Di sebuah hutan yang sangat lebat terdengar suara merdu bunyi seruling yang mengalun lembut membius semua hewan-hewan penghuni hutan.
Seorang gadis bergaun merah bersandar di sebuah batu tepian jurang, jari-jarinya dengan lihai membelai lubang-lubang seruling giok di tangannya.
Mulutnya terus meniupkan udara kedalam seruling hingga tercipta nada-nada indah dari sana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orchid15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perbatasan timur
para prajurit kekaisaran Wei telah tiba lebih dulu di benteng kota Yangze.
Chen mo menyuruh dua rekannya yang lain untuk pergi mengintai keberadaan pasukan musuh, Yin song dan hye Koo segera pergi masuk kedalam hutan untuk mengintai pasukan kekaisaran Qin.
Chen mo menggunakan sihir Angin miliknya untuk menyembunyikan pergerakan kedua rekannya,
Yin song bergerak kearah kiri dan Hye koo bergerak kearah kanan, kedua orang itu bergerak cepat tanpa meninggalkan jejak suara.
tujuh ribu tentara kaisar Qin bergerak serentak, mong tu salah satu ahli sihir dari pulau tengkorak menjadi pemimpin pasukan.
Mong tu mengangkat tangannya sebagai tanda jika rombongan harus berhenti.
Jendral Ming kang segera mendekati mong tu,
"Yang mulia mong kenapa kita harus berhenti,? Tanya jendral Ming kang penasaran.
"malam ini kita istirahat di sini, aku akan pergi mengamati keadaan sekitar terlebih dulu. Kalian tetaplah di sini, Jangan bergerak tanpa aba-aba dariku,Ucap mong tu dingin.
Ming kang mengangguk patuh menuruti perintah mong tu.
Mong tu turun dari kudanya dan bergerak cepat memasuki hutan, langkah kakinya bergerak sangat cepat seolah-olah tidak ada daya tarik gravitasi pada kakinya.
mong tu memiliki kekuatan sihir tanah yang memudahkan pergerakannya tanpa terdeteksi musuh. Karena itu jugalah ia meninggalkan kudanya di perkemahan.
Mong tu tersenyum sinis saat mendapati seorang pengintai yang sedang bersembunyi tidak jauh darinya.
Hey Koo bersembunyi di balik pohon besar, dirinya tidak sengaja melihat orang asing dengan dandanan aneh memasuki hutan.
tiba-tiba tanah tempat hey koo berpijak berubah menjadi lunak seperti kubangan lumpur,
Hey koo yang mendapatkan serangan dadakan dari lawannya tidak sempat menghindar, kedua kakinya terjebak kedalam lumpur yang mengeras dalam sekejap mata.
Kedua kaki hey koo terperangkap di dalam tanah. Hey koo tidak memiliki kekuatan sihir tapi dirinya memiliki fisik yang kuat dan kekebalan tubuh terhadap benda tajam.
"ternyata hanya seekor tikus kecil, Mong tu muncul di hadapan Hey koo senyuman senis terukir di bibir mong tu,
Hey Koo menatap tajam laki-laki aneh di hadapannya."
"Hoo,,hoo. Ada apa dengan tatapan mata mu itu,? Mong tu terkekeh mendapatkan tatapan tajam dari hey Koo.
Hey koo menarik pedang di pinggangnya berusaha menyerang mong tu yang berada cukup dekat dengannya,"
hey Koo berkata hanya kakiku yang yang tidak bisa bergerak tapi tangan dan tubuhku yang lain masih bisa menyerang mu, senyuman remeh muncul di bibir hey koo saat mong tu mundur satu langkah darinya.
"Hanya serangan seperti itu saja kau sudah bangga,? Aku mundur bukan keran takut terluka oleh pedangmu, hanya saja baju yang ku pakai adalah baju kesayanganku. Jawab mong tu,
"persetan dengan bajumu,, lepaskan aku ayo kita bertarung secara adil, teriak hey Koo geram".
"baik.. prajurit biasa sepertimu menantang aku mong tu penyihir dari pulau tengkorak, jangan salahkan aku jika dalam tiga serangan kau. Mong tu memberikan isyarat memotong leher kepada hey Koo.
Mong tu menghentakkan satu kakinya ketanah, kedua kaki hey Koo yang awalnya terjebak di dalam tanah segera terbebas.
tanpa basa basi hey Koo langsung menyerang mong tu, dengan mudah mong tu menghindari serangan dari hey Koo.
"Kaisar Wei sungguh meremehkan kekuatan kaisar Qin hanya dengan mengirim tentara lemah sepertimu, satu serangan balasan dari mong tu berhasil membuat Hey koo terlempar beberapa meter jauhnya.
Hey Koo langsung bangkit dan kembali menyerang mong tu, serangan hey Koo kali ini lebih cepat dan agresif. Mong tu mulai menghindar sambil melakukan serangan balasan, serangan mong tu yang di kombinasikan dengan sihir tanah yang ia miliki membuat hey Koo lagi-lagi terlempar jatuh.