NovelToon NovelToon
Jangan Benci Aku

Jangan Benci Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:258.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: poppy susan

Kehidupan Naura Anandita ternyata tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Hinaan dan cacian adalah makanan Naura sehari-hari, bahkan penderitaan demi penderitaan tidak pernah absen menghampiri kehidupan Naura. Acara camping sekolah yang seharusnya menjadi momen bahagia, justru menjadi awal penderitaan yang panjang untuk Naura. Naura diperkosa oleh seseorang pria yang mabuk, kehidupan Naura semakin hancur saat Naura diketahui hamil dan diusir oleh orangtuanya sendiri. Ditengah keputusasaannya, tidak disangka Naura dipertemukan dengan orang yang sudah memperkosanya itu. Siapakah dia? Apakah Naura akan meminta pertanggung jawaban orang itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Kecurigaan Rani

4 bulan kemudian...

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, sudah Naura lalui dengan sangat sulit, apalagi saat ini Naura dalam keadaan hamil dan itu sangat tidak mudah menyembunyikan kehamilan dari teman-teman di sekolahnya. Beruntung Naura mempunyai Chris yang selalu ada di sampingnya, bahkan Rani yang merupakan sahabatnya pun tidak tahu kalau Naura saat ini sedang hamil.

Pagi ini Naura sedang mematut diri di depan cermin, walaupun baju seragamnya sudah ukuran besar tetap saja perut Naura kelihatan.

"Bagaimana ini? Perut aku sudah kelihatan begini, bagaimana kalau teman-teman mengetahui kehamilanku?" gumamnya.

Naura ingat, kalau kemarin Chris memberikannya hoodie untuk dia pakai dan lumayan perut Naura tidak terlalu kelihatan.

Naura segera keluar dan Chris sudah tersenyum ke arahnya.

"Kamu makin gendut saja," goda Chris.

"Ih Kakak, apaan sih."

"Aku jadi makin gemas sama kamu," seru Chris dengan mencubit kedua pipi Naura.

Chris memperhatikan Naura yang terlihat murung itu.

"Kamu kenapa?"

"Aku takut Kak, semakin hari perut aku semakin besar, aku takut teman-teman mengetahuinya dan aku harus bagaimana?" sahut Naura dengan wajah sendunya.

"Sudah jangan khawatir, ada aku di sini. Selama aku masih ada di sampingmu, tidak akan yang ada membuatmu terluka," seru Chris.

"Terima kasih ya, Kak."

"Sudah berapa ribu kali kamu ngucapin terima kasih, aku sampai bosan mendengarnya juga."

"Maaf."

"Sudah, ayo naik!"

Naura sudah agak kesulitan naik ke atas motor Chris dan Chris tahu itu.

"Sepertinya besok aku harus pakai mobil, supaya kamu tidak kesusahan seperti itu."

"Tidak apa-apa, Kak."

Chrus mulai melajukan motornya, kali ini Chris mengendarai motornya dengan pelan-pelan karena takut terjadi kenapa-napa pada kandungan Naura.

Beberapa saat kemudian, motor Chris pun sampai di parkiran sekolah dan seperti biasa, Rani sudah menunggu Naura di sana.

"Pagi Ra, pagi Kak Chris!" sapa Rani.

"Pagi Rani!"

Naura segera turun dari atas motor Chris. "Kak, aku duluan ya, sama Rani."

"Oke, kamu hati-hati."

Naura menganggukkan kepalanya dan berjalan beriringan dengan Rani.

"Ra, sekarang kamu gendutan ya," seru Rani.

Naura tersentak, wajahnya seketika pucat bahkan jantungnya sudah berdetak tak karuan.

"Ah, masa sih?" sahut Naura gugup.

"Iya, pasti kamu bahagia ya karena Kak Chris selalu memberikan apa yang kamu mau."

Naura hanya bisa tersenyum yang dipaksakan, Naura sudah tidak tahu apa yang harus dia ucapkan.

Naura dan Rani akhirnya masuk ke dalam kelas.

"Ra, kok kamu selalu pakai hoodie sih? Memangnya sakit kamu belum sembuh-sembuh? Perasaan, kamu baik-baik saja tapi kenapa kamu pakai hoodie, memangnya kamu tidak gerah apa?" tanya salah satu temannya.

Naura lagi-lagi merasa bingung dengan pertanyaan teman sekelasnya itu.

"Ti-dak kok, namanya juga kondisi sakit jadi tidak gerah sama sekali," sahut Naura gugup.

Rani memperhatikan Naura dengan seksama. "Sepertinya ada yang disembunyikan oleh Naura," batin Rani.

Istirahat pun tiba...

Untuk ke sekian kalinya, Naura absen dari pelajaran olahraga dan membuat Rani semakin curiga.

Kemudian Rani menarik tangan Naura dan masuk ke dalam toilet.

"Ran, pelan-pelan ada apa?" tanya Naura.

"Ra, kamu tahu kan, kita sudah sahabatan lama?

"Iya."

"Kamu juga kan, tahu kalau diantara kita tidak ada yang disembunyikan?"

"Iya."

"Akhir-akhir ini aku merasa aneh dengan sikap kamu, kamu ke sekolah selalu memakai hoodie, bahkan kamu sudah beberapa kali absen tidak ikut pelajaran olahraga, bahkan yang lebih aneh lagi, Kak Chris selalu mengambil mangga muda untukmu, aku tahu karena waktu itu tanpa sengaja aku melihat di tas kamu ada mangga muda itu, tolong jawab yang jujur Ra, aku ini sahabatmu aku tidak mau kamu menyembunyikan apa pun dari aku," seru Rani dengan memegang kedua pundak Naura.

Naura menundukkan kepalanya, seketika airmatanya mengalir dengan derasnya membuat Rani semakin penasaran.

Sementara itu di luar toilet, Siska dan temannya tampak menguping pembicaraan Naura dan Rani, tadi Siska mengikuti Naura dan Rani karena Siska merasa curiga dengan gerak-gerik mereka.

"Ayo Ra, cerita sama aku."

Naura mengangkat wajahnya dan menatap Rani dengan deraian airmata.

"Kamu janji ya, jangan bilang ke siapa-siapa soalnya aku takut dikeluarkan dari sekolah," sahut Naura.

"Kamu percaya kan, sama aku Ra? Aku ini bisa jaga rahasia kamu karena kamu adalah sahabatku."

Seketika hening, Naura mengatur napasnya sungguh Naura sangat malu kepada Rani.

"A-ku ha-mil, Ran," lirih Naura.

"Apa?"

Rani menutup mulutnya, saking terkejutnya dengan ungkapan Naura. Begitu pun dengan Siska dan temannya yang tampak melotot mendengar pengakuan Naura.

"Siapa yang sudah menghamili kamu Ra? Apa Kak Chris?" tanya Rani.

Naura menggelengkan kepalanya. "Bukan Ran."

"Kalau begitu siapa?"

"Aku diperkosa saat kita melakukan kemping waktu itu, aku tidak tahu siapa orang itu tapi aku sudah bertemu dengan orang yang sudah memperkosaku," sahut Naura dengan deraian airmata.

"Siapa pria bajingan itu, Ra?" tanya Rani geram.

"Ternyata pria itu, Kakaknya Kak Chris."

"Apa?"

Siska dan temannya yang masih menguping kembali terkejut, hingga akhirnya mereka pun memilih pergi setelah tahu apa kebenaran yang sudah mereka ketahui itu.

"Terus, apa Kak Chris sudah mengetahuinya?"

Naura menggelengkan kepalanya...

"Kenapa kamu tidak memberitahukannya kepada Kak Chris, supaya dia tahu kelakuan bejad Kakaknya."

"Aku tidak bisa mengatakannya Ran, karena pria itu mengancamku."

"Astaga, terus Om Andi bagaimana?"

"Aku sudah lama diusir dari rumah Ran, dan saat ini aku tinggal di kosan dan itu berkat Kak Chris karena dia yang sudah membayar biaya kosan itu."

"Ya ampun, kasihan banget sih nasib kamu Ra, kenapa kamu tidak bilang sama aku," seru Rani memeluk sahabatnya itu.

"Aku malu dan aku takut Ran."

Keduanya saling berpelukan, bahkan saat ini Rani pun sudah meneteskan airmatanya. Dia tidak menyangka kalau nasib sahabatnya itu akan semenyedihkan seperti ini.

Rani melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Naura.

"Ya sudah, kamu jangan sedih lagi ya, karena aku akan selalu ada untukmu, jadi kalau kau butuh sesuatu, kamu jangan sungkan-sungkan bilang sama aku ya."

"Terima kasih ya Ran, kamu memang sahabat terbaikku. Saat ini aku merasa sangat lega, akhirnya aku sudah bisa berbagi beban hidupku denganmu."

"Iya sama-sama, itulah gunanya sahabat jadi, mulai sekarang kamu jangan menyimpan beban hidupmu sendirian lagi ya karena aku siap membantumu kapan pun kamu membutuhkanku."

"Iya Ran."

Naura pun akhirnya bisa bernapas lega, karena sahabatnya sudah mengetahui keadaan Naura. Naura sangat beruntung, karena memiliki sahabat dan kekasih yang selalu ada untuknya dan selalu memberikan semangat kepadanya.

1
Lila Susanti
ga gila ud bagus itu naura
Andriani Rahmi
suka sama Naura, keren.... kuat, baik, lembut... harusnya part bagian penyesalan tristan dan usahanya merebut kembali hati Naura dibanyakin lagi...
kenapa Andre nggak dikasih jodoh jg..
tapi nanti jadi panjang episode atau babnya..
terima kasih author keren...
Syazukhan
sampai d sini aja bacanya males sepertinya bakal rujuk
Syazukhan
keael baca nya lama bahagia nya
Ahmad Ridho Rahmani
Luar biasa
bunda L
keira adeknya Naura, andre kk tirinya Naura, wah seru nih kebahagiaan Naura udah terlihat hilalnya
bunda L
ish ish ish kurang kah kejahatan kamu tristan dan veronika tidak punya hati, ada ya manusia gitu, hmm untung di novel hihi, semangat kak poppy
bunda L
kesel banget sama si tristan ihh, kapan sih Naura bahagia harusnya ibu hamil tuh bahagia biar bayi nya sehat, inimah aduh ampunnn, sabar ya Naura tunggu si tristan dapat karma nya
Gita Gita Ajay
aq pilih Naura sama Andre saja .
Nurwana
saya harap bapaknya Naura TDK menyesal krna mengusir anaknya yg TDK bersalah....
winda
ceritanya bgus, ada sedih nya dan bahagianya
Nur'aidha Doingano
Kecewa
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: kalau gak suka jangan baca dan skip aja, jangan tinggalkan jejak rate jelek karena akan mempengaruhi karyaku.
total 1 replies
rikautami
bikin mewekkk 🥲🥲
Maida Wati
😭😭😭
Maida Wati
mendingan sama andre baik n tajir lagi.
Partini Maesa
bknya suani gx blh minum susu istrinya jdinya haram
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: kata siapa?di Islam aja gak ada larangannya, coba deh searching di google kalau gak percaya🙏🙏
total 1 replies
Partini Maesa
aku team pendukung andre
Partini Maesa
tristan menikah dgn dinda trs gx punya anak
Partini Maesa
cris lbh nyengengin kasian klo nanti nikahnya sama tristan
Rara Kusumadewi
siappa jodoh sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!