NovelToon NovelToon
Terminal Lucidity

Terminal Lucidity

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Permainan Kematian
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Gerimis Senja

Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

"Aduh duh!!" keluh Eighar, ketika Leon dan Elle menekan kapas berisi obat merah ke bagian tubuh Eighar yang terluka.

Leon menoleh ke arah Elle. "Oi, jangan kasar-kasar. Pelan-pelan dong jadi cewek!!" omel Leon, sementara Elle membalasnya dengan tatapan sinis.

"Die mengaduh pas elu yang neken kapasnya." balas Elle.

"Gak mungkin. Gue kan kurus, tenaga gue gak sekuat elu yang berisi!"

Elle langsung menatap Leon dengan tajam. "BERISI?" ulangnya tak terima.

Leon yang tau kalau dirinya salah bicara langsung tersentak, apalagi saat melihat Elle menatapnya dengan tatapan membunuh. "Bu.. Bukan berisi gendut. Berisi apa ya, berisi bagus loh maksudnya. Bagus." Leon mengoreksi, tentu dengan keringat dingin.

"Hahaha, kayaknya kalian akrab ya? Ada yang udah nembak duluan?" timpal Eighar sambil tertawa.

"Pala lu yang gue tembak. Kita sodaraan!" balas Elle kesal, tapi dengan wajah yang tetap tenang. Ia lebih senang memainkan emosi lewat tatapan matanya.

"Biar kata gak sepupu juga, tipe gue bukan dia." balas Leon tak mau kalah.

"Kayak gue mau aja sama cowok gak ada isinya."

"Lah, gue kalau makan banyak juga pasti berisi kok." elak Leon.

Elle memiringkan senyumnya. "Makan lu banyak Leon, cuma sering berak aja lu!"

"Apaan, berak gue cuma lima kali sehari."

"Buset! Apaan yang lu keluarin?!" gelak Eighar, tak dapat menahan tawanya.

Mereka pun saling mengobati satu sama lain. Eighar yang paling babak belur karena di pukul, tapi Leon dan Elle juga terluka dan lebam-lebam gara-gara game tadi.

"Eh, Ngomong-ngomong kok lu bisa jadi incarannya si Brian sih? Emang kalian ada masalah personal?" tanya Leon yang cukup penasaran.

Eighar mengendikan bahunya. "Gak ada."

Elle mendengkus. "Gak mungkin."

"Ya mungkin dia resek aja karena gue ganteng."

"Cuih!!" balas Elle dan Leon bersamaan.

"Hahaha, mungkin karena gue nantangin dia kali. Gak tau gue kalau leader itu punya power yang kuat di sekolah."

Elle dan Leon menatap lekat ke arahnya. "Emang lu ngomong apaan?" tanya Elle.

"Dia bilang dia leader, yaudah gue bilang kalau gue ketua genk dari seluruh ketua genk yang ada di kota ini."

Elle dan Leon sama-sama terkejut kala mendengarnya. "Tengil banget lu! Si Brian jago banget berantem. Makanya dia bisa jadi leader, karena dia udah ngalahin yang kuat dari yang terkuat. Lagian, masa' iya elu ketua genk. Lebih cocok jadi anggota PKK." timpal Leon asal.

"Sembarangan lu! Gue juga kuat tau."

Elle menggelengkan kepala sambil menutup matanya sesaat. "Udah udah! Gak ada yang percaya juga kalau lu kuat. Yang penting, sekarang elu dalam masalah besar.

Eighar mengendikan pundak seolah meremeh. "Gak juga tuh. Japi kan di pihak gue."

Elle dan Leon saling berpandangan. Melihat dari apa yang terjadi, sepertinya Eighar memang ada something special yang membuat Japi bisa tunduk.

"Iya ya, kok.. bisa Japi ngasih hukuman buat orang-orang yang udah nyerang elu?" tanya Elle penasaran.

"Ck, gak penting itu. Males aja nyeritain. Entar kalian ngefans lagi." wajah Leon dan Elle langsung berubah kala mendengarnya.

"Orang yang narsis itu punya penyakit mental loh." timpal Elle.

"Iya, namanya NPD, alias Nasi PaDang." sambar Leon hingga mendapat cubitan keras dari Elle. "ADAAAAW!!" pekiknya kesakitan, barulah Elle melepaskan cubitannya.

"Gak lah, gue kan gak gila." sambar Eighar pula.

"Emang siapa yang bilang elu gila?" Elle menimpal.

Eighar sedikit mendoerkan bibirnya. "Mental itu jiwa kan? Artinya sakit jiwa dong. Aduh aduh!!" Elle langsung mencubit di pinggiran luka Eighar. Ya, dia memang kejam.

"Eh, itu.." Leon terbelalak sambil menunjuk ke smart watches milik Eighar. Ia menatap Eighar, "Kok warna item punya elu?" tanyanya lagi.

Eighar pun melirik ke arah jamnya lalu membalas tatapan Leon. "Yah, smart watches gue warna item. Tapi gue gak tau kasus gue apaan sebelum ini."

Elle menatap tajam ke arahnya. "Semua orang tau apa kesalahannya pas masuk sini. Ya kali gak tau. Kalau merahasiakan, ya sering sih. Toh, kalau udah masuk ke sini berarti semuanya bersalah. Hak masing-masing mau ngasih tau atau enggak. Gak etis juga nanyain kasus apa kalau udah masuk sini." terang Elle panjang lebar.

Eighar melihat warna smart watches Elle dan Leon sama-sama merah, tapi tidak tau itu kategori merah di tingkatan apa. "Kalian merah, kasusnya apa?" tanya Eighar lempeng, seolah mengabaikan perkataan Elle barusan.

"Budek kali ni orang." gerutu Elle kesal.

"Si Elle doyan kabur dari rumah, dimasukin asrama kabur juga, jadi biar gak kabur, dimasukin ke A.K School. Hahaha!" ujar Leon sambil tertawa, dan tentu saja Elle tak terima kalau kasusnya di bongkar.

"Leon si tengkorak maling tuh!!" balas Elle.

"Sembarangan!! Gue bukan maling, tapi di fitnah maling sama orang gegara gue ngejer ayam yang keluar dari kandang pas masih pake baju sekolah. Ya mereka aja gak tau terimakasih, di selametin ayamnya malah nuduh maling!" jelas Leon membela diri.

Eighar hanya terdiam mendengar perdebatan Leon dan Elle. Ia merasa, itu bukan kesalahan besar, ketimbang dirinya, yang entah melakukan kesalahan apa sampai smart watches hitam melingkar di tangannya.

.........

Di markas Leader, Brian sedang mematung dengan tubuh yang kaku, menatap datar dan kosong ke arah depannya, membuat teman-temannya saling sikut karena Brian tak seperti biasanya.

"Kurang ajar!" kecamnya usai cukup lama diam. "Baru kali ini gue gak bisa nyelesain game yang gue bikin sendiri. Baru kali ini gue ngehentiin game di tengah jalan." gerutunya lagi.

Temannya menelengkan kepala. "Iya, Leader. Kok lu bisa jadi lemah begitu. Jadi semua yang dapat bendera itu dapat uang semua lah." sambungnya, padahal ia sendiri termasuk ke orang yang ia bicarakan.

"Gue gak masalah sama uangnya. Toh bukan gue juga yang ngeluarin uangnya. Tapi... gue gak bisa bikin anak itu babak belur dan mengakui kekuasaan gue. Gue mau bikin dia bertekuk lutut, tapi malah gue yang bertekuk lutut." Brian akhirnya duduk bersender setelah tegap cukup lama. "Kok, dia bisa membuat Japi tunduk? Kayaknya, dia bukan orang sembarangan. Apa dia ada hubungannya sama pemilik A.K School ini?"

Temannya mengerutkan dahi, "Kayaknya gak mungkin deh. Kemarin dia kabur dan di setrum berat juga, kan? Kalau emang iya dia ada hubungan sama pemilik ini, pasti dia punya tempat istimewa kan. Kayak benar-benar gak bisa di sentuh gitu. Tapi itu enggak. Gue juga liat dia di dorong polisi sampai ke kamarnya."

Brian merenung. Ia sebenarnya kebingungan dan tak punya pikiran apapun selain Eighar adalah orang dalam di A.K School. Tapi, perkataan temannya benar juga. Kalau orang dalam, saat ia kabur Japi tak perlu seberisik itu kan. Dan... untuk apa dia kabur??

.......

.......

.......

Suara burung hantu melenyapkan sunyinya malam. Bulan yang terang di telan awan gelap, tanda kalau malam ini kemungkinan akan hujan. Bintang-bintang tak menampakkan kemilaunya. Sementara Eighar sibuk memilih makanan di menu kantin sekolah.

Ia yang terbiasa nyemil dan juga makan malam selalu merasa keroncongan kalau waktu sudah masuk pukul sepuluh. Eighar memesan steak sirloin lada hitam dan ice lemon. Ia menunggunya sambil berbaring di kamar dan bersiul kecil.

Di sela-sela waktu santainya, tiba-tiba saja Japi berdering, dan tentu saja Eighar melihatnya. "Pesanan akan sampai lima menit lagi, harap ada di lokasi saat pengantaran dilakukan."

"Bawel!" balas Eighar. "Ngomong-ngomong, besok kan hari Evaluasi yang kayak elu bilang waktu itu. Bisa jelasin deskripsinya gak? Penasaran gue."

"...Hari evaluasi bisa di sebut dengan hari pembantaian. Dimana ada pertandingan adu kekuatan diadakan untuk melihat batas kemampuan. Yang kuat akan memimpin atau mengambil alih kepemimpinan. Dan yang lemah, akan disingkirkan." terang Japi. Meskipun pada pertemuan awal Japi sudah menjelaskan ini, bahkan dengan kalimat yang sama, tapi pemahaman kali kedua ini menjadi berbeda bagi Eighar.

Penjelasan pertama ia tak mengerti, tapi pada penjelasan kedua.. ia sudah sedikit mengerti. Eighar tersenyum kala mendengarnya. Tiba-tiba saja pikiran licik terlintas di pikirannya.

"Yang kuat akan memimpin atau mengambil alih kepemimpinan lu bilang?" gumam Eighar sambil menganggukkan kepalanya.

"Apa kamu punya ide?" tanya Japi, namun Eighar hanya mendengkus mendengarnya.

"Punya." singkatnya.

"Apa kamu berpikir akan bertarung melawan Brian dan merebut kekuasaannya?" Eighar masih tersenyum dan diam. "Sayang sekali, karena murid yang belum bersekolah selama tiga bulan, tidak akan bisa menantang Leader. Jadi, urungkan niatmu dan simpan untuk tiga bulan kedepan." sambung Japi lagi.

Eighar seketika cemberut ketika mendengarnya. Ia tak suka sekali jika apa yang ia inginkan tak bisa ia dapatkan saat itu juga. Dan lagi, ia merasa tidak sudi jika harus menuruti perkataan Brian dalam kelas game.

"Urungin niat?" Eighar mengulang. "Sayangnya... gue gak mau tuh. Gue punya rencana lain selain itu."

Bersambung...

1
Regina Kimmie
jng d gantung lg ia kak ceritanya,kaya cerita yg lain nya🤭
A
masih pengen jitak pala eighar
Nana Colen
sekolah macam apa ini.... gak jelas bangett masa harus ada kekerasan pisik.
sekolah militer juga bukan
A
ga bsa berkata2 sama NPD nya eighar. smoga lekas ilang deh itu j
Tutian Gandi
coba berfikir dewas gar.....bung rasa kebencian mu terhadap zeam,,,siaa tau kalian bIsa jadi teman
A
iya ih curang banget sekolahnya. maunya apa sih
A
ih kok ngeselin😑
A
kepsek nya ga tau zeam prnah disiksa?
Tini Nurhenti
/Grin//Grin//Facepalm/
Nana Colen
aku rasa japi itu menyeramkan, mau orang itu baik atau nggak tetep aja ningkatkan kekuatan pemakainya...
🐈 Kitty Lover 🐈
si japi yg ada adminnya ini jd ingetin pengalaman aku chat sama Meta Al
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.

othor pernah chat sama meta jg ga? 😁
A
semoga kmu baik2 aja deh ghar. aku kan cma readers jdi klo pindah ke lain pihak pun tak ada masalah😅 tapi ttap aja terpesona dengan tingkahnya zeam, sweet banget soalny🥰
Dewi Rantika
gk ada nyesel nya si eighar,msh aja merasa gk bersalah sama Skali,pdhal udh jlas2 sahabat ny terluka krna dy yg ngehajar.
Nana Colen
apakah yg punya penyakit NPD tidak punya rasa penyesalan yaaaa....
A
mau ngebelain lu susah sih ghar klo mikirnya begini. msih pagi tpi lu dah bkin emosi aja ghaar😑
A
lu doang yg msalahin itu gharr. lgian lu yg bertingkah malah nyalahin orang
A
laaaa ngasih clue dan ngelak2 trnyata bner dia. kenapa siiih😅
Dewi Rantika
slah lgi tebakan nya,slalu gtu kamu thor
Menmeidde
luarbiasa
Nana Colen
HAHAHA MUTER muter kan elle, zeam ngasih lho clue tp orang yang sebenarnya ngasih bingkisan dia..... dia dia dia dia dia dia kaya lirik lagu D akademi 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!