Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.
Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.
Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 05
Rudy mengali informasi terkait era dunia pada tahun 220 Masehi. Ia menggali sangat dalam, termasuk tragedi dunia, pandemi dan peperangan. Ia juga mempelajari tata bahasa dan prilaku manusia.
Dengan bantuan Orion, dia mendapatkan banyak informasi terkait sejarah dan peradaban masa perang pada tahun 220.
"Hmm, empat kerajaan Eropa. Romana, Alden, Andorra, dan Parthia. Lalu, tragedi kerajaan di Asia, runtuhnya Dinasti Han dan menciptakan 3 Kekaisaran baru yang di sebut Three Kingdom."
"Ini jauh lebih berbahaya, ternyata sudah dari dulu manusia berperang. Dan ini terus mengakar sampai ke masa depan."
Ia terus mengalir informasi, melihat video dokumenter, dan penjelasan dari seorang ahli. Lalu, ia mulai tertarik saat melihat video demontrasi perang para era itu.
"Gila, cara berperang mereka sungguh barbar. Sayang sekali aku tidak pernah belajar sejarah, dan aku baru tau, ternyata ada cara berperang seperti ini."
"Hmm"
Rudy menghela nafas, lalu ia minum segelas air.
"Pedang dan tombak, lalu panah, semuanya terbuat dari logam biasa. Tidak ada radiasi maupun ledakan bom. Bahkan belum ada plasma atau pun teknologi AI seperti Orion. Sepertinya ini adalah keuntungan ku untuk merubah dunia."
[Dengan kekuatan Orion yang sekarang, prediksi keberhasilan untuk menguasai dunia adalah 99.9%. Sedikit sentuhan teknologi yang di berikan pada era tahun 220, bisa menimbulkan efek yang luar biasa dalam perubahan jaman]
"Haish, siapa juga yang mau menguasai Dunia. Aku butuh perubahan masa depan, bukan tirani penghancur dunia."
Rudy pun duduk sambil melihat Bumi disana. Ia juga penasaran, apa yang ada di bawah sana.
"Terakhir aku hanya melihat melalui Video. Penampakan bumi berwarna merah terang, seakan berada di dalam neraka. Tapi melihat bumi yang seperti ini, aku jadi penasaran, apa benar air laut itu rasanya asin.? atau udara lebih segar dari kolonial.?"
"Hm, aku harus menentukan tempat mendaratku dulu. Orion, aku ingin turun ke bumi, apa saranmu.?"
[Bumi saat ini tidak memiliki titik pusat komunikasi, dengan jarak ratusan ribu km, sangat sulit mendeteksi sinyal dari kapal induk ke bumi. Komando harus melepaskan satelit buatan sebagai alat transfer data. Lalu, melihat peradaban teknologi saat ini, Orion memberikan saran untuk mendarat di pegunungan untuk menghindari kecurigaan orang-orang]
"Ehm, oke. Satelit kah.? sudah lama aku tidak menggunakan satelit saat perang. Orion, luncurkan satelit ke bumi."
[Confirm. Satelit Helios Type RU-99 di luncurkan]
Wong. WOSSH. satu satelit meluncur di atas atmosfer dan mengikuti pergerakan Bumi. Lalu, Satelit itu terpecah menjadi 200 bagian dan mengelilingi Bumi.
[Satelit Helios siap di gunakan. Mendeteksi sinyal, Confirm. Mendeteksi jalur komunikasi, Confirm. Status perintah komando aktif. Orion sudah terhubung dengan Helios]
"Oke, lalu, apa aku harus pakai pesawat perang untuk turun kesana.? atau kapal penyelamat aja ya.? Hmm, melihat kondisi era ini, teknologi belum ada sama sekali. Industri persenjataan dan manufaktur juga belum ada. Sepertinya aku harus pakai kapal Atlas, dengan kapal itu aku bisa bertahan hidup disana."
"Orion, siapkan kapal Atlas. Lengkapi persenjataan dan robot industri di dalamnya. lalu, bawa 5 Axiom di dalamnya sebagai penjaga ku."
[Confirm. Persiapan di mulai dan selesai dalam waktu 5 menit]
"Oke, jadi dimana aku harus mendarat.? Orion, lakukan scan seluruh Bumi, aku ingin melihat daratan dan pemukiman yang ada sekarang."
[Confirm]
WOONG. Satelit Helios melakukan scan dan pemotretan Bumi. Bahkan satelit itu mampu merekam video secara langsung dengan sangat jelas.
SING. Sebuah layar monitor besar di depan Rudy, di penuhi oleh gambar scan Bumi. Bahkan hasil scan itu sangat akurat, melihatkan data jumlah penduduk dan luas pemukiman.
"Gila, satu kerajaan bisa di huni oleh puluhan juta manusia. itu seperti melihat 50 kolonial dengan teknologi tercanggih dalam satu wilayah."
"Hmm, tapi memang, Bumi ini luas, cikal bakal teknologi kolonial masa depan. Semuanya berasal dari sana. Orion, menurut mu, dimana aku harus mendarat.?"
[Melihat posisi geografis yang strategis. Dan melihat kemajuan era jaman ini, aku menyarankan untuk mendarat di bagian teritori Kekaisaran Romana. Opsi keduanya, jika komando menginginkan bahan alam yang melimpah, bisa mendarat di teritori Kekaisaran Andorra]
"Ehm, tujuanku adalah mencegah tragedi kelam masa depan. Harusnya aku mulai dengan pemukiman ku sendiri, mendirikan desa dan mengajak orang-orang bergabung disana. Dengan teknologi yang aku punya, seharusnya aku seperti seorang dewa. Tapi aku tidak ingin membangun persepsi seperti itu."
Rudy pun mengeser peta dan melihat teritori Kekaisaran Andorra, ia melihat data statistik alam dan menemukan banyak bahan emas, tembaga, logam, dan masih banyak yang lainnya.
"Mungkin disini pilihanku. Untuk membangun pemukiman sampai menjadi sebuah kota, aku butuh bahan mentah dari bumi untuk di jadikan manufaktur industri."
"Oke, Orion, sudah aku putuskan. Aku akan berangkat sekarang."
[Persiapan kapal Atlas sudah selesai, komando tinggal memberikan perintah. Orion sudah terhubung dengan Atlas dan Helios. Untuk tetap terhubung dengan Orion, disarankan komando menanamkan Chip di tubuh]
"Apa.?"
"Hmm, oke, Orion lakukan sekarang."
[Confirm]
WUNG. Rudy pun masuk kedalam kapsul, lalu sebuah suntikan kecil di lakukan di bahunya. Sebuah chip berukuran nanometer di tanam di bahunya. Chip itu digunakan untuk memberikan perintah secara langsung kepada Orion apabila komando berada di luar kapal induk.
[Proses penanaman Chip berhasil. Komando bisa memberikan perintah dari luar kapal induk.]
"Baiklah, saatnya turun ke bumi."
....
Istana Andorra.
Pada malam hari, terlihat Rachel sedang merenung di balkon kamarnya sambil melihat ke atas langit.
"Yang Mulia, anda harus istirahat." kata Mona.
"Ya aku tau, tunggu sebentar"
"Hm" sahut Mona sambil menghampiri Rachel yang sedang melamun.
"Yang Mulia, apa anda sedang memikirkan kejadian hari ini.? aku rasa permintaan Duke Brian mengadakan pesta hanya siasat nya saja."
"Sudahlah, aku sudah menyetujuinya."
"Tapi Yang Mulia, bukankah anda ingin menghindari pertemuan para bangsawan.? Apalagi anda sedang di jodohkan dengan tuan muda dari keluarga Duke Harrington."
"Apapun yang terjadi besok, aku hanya berharap tidak ada rumor buruk." sahut Rachel dengan santai
"Maaf Yang Mulia, kenapa anda tidak ingin menikah dengan keluarga Duke.? bukankah keluarga Harrington adalah keluarga paling berpengaruh di seluruh Kekaisaran.? Itu akan menjadi dukungan penuh atas kekuasaan Yang Mulia Ratu."
"Entahlah."
Mona pun merasakan perasaan Rachel yang hampa.
"Hm, baik Yang Mulia. Kalau begitu, saya pamit undur diri."
Mona pun langsung pergi dari sana, dan Rachel tidak memberikan respon apapun. ia tetap merenung sambil melihat ke atas langit. Lalu, ia berbisik sendiri.
"Jika memang menikah hanya sebagai alat transaksi kekuasaan, untuk apa menikah.?"
"Aku harap ada satu bintang jatuh dari atas langit dan memberikan cahaya baru bagi Kekaisaran."
Tiba-tiba, ia melihat cahaya dari atas langit yang turun ke bumi.
"Ha.?" ia terkejut melihatnya
"Apa itu bintang jatuh.? Jangan-jangan harapanku di kabulkan oleh langit."
Rachel melihat cahaya itu tanpa berkedip sama sekali, bahkan ia melihat dimana cahaya itu jatuh.
....