NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: HARGA SEBUAH PENGKHIANATAN

Suasana di dalam gudang itu mendadak sunyi setelah deru mesin mobil Dante Volkov menjauh. Keheningan yang tersisa justru terasa lebih mencekik daripada ancaman senjata api tadi. Alana masih bersimpuh, napasnya tersengal, sementara air matanya jatuh membasahi lantai semen yang berdebu.

Ia menoleh ke arah Paman Lukas yang kini sedang berusaha berdiri sambil menyeka darah di sudut bibirnya. Pria itu tampak tidak menyesal; ia justru terlihat lega seolah beban seberat satu ton baru saja diangkat dari bahunya.

"Paman..." suara Alana serak, bergetar hebat. "Jelaskan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa pria itu mengatakan aku adalah jaminan? Kenapa dia menyebut angka sepuluh juta dollar?"

Lukas tidak berani menatap mata keponakannya. Ia merapikan pakaiannya yang lusuh dengan tangan gemetar. "Aku... aku sedang sial, Alana. Meja judi itu curang malam ini. Aku hanya ingin melipatgandakan sisa tabungan kita, tapi aku malah terjebak hutang pada organisasi Volkov."

Dunia Alana seolah runtuh seketika. "Judi?" bisiknya tak percaya. "Hanya karena judi? Paman mempertaruhkan nyawaku untuk sebuah permainan kartu?"

Alana merangkak mendekat, mencengkeram lengan jaket pamannya dengan tatapan memohon yang menyayat hati. "Paman, kumohon... cari cara lain. Paman bisa menjual rumah kecil kita, atau aku akan bekerja di tiga tempat sekaligus. Aku akan mencicilnya. Tolong, jangan biarkan aku dibawa oleh pria menakutkan itu. Paman lihat sendiri kan betapa kejamnya dia? Dia monster, Paman!"

Lukas mengibaskan tangan Alana dengan kasar hingga gadis itu terhuyung ke belakang. Wajah pria paruh baya itu berubah, dari rasa takut menjadi ekspresi dingin yang asing bagi Alana.

"Sudahlah, Alana! Terima saja nasibmu!" bentak Lukas, suaranya menggema di dinding gudang. "Kau pikir aku punya pilihan? Sepuluh juta dollar tidak akan lunas meski kau bekerja sampai mati di kedai kopi itu!"

Alana terpaku, air matanya berhenti mengalir karena rasa terkejut yang luar biasa. "Tapi Paman..."

"Dengar," Lukas memotong dengan nada ketus, "tinggal di mansion mewah seperti itu adalah keberuntungan buatmu. Aku tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya makanmu atau biaya keperluanmu yang lain itu. Sejak orang tuamu meninggal sepuluh tahun lalu, siapa yang memberimu makan? Aku! Siapa yang menampungmu? Aku!"

Pria itu menunjuk wajah Alana dengan jari yang gemetar karena emosi. "Aku sudah mengurusmu sejak kecil, Alana. Sekarang, anggap saja ini adalah cara kau membalas budi padaku. Lagipula, Tuan Dante itu kaya raya. Kau akan hidup di istana, bukan di lubang tikus seperti flat kita. Jadi berhenti merengek dan masuklah ke mobil itu!"

Alana mematung. Kata-kata itu terasa lebih tajam daripada peluru pistol Dante. Membalas budi? Selama ini ia menganggap pamannya adalah pahlawan yang bersedia menampungnya setelah kecelakaan maut merenggut orang tuanya. Ia selalu berusaha menjadi anak yang penurut, membersihkan rumah, memasak, dan bekerja paruh waktu hanya untuk meringankan beban pamannya.

Namun kini, ia menyadari sebuah kenyataan pahit yang menghujam jantungnya: Kasih sayang pamannya selama ini hanyalah sebuah investasi, dan malam ini, ia baru saja dijual sebagai barang rongsokan untuk melunasi hutang.

"Jadi... selama ini aku hanya beban bagimu, Paman?" tanya Alana lirih. Suaranya datar, kosong dari emosi.

Lukas tidak menjawab. Ia justru membuang muka saat dua orang anak buah Dante kembali masuk ke gudang dan memegang bahu Alana. "Waktunya pergi, Nona. Tuan Dante tidak suka menunggu," ucap salah satu dari mereka.

Alana tidak memberontak lagi. Tubuhnya terasa mati rasa. Ia membiarkan para pria berpakaian hitam itu menuntunnya keluar menuju sebuah mobil sedan mewah yang sudah menunggu di depan gudang. Pintu mobil dibuka, menyingkap interior kulit yang beraroma maskulin dan mahal—aroma yang sama dengan pria predator tadi.

Saat mobil itu mulai bergerak membelah kegelapan malam, Alana menatap ke luar jendela. Ia melihat sosok pamannya yang berdiri di depan gudang, bahkan tidak melambaikan tangan atau menatap mobilnya pergi. Pria itu justru sibuk menghitung beberapa lembar uang yang entah diberikan oleh siapa.

Di dalam kabin mobil yang kedap suara itu, Alana meringkuk di sudut kursi. Ia menatap pantulan wajahnya yang berantakan di kaca jendela yang basah oleh sisa hujan. Pikirannya melayang pada sosok Dante Volkov. Pria yang memiliki mata sebiru es dan hati yang mungkin lebih dingin dari kutub.

Ia kini resmi menjadi tawanan. Bukan karena ia melakukan kejahatan, tapi karena ia dikhianati oleh satu-satunya orang yang ia percayai sebagai keluarga.

Harganya adalah nyawaku, batin Alana pedih. Ia memejamkan mata, membiarkan kegelapan malam membawanya menuju takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di ujung jalan sana, sebuah "penjara emas" telah menunggunya, dan sang predator dingin sudah siap untuk mengklaim apa yang kini menjadi miliknya sepenuhnya.

***

Di dalam kabin mobil yang senyap, hanya terdengar suara gesekan ban dengan aspal yang basah. Alana menyandarkan keningnya pada kaca jendela yang dingin. Dinginnya kaca itu seolah merambat masuk ke dalam pori-porinya, namun tak ada yang lebih dingin daripada kehampaan yang ia rasakan di dadanya saat ini.

Sepuluh tahun... batinnya lirih.

Setiap kenangan masa kecilnya kini terputar seperti film rusak. Ia teringat bagaimana ia selalu bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan sang paman, bagaimana ia merelakan uang sakunya untuk membantu membayar tagihan listrik yang menunggak, dan bagaimana ia selalu tersenyum meski kelelahan bekerja paruh waktu demi membuktikan bahwa ia bukan beban.

Semua itu tidak ada artinya, ya?

Hati Alana berdenyut nyeri, seolah ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya kuat-kuat. Ia teringat kalimat pamannya tadi: "Setidaknya dengan ini kau membalas budi padaku."

Balas budi? Alana memejamkan mata rapat-rapat, membiarkan sebutir air mata lolos dan mengalir di pipinya yang pucat. Apakah nyawaku, kehormatanku, dan seluruh masa depanku hanya seharga hutang judi? Apakah selama ini aku hanya seekor ternak yang ia beri makan hanya untuk disembelih di saat ia butuh uang?

Rasa sakit karena dikhianati oleh darah daging sendiri ternyata jauh lebih menyiksa daripada ancaman pistol Dante Volkov. Setidaknya, Dante adalah orang asing. Kejamnya Dante adalah wajar karena dia seorang mafia. Namun, kejamnya sang paman adalah sebuah belati yang ditusukkan tepat ke punggungnya oleh tangan yang selama ini ia cium dengan hormat.

Ayah... Ibu... maafkan aku, isaknya dalam hati. Aku gagal menjaga diriku sendiri. Orang yang kalian percayai untuk melindungiku, justru adalah orang yang mendorongku masuk ke dalam mulut serigala.

Kini, Alana merasa dirinya tidak lebih dari sepotong barang. Dia bukan lagi Alana, gadis dengan mimpi menjadi seorang guru atau pemilik toko bunga kecil. Dia sekarang adalah "jaminan". Sebuah aset milik pria bernama Dante Volkov.

Ia membuka matanya kembali, menatap bayangan dirinya yang samar di jendela. Ia tampak begitu kecil dan rapuh di dalam mobil yang begitu megah.

Jika keluarga sendiri saja bisa membuangku, lantas keajaiban apa yang bisa kuharapkan dari pria seperti Dante? pikirnya getir. Dia menginginkan mawar ini untuk ia hancurkan. Dan aku... aku tidak punya siapa-siapa lagi untuk memintaku pulang.

Ketakutan itu kini berubah menjadi kepasrahan yang menyedihkan. Alana berhenti menghapus air matanya. Ia membiarkannya mengalir, membasahi gaun murahannya yang kini tampak sangat kontras dengan kemewahan interior mobil itu. Ia sedang menuju sebuah tempat yang tidak ia ketahui, menjadi milik seorang pria yang tidak memiliki hati, untuk membayar hutang yang tidak pernah ia buat.

Di titik itu, Alana menyadari satu hal: Bagian dari dirinya telah mati di gudang tadi. Dan gadis yang akan turun dari mobil ini nanti adalah seorang gadis yang hatinya sudah hancur berkeping-keping sebelum sang predator sempat menyentuhnya.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Fitria Syafei
hadeh kejam juga yaa si Dante 🙄 KK cantik semangat 😍😍
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😍😍
Mia Camelia
sadis😂😂😂😂
Mia Camelia
sweet banget pasangan inii🥰🥰🥰
lanjut thor👍😄
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😘😘
Rani Saraswaty
knp gk cara instan dg jebakan2 spt yg laim😄😄😄😄
Rani Saraswaty
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak berjamaah🤣🤣🤣
Rani Saraswaty
gpp mbk, kmu sah dinikahi drpd dicoba dl sblm dipake
Rani Saraswaty
sage grèen kn td?
Mia Camelia
dante lapaaar terus🤣🤣🤣
Fitria Syafei
KK cantik terimakasih 😘😘 kereeeen😍
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
resmi sudah Alana menjadi Nyonya Dante 😊 KK cantik kereen 😍😍
Bedjho
Counternya Dante cuman ada satu istrinya sendiri🤧
+39 🔕
JANGAN ADA PELAKOR YA 🦖
+39 🔕
merinding 🖕😭
Mia Camelia
akhir nya dante dapet jatah🤣🤣🤣🤣
ayo thor bikin alana jd bucin dong😄
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍😍 terimakasih 🥰
Mia Camelia
dunia gelap dante😂
lanjut thor yg banyak dong😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!