. Siapa pun yang berani menantang keluarga kelas dua tanpa menunjuk kan wajah ... Adalah ancaman yang belum kita pahami. "
Untuk pertama kali nya dalam puluhan tahun, keluarga Wirawan memilih mundur.
2. Keluarga Maheswari - Penguasa jalur Energi.
Di wilayah selatan, keluarga Maheswari di kenal sebagai pemilik urat nadi energi . Minyak, listrik, panas bumi, semua pernah berada di tangan mereka. Namun kini , satu jalur utama... Di rebut.
" Dia membeli , bukan merampas! " kata kepala keluarga Maheswari sambil mengepal kan tangan.
" Dan itu yang paling menyakit kan. "
Mereka mencoba menaikan harga . AR ADITYA PUTRA membeli banyak, mereka memcoba menekan regulator. AR ADITYA PUTRA, Sudah ada di sana lebih dulu.
" Siapa orang di balik topeng putih itu? " Raung seorang pewaris muda.
Kepala keluarga ter diam lama, lalu ber kata berat .
" Jika dia terus masuk ke sektor energi... Maka cepat atau lambat... Kita harus menunduk kan kepala. "
kata kata itu terasa seperti racun.
3. Keluarga Suryadipta - Bayangan pasar modal.
Berbeda dengan yang lain, keluarga Suryadipta tidak marah. Mereka... Tersenyum. Di ruang bawah tanah yang di penuhi layar, seorang wanita ber rambut pirang menatap data pergerakan saham AR ADITYA.
" Menarik. " kata nya. " Setiap transaksi seolah mengalir alami , tetapi hasil akhir nya selalu absolut"
" Apa kah kita harus sabotase ? " tanya bawahan nya.
wanita itu menggeleng. " Tidak, kita dekati saja. "
Ia memperbesar satu rekaman kamera ke amanan. Siluet seorang pria dengan topeng putih, ber diri di balik kaca ruang rapat.
" Orang ini tidak menyembunyi kan diri karena lemah. " lanjut nya pelan.
" Dia menyembunyikan diri karena belum perlu menunjuk kan siapa diri nya. "
untuk pertama kali nya , Suryadipta ingin ber sekutu bukan ber tarung.
Keluarga Kinara - Kekuatan tanpa otak.
Berbeda dengan yang lain , keluarga Kinara memilih cara paling kasar.
" Serang cabang AR ADITYA PUTRA di timur. " Bentak kepala keluarga.
" Kita hancur kan rantai logistik nya ! "
Malam itu , konvoi bersenjata bergerak. Namun... Mereka tidak pernah sampai . Ke esokan pagi nya, berita hanya menyebut kan : Kerugian finansial akibat konflik internal .
Tak ada mayat, tak ada bukti. Di markas AR ADITYA PUTRA, Radit membaca laporan itu dengan tenang.
[ Pengeluaran penanganan Krisis: Rp. 300.000.000.000]
[ point kekuatan + 300.000]
Tekanan di ruangan nya melonjak sekejap.
" Empat keluarga . " gumam nya di balik topeng putih.
Ia menatap peta kekuatan yang kini mulai bergerak.
" Dan semua nya.... Sudah masuk ke dalam permainan ku. "
Topeng putih itu, memantul kan cahaya dingin. Keluarga kelas dua telah ter sadar. Dan setelah ini. .. Kelas satu tidak akan bisa terus ber pura pura buta.
Langit malam di wilayah barat terlihat tenang, namun di dalam ruangan ter tutup kaca anti peluru , di lantai ter tinggi gedung pusat PT. AR ADITYA PUTRA, Pikiran Radit justru ber gemuruh.
Ia duduk sendirian di kursi hitam, mengenakan topeng putih polos, topeng yang selalu ia pakai setiap kali ber hubungan dengan dunia bisnis dan ke kuasaan. Di hadapan nya, layar transparan menampil kan angka yang terus ber tambah.
Total poin kekuatan : 23.547.300.
Radit menyipit kan mata.
" Angka nya naik terlalu cepat. " gumam nya pelan. " tapi aneh... Aku belum benar benar menggunakan nya. "
Sejak perusahaan nya mulai menunjuk kan taring , mengguncang pasar , memaksa keluarga kelas dua waspada , dan membuat keluarga kelas satu mulai menghitung ulang langkah mereka , sistem terus memberi nya hadiah.
Bersambung......
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊