Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.
Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Bulan purnama tampak menggantung gagah di langit. Keadaan hutan tampak tenang.
Akan tetapi, di balik kesunyian itu, Luc tengah berkutat dengan beberapa kode di layar.
Luc mengembus napas panjang, melirik beberapa robot di samping kiri, kanan, dan belakangnya. "Ini sudah sangat larut. Aku sebaiknya beristirahat dan mempercayakan pada robot. Aku memiliki banyak agenda yang harus aku selesaikan besok."
Kursi yang ditempati Luc bergeser ke arah kasur. Luc berbaring di ranjang, memejamkan mata. Hanya dalam waktu singkat, pria itu terlelap.
Para robot terus bekerja sesuai perintah. Layar-layar menunjukkan beragam keadaan lokasi-lokasi yang berbeda di mana salah satunya menunjukkan keadaan hutan dan pulau.
Para robot tampak hilir mudik di sekitar pantai, hutan, dan udara. Mereka melakukan pemindaian secara menyeluruh ke setiap bagian dan sudut.
Awan hitam mulai bergerak, menggulung bulan dan bintang-bintang. Seiring waktu yang semakin larut dan udara yang dingin, pasukan Galata muncul dari sebuah portal, bergerak ke lokasi keberadaan Luc.
Sebuah robot segera mengirim informasi kemunculan Galata pada robot lain. Informasi itu saling terhubung hingga muncul di layar utama. Suara alarm seketika berbunyi keras.
Luc sontak tersadar, bergerak ke arah layar. "Apa yang terjadi?"
Luc terkejut saat melihat sebuah portal muncul di langit. Beberapa orang lantas menyebar ke sekeliling.
"Galata muncul di dekat pulau. Mereka... ingin menangkapku?"
Luc segera mengaktifkan mode darurat, mengirimkan pesan pada Graham. Para robot penjaga segera berkumpul ke arah lokasi setelah memasang perangkat.
"Sial!" Luc tampak tegang dan senang di saat bersamaan. “Ini adalah waktu berbahaya sekaligus kesempatanku untuk tahu informasi dan merebut sistem Galata."
Luc menekan sebuah tombol. Sebuah lubang seketika menariknya ke bawah. Beberapa robot seketika mengikutinya.
Luc memasuki sebuah pesawat kecil, menghidupkan mesin, menyiapkan peralatan. "Aku penasaran bagaimana Galata bisa menemukanku, padahal aku sudah melakukan semua ini dengan sebaik mungkin."
Pesawat mulai hidup, bersiap untuk meluncur. Di waktu yang sama, beberapa robot mulai menarik semua peralatan di ruangan.
"Ada dua kemungkinan yang terjadi. Mereka memiliki alat yang bisa mendeteksi keberadaanku melalui barang-barangku yang dimiliki oleh UltraTech, atau mereka memiliki seseorang berkemampuan khusus."
"Menurut informasi yang aku dapatkan, Galata menyekap semua orang berkemampuan khusus dan melakukan pembaharuan pada mereka. Jika mereka menerjunkan orang-orang berkemampuan khusus itu, maka ini akan berbahaya."
Pesawat meluncur sangat cepat di lorong, memasuki laut, bergerak secepat mungkin. Luc menggunakan mode kamuflase, mengawasi keadaan hutan melalui layar.
Anggota Galata tiba di pulau, bergerak cepat ke sekeliling. Beberapa di antara mereka terkena jebakan hingga nyaris terjatuh. Para robot mulai melakukan perlawanan meski akhirnya kalah dari pasukan robot Galata.
"Periksa semua sudut pulau ini dengan seteliti mungkin! Pastikan kalian berhati-hati! Luc bukanlah musuh yang mudah dikalahkan!” perintah pemimpin pasukan.
Para anggota melakukan pemindai menyeluruh sembari terus bergerak.
Si pemimpin pasukan mengamati laut di sekeliling pulau, beralih pada sebuah robot hancur di tangannya. "Robot ini hanya versi lemah dari robot pasukanku. Meski begitu, aku merasa jika Luc sudah tahu kemunculanku dan pasukanku."
Si pemimpin pasukan memasukkan pecahan robot ke dalam tabung kaca, bergerak cepat menuju sebuah bangunan di antara kungkungan pepohonan.
Pasukan Galata terus bergerak hingga akhirnya menemukan tempat persembunyian. Saat memasuki lorong, sebuah gelombang mendadak muncul. Beberapa robot seketika terjatuh ke lantai, mendadak mati.
"Sial! Gelombang itu merusak para robot dan juga alat-alat." Si pemimpin mendengkus kesal ketika sarung tangan dan pistolnya tidak berfungsi. "Sesuai dengan kabar yang beredar, pria bernama Luc memang luar biasa."
Sebuah notifikasi mendadak muncul.
"Sebuah sinyal tertangkap di sekitar laut, terus bergerak menjauh dari pulau." Si pemimpin berambut botak tersenyum. "Dia
melarikan diri melalui jalur laut."
Pemimpin pasukan melirik seorang wanita di sampingnya. "Apakah kemampuanmu sudah bisa digunakan sekarang?"
"Aku masih memiliki waktu satu jam sebelum aku bisa menggunakan kemampuanku kembali. Meski kemampuan ini sudah diperbaharui, tetapi tetap masih ada batasan mengingat aku adalah manusia."
"Baiklah, aku mengerti."
Setengah pasukan Galata bergerak sangat cepat menuju tempat munculnya sinyal, dan sisanya tetap berjaga di pulau untuk mendapatkan petunjuk.
Di waktu yang sama, Graham tengah bersembunyi di bawah ruangan saat pasukan Galata mulai memasuki bangunan. Ia mengamati keadaan melalui layar di sebuah robot.
"Aku hanya harus bertahan di tempat ini selama beberapa waktu sampai proses penyalinan selesai. Jika rencanaku berhasil, aku bisa mendapatkan akses untuk masuk ke markas Galata," gumam Graham.
"Tak lama setelah aku mendapatkan pesan dari Luc, pasukan Galata muncul dar sebuah portal. Aku tidak tahu pasti bagaimana mereka menemukan keberadaanku di sini, tetapi sepertinya mereka memiliki alat atau mungkin seseorang yang bisa mencari keberadaan seseorang melalui barang-barang kepunyaanku."
Graham mengamati progres penyalinan yang masih berada di tahap tujuh pulih persen. Saat akan mengetik, sebuah serangan muncul dari atas secara tiba-tiba.
Sebuah pelindung berhasil menahan serangan. Perisai melingkupi sekeliling Graham.
"Mereka berhasil menemukan keberadaanku. Bagaimana bisa?" Graham tersenyum, segera bergerak menjauh dengan menaiki sebuah robot. Beberapa robot kecil bergerak mengikutinya di samping dan belakang.
Graham bergerak melewati para anggota Galata, mengamati progres penyalinan.
"Graham pergi menuju arah selatan!" teriak seorang pria sembari menuju Graham. "Dia akan keluar dari bangunan ini!"
Para anggota Galata segera bergerak sesuai perintah, mengeluarkan serangan kuat.
"Aku sudah memakai mode kamuflase level maksimal, tetapi mereka berhasil mengetahui posisiku. Sesuai dugaan, alat-alat mereka sangat canggih."
"Tunggu!" Graham bergerak sembari menghindari serangan. Posisinya terungkap selama beberapa waktu. Pelindung terus aktif melindunginya. "Pria itu ... kemungkinan adalah pria yang memiliki kemampuan khusus."
"Jadi, Galata sudah menerjunkan mereka sekarang. Ini berbahaya."
Graham berhasil keluar dari bangunan, bergerak menuju langit. Sialnya, pasukan Galata terus mengejarnya sembari menyerang.
Graham terpaksa berlari menuju laut. "Meski terkesan berbahaya, tetapi aku sangat terbantu sebab progres penyalinan berjalan lebih cepat sebab Galata berada di dekatku. Aku berharap mereka tidak tahu apa yang sedang aku lakukan.”
"Apa?" Graham tersenyum saat proses penyalin gagal saat mencapai sembilan puluh persen dan terus berkurang seiring waktu. "Aku ketahuan."
Graham bergerak semakin cepat, begitu pun dengan pasukan Galata. Pasukan menghimpun kekuatan sebelum akhirnya melesatkan serangan dalam radius besar.
Dalam waktu yang bersamaan, Luc dan Graham membuka portal menuju sebuah tempat sesaat sebelum ledakan terjadi.
Draco tengah mengamati pertarungan di layar. Rasa kesalnya hilang saat seorang bawahannya memberikan kabar.
Draco tersenyum, mengamati foto beberapa orang. "Jadi, kalian adalah orang-orang yang menjadi penghalang rencanaku. Aku akan menyeret kalian dan menghancurkan kalian.”
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍