NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 25: MENGENAL PEMILIK ISTANA FENGYI

Siang hari, Liu Yan membawa Mei Zhiyi pergi ke Istana Fengyi. Kali ini tidak ada jebakan mekanisme.

Sepertinya Feng Yuzhen sudah melepasnya untuk menelitinya kembali. Suasana di sana sangat tenang, tidak ada banyak orang yang datang dan pergi.

Istana Fengyi cukup luas. Bangunannya besar dan halamannya luas. Mungkin bisa dibilang ini adalah tempat terbaik dan tempat paling bagus di kawasan Istana Dalam.

Mei Zhiyi mendengar kalau Istana Fengyi ini sebenarnya disiapkan untuk seorang permaisuri. Tapi Liu Yan malah memberikannya kepada Feng Yuzhen.

Ketika pintu dibuka, Mei Zhiyi tertegun. Dia melihat ada banyak sekali sketsa tergantung di ruang dalam Istana Fengyi.

Meja berantakan dan dipenuhi dengan peralatan. Kertas dan pena ada di mana-mana. Hampir tidak ada celah untuk kaki melangkah.

“Bisakah kau lebih hati-hati dan bersih sedikit? Kau mengubah tempat ini jadi tempat pertukangan.”

Feng Yuzhen yang sedang menggergaji kayu langsung menghentikan aktivitasnya dan keluar dari area penelitiannya. Wajahnya agak kotor karena terkena debu kayu, lengan bajunya disingkap agar memudahkannya bergerak.

Wajah cemong itu begitu cantik dan putih. Sayang sekali jika dibiarkan saja.

“Yang Mulia, kau sudah datang. Mana hadiahku?”

Dia sudah melakukan pekerjaan yang diberikan Liu Yan. Sesuai janji, dia mau menagih hadiah berupa sketsa perbaikan busur tembak yang tadi pagi dikatakan Li Dezai. Tapi dia tidak menyangka kalau Liu Yan akan membawa pelayan kecilnya juga kemari.

“Minta saja darinya,” ucap Liu Yan sambil menunjuk Mei Zhiyi.

“Kau menyuruhku minta sketsa darinya?”

“Kalau tidak?”

Mei Zhiyi mengernyit bingung. Dia dibawa hanya untuk menunaikan tugas. Kenapa tiba-tiba disuruh memberi hadiah pada Feng Yuzhen?

“Aku hanya pelayan, tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Selir Feng dan Yang Mulia.”

Liu Yan mengeluarkan sketsa yang digambar Mei Zhiyi beberapa waktu lalu dan memberikannya pada Feng Yuzhen. Setiap detailnya ditulis dengan baik dan rapi, juga terperinci. Feng Yuzhen berbinar matanya, senyumnya mengembang membentuk lengkungan indah dengan lesung pipit di kedua sisinya.

“Pantas saja aku merasa ada yang kurang. Ternyata di sini letak kekurangannya. Yang Mulia, kenapa kau bisa menemukannya?”

“Bukan aku yang menemukannya. Dia yang menemukannya.”

“Pelayan kecilmu yang menemukannya?”

Liu Yan mengangguk kecil. Sulit dipercaya, pikir Feng Yuzhen. Bagaimana bisa seorang pelayan kecil menemukan detail rumit yang dia sendiri bahkan sulit melihatnya?

“Namamu Mei Zhiyi, kan? Kau yang menggambar ini?”

“Ya. Itu memang gambarku.”

“Bagus sekali! Yang Mulia, kau menemukan harta karun! Pelayan kecilmu adalah harta karun!”

Mei Zhiyi masih agak bingung. Gambar sketsanya diberikan pada Feng Yuzhen oleh Liu Yan.

Itu artinya, bukankah busur tembak yang beberapa waktu lalu dimainkan Liu Yan adalah rancangan buatan Feng Yuzhen?

“Yang Mulia, apakah Selir Feng adalah ahli senjata?” tanya Mei Zhiyi dengan nada pelan dan rendah.

“Bukan. Dia hanya suka bermain mekanisme.”

Mei Zhiyi baru tahu kalau Feng Yuzhen ternyata seorang pengrajin dan ahli mekanisme. Di balik sosok wanita yang terlihat anggun dan lembut itu ternyata ada sosok wanita cerdas yang kekuatan dan keberaniannya tidak kalah dari seorang pria. Jika dia jadi tentara, betapa hebatnya dia!

“Yang Mulia, bolehkah aku meminjam pelayan kecilmu sebentar?”

“Tidak boleh.”

“Pelit sekali. Meski aku memang ingin merebutnya darimu dan memindahkannya kemari, tapi aku tetap menghormatimu. Ayolah, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padanya tentang sketsa ini. Kebetulan aku punya beberapa rancangan yang perlu dikembangkan. Siapa tahu dia bisa membantuku.”

Mei Zhiyi tersenyum canggung. “Selir Feng terlalu memandang tinggi aku. Aku tidak memahami mekanisme atau rancangannya.”

“Tidak usah merendah. Kalau kau tidak paham, kau tidak mungkin bisa menggambar sketsa sebagus ini dan memahami kekurangan senjata yang aku rancang.”

“Feng Yuzhen, apa aku mengizinkanmu berbicara dengannya?”

Nada itu terdengar dingin dan penuh penolakan. Liu Yan menyesal sudah membawa Mei Zhiyi kemari.

Feng Yuzhen orangnya suka blak-blakan sejak datang kemari. Dia tahu Feng Yuzhen tidak akan menyerah meski dia tidak memberinya izin untuk berinteraksi dengan Mei Zhiyi.

“Yang Mulia, kau pelit sekali. Aku sudah melakukan pekerjaan berat untukmu, tidak bisakah kau memberiku hadiah tambahan?”

“Mengusir selir selingkuh dan membersihkan harem untukku adalah tugasmu. Jangan meminta lebih.”

Mei Zhiyi akhirnya paham mengapa raut wajah Liu Yan tadi begitu bagus. Ternyata dia menyuruh Feng Yuzhen membereskan selir selingkuh itu untuknya.

Hubungan yang benar-benar unik, pikirnya. Sekarang dia merasa Feng Yuzhen ini menarik dan sepertinya cocok dijadikan teman.

“Yang Mulia, bukankah kau datang membawaku agar aku bisa mengetahui seperti apa hubunganmu dan Selir Feng? Kalau begitu, izinkan saja. Ini akan menguntungkan.”

“Mei Zhiyi, sebagai pelayan pribadiku, bukannya berpihak padaku dan memprioritaskanku, kau malah mau melompat ke tempat orang lain? Apakah aku tidak cukup baik padamu dan kau merasa tidak puas?”

“Bukan itu maksudku.”

Melihat perdebatan kecil itu, Feng Yuzhen hanya diam-diam tertawa. Akhirnya ada yang bisa membantah orang gila itu.

Tidak disangka dalam hidupnya ini, dia masih bisa melihat Liu Yan yang sulit dilawan mendapat seorang pelayan yang begitu berani. Andai saja dia menemukan Mei Zhiyi lebih awal.

Setelah berdebat kecil, akhirnya Liu Yan setuju juga. Tapi dia hanya mengizinkan Mei Zhiyi tinggal setengah hari saja.

Setelah malam harus pulang ke Istana Zhaoyang dan tidak boleh terlambat. Dia sendiri kemudian pergi dari Istana Fengyi dengan wajah tidak senang.

“Kemari. Bantu aku melihat sketsa gambarku.”

Ruangan bagian dalam Istana Fengyi barulah ruang penelitian mekanisme yang sesungguhnya. Di sana ada lebih banyak sketsa dan peralatan. Mei Zhiyi sampai mengira kalau ini bukanlah sebuah istana, melainkan sebuah pabrik pembuatan peralatan.

“Tidak usah merasa canggung. Terakhir kali saat kau menolong Kaisar, aku tidak sempat bicara panjang lebar denganmu. Jadi, izinkan aku memperkenalkan diriku sekali lagi secara resmi padamu. Namaku Feng Yuzhen. Kaisar suka memanggilku A Zhen. Kalau kau mau, kau juga bisa memanggilku A Zhen.”

Keramahan itu malah membuat Mei Zhiyi semakin canggung. Di sini, perbedaan status sangat jelas.

Feng Yuzhen adalah selir, sedangkan dirinya adalah pelayan. Rasanya tidak nyaman jika berinteraksi seakrab itu seperti pada seorang teman.

“Tidak perlu sungkan. Aku bukan bagian dari orang-orang di Istana Dalam. Aku di sini untuk menjadi pedang bagi Kaisar. Kau pasti tahu, kan? Aku rasa Kaisar sudah bercerita sedikit tentangku padamu.”

“Selir Feng, kenapa kau mau menjadi pedang dan penghalang Kaisar?”

“Itu ya… ah, sebenarnya ini ada kaitannya dengan masa lalu kami. Aku menyelamatkannya dan dia menyelamatkanku. Mau mendengar sebuah kisah?”

“Jika Selir Feng berkenan, aku akan mendengarkan.”

Feng Yuzhen lalu mengajak Mei Zhiyi duduk di kursi sofa. Sepertinya tidak ada masalah menceritakan kisah mereka pada Mei Zhiyi.

Mei Zhiyi adalah orangnya Liu Yan dan Liu Yan sepertinya sangat memperhatikannya. Jika bertambah lagi satu orang yang tahu, maka bertambah lagi satu orang yang ingat bahwa jalan takhta Liu Yan tidaklah semudah yang kelihatan.

“Kau penasaran kenapa aku bersedia menjadi tameng bagi Kaisar dan menjadi selirnya?”

Mei Zhiyi mengangguk. Pasti ada kisah tersembunyi di balik Liu Yan dan Feng Yuzhen. Hubungan mereka bukan seperti kekasih yang saling mencintai.

Itu lebih seperti hubungan antara dua orang yang saling bergantung dalam hidup dan mati. Jika bisa mendengar sedikit, mungkin dia bisa mulai memahami Liu Yan dan asal-usul kebenciannya.

“Aku bukan orang Daqi. Nama asliku Nanhe Feng Li. Aku adalah putri yang dikirim ke Daqi untuk dijadikan sandera.”

Mei Zhiyi terdiam. “Nanhe… kau berasal dari Nanyu?”

“Ya. Aku putri ketiga Kekaisaran Nanyu. Mei Zhiyi, aku tahu kau punya banyak pertanyaan tapi tidak berani menanyakannya pada Kaisar. Jadi, biar aku yang menjawab semua pertanyaanmu.”

Bagaimana bisa Feng Yuzhen mengetahui hal yang tersembunyi dalam hati Mei Zhiyi?

Dia enggan menukar informasi dari sistem karena tidak mau mengorbankan poinnya. Tapi, bantuan malah datang tiba-tiba.

Jika dia bisa mendengar kisah masa lalu dari Feng Yuzhen, bukankah dia tidak perlu mengorbankan poinnya?

Ini benar-benar kesempatan bagus. Dia sangat menantikannya!

“Sepuluh tahun lalu aku datang ke Daqi memenuhi perjanjian. Kala itu, Nanyu kalah perang dan mengajukan permohonan damai. Kaisar setuju, tapi dia punya syarat. Orang yang harus menjadi sandera di Daqi adalah aku, tidak boleh orang lain.”

“Kenapa?”

Menurut logika Mei Zhiyi, seharusnya Kaisar Nanyu mengirimkan seseorang yang lebih penting dari seorang putri. Tapi, kenapa Liu Yan sendiri malah meminta Feng Yuzhen yang menjadi sandera?

Sebagai sandera, bukankah Feng Yuzhen seharusnya tidak menerima perlakuan yang begitu istimewa dari Liu Yan?

“Karena kami sudah saling mengenal jauh sebelum Nanyu mengajukan permohonan damai pada Daqi.”

Binar cerah di mata Feng Yuzhen perlahan meredup. Ada ingatan yang tidak bisa dilupakan meski tidak lagi terasa sakit, ada kisah yang tidak dapat dikubur meski waktu sudah berlalu cukup lama. Mungkin karena tidak lagi merasakan sakitnya, dia bisa mengingat semua itu dengan jelas.

“Mei Zhiyi, apakah kau tahu kalau Kaisar pernah menjadi sandera di Nanyu?”

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!