NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Ilusi Sang Jenius dan Dua Jari Penghancur Pedang

​Keheningan yang menyelimuti Arena Bela Diri Utama hanya berlangsung selama tiga tarikan napas sebelum meledak menjadi hiruk-pikuk yang memekakkan telinga.

​"Apa aku salah dengar?! Lin Xuan menantang Tuan Muda Lin Feng? Pertarungan hidup dan mati?!"

"Bocah sampah itu pasti sudah gila! Dia bahkan tidak bisa menembus tingkat 3, sementara Lin Feng berada di puncak tingkat 9!"

"Hahaha! Dia pasti datang ke sini hanya untuk mencari jalan pintas menuju akhirat!"

​Di atas arena, Tetua Hukum yang bertugas sebagai wasit mengerutkan kening dalam-dalam. Wajahnya menggelap menahan amarah. "Lin Xuan! Arena suci ini bukan tempat untuk lelucon bodohmu! Kultivasimu yang cacat tidak memberimu kualifikasi untuk menantang jenius utama klan. Mundur sekarang, atau aku akan menghukummu dengan cambuk rotan seratus kali!"

​Lin Xuan sama sekali tidak melirik Tetua Hukum itu. Pandangannya terpaku lurus menembus kerumunan, menatap Lin Feng yang duduk di tribun kehormatan.

​"Kenapa? Tuan Muda Lin Feng yang agung tiba-tiba berubah menjadi kura-kura yang bersembunyi di balik cangkang tetua?" ejek Lin Xuan, suaranya diwarnai Qi yang membuatnya terdengar jelas di seluruh penjuru arena.

​Wajah Lin Feng yang tadinya tersenyum merendahkan kini membeku. Urat-urat halus menonjol di pelipisnya. Di sebelahnya, Su Yue menatap Lin Xuan dengan sorot mata jijik dan kasihan.

​"Kakak Feng, biarkan saja penjaga membuangnya. Dia hanya mencoba menarik perhatianku dengan cara yang menyedihkan," bisik Su Yue.

​Lin Feng mengangkat tangannya, menghentikan perkataan Su Yue. Ia berdiri perlahan, merapikan jubah putihnya yang bersulam emas, lalu membungkuk hormat ke arah Patriark Klan Lin yang duduk di tengah.

​"Patriark, karena sepupuku ini bersikeras mencari bimbingan hingga menantang maut, sebagai kakak yang baik, aku merasa wajib memberinya sedikit pelajaran tentang kerasnya dunia kultivasi. Mohon izinkan saya menerima tantangannya."

​Patriark Lin menghela napas panjang, menatap Lin Xuan dengan pandangan rumit sebelum akhirnya mengangguk. "Jangan sampai membunuhnya. Bagaimanapun, dia masih memiliki darah Klan Lin. Patahkan saja anggota geraknya agar dia belajar arti rendah hati."

​Lin Feng tersenyum penuh arti. "Sesuai perintah Patriark."

​WUSSS!

​Lin Feng melompat dari tribun kehormatan setinggi sepuluh meter dan mendarat di tengah arena seringan bulu, mendarat tepat sepuluh langkah di depan Lin Xuan. Gerakan elegan itu memancing sorak-sorai kekaguman dari para gadis di tribun penonton.

​"Lin Xuan, aku akan memberimu satu kesempatan," ucap Lin Feng dengan nada angkuh, menyilangkan tangan di belakang punggung. "Berlutut, bersujud tiga kali padaku dan Su Yue, lalu potong lidahmu sendiri. Jika kau melakukannya, aku mungkin akan membiarkanmu merangkak keluar dari arena ini hidup-hidup."

​Lin Xuan menatap Lin Feng dengan tenang. "Kau terlalu banyak bicara."

​Mata Lin Feng menyipit tajam. "Karena kau tidak tahu diuntung... matilah!"

​Tanpa peringatan, Lin Feng menghentakkan kakinya. Batu paving di bawahnya retak. Auranya sebagai kultivator puncak Kondensasi Qi tingkat 9 meledak sepenuhnya, menciptakan hembusan angin yang menyapu debu di arena.

​"Telapak Pembelah Angin!"

​Lin Feng menerjang maju bagaikan elang yang menukik ke arah mangsanya. Tangan kanannya diselimuti cahaya Qi berwarna hijau pucat, menebas lurus ke arah dada Lin Xuan. Ini adalah Teknik Kelas Fana Tingkat Menengah yang telah dilatih Lin Feng hingga tahap kesempurnaan. Hembusan angin dari telapak tangannya bahkan cukup tajam untuk memotong batang baja.

​Penonton menahan napas. Beberapa tetua bahkan sudah menggelengkan kepala, bersiap melihat tubuh Lin Xuan terbelah dua.

​Namun, Lin Xuan hanya berdiri diam. Tangannya masih berada di belakang punggung. Ia tidak menghindari serangan itu, tidak juga mengangkat pedang rusaknya.

​"Dia ketakutan hingga membeku!" teriak seseorang dari tribun.

​Tepat saat Telapak Pembelah Angin berjarak setengah inci dari dada Lin Xuan, Lin Xuan akhirnya bergerak. Ia hanya mengangkat tangan kirinya dan melakukan gerakan menampar dengan sangat, sangat santai, seolah sedang mengusir lalat yang mengganggu.

​PLAAAK!

​Suara tamparan keras bergema ke seluruh penjuru arena.

​Tubuh Lin Feng yang sedang melesat maju tiba-tiba terhenti di udara, seolah menabrak dinding tak kasat mata. Cahaya Qi di tangannya hancur berkeping-keping layaknya kaca rapuh. Sedetik kemudian, diiringi suara retakan tulang pipi yang mengerikan, tubuh Lin Feng terpental seperti boneka kain yang putus talinya, berputar tiga kali di udara sebelum membentur lantai arena dengan keras.

​BAM!

​Arena kembali hening. Keheningan kali ini jauh lebih absolut daripada sebelumnya. Mata semua orang, termasuk Patriark Lin dan Su Yue, melebar hingga nyaris keluar dari rongganya.

​Di atas arena, Lin Feng terbatuk keras, memuntahkan setengah lusin giginya beserta darah segar. Sisi kiri wajah cantiknya kini membengkak sebesar bakpao, menyisakan cetakan tangan berwarna merah keunguan yang sangat jelas.

​"A-apa yang baru saja terjadi?!" Tetua Mo bergumam tanpa sadar, mencengkeram pegangan kursinya hingga hancur.

​Lin Xuan menatap tangannya sendiri, lalu menatap Lin Feng yang berusaha bangkit dengan gemetar. "Aku tidak menggunakan energi Qi sedikit pun. Aku hanya menggunakan tenaga fisik murni... Kau bahkan tidak bisa menahan satu tamparan biasa?"

​Wajah Lin Feng memerah padam, campur aduk antara rasa sakit, malu, dan amarah yang meledak-ledak. Dipermalukan di depan seluruh klan—di depan Su Yue—oleh orang yang selama ini ia injak-injak adalah penghinaan yang lebih buruk dari kematian!

​"KAU... KAU MENCARI MATI! AKU AKAN MENCINCANGMU MENJADI RIBUAN POTONG!" raung Lin Feng seperti binatang buas yang terluka.

​Ia menepuk cincin penyimpanannya. Seberkas cahaya merah menyala melesat keluar, berubah menjadi sebilah pedang panjang yang memancarkan hawa panas luar biasa.

​"Itu Pedang Api Matahari! Senjata Kelas Fana Tingkat Tinggi peninggalan leluhur!" seru salah satu tetua dengan panik. "Lin Feng benar-benar berniat membunuhnya!"

​Lin Feng menggigit ujung lidahnya, membakar esensi darahnya sendiri untuk meningkatkan kultivasinya ke ambang batas secara paksa. Nyala api merah menyelimuti pedangnya setinggi tiga meter.

​"Seni Pedang Tiga Matahari: Matahari Jatuh Menghancurkan Gunung!"

​Ini adalah jurus pamungkas terkuat Klan Lin. Lin Feng melompat tinggi ke udara, membelah langit, menebas pedang berapi itu tepat ke arah kepala Lin Xuan. Tekanan energi pedang itu begitu panas hingga lantai arena di bawah kaki Lin Xuan mulai meleleh.

​Su Yue tersenyum lega. Berakhir sudah. Si sampah itu pasti menggunakan semacam artefak pertahanan sekali pakai tadi. Di hadapan kekuatan absolut, tipuan murahan tidak akan berguna.

​Namun, Lin Xuan hanya mengangkat kepalanya, matanya memancarkan cahaya keemasan yang redup dari balik pupil kelabunya.

​"Pedang? Biar kutunjukkan apa itu kekuatan yang sesungguhnya."

​Alih-alih mundur, Lin Xuan melangkah maju menyongsong tebasan berapi itu. Ia mengangkat tangan kanannya—bukan mengepal, bukan juga memegang senjata. Ia hanya mengulurkan dua jarinya, telunjuk dan jari tengah.

​CLAAANG!

​Suara benturan logam yang memekakkan telinga meletus. Nyala api meledak ke segala arah, menghalangi pandangan semua orang.

​"Dia... dia mencoba menangkis senjata spiritual dengan jari kosong? Tubuhnya pasti sudah terbakar jadi abu!"

​Namun, ketika kobaran api dan debu mereda, pemandangan yang tersingkap membuat jantung seluruh anggota Klan Lin seolah berhenti berdetak.

​Di tengah arena yang sedikit cekung ke dalam, Lin Xuan berdiri tegak tanpa sehelai benang pun dari jubahnya yang terbakar. Dua jarinya menjepit bilah merah Pedang Api Matahari milik Lin Feng dengan sangat presisi.

​Lin Feng tergantung di udara, kedua tangannya mencengkeram gagang pedang dengan gemetar, wajahnya pucat pasi. Ia telah mengerahkan seluruh tenaganya, membakar esensi darahnya, namun pedangnya tertahan kokoh bagaikan dijepit oleh dua gunung raksasa.

​"Ini... ini mustahil!" jerit Lin Feng, matanya memancarkan keputusasaan yang absolut.

​"Seni pedang yang lemah," bisik Lin Xuan dingin. "Dan pedang yang murahan."

​Dua jari Lin Xuan tiba-tiba memancarkan kilau halus seperti batu giok—efek dari tahap Tulang Besi Kulit Giok. Ia memutar pergelangan tangannya sedikit.

​KRAAAK! PRANG!

​Senjata Kelas Fana Tingkat Tinggi kebanggaan Klan Lin... patah menjadi belasan kepingan besi yang berjatuhan ke lantai!

​Sebelum Lin Feng bisa mencerna kenyataan yang menghancurkan kewarasannya itu, tangan kanan Lin Xuan bergerak maju dengan kecepatan kilat, mendaratkan sebuah pukulan tepat di Dantian Lin Feng.

​BOOOM!

​Suara balon meletus terdengar samar dari dalam tubuh Lin Feng. Tubuh pemuda itu melengkung seperti udang rebus, darah menyembur dari mulutnya bak air mancur, sebelum ia terpental sejauh dua puluh meter dan menabrak dinding arena hingga retak.

​Lin Xuan menurunkan tangannya, menepuk debu dari jubahnya dengan santai.

​Di kejauhan, Lin Feng tergeletak di atas reruntuhan batu bata. Matanya kosong menatap langit, meridian di sekujur tubuhnya terputus, dan energi spiritualnya bocor keluar dengan cepat dari Dantiannya yang kini hancur lebur.

​Sang jenius nomor satu Klan Lin... baru saja dilumpuhkan hingga menjadi manusia cacat permanen hanya dalam dua gerakan singkat!

​Lin Xuan berjalan perlahan mendekati tubuh Lin Feng. Ia menoleh ke arah tribun, menatap langsung ke mata Su Yue yang kini wajah cantiknya sepucat kertas, tubuhnya gemetar hebat seolah baru saja melihat iblis merangkak keluar dari neraka.

​Lin Xuan mengulangi kata-kata yang persis sama dengan yang diucapkan Su Yue padanya di Puncak Teratai Hitam tiga bulan lalu.

​"Burung phoenix memang hanya pantas bersanding dengan naga sejati," ucap Lin Xuan, suaranya sedingin es abadi. Ia menginjak dada Lin Feng yang tak berdaya. "Sayangnya, pria yang kau pilih ini... hanyalah seekor cacing tanah."

​"HENTIKAN! BOCAH IBLIS, BERANINYA KAU MENGHANCURKAN CUCUKU!"

​Sebuah auman penuh kebrutalan meledak dari tribun VIP. Tetua Agung Klan Lin—kakek kandung Lin Feng—melompat turun dari kursinya. Auranya yang berada di Pembentukan Fondasi tingkat 4 meledak seperti badai topan, menekan seluruh orang di arena hingga sulit bernapas.

​Ia membentuk cakar api raksasa dari Qi-nya, membidik langsung ke arah tengkorak Lin Xuan dengan niat membunuh yang tak tertutupi!

​Lin Xuan tidak bergeming. Ia hanya mengangkat kepalanya, seringai kejam terbentuk di sudut bibirnya. Tubuh aslinya yang telah mencapai Pembentukan Fondasi tingkat 2 mendidih, menantikan mangsa yang lebih layak untuk dirobek.

1
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!