NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pelakor / CEO / Hamil di luar nikah / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: KONSPIRASI DARAH DINGIN

Pagi itu, 28 Januari 2026, Tokyo tertutup kabut tebal yang mencekam. Miyu Matsuda berdiri di depan lift eksekutif Matsuda Tower, namun saat ia menempelkan kartu akses emasnya, mesin itu mengeluarkan suara buzzer merah yang kasar.

"Akses Ditolak," suara mekanis itu bergema.

Miyu tertegun. "Tidak mungkin. Ini kesalah—"

"Tidak ada kesalahan, Nona Miyu," sebuah suara dingin memotong ucapannya. Hana Sato berjalan keluar dari bayang-bayang lobi, didampingi oleh dua pengacara keluarga Matsuda. Hana memegang sebuah tablet digital yang menampilkan perintah pengadilan dan restrukturisasi perusahaan.

"Mulai pukul 08:00 tadi, namamu telah dihapus dari seluruh basis data Matsuda Corp," ucap Hana datar. "Kau bukan lagi direktur, bukan lagi ahli waris, bahkan kau tidak lagi memiliki izin untuk menginjakkan kaki di gedung ini."

"Hana! Kau tidak bisa melakukan ini!" teriak Miyu, wajahnya pucat. "Ayah tidak akan membiarkanmu!"

"Ayahmu?" Hana tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak mencapai matanya. "Kenzo-lah yang menandatangani surat pengusiran ini. Dia ingin kau belajar satu hal, Miyu: di dunia ini, kegagalan tidak diberikan ruang untuk bernapas."

......❤️❤️❤️......

Miyu mencoba menelepon banknya untuk memesan mobil, namun ia menemukan bahwa semua kartu kreditnya telah diblokir. Rekening pribadinya yang berisi miliaran yen kini menunjukkan angka nol. Seluruh asetnya—apartemen mewah di Shibuya, koleksi mobil sport, hingga perhiasan warisan neneknya—telah disita sebagai "aset perusahaan".

"Ini ilegal!" Miyu berteriak pada para pengacara.

"Semuanya legal, Nona," jawab salah satu pengacara dengan nada bosan. "Anda menandatangani kontrak suksesi tahun lalu yang menyatakan bahwa seluruh aset pribadi Anda adalah milik perusahaan jika Anda gagal mempertahankan posisi ahli waris. Dan menurut Tuan Kenzo, Anda telah gagal secara memalukan."

Hana melangkah maju, melempar sebuah tas kain murah ke kaki Miyu. "Itu berisi pakaian lamamu dari asrama sekolah dan beberapa ribu yen. Kenzo bilang, itu adalah modal awal yang adil bagi seseorang yang membanggakan 'kesempurnaan' tanpa memiliki apa-apa".

......❤️❤️❤️......

^^^Miyu berjalan gontai di trotoar Tokyo yang dingin. Orang-orang yang dulu membungkuk padanya kini menabrak bahunya tanpa meminta maaf. Ia bukan lagi sang Putri Mahkota; ia hanyalah wanita malang yang terlihat linglung di tengah hiruk pikuk kota.^^^

Ia mencoba mencari perlindungan di rumah ibunya, Shizuka Matsuda. Namun, saat ia sampai di sana, gerbang besar kediaman itu tertutup rapat.

Shizuka muncul di balkon lantai dua, wajahnya terlihat sembab namun penuh ketakutan. "Miyu, pergilah! Kenzo mengancam akan menceraikanku tanpa sepeser pun jika aku menerimamu! Dia bilang kau adalah noda yang harus dibuang agar Renji bisa bersinar!"

"Ibu! Aku putrimu!" Miyu meratap, memukul-mukul gerbang besi.

"Maafkan aku, Miyu... tapi aku tidak bisa hidup miskin karenamu," bisik Shizuka sebelum masuk ke dalam dan menutup tirai rapat-rapat.

Miyu terjatuh di aspal yang basah. Di saat itulah, sebuah mobil limusin hitam berhenti di sampingnya. Kaca jendela turun perlahan, menampakkan Kenzo Matsuda yang sedang memangku Renji kecil, dengan Hana di sampingnya.

......❤️❤️❤️......

^^^Kenzo menatap putrinya dari balik kacamata hitamnya. Tidak ada amarah di wajahnya, hanya kekosongan yang mengerikan.^^^

"Ayah... tolong," isak Miyu, tangannya yang kotor meraih pintu mobil.

"Jangan sentuh mobil ini, Miyu. Kau mengotori catnya," suara Kenzo dingin dan elegan. "Kau bertanya-tanya mengapa aku melakukan ini? Karena kau adalah bukti kegagalanku dalam mendidik seorang pemimpin. Kau punya semua fasilitas, tapi kau kalah oleh seorang wanita dari keluarga Sato."

"Dia menjebakmu, Ayah!"

"Tidak, dia menaklukkanku," koreksi Kenzo lembut. "Hana memiliki api yang kau tidak punya. Lihatlah Renji. Dia baru berusia beberapa bulan, tapi dia tidak pernah merengek sepertimu. Dia adalah masa depanku. Sedangkan kau... kau hanyalah masa lalu yang harus dikubur."

Hana mengelus pipi Renji sambil menatap Miyu. "Kenzo, jangan terlalu keras padanya. Setidaknya dia bisa mencari pekerjaan di toko swalayan. Bukankah kau selalu ingin dia tahu cara kerja rakyat jelata?"

Kenzo tertawa pendek. "Benar. Miyu, nikmatilah hidupmu sebagai orang biasa. Jangan pernah mencoba menghubungiku lagi. Jika kau melakukannya, aku akan memastikan sisa napasmu pun akan terasa mahal."

Mobil itu melesat pergi, meninggalkan Miyu dalam kepulan asap knalpot dan kehampaan yang luar biasa.

...❤️❤️❤️...

Beberapa minggu berlalu. Miyu kini tinggal di sebuah kamar kos sempit yang berbau lembap di pinggiran Tokyo. Ia bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran kecil. Tangannya yang dulu halus dan sering melakukan manikur, kini pecah-pecah dan berbau sabun murah.

Setiap malam, ia dipaksa melihat televisi di restoran yang menampilkan berita tentang "Keluarga Bahagia Matsuda". Ia melihat Hana Sato berdiri di samping Kenzo, diakui sebagai istri resmi dalam acara amal, sementara bayi Renji dipuja sebagai "Anak Ajaib" baru bagi ekonomi Jepang.

"Miyu! Cepat cuci piringnya! Kau lambat sekali!" bentak pemilik restoran, seorang pria kasar yang tidak tahu siapa Miyu sebenarnya.

Miyu hanya menunduk, air matanya jatuh ke dalam air sabun yang kotor. Ia ingin melawan, ia ingin berteriak, tapi ia tahu setiap pergerakannya diawasi. Di sudut restoran, ia sering melihat pria-pria berpakaian hitam—pengawal Hana—yang memastikan Miyu tetap menderita namun tetap hidup untuk merasakan penderitaan itu.

...❤️❤️❤️...

^^^Hana dan Rena Sato bertemu di sebuah taman pribadi yang indah. Rena menyesap tehnya sambil mendengarkan laporan tentang Miyu.^^^

"Dia sudah benar-benar hancur, Ibu," kata Hana tenang. "Dia bekerja 14 jam sehari hanya untuk membeli mi instan. Ibunya tidak lagi menyebut namanya, dan dewan direksi sudah melupakannya."

Rena tersenyum puas. "Membiarkannya hidup dalam kemiskinan jauh lebih menyakitkan daripada membunuhnya. Kematian adalah kebebasan. Kemelaratan adalah penjara tanpa jeruji. Itulah cara Aishi menghukum mereka yang sombong."

"Dan Kenzo?" tanya Rena.

"Kenzo sudah sepenuhnya berada di bawah kendaliku," jawab Hana. "Dia mencintaiku, dia memuja Renji, dan dia merasa bersalah atas apa yang dia lakukan padaku dulu. Rasa bersalah itulah yang membuatnya menjadi senjata terbaikku untuk menghancurkan putrinya sendiri."

...❤️❤️❤️...

Miyu berdiri di bawah hujan deras, menunggu bus di halte yang sepi. Ia melihat sebuah papan iklan besar yang menampilkan wajah Hana dan Kenzo yang tersenyum bahagia. Di bawahnya tertulis: Era Baru, Kekuatan Baru.

Miyu meraba lehernya, tempat ia dulu memakai kalung berlian senilai jutaan dolar. Kini hanya ada kulit yang dingin dan lapar. Ia menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa membalas dendam. Ia tidak punya uang, tidak punya sekutu, dan yang paling menyakitkan: ia tidak lagi punya identitas.

Ia telah menjadi "manusia tanpa wajah" di dunia yang dulu ia kuasai. Konspirasi darah dingin ini telah berhasil. Kenzo, Hana, dan Renji adalah dinasti yang utuh, sementara Miyu hanyalah debu di bawah roda limusin mereka yang terus melaju.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!