Seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang sudah sangat bosan dengan kehidupannya saat ini tiba-tiba saja tertarik masuk ke dunia lain.
Saat dia sudah berada di dunia lain itu, dia melihat ada empat raja iblis yang sudah berdiri di depannya.
Disaat dirinya masih kaget dan bingung dengan apa yang terjadi, keempat raja iblis itu meminta gadis tersebut untuk menjadi Wanita Bintang Pijar mereka.
Dan tanpa berpikir panjang, wanita tersebut pun langsung menerima permintaan dari raja iblis yang baru saja dia temui itu.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah petualangan wanita itu dengan keempat raja iblisnya?
Jika kalian penasaran, maka ayo ikuti kisah Zeena yang tertarik masuk ke dunia lain, dan langsung menjadi wanita dari keempat raja iblis sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 10. Panah Demon
Zeena tersenyum bahagia melihat kedua raja iblisnya yang memuji dirinya dan terlihat bangga karena dia telah berhasil.
Berhasil di percobaan ketiga, juga mendapatkan pujian adalah hal yang begitu membuat Zeena merasa senang sekarang.
"Ayo lanjut ke latihan selanjutnya!" seru Zeena yang benar-benar sangat bersemangat saat ini, dia merasa api semangat di dalam tubuhnya sedang membara karena keberhasilannya tadi.
"Aku senang jika kamu menjadi sangat bersemangat seperti ini Zeena, kalau begitu langsung saja kita lanjutkan latihannya," ucap Hans, dan Zeena langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Kini Hans dan Belzuse berjalan menuju kebagian peralatan dan senjata sihir, Zeena pun segera mengikuti mereka berdua.
Saat sudah berdiri tepat di depan peralatan sihir dan juga senjata sihir yang banyak itu, Hans dan Belzuse pun menghentikan langkahnya.
"Sekarang pilihlah senjata atau alat bertarung mu Zeena!" seru Belzuse yang mempersilahkan Zeena untuk memilih, namun Zeena malah terdiam dengan wajah bingungnya.
"Untuk apa aku memerlukan alat dan senjata ini? Bukankah aku bisa menggunakan kekuatan sihir tanpa ini semua?" tanya Zeena yang bingung.
"Seorang petarung yang sempurna adalah petarung yang menyediakan banyak cadangan senjata sebelum akhirnya dia pergi ke medan perang. Zeena, adakalanya kamu tidak dapat menggunakan energi sihir mu, mungkin karena situasi, atau areanya yang memang sama sekali tidak bisa untuk menggunakan sihir, maka disaat itulah alat dan senjata ini dapat digunakan," jawab Hans menjelaskan.
"Selain itu memasukkan energi sihir ke dalam senjata yang kita miliki dapat meningkatkan kekuatan serangnya, senjata dan peralatan sihir juga dapat meningkatkan kekuatan yang kamu keluarkan dua kali lipat," sahut Belzuse.
Mendengar hal itu Zeena kembali takjub, ternyata memiliki senjata atau peralatan sihir adalah hal yang sangat menguntungkan.
"Baiklah kalau begitu!" Zeena berseru dengan suara yang besar, lalu kemudian dia melihat setiap senjata dan peralatan sihir yang ada di depannya.
Begitu banyak pilihan sehingga membuat Zeena sedikit bingung, Zeena yang bingung itu pun memutuskan untuk meminta pendapat dari Hans dan juga Belzuse.
Belzuse menyarankan agar Zeena memilih tombak permata, permata di tombak itu dapat menyimpan energi sihir, jadi jika sewaktu-waktu Zeena tidak dapat mengeluarkan kekuatan sihirnya, maka tombak itu tetap dapat digunakan dan tetap dapat mengeluarkan sihir.
Tombak permata juga memiliki badan yang cukup panjang, dan sesuai dengan tinggi tubuh Zeena, tombak itu pun ringan sehingga muda untuk diayunkan.
Sementara Hans menyarankan agar Zeena memilih tongkat cahaya, karena yang Hans tau Zeena tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan pedang ataupun tombak.
Satu-satunya hal yang Zeena kuasai adalah sihir, dan dengan tombak cahaya itu maka Zeena tidak perlu berlatih lagi untuk menggunakan alat tersebut, sumber kekuatan dari tongkat cahaya itu juga berasal dari cahaya dan bukan mana.
Jadi ketika Zeena terjebak di dalam area yang tidak dapat menggunakan sihir, maka Zeena bisa menggunakan tongkat cahaya tersebut.
Tombak permata dan tongkat cahaya, dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Kedua senjata itu juga cocok dengan gaya bertarung Zeena, yaitu jarak jauh. Jadi memilih diantara kedua senjata dan alat itu adalah keputusan yang baik.
"Baiklah aku sudah memutuskannya!!" ucap Zeena dengan suara yang cukup berteriak dan secara tiba-tiba.
Setelah mengangetkan Hans dan Belzuse dengan suaranya, Zeena kembali mengangetkan mereka berdua dengan keputusan yang akhirnya dia ambil.
Bukan tombak permata, dan juga bukan tongkat cahaya yang Zeena pilih, melainkan sebuah panah berwarna merah dan hitam yang selaras dengan warna kalungnya.
"K–kamu yakin? Kami bahkan tidak merekomendasikan itu," ucap Belzuse yang kaget dan sangat tidak habis pikir dengan keputusan yang Zeena ambil itu.
"Kenapa? Panah itu sangat cantik dan menawan! Membayangkan diriku yang menggunakannya saja sudah benar-benar keren!" balas Zeena dengan senyumnya.
"Tapi kamu harus memiliki pengendalian yang luar biasa Zeena. Itu panah demon, untuk menggunakannya kamu memerlukan anak panah yang dibuat dari elemen kegelapan, dan kamu tau?" jelas Belzuse dan kemudian bertanya di akhir kalimatnya, dia berhenti menjelaskan karena Zeena langsung menggelengkan kepalanya.
"Elemen kegelapan dan juga cahaya adalah elemen yang paling sulit untuk dikendalikan, terlebih lagi elemen kegelapan, jika kamu tidak dapat mengendalikannya, maka kamu akan dilahap oleh elemen itu, dan elemen itulah yang akhirnya mengendalikan mu!" lanjut Belzuse.
"Benar Zeena! Dengan memilih panah demon, maka kamu juga telah memutuskan bahwa elemen kegelapan adalah elemen utama dalam dirimu," sahut Hans.
"Yasudah tidak apa-apa!" Dari sekian panjangnya penjelasan yang diberikan oleh Belzuse, dan juga Hans tentang seberapa menakutkannya panah itu, Zeena malah meresponnya dengan santai.
"Aku tetap memilih panah demon ini, aku menyukainya, dan aku merasa kalau panah ini seolah-olah juga menyukaiku," lanjut Zeena yang masih bersikeras dengan keputusannya.
Hans dan Belzuse kembali memberikan Zeena penjelasan dan juga nasihat, karena menurut mereka berdua panah demon adalah monster yang benar-benar mengerikan.
Mereka tidak bermaksud untuk meremehkan kemampuan Zeena, namun mereka hanya khawatir karena Zeena belum punya pengalaman ataupun latihan khusus dalam menggunakan elemen kegelapan itu.
Tapi setelah beberapa saat Hans dan Belzuse membujuk Zeena untuk memilih senjata atau alat yang lain, Zeena tetap masih kukuh dengan pilihannya. Jadi akhirnya dengan sangat terpaksa Hans, dan Belzuse mengizinkan Zeena untuk memilih panah demon tersebut.
"Terima kasih!" seru Zeena yang kegirangan, tanpa sadar dia pun memeluk kedua raja iblisnya itu, membuat pipi Hans dan Belzuse seketika saja menjadi merah.
"Baiklah selanjutnya bagaimana?" tanya Zeena sembari melepaskan pelukannya.
"I–itu, sekarang kamu harus membuat anak panahnya terlebih dahulu," jawab Hans sedikit gugup karena masih malu setelah dipeluk oleh Zeena tadi.
"Oke ayo kita lakukan!" balas Zeena lagi yang sangat bersemangat, sementara Hans dan Belzuse masih sedikit linglung karena pelukan yang Zeena berikan tadi.
"Pelukan pertama setelah 500 tahun," gumam Hans dan Belzuse berbarengan dengan suara yang lirih dan amat pelan.
"Curang!"
Tiba-tiba saja terdengar suara di udara, membuat Hans dan Belzuse langsung kaget saat mendengarnya.
Mereka berdua pun saling menatap satu sama lain, "Itu Astra?" gumam Hans dan Belzuse yang lagi-lagi berbarengan, dan mereka pun juga menjawabnya dengan anggukan yang dilakukan berbarengan.
"Kalian berdua curang!"
Suara milik Astra itu kembali muncul di udara, membuat Hans dan Belzuse menjadi semakin panik.
"Aku akan memberitahukan hal ini kepada Ferre, dan setelah itu habislah kalian berdua!"
Ucap Astra lagi dan kemudian suaranya benar-benar menghilang, "Habislah kita!" lirih Hans dan Belzuse pun mengangguk.
"Kalian kenapa diam saja?" Kali ini suara Zeena yang mengangetkan Hans dan juga Belzuse, mereka berdua yang sedari tadi linglung pun langsung menyadari bahwa Zeena sudah berjalan jauh di depan mereka.
"Ahh maaf!" ucap Hans dan Belzuse, lalu kemudian mereka segera menyusul Zeena.
bersiaplah menghadapi penjahat yg sebenarnya Zeena 😁