NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Harem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Sementara itu, di Sekte Iblis Langit yang berada di wilayah tandus, seorang pria bertubuh besar dengan sepasang tanduk di kepalanya menghantam kursi tempat ia duduk hingga retak dan hancur berkeping.

“Sial. Semua murid kita kirim ke konferensi pemburu iblis untuk mengacaukan malah mati, tidak satu pun kembali dengan selamat. Mereka benar benar bodoh,” geram pria itu dengan wajah dipenuhi amarah.

“Tenanglah, Zong Yuan. Mereka tidak sepenuhnya bodoh,” sahut sosok lain yang duduk di sampingnya. Matanya berwarna hitam pekat dengan pupil hijau menyala, sementara kedua tangannya dipenuhi sisik mengilap. “Menurut laporan mata mata kita di kota, para murid yang kita kirim berhasil membunuh hampir semua manusia yang menempuh jalan dewa.”sambung sosok di samping Zong Yuan yng duduk dengan tenang.

Zong Yuan mendengus keras. Amarah di wajahnya sedikit mereda, lalu ia menghela napas panjang.“Hahhh. Kau benar, Tian Jin. Setidaknya mereka menjalankan misi dengan cukup baik,” jawab Zong Yuan dengan suara berat.

“Hehehe, sepertinya ini mulai menarik,” sela seorang wanita yang duduk santai sambil meminum araknya. Pakaian terbuka memperlihatkan tubuhnya dengan jelas, dua tanduk melengkung menghiasi dahinya, rambut ungu gelap menjuntai ke punggung, dan tatapannya penuh godaan. “Sepertinya aku akan datang sendiri ke kota dan melihat keadaannya secara langsung.”

Tian Jin dan Zong Yuan menoleh bersamaan ke arahnya.

“Terserah kau saja, Chun Yu,” ucap Zong Yuan dingin. “Tapi jika ada sesuatu yang bisa mengancam sekte kita, hancurkan. Apa pun itu, tetap hancurkan.”

Chun Yu tersenyum tipis. Dalam sekejap, tubuhnya menghilang dari tempat duduknya tanpa jejak.

Zong Yuan dan Tian Jin saling bertatapan sesaat.kemudiaan Tian jin bangun dari tempat duduk nya dan berbalik arah“Zong Yuan, aku harus kembali ke tempatku. Ada beberapa hal yang perlu ku urus,” ujar Tian Jin.

Tanpa menunggu jawaban, Tian Jin menghilang, meninggalkan Zong Yuan sendirian. Ia menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap kosong ke depan.

Tiba tiba, dari arah depan muncul seseorang berjalan perlahan ke arahnya. Sosok itu mengenakan topeng wajah tersenyum, jubah hitam panjang, serta topi lebar. Kulitnya berwarna ungu dengan urat urat hitam pekat yang terlihat jelas.

“Sepertinya Ketua Zong Yuan sedang banyak pikiran, hehehehe,” ucapnya sambil tertawa seperti orang gila.

Zong Yuan mengangkat pandangan, menatap sosok itu dengan tajam.“Diam. Kenapa kau kemari?” tanyanya dengan nada tenang namun dingin.

Sosok bertopeng itu kembali tertawa, suaranya menggema dan menusuk telinga.“Hahahaha, baik baik. Aku tidak akan mengganggu lagi. Sekarang aku serius,” katanya, suaranya berubah berat. “Sepertinya kau sedang merencanakan sesuatu. Tapi ada satu hal yang perlu aku ingatkan. Jangan sentuh anak dari keluarga Han. Dia adalah buruan milikku,kalau kalian mengambil nya aku akan menghancurkan sekte kalian ini”

Begitu kalimat itu selesai diucapkan, tubuh sosok tersebut berubah menjadi kabut hitam dan menghilang dari hadapan Zong Yuan.

Zong Yuan tetap duduk diam. Ia tidak mengatakan apa apa, hanya menatap ke arah tempat sosok itu menghilang dengan ekspresinya yang sulit ditebak.

Sementara itu, Han Chuan dan Xue Lin berjalan santai di kota yang telah memasuki waktu malam. Suasana malam tampak ramai dan penuh kesibukan. Orang orang terlihat berkumpul untuk minum minum, para wanita penghibur berdiri di depan rumah bordil sambil menarik perhatian, dan para penjual makanan berjejer di sepanjang jalan.

Aroma makanan yang menggoda membuat mata Xue Lin berbinar. Air liurnya hampir menetes saat melihat manisan buah yang tersusun rapi di pinggir jalan.

Tidak mampu menahan diri, Xue Lin langsung berlari kecil ke arah penjual manisan. Han Chuan yang melihat tingkahnya seperti anak kecil hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala.

Begitu sampai di depan penjual, Xue Lin langsung mengambil lima tusuk manisan buah.

“Dia yang bayar ya,” ucapnya santai sambil menunjuk ke arah Han Chuan, lalu langsung berjalan pergi tanpa menunggu jawaban.

Han Chuan yang baru sampai menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi pasrah.“Lah, aku pula yang harus bayar,” gumamnya.

Ia mendekati penjual manisan. “Berapa harga manisan yang tadi dia ambil?”

“Lima koin perak, Tuan Muda,” jawab penjual manisan itu sopan.

Han Chuan mengeluarkan lima koin perak dari kantong ruangnya dan menyerahkannya, lalu segera menyusul Xue Lin yang sudah berjalan cukup jauh.

“Kau ini asal ambil saja,” ucap Han Chuan saat akhirnya sejajar dengannya, nada suaranya sedikit mengomel.

Xue Lin hanya tertawa kecil sambil menggigit manisan buahnya. “Sudah, ini buatmu satu.”

Tanpa peringatan, ia langsung menyodorkan satu tusuk manisan ke mulut Han Chuan hingga masuk begitu saja.

“Hei, tidak perlu memasukkan manisannya dengan paksa ke mulutku,” protes Han Chuan kesal sambil tersedak, namun tetap mengunyah manisan itu.

Xue Lin tidak memedulikannya dan terus berjalan sambil menikmati manisannya.

Han Chuan ikut berjalan sambil memakan manisan, pandangannya menyapu sekeliling menikmati suasana malam. Angin malam berhembus pelan menerpa wajahnya. Tanpa sengaja, matanya menangkap dua orang di sebuah lorong sempit yang terlihat mencurigakan dan sedang menatap sekeliling dengan tajam.

Wajah Han Chuan langsung berubah serius.Ia mendekat ke Xue Lin. “Xue Lin, kau pulang saja duluan. Aku baru ingat ada sesuatu yang harus kukerjakan.”

Xue Lin menoleh, hendak bertanya, namun belum sempat membuka mulut.

“Aku pergi dulu,” ucap Han Chuan cepat.

Tubuhnya langsung melesat menggunakan Teknik gerakan guntur menuju lorong tersebut. Kecepatannya membuat beberapa orang di jalan hanya bisa membelalakkan mata.

Xue Lin menatap kepergiannya, lalu mengangkat bahu. “Padahal aku mau minta beberapa koin perak lagi. Tapi sudahlah, aku masih punya.”

Belum selesai bergumam, aroma daging panggang tiba tiba tercium jelas. Matanya langsung berbinar. Ia berbalik arah, mengikuti aroma itu dengan langkah cepat, lalu duduk di sebuah lapak makanan dan memesan daging tanpa ragu.

Sementara itu, Han Chuan terus bergerak cepat mencari dua orang yang ia lihat sebelumnya.“Kemana mereka pergi?” gumamnya.

Ia melompat ke atas atap rumah rumah untuk mendapatkan pandangan lebih luas. Tubuhnya bergerak lincah dari satu atap ke atap lain, sementara kilatan petir biru sesekali menyambar di sekeliling tubuhnya saat ia melesat cepat.

Di sisi lain, dua orang yang dikejar Han Chuan sedang berada di dalam sebuah rumah. Seorang pria tergeletak tak bernyawa di lantai.

“Cepat pasang alat pemanggil iblisnya,” ucap salah satu dari mereka yang baru saja membunuh pria tersebut.

“Iya, iya. Sedikit lagi,” jawab rekannya sambil membentuk segel tangan. Energi hitam kemerahan berkumpul di sekelilingnya. Ia menggores telapak tangannya hingga darah mengalir, lalu memusatkan energi itu ke alat pemanggil yang telah dipasang. “Sudah siap. Tinggal menunggu beberapa saat sampai aktif.”

Ia bangkit dan menghampiri rekannya yang menunggu.

“Kalau sudah selesai, ayo kita bersenang senang. Kita ke rumah hiburan Rembulan Malam. Katanya di kota ini banyak wanita cantik berkumpul di sana,” ucap rekannya dengan senyum licik.

Keduanya pun meninggalkan rumah itu dan berjalan menuju rumah hiburan, tanpa menyadari bahwa seseorang tengah memburu jejak mereka dari balik gelapnya malam.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Lanjutkan beraksi
Nanik S
Memangnya Mie tidak panas
Nanik S
Teknik kupu kupu dan itu unik sekali
Nanik S
Gampang sekali Han Chuan membentuk tubuh Dewa
Nanik S
Mcnya harusnya dingin dan jangan sampai mudah dirayu cewek2 agar ceritanya bagus
Nanik S
Chen Yan... benang Qi yang menjadi Roh
Nanik S
Han Chuan... kenapa kejam sekali
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Tuntaskan Dendam Han Chuan.
Nanik S
Kupu kupu Monster Ya..
Nanik S
Han Chuan sangat Ceroboh
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Lanjutkan dan Gas Pooool
Nanik S
Dimakan Iblis Harimau...
Nanik S
God Joon
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!