Kisah ini bercerita tentang Ramajaya Kusuma. Seorang suami yang hilang ingatan saat terjadi kecelakaan. Rama bahkan tidak mengenal siapa dirinya. Sedangkan Mawarni atau Mawar adalah seorang istri setia yang selalu menantikan suaminya bisa kembali. Apakah Rama bisa dipersatukan kembali dengan Mawar? Seperti apa kisah lika liku perjalanan hidup saat saat Rama hilang ingatan? inilah kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harti Supandi (Siti Hartinah), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teka Teki Kehidupan
Setelah pulang dari bioskop Mira menceritakan kejadian waktu di bioskop kepada Mawar. Saat itu Mira terlihat sedang membaca majalah di ruang tv.
‘’Hei udah pulang, gimana tadi nontonnya bareng ayang Robi tercinta?!’’
‘’Hmm seru banget, tau gak tadi aku ketemu siapa disana?’’
‘’Siapa?!’’
‘’Si Pelakor sama suami kamu’’
‘’Maksudnya Erika sama mas Rama?’’
‘’Lah iya siapa lagi’’
‘’Terus gimana?’’
‘’Terus aku kerjain Erika deh’’
‘’Kerjain gimana?’’
‘’Aku bikin dia kepeleset depan kamar mandi’’
Ha ha haaaaa
Mendengar cerita Mira membuat Mawar sedikit terhibur. Apalagi pas tahu Erika dikerjai oleh sahabatnya sendiri. Meskipun kenangan bersama Mas Rama selalu ada dibenaknya.
***
Suasana jalan terlihat cukup ramai hingga tiba-tiba lampu merah di persimpangan jalan itu menyala. Semua kendaraan pun harus berhenti termasuk mobil yang sedang ditumpangi Rama dan Erika. Erika sangat manja bila ia sedang di dekat Rama. Setiap hari maunya nempel terus bak perangko.
‘’Sayang aku haus nih’’
‘’Kamu haus?’’
‘’Hu’uh’’
‘’Yaudah entar kita mampir mini market dulu’’
‘’Ok entar aku sambil merhatiin jalan ya nyari minimarket yang kita lewati’’
‘’Yup’’
Saat lampu lalu lintas sudah berwarna hijau, kendaraan kembali melaju seperti biasanya.
Hingga terlihat minimarket yang ada di sekitaran pinggir jalan.
‘’Sayang tuh ada minimarket’’
‘’Ok kita parkir dulu’’
‘’Udah nyampe yuk turun’’
‘’Yuk’’
Ketika mereka turun untuk masuk supermarket, tiba tiba di pintu masuk berpapasan dengan Doni yang baru saja habis membeli kopi. Hingga terjadi perkelahian diantara mereka.
‘’Eh ada Mas Doni’’
‘’Ngapain kalian ada disini’’
‘’Terus masalahnya apa?’’
‘’Anda tanya masalahnya apa? Masalah nya nih’’
Doni menonjok mata Rama karena merasa kesal pada Rama yang sudah mengambil Erika dari nya.
‘’Sialan!’’
Rama pun membalas pukulan Doni hingga terjadi perkelahian. Erika bingung melihat dua lelaki yang sedang ribut di depannya.
‘’Aduh udah dong, jangan kelahi terus’’ ucap Erika berusaha melerai.
Namun badan Erika tidak kuat menahan dua pria berbadan besar yang sedang bertengkar. Pukulan baku hantam pun tak dapat dihindari.
‘’Tolong tolong’’ Erika berteriak
Tak lama orang orang datang untuk memisahkan Rama dan Doni yang sedang berkelahi. Erika langsung membawa Rama ke mobil dan pergi meninggalkan minimarket.
Sementara Doni hanya menatap kepergian Erika dan Doni dengan pandangan penuh kebencian.
‘’Sayang kamu gak kenapa napa? Kita ke klinik ya’’ tanya Erika sambil menyetir
‘’Gak usah langsung pulang aja’’ jawab Rama
‘’Tapi muka kamu pada memar memar’’
‘’Udah biarin aja’’
‘’Yaudah aku obatin di rumah. Sabar ya sayang bentar lagi kita nyampe’’
‘’Iya’’
Sesampai di rumah Erika langsung mendudukkan Rama di ruang tamu.
‘’Lho, Rama kenapa, kok babak belur begini?’’ tanya bu Helen
‘’Gak apa apa bu, tadi kelahi sama preman’’ jawab Rama
‘’Kok bisa?’’
‘’Gak apa apa bu, cuma luka ringan’’
‘’Emang gimana kejadian nya sampai kamu bisa kayak gini’’
‘’Tadi premannya mau nyopet tas nya Erika,
iya kan sayang?’’
‘’Iya tante. Untung Rama berhasil selamatkan tas aku’’
‘’Iya tapi Rama nya jadi bonyok gini’’
‘’Gak apa apa kok bu’’
‘’Yaudah abis diobatin kamu istirahat aja’’
‘’Iya bu’’
‘’Nanti aku anter Rama ke kamar’’
‘’Ya udah ibu mau pergi arisan dulu. Ibu tinggal ya’’
‘’Ok hati hati tante
Rama berbohong agar sang ibu tidak salah paham. Agar tidak terlalu banyak pertanyaan soal Erika. Supaya Erika tetap nyaman berada di kediaman rumah keluarga Kusuma.
‘’Akhirnya kita bisa bebas berduaan di rumah ini’’
‘’Iya dong’’
‘’Yaudah aku obatin lagi luka kamu’’
‘’Aww pelan – pelan’’
‘’Iya ini juga udah pelan, sakit?’’
‘’Ho’oh’’
‘’Manja banget siii’’
Waktu berjalan terasa begitu cepat. Mawar dan Rama akhirnya resmi bercerai. Keputusan Rama menceraikan Mawar membuat senang Erika. Erika pun bercerai dengan Doni setelah ia melahirkan seorang anak perempuan.
Rama dan Erika menggelar acara resepsi pernikahan dengan sangat mewah. Pernikahan mereka tentu saja membuat omongan banyak orang karena sang pengantin menikah setelah beberapa minggu melahirkan seorang bayi.
Disaat suasana pesta pernikahan berlangsung, para tamu undangan terlihat sedang ngerumpi membicarakan si pengantin.
‘’Eh eh dengerin deh, mereka kok gak malu ya’’ ucap salah satu tamu undangan
‘’Iya ya, udah berzina ampe lahiran. Eh nikahnya mewah banget’’
‘’Eh ceweknya kan pelakor’’
‘’Oh ya’’
‘’Iya dulu kan pak Rama suaminya bu Mawar’’
‘’Semenjak kehadiran bu Erika, Bu Mawar jadi tersingkirkan’’
‘’Kasian ya bu Mawar’’
‘’Iya semoga bu Mawar dapat pengganti yang lebih baik deh’’
‘’Amin’’
‘’Udah udah ah gosip mulu’’
"Yee ini kan fakta, bener gak?"
"Iya bener bener bener"
Sebenarnya Mawar malas datang ke acara pernikahan Rama dan Erika. Namun, ia berusaha untuk bisa move on dari mantan suaminya tersebut. Mawar tetap datang dengan elegant dalam balutan gaun berwarna biru navi.
‘’Selamat ya mas untuk pernikahannya, semoga kalian bahagia’’ ucap Mawar
‘’Ya jelas bahagia lah, kami kan pasangan yang serasi, iya kan sayang’’ucap Erika
‘’Iya’’ ucap Rama hanya sedikit berbicara
Mawar tak peduli dengan ucapan Erika. Ia sudah malas meladeni omongan Erika yang dianggapnya tidak begitu penting untuk dihiraukan. Meskipun Rama terlihat menatap kepergian Mawar seperti pandangan orang yang masih cinta dan membuat Erika sedikit cemburu.
‘’Sayang kamu ngapain sih liatin si Mawar terus, aku kan udah jadi istri kamu’’
‘’Iya enggak’’
‘’Awas ya lirik lirik dia lagi’’
‘’Iya iya maaf’’
Tak lama Doni pun muncul di pernikahan mantan istrinya. Doni berusaha bersikap gentle man dengan semua yang sudah terjadi.
‘’Selamat ya untuk pernikahan kalian’’ ucap Doni
‘’Makasih mas, semoga kamu cepat dapat pengganti aku’’ ucap Erika
‘’Selamat ya, sorry buat yang kemarin kemarin’’
‘’Hmm’’
Rama terlihat cuek saat Doni menyalaminya. Karena ia malas berdebat di hari pernikahannya.
Pasca pernikahan Rama dan Erika, Mawar kembali melanjutkan hidupnya. Mawar menjalani hari-hari seperti biasanya.
Mawar kembali fokus dengan karirnya yang sempat vakum karena masalah pribadinya. Bimbingan belajar yang Mawar kelola kembali aktif seperti sedia kala. Kenangan bersama Rama sudah dilupakannya. Bahkan Mawar membakar semua foto moment kebersamaan dengan Rama beserta rumah yang pernah ia tempati bersama Rama pun ditinggalkannya.
Mawar memutuskan untuk tinggal di apartemen dekat tempatnya bekerja.
‘’Ngapain sih jeng mesti pindah segala, aku kan jadi ngerasa kehilangan’’
‘’Ah bohong aja’’
‘’Bener say’’
‘’Gak apa apa Mir, aku pindah aja. Lagian kan aku gak enak sama Robi. Tiap dia kesini ada aku terus’’
‘’Ya gak apa apa, ini kan rumah aku’’
‘’Udah cepetan kamu nikah sama Robi. Jangan kelamaan. Entar diambil pelakor’’
‘’Erika dong’’
‘’Bisa aja nih’’
Hahahaaaaa
Dua sahabat ini terlihat asyik mengobrol.
Setelah beres packing barang, Mawar meninggalkan kediaman Mira untuk menuju apartemennya.
Di pusat belanja perlengkapan bayi, Erika tampak melihat lihat barang yang akan dibelinya. Ia ditemani Keke asisten rumahnya yang mendorong stroller baby. Rama tidak menemani karena sedang sibuk bekerja di kantornya. Erika hendak membeli keperluan untuk buah hatinya.
‘’Bu yang ini kayaknya bagus’’ ucap Keke
‘’Hmm boleh juga. Yaudah ambil’’ ucap Erika
Setelah membeli barang-barang yang diperlukannya, ia menuju restoran cepat saji untuk makan siang. Alangkah terkejutnya saat hendak memasuki restoran, Erika kembali berpapasan dengan mantan suaminya Doni. Doni terlihat antusias melihat Erika dengan bayinya.
‘’Wah ada bayi, kok lucu banget sihhhh, cup cup cup cup cup, eh ketemu mantan istri’’
‘’Apaan sih gak jelas banget’’
‘’Oh ya ada yang mau aku omongin’’
‘’Ngomongin apa?! Tinggal ngomong aja susah banget’’
Tiba tiba Doni berbisik ke telinga Erika
‘’Erika sayang, kamu jangan macem macem sama aku, atau aku bongkar ke Rama kalo bayi yang lagi kamu bawa ini adalah anak aku’’
Mendengar ucapan Doni membuat Erika menjadi gemetar.
Bersambung…….