- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 30 Razia (2)
"Alex, berhenti tertawa tunjukan ransel mu! " Sentak bu jelita sembari memperbaiki hijab berwarna Biru muda. Alex dengan santai mengambil ransel berwarna Abu-abu miliknya, lalu mengasihnya ke bu jelita. "Ini ada isinya kan?, " Tanya bu jelita tatapanya menajam kala melihat ransel alex. "Ya jelas dong, ada emang kaya si itu! " Alex menggestur dagunya ke arah irsyad, yang duduk di bangku barisan kedua.
Tangan, bu jelita langsung membuka ransel alex. Ia menggelengkan kepalanya mengeluarkan barang-barang, yang berada di dalam ransel tersebut. Ada buku paket 2 sesuai jadwal, ada buku tulis 2 dan tempat pensil. Dan satu hal yang membuat bu jelita tidak habis pikir oleh. Seorang alex yaitu sebuah benda panjang berwarna hitam yang mematikan, " Saya anak baik, pintar dan tertib kan bu? "Naris alex dengan bangga menepuk dadanya.
"Ya kamu, anak pintar.. Pintar buat ibu marah!," Cebik bu jelita membuat semua nya terkekeh. "Apaan ini ada, pistol memangnya kamu seorang polisi?, seorang TNI?, " Cibir bu jelita mengeluarkan pistol yang ada di ransel alex. Membuat alex garuk-garuk tengkuk, " Kan saya, lelaki bu lelaki itu harus. Siap siaga biar nanti ada jambret atau tidakan kriminal, Langsung dorr! " Sahut alex bangga membuat bu jelita mendengkus sebal, "habis kelas selesai, ke ruang bk! Kalau mau pistol. Ini kembali! " Cakap bu jelita sembari mengamankan pistol alex " Dewa, maju kamu! Bawa kan ranselmu! "
Membuat bahu, alex menjuntai kebawah ia melangkah ke arah bangkunya tadi. Lalu duduk disana dewa dengan bangga, menyerahkan ranselnya ke bu jelita. Bu jelita langsung memeriksanya, ia tersenyum lebar kala melihat ransel milik dewa. " Kamu, memang anak yang rajin pintar dan tertib. Selamat kamu ngga masuk ruang bk! " Bu jelit tersenyum lebar kala melihat. Barang-barang yang di bawa dewa adalah yang, sesuai peraturan sekolah. "Terimakasih bu! " Dewa menghampas bobot tubuhnya di mejanya, Sembari meledek ke arah alex yang bibir nya menjuntai dan irsyad. Yang mendengkus sebal,
"Anak-anak serahkan ransel, kalian yang belum!. " Suara bu jelita melengking di seluruh ruangan tersebut. Dengan tatapan tajam guru kiler tersebut,
Sementara itu, di kelas XI IPS tidak kalah, menakutkan semua wajah pias. Kala bu amel memeriksa Satu persatu, ransel mereka
"Bunga!, serahkan ransel kamu! " Ketus bu amel bunga, menganggukkan kepalanya, entahlah ia akan menjadi santapan oleh guru kilernya tersebut. Bu amel berkerut dahi saat mengangkat ransel Bunga yang berwarna putih tersebut, " Apaan ini isinya, barat sekali? "Tanya bu amel matanya, menatap tajam gadis cantik berkuncir kuda tersebut. " Yang, pasti bukan mantan ibu. Saya bawa ke sekolah ini! " Sahut bunga membuat semuanta terkekeh, Bu amel langsung menyapa mereka dengan mata elang nya. " Cukup!, tertawanya!... Kalian mending baris! " Perintah bu amel dengan suara penuh penekanan.
"Baik bu! "
Bu amel, membuka resleting ransel bunga matanya terbelalak melihat apa yang ada disana. Ia menumpahkan segala isinya, membuat semua mata tercengang melihat Benda berwarna merah muda kegemaran. Ipin bohong! Yang kegemaran para kaum Wanita,
Prtak!
Semua benda, tersebut berjatuhan di meja bu amel. Ia menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan anak murid nya yang nakal tersebut. Yang menunduk menatap lantai, "ck!, ck!.. Kamu bunga mau jualan atau Sekolah? " Tanya bu amel Sungguh membuat gendang telinga bunga. Ingin pecah karena suara jelek nyaa itu, bunga hanya menundukkan kepalanya " Se-kolah bu! " Lirihnya
"Habis ini, keruangan bk! " Bu amel melepas kacamata, " Selanjutnya sini! "
Silih berganti siswa-siswi, yang berada di kelas tersebut menyerahkan ranselnya. Lagi-lagi bu amel hanya menghela napas berat, melihat kelakuan murid ips yang membagongkan,
"Agatha, Make up kamu ibu sita!. Bukankah di Sekolah tidak di perbolehkan membawa alat make up! "
"Tapi bu? "
"Kalau, mau balik ambil keruangan bk! "
"Ibu! "
"Ilona, Pinter banget kamu ya baca novel 19+ ! Ibu sita! "
"Aahhh!, ibu belum selesai baca! "
"Silakan ambil keruangan bk! "
"Aura, kamu selamat! " Aura tersenyum manis, lalu duduk di tempatnya. Ilona berdecak sebal Novel yang ia baru saaj beli, di sita guru tersebut
" Okay, anak-anak perhatian!. Bagi Sudah melanggar aturan sekolah dan membawa barang-barang yang di larang di bawa kesekolah. Kalian Kumpul ke di lapangan karena guru bk sendiri yang akan, menghukum kalian, untuk barang-barang yang disita kalian bisa ambil ke ruang bk begitu hukuman selesai! " Jelas bu amel
"Baik bu! "Sahut mereka serempak
" Ibu harap, dengan adanya razia ini kalian bisa disiplin!. Sekian selamat tinggal! " Cakap bu amel sembari berlalu semua, berbongkok hormat kepada bu amel.
"Ahh!, novel gue disita! " Rengek ilona sembari menggoyang kan tangan Agatha, sang empunya tidak tinggal diam ia menjitak dahi gadis tersebut Takk!. Jitakan Agatha membuat ilona menggaduh kesakitan, menatap muka dendam ke agatha "lo itu, mesum bgt ya!. Baca begituan! " Cebik agatha
"Sakit agatha! " Kesalnya bibirnya menjuntai kebawah. " Rasain!, biar ngga konslet tuh otak lo! " Cibir agatha pedes
"Lo, mah pada masih mending lah gue? Lipstik guee!!. Baru gue beli totalnya seratus! " Rengek bunga sembari menggoyang lengan, Aura mereka semua terbelalak mendengarnya. "Apaa? Seratus? "
"Ya! "
"Ngapain njir lo beli? "Tanya agatha dengan raut penasaran bunga menyengir kuda, "mau jualan lah masa. Gue telen! " Cebik bunga
"Ck!, jualan mulu tuh otak ngga sekalian di jual! " celetuk Ilona
"Ih diem mulut, nanti gue jual! " Sarkas bunga
"Stop!, sesama anomali ngga usah berantem! "
"Agthaaaaa!! "