Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Risa segera kembali ke dalam kamar nya dan dia mengunci pintu nya dari dalam, seketika itu juga tubuh nya langsung luruh ke lantai.
Tangis nya pecah seketika, dia tidak bisa menahan laju air mata nya yang mengatur deras. Selama ini Risa menyangka bahwa suami nya adalah laki - laki yang setia, dan Risa sangat bersyukur memiliki suami seperti Arvin.
Tapi kini kenyataan itu telah meruntuh kan semua nya, serta mengancur kan hati nya. Kebaikan yang di berikan oleh Arvin selam ini rupa nya adalah suatu topeng untuk menutupi kebusukan nya.
"Ya Allah, apa salah ku? Kenapa suami ku setega ini pada diri ku?" Risa mempertanyakan semua itu terhadap diri nya sendiri.
Risa bisa mentolerir semua kesalahan, tapi tidak dengan penghianatan. Hubungan Arvin dan Wulan sudah sangat jauh, mereka bahkan sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di lakukan.
Sementara itu, di dalam kamar nya Wulan.
Mereka bertiga tidak sedikit pun merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan, Mama Lia dan Wulan tampak sangat bahagia melihat Kehancuran yang di alami oleh Risa.
"Biar kan saja Risa Vin, lagian kan dia pasti menerima semua hubungan kalian. Mau tinggal di mana dia jika dia pergi dari rumah ini, rumah orang tua nya sudah Mama jual. Jadi tidak ada yang bisa Risa lakukan selain menerima hubungan kalian!" Mama Lia berkata dengan sangat yakin.
"Apa yang di katakan oleh Mama benar sekali mas, Risa itu yatim pintu dan dia sudah tidak punya siapa - siapa lagi di sini selain kita, jadi aku yakin dia pasti mau menuruti apapun yang kita perintah kan!" Wulan juga ikut menimpali.
"Kamu benar sekali sayang, Risa tidak akan. bisa hidup tanpa mas!" Arvin berkata dengan senyum angkuh nya.
"Mas, aku punya usul deh. Seperti nya mas tidak perlu mencerai kan Risa, biar kan dia tetap di sini dan kita bisa jadikan dia pembantu gratisan di rumah ini. Dengan begitu kita tidak perlu membayar asisten rumah tangga lagi!" Wulan memberikan usulan pada Arvin.
"Boleh juga tu, Risa itu sudah tidak punya siapa - siapa lagi, dia pasti mau. Secara kan dia tidak punya tempat tinggal dan pekerjaan jika dia keluar dari rumah ini!" Arvin pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Wulan.
"Terserah kalian deh, Mama mau tidur Mama ngantuk banget ni!" Mama Lia tampak menguap itu arti nya dia sudah mengantuk.
"Kita lanjut kan lagi olah raga yabg sempat tertunda tadi!" Arvin tampak mengedip kan mata nakal nya pada Wulan.
Wulan pun tidak menolak ajakan Arvin, kembali mereka mengarungi lautan dosa tanpa takut akan hukuman dari Tuhan sama sekali.
******
Pagi ini tidak seperti biasanya, Risa tetap berada di dalam kamar nya setelah sholat subuh. Dia sudah tidak ingin lagi melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang istri, karena dia merasa saat ini posisi nya sudah di rebut oleh Wulan.
Sementara Arvin hari ini dia bangun kesiangan karena semalam dia lembur bersama Wulan hingga menjelang pagi. Arvin terbangun ketika matahari sudah naik cukup tinggi, ketika dia terbangun dia melihat Wulan masih tidur dengan nyenyak di samping nya.
"Sial, ini sudah jam 8:30!" Umpat Arvin sambil membanting bantal ke lantai.
Arvin tidak bisa lagi pergi ke kantor hari ini, karena saat ini dia belum mandi dan bersiap. Butuh waktu cukup lama bagi Arvin untuk bersiap, baru satu malam saja dia tidak bersama Risa, hari nya jadi berantakan begini.
"Aku harus menelepon kantor, aku harus kasih alasan dan izin karena tidak masuk hari ini!" Guman Arvin sambil memungut pakaian milik nya yang berserakan di lantai.
"Aduh, ponsel ku ada di kamar lagi!" Mau tidak mau Arvin harus mengambil ponsel nya yang tadi malam dia letak kan di kamar nya bersama Risa.
Arvin merasakan rumah nya sepi tidak seperti biasanya, selama ini dia biasa di sambut dengan hangat oleh Risa setelah dia bangun tidur. Tapi sekarang semua itu susah berubah, tidak ada lagi Risa yang menyambut nya dan melayani semua kebutuhan nya.
Arvin melihat pintu kamar nya masih tertutup dengan rapat, Arvin memutar gagang pintu dan pintu itu terkunci dari dalam.
Tok, tok, tok.
Arvin mengetuk pintu kamar nya.
Ceklek, pintu terbuka dan tampak lah Risa yang sudah rapi lengkap dengan hijab nya. Arvin terpaku melihat penampilan Risa sekarang, walaupun mata nya masih terlihat sembab. Tapi Arvin melihat Risa sangat cantik dan berbeda dari Risa yang dia kenal selama ini.
"Risa, kenapa kau tidak membangun kan ku? Aku jadi tidak bisa pergi ke kantor hari ini!" Bukan nya meminta maaf, Arvin balik menyalahkan Risa.
"Bukan kah ada Wulan di samping mu, jadi kenapa kau meminta aku untuk membangun kan mu?" Risa malah balik bertanya.
Arvin bisa merasakan kemarahan dan kekecewaan di balik suara dingin nan datar yang keluar dari mulut Risa, tidak ada lagi kata - kata lembut dan manis yang menyapa Arvin setiap pagi nya.
Arvin masuk ke dalam kamar nya dan tanpa sengaja dia melihat koper milik Risa yang berada di samping tempat tidur mereka.
"Mau pergi ke mana kau Risa?" Tanya Arvin dengan penuh emosi saat dia menyadari Risa akan pergi.
"Aku akan pergi ke suatu tempat di mana tidak ada para penghianat di sana!" Jawab Risa masih dengan suara datar nya.
"Aku tidak akan mengizin kan kau pergi dari rumah ini Risa!" Arvin berkata dengan licik nya.
"Aku tidak butuh izin mu untuk pergi dari rumah ini, aku berhak menentukan hidup ku sendiri!" Balas Risa dengan tatapan tajam.
"Risa, berdosa bagi seorang istri yang pergi dari rumah tanpa izin dari sang suami!" Arvin berkata dengan nada sok alim dan bijak.
Seketika Risa tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut laki - laki yang masih bergelar sebagai suami nya tersebut, tawa Risa mengandung suatu ejekan untuk Arvin.
"Jangan bicara tentang dosa di hadapan ku, kalau dosa mu sendiri lebih besar. Berselingkuh dan berzina adalah dosa besar jika kau paham itu dosa!" Ujar Risa dengan nada yang di penuhi dengan ejekan.
"Risa, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan kau pergi dari rumah ini, karena kau akan tetap menjadi istri ku!" Arvin bersikeras menahan Risa agar tetap tinggal di rumah nya.
"Kalau kau tidak mau melepas kan aku, maka rekaman perzinahan mu dan Wulan akan sampai di kantor mu. Jika rekaman ini sampai ke tangan atasan mu, kau bisa tebak sendiri apa yang akan terjadi pada mu!" Risa berkata sambil menggoyang kan ponsel nya di hadapan Arvin.
Seketika Arvin menegang, dia tidak menyangka bahwa Risa merekam semua aktivitas yang dia lakukan bersama Wulan tadi malam. Arvin tidak menyangka wanita lugu di hadapan nya bisa selangkah lebih maju di depan nya dan Wulan.