Sekuel 'Harem Sang Penguasa'... sebaiknya baca itu dulu karena ini adalah kelanjutannya.
Dalam suatu organisasi yang dipanggil dengan sebutan Yakuza, Mafia jepang. Terlahirlah Yakuza paling termuda sepanjang sejarah yang bisa membuat gentar para musuhnya.
Evelyn yang bergender wanita setelah diculik saat kecil menyamar menjadi seorang laki-laki bernama Jepang Genkei Yamamoto. Dia menjadi pemuda paling ditakuti di organisasi tersebut. Hanya dengan mendengar namanya saja, para anggota Yakuza di pelosok Jepang akan bergetar ketakutan.
Dengan niat balas dendamnya kepada keluarga Lazarus, dia berganti nama lagi menjadi Kei Alejandro dan pergi dari Jepang untuk menuntut balas.
Akankah dendam yang diawali karena hasutan itu hilang atau dendam akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.12
Kei dibawa masuk ke dalam kediaman Lazarus, tatapannya melirik ke setiap sudut ruangan. Lukisan-lukisan super mahal tergantung rapi pada tempatnya masing-masing, marmer lantai pun terbuat dari marmer fagetti.
Jadi disini Ibuku dulu tinggal, tempat Ibuku dikhianati setelah puas mereka manfaatkan! Bahkan kata paman Vincent, Lazarus selalu mengancam Ibuku dengan keberadaan ku, padahal Ibuku sudah jujur tentang keberadaan ku sebelum menikah, tapi dengan kelicikan Lazarus keberadaanku malah dijadikan alat untuk mengancam Ibuku agar mau diceraikan dan Lazarus bisa kembali pada wanitanya! Brengsek kau Lazarus! Hanya demi kebahagiaanmu, kau sampai membunuh Ibuku hanya karena Ibuku tak ingin bercerai!
"Angela, sayang. Kami pulang." Tatapan Lazarus hanya tertuju pada istrinya, ia menghampiri Angela bahkan anak-anaknya yang sedang duduk di sofa sengaja ia lewati.
Angela berjalan cepat menghampiri Lazarus, sedangkan Callista berlari memeluk Sean. "Hiks, kak Sean pulang juga. Aku mencemaskan kakak."
Sean menunduk mengecup pipi adik perempuannya, "Wah, kaka gak tau loh kamu sayang kakak sampai begini."
"Tentu saja sayang, semua sayang kak Sean. Tuh, kak Louis aja biasanya cuek dan gak mau ikutan gabung sama kita dari tadi gigit kukunya terus. Itu tandanya dia lagi cemas, hihi... udah pasti mencemaskan kak Sean."
Louis hanya mengendikkan bahunya berpura-pura tak peduli.
Samantha menyikut lengan Louis, "Kamu sebenarnya yang paling cemas bukan? Bukankah kalau kak Sean kenapa-napa, nanti sasaran Daddy adalah kamu. Kamu bilang gak mau nerusin bisnis Daddy, haha..."
Angela menggeleng mendengar kelakar keempat anaknya, seketika tatapannya tertuju ke arah pemuda di samping Sean.
"Lazarus, siapa pemuda ini? Teman Sean?"
Lazarus merangkul bahu Kei, membawanya ke dekat Angela, "Dia penolong putra kita, namanya Kei dia juga teman kampus Sean."
Kei memberi hormat, "Halo Bibi... ah maaf. Halo nyonya, nama saya Kei."
"Penolong?"
Lazarus tersenyum senang, "Ya, dia memberikan kesaksian dan bukti yang menyatakan Sean sedang bersamanya saat kejadian. Jadi semua kecurigaan pada putra kita telah dihilangkan, kini status Sean hanya sebagai saksi."
Semua orang yang mendengarnya berteriak senang, "Yeaaaahhhhh."
Callista melepaskan pelukannya pada kakaknya Sean, dia dengan bersemangat menghampiri Kei, "Wah... lihat Mommy. Matanya kakak ini indah, dia lebih tampan dari Kak Sean dan Kak Louis, tapi wajahnya juga cantik melebihi cantiknya Callista," celetuk Callista, dengan kepintarannya berakting sudah pasti ucapannya pun selalu dilebih-lebihkan.
Samantha langsung membekap mulut adik perempuannya, ia pikir lama-lama mulut adik perempuannya itu pasti akan membawa masalah, "Maaf... terkadang mulutnya memang blak-blakan jadi jangan terlalu dipikirkan. Halo, namaku Samantha, terimakasih atas pertolonganmu pada kak Sean," Samantha mengulurkan tangannya, tapi saat ia menatap wajah pria di depannya dari dekat ternyata yang dicelotehkan Callista itu memang benar. Ketampanannya membuat Samantha memberi nilai 100, ia akui ketampanan wajah Kei melebihi Sean dan Louis tapi ada sedikit raut wajah feminin jika ditatap lebih lama.
Kei hanya tersenyum, senyuman yang malah semakin mempertegas ketampanannya, "Sama-sama, namaku Kei. Senang berkenalan denganmu."
"Istriku sayang, siapkan makan malam yang paling enak. Kau Sean, bawa Kei berkeliling Harem. Timothy, ikut aku!" Lazarus ingin segera memeriksa tentang latar belakang Kei.
Di ruangan kerjanya Lazarus menyuruh Timothy mencari latar belakang Kei secepatnya, ia juga menyuruh Timothy untuk menangani masalah yang menimpa Sean. Lazarus hanya takut jika itu adalah jebakan dari para pesaing bisnisnya yang selama beberapa tahun ini selalu menghalanginya dalam berbisnis misalnya seperti keluarga Michelle. Meskipun Lazarus selalu bisa menangani semua kelicikan mereka, tetap saja ia tak ingin mengendurkan kewaspadaan nya.
.
.
.
LIKE, KOMEN, GIFT, VOTE.