'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'
Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.
Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.
Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.
Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?
..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.
Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin mengungkapkan lagi
Zafran mengajak Zahra dan Elio untuk makan bersama di restoran seruni. Tidak lupa Tomi juga ikut serta. Akhir-akhir ini Tomi sedang gencar mendekati Zafirah. Sejak pertemuaan pertama mereka dulu, ia sudah tertarik dengan perempuan yang jarang tersenyum itu.
Beberapa kali ia bertanya tentang Zafirah pada Zahra. Dan Zahra hanya memberitahukan sedikit informasi saja karena ia tidak mau dianggap lancang sudah menceritakan tentang orang lain tanpa seizin orang tersebut.
Tomi juga dengan berani menunggu Zafirah pulang bekerja dan mengajaknya berkenalan. Karena Zafirah tau jika Tomi adalah rekan kerja Zahra, jadi ia menerima perkenalan itu.
Namun selebihnya Zafirah tidak menanggapi Tomi. Ia sering mengabaikan Tomi ketika mengajaknya keluar sekedar menonton film atau makan bersama.
Bahkan pertemuan terakhir mereka, Zafirah mengatakan tidak menyukai laki-laki. Jadi Tomi tidak perlu bersusah payah mendekati nya karena itu tidak berhasil.
'Aku tau sebenarnya kamu mau mendekati ku kan ? aku cuma mau bilang, dari pada kamu menghabiskan waktu kamu untuk mengejar ku yang tidak menyukai laki-laki, sebaiknya kamu mendekati perempuan lain yang mau menerima kamu. Maaf sekali, Tomi. Kamu orang baik. Dan aku tidak bisa mempermainkan perasaan kamu,' kata Zafirah malam itu ketika Tomi lagi-lagi menunggunya pulang kerja.
"Tuan, saya menunggu disini saja," kata Tomi saat mobil sudah berhenti di depan restoran.
"Kenapa tidak mau masuk ?" tanya Zafran. Pasalnya ia tau jika Tomi tengah berusaha mendekati Zafirah. Hal itu terbaca jika mereka makan bersama, Tomi lah yang paling antusias.
"Tidak, Tuan. Saya tidak lapar," jawab Tomi. Ia menghindari kontak mata dengan Zafran karena tidak mau Zafran mengetahui isi hatinya yang sedang kacau karena penolakan Zafirah dua hari yang lalu.
"Kamu sedang ada masalah ?" tebak Zafran. Ia sudah bisa membaca gerak-gerik Tomi yang sejak tadi menghindari pandangan nya.
"Tidak, Tuan. Saya baik-baik saja," balas Tomi mencoba membalas tatapan Zafran.
Zafran tersenyum kecil melihat sesuatu yang berbeda dalam tatapan mata Tomi. "Kita mengenal sudah sangat lama. Aku sudah menganggap kamu sebagai adikku sendiri. Bagaimana mungkin aku tidak tau jika kamu sedang banyak pikiran," ujar Zafran menepuk pundak Tomi.
Tomi menghela nafasnya kasar. Mencoba menyembunyikan kegundahannya dari Zahran rasanya sia-sia.
"Zafirah menolak saya, Tuan. Meskipun sebenarnya saya belum mengatakan apa-apa tapi dia sudah memberi peringatan," katanya tertunduk lesu.
Zafran tidak terkejut dengan apa yang Tomi katakan. Rasa kagum Tomi pada Zafirah memang tidak bisa disembunyikan. Namun ia juga bisa menangkap gerak Zafirah yang sama sekali tidak tertarik pada Tomi.
"Memangnya apa katanya ?" tanya Zafran. Biarlah ia habiskan sedikit waktu di dalam mobil bersama Tomi. Setidaknya agar Tomi mengeluarkan isi hatinya dan tidak terus menerus mengganjal. Di depan sana nampak Zahra menemani Elio bermain di playground yang disediakan oleh pihak hotel.
Tomi menceritakan apa saja yang dilakukan nya dalam mendekati Zafirah. Semua penolakan nya dan yang terakhir ucapan Zafirah yang masih membekas dihatinya.
"Dia sangat misterius. Sama seperti Zahra. Tapi Zahra sedikit lebih terbuka. Mungkin kamu bisa bicara dengannya sekali lagi. Kalau memang dia menolakmu lagi maka relakan saja. Berarti kalian tidak berjodoh," nasihat Zafran yang diangguki oleh Tomi.
"Jangan tampakkan wajah jelekmu itu. Nanti Zafirah kabur," goda Zafran. Hal itu membuat Tomi tersenyum. Dan juga beban di hatinya sedikit berkurang.
"Mungkin kita tertarik atau bisa mencintai seorang wanita dengan dalam. Lalu kita berharap perasaan yang sama dari wanita itu. Tapi sebenarnya, kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang. Ini masalah hati, tidak ada yang bisa mengerti selain pemiliknya sendiri. Dan lagi, kalau misalnya Zafirah menerima kamu karena terpaksa dan tidak ada cinta, apa kamu mau ? aku rasa hubungan seperti itu sangat melelahkan. Kamu akan berjuang sendiri," jelas Zafran sungguh bijak dan bisa masuk dalam hati Tomi.
"Baiklah, Tuan. Saya akan coba sekali lagi mendekati Zafirah dan saya akan mengungkapkan perasaannya saya. Tapi kalau Zafirah menolak lagi, itu bukan salahnya. Setidaknya dia tau kalau ada seseorang yang menyukai nya," kata Tomi optimis.
"Betul. Itu baru Tomi. Jangan karena kamu lama tidak punya pacar lalu kamu putus harapan saat pertama kali menyukai perempuan," kata Zahran dengan tawa agar membuat Tomi ikut tertawa.
Lalu keduanya turun dari mobil dan menuju ke tempat Elio dan Zahra.
"Apa ada masalah, Tuan ? kenapa baru keluar ?" tanya Zahra pada Zafran.
"Bukan masalah besar. Hanya Tomi yang sedang bingung dengan pikirannya sendiri," jawab Zafran.
"Pasti soal Zafirah ya ?" terka Zahra menatap Tomi dan Tomi mengangguk.
"Tom, ada sesuatu yang tidak kamu ketahui tentang Zafirah. Dia memang baik, tapi satu kejadian merubahnya menjadi sosok yang dingin. Coba kamu obrolin sama Zafirah. Kamu tanya baik-baik maunya apa. Aku yakin nanti dia akan cerita sama kamu. Dan saat kamu tau itu, nanti kamu bisa mengerti kenapa dia tidak mau menerima kamu," ujar Zahra seakan memberi petunjuk.
"Memangnya apa yang terjadi ?" tanya Tomi penasaran.
"Maaf, tapi aku tidak berhak mengatakan nya," balas Zahra tersenyum.
Setelah berbincang-bincang sebentar, akhirnya mereka memutuskan masuk dan menuju ke ruangan privat yang sebelumnya sudah di reservasi oleh Zahra.
"Apa Zafirah akan ikut makan dengan kita ?" tanya Zafran.
"Sepertinya iya, Tuan. Tapi mungkin dia agak terlambat karena harus menghabiskan jam kerjanya," balas Zahra.
Mereka mulai memesan makanan. Kebanyakan yang dipesan adalah makanan kesukaan Elio.
Semakin hari, sikap Elio pada Zahra semakin manja. Ia dengan terang-terangan mengatakan Zahra seperti mamanya dan berandai-andai jika Zahra benar-benar menjadi mamanya.
Zafran dan Tomi hanya menjadi penonton untuk semua celotehan antara Elio dan Zahra. Dan dari cara Zahra menyikapi Elio, semuanya nampak natural tanpa di buat-buat.
Tiga puluh kemudian makanan mereka telah datang bersamaan dengan Zafirah yang sudah mengenakan pakaian bebasnya.
"Elio, ini Tante Fira masakin khusus buat Elio. Ini juga ada dessert pasti Elio suka," kata Zafirah menunjukkan beberapa makanan yang tersaji diatas meja. Ia tidak menghiraukan tatapan yang lainnya.
"Wah, ini terlihat enak Tante" kata Elio tidak sabar ingin mencicipinya.
Sikap Zafirah kini lebih baik dalam menghadapi Elio tidak seperti saat awal bertemu yang memasang wajah tidak sukanya melihat kedekatan Elio dan Zahra.
Tomi merasakan dadanya berdebar keras. Zafirah begitu cantik menurutnya. Ia juga pandai memasak. Andaikan Zafirah menerimanya apalagi yang dicarinya.
"Fir, setelah ini aku mau bicara sesuatu sama kamu ya" kata Tomi pelan saat Zafran dan Zahra fokus pada Elio.
Zafirah menatap Tomi dengan tatapan tajam seperti biasanya. Tapi Tomi tidak merasa takut seperti sebelumnya. Malah ia tersenyum semakin lebar.
"Hem," balas Zafirah.
..
Othor minta tolong like dan kasih vote nya ya untuk dukung karya ini...🥰
penasaran siapa itu.. smngt up ny Thor
sempet kirain genre BL novelnya gegara cover ternyata bukan hehehe
Semangat thor 💪