Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 - Cobaan
Jia kembali ke kantornya. Betapa terkejutnya dia saat memasuki ruangannya sudah terlihat Japhar terduduk di sofa yang ada di sana. Jia memundurkan langkahnya dan tubuhnya kini bersandar di Pintu. Japhar menghela nafas panjang lalu berbicara. ''Kenapa takut?''
Japhar bangkit dan mendekat ke arah Jia. ''Mau apa kau?'' Tanya Jia.
Japhar sedikit merapikan rambutnya layaknya anak jaman sekarang dan bersikap tenang. ''Ga mau apa-apa, Cuma mau ngajak makan siang. Sekalian ngobrol sebentar. Mau ga?'' Jawabnya.
Jia pun membalikkan badannya karena malu, Lalu mengangguk kan kepalanya sebagai tanda setuju dengan ajakannya. Mereka pun melangkah keluar kantor. Tapi disebalik itu.. Para karyawan bergunjing di sudut ruangan tentang kehadiran Tuan Japhar bersama Jia. Mereka terlihat begitu dekat.
''Nyonya Jia kok kelihatan dekat ya sama Tuan Japhar?'' Tanya salah satu karyawan yang ikut bergunjing.
''Eh iya ya, Baru saja keluar bareng tuh.''
Salah seorang temannya memukul bahu nya. ''Mungkin hanya karena kerjasama, Jangan berfikir yang aneh. Masih ingat dimana keadaan kantor ini hampir jatuh?'' Ucapnya.
Tiba-tiba Sekretaris Ze tak sengaja lewat dan mendengar perbincangan mereka. Semua terlihat takut melihat wajahnya. ''Heh, Masih banyak kerjaan lainnya, Kenapa masih ghibah disitu? Ini kantor bukan warung!'' Kata Sekretaris Ze
Mereka pun bubar. Sementara Ze masih memperhatikan mereka. ''Mereka tak boleh tahu soal ini. Bisa-bisa banyak berita buruk tentang Nona Jia beredar.'' Batinnya.
- - -
Jia dan Japhar pergi ke Restaurant bintang 5 yang agak jauh dari kantor. Tempat para sosialita berkumpul Atau orang-orang Elite.
Sepanjang perjalanan tak ada kata terucap dari mulut keduanya.
-
Kini mereka telah berada di sebuah meja Restaurant dan duduk berdampingan. Semua mata tertuju kepada keduanya. Mereka pikir Jia dan Japhar adalah seorang Ayah dan Anak.
''Lihat tuh disana, Ayah sama anaknya dekat banget ya.''
''Hooh, Jadi pengen ngajak ayah makan bareng kesini.''
''Tunggu dulu... Itu bukannya CEO Jia ya? Ayahnya kan udah lama meninggal, Siapa Pria Tua itu?''
Perkataan mereka terdengar Jelas di telinga keduanya. Jia hanya tertunduk, Japhar menatap nya dan merasa tidak enak. ''Ayo pindah ruangan VIP aja, Jangan disini.'' Ajak Japhar.
''Baiklah.''
''Hmm...Belum aja menikah, Udah ada cobaan. Gimana lagi kalau udah nikah? Sepertinya aku harus menutup diri mulai sekarang.'' Batin Jia
Seusai makan siang mereka sedikit mengobrol. ''Mmm.. Kau tadi ke bandara?'' Tanya Japhar. ''Hehe Iya, Kok tahu?'' Jawab Jia dengan senyuman. ''Tadi sekretaris mu yang bilang kepadaku.'' Katanya.
''Tuan sudah lama menunggu tadi?'' Tanya Jia kembali.
''Tidak lama juga.'' // Padahal nungguin hampir 2 Jam
Rasanya canggung antara mereka berdua. Namun Japhar tetap terlihat tenang dan elegan. Begitu juga Jia berusaha menutupi kegugupannya.
.
.
.
.
.
Malam Harinya - -
Jia pulang ke rumahnya, Seperti biasanya. dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. ''Hari ini cukup melelahkan. Mau mandi dulu ah.''
- - -
Seusai mandi dia mengeringkan rambut nya dengan handuk, Dia membuka Handphone nya. dan Jia dikejutkan lagi dengan berita hari ini yang dipenuhi oleh Dirinya dengan Japhar saat makan siang tadi. Dia bergegas menelfon sekretaris nya. ''Ze, Blokir semua media pemberitaan di kota ini. Segera''
''Baik Nyonya!'' Ucap Ze dan segera melaksanakan nya.
Jia sedikit tenang, dan merebahkan dirinya kembali di kasur.
''Cobaan apalagi ini?.''
.
.
.
.
.
-Bersambung-
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor