NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Jiva dan ragaku hanya untukmu. Tiada wanita lain yang mampu menggantikan indahnya prema suci kita. Satyam, cintaku abadi kepadamu.

...----------------...

Mansion Belmont tampak sunyi malam itu, hanya ada bi Narti sang kepala pelayan yang menyambut kepulangan Dante dan Kiara.

Di ruang kerja pribadinya yang temaram, Dante duduk di balik meja kerja dengan kemeja yang kancing atasnya sudah terbuka. Di hadapannya, segelas wiski dibiarkan mengembun tanpa disentuh. Pikirannya masih tertahan pada raut wajah pucat Kiara dan kilatan ketakutan di mata istrinya saat serangan terjadi.

'Kenapa dia menatapku seolah aku adalah monster yang sengaja merancang kematiannya?' Gumam Dante, memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri.

Tiba-tiba, ponselnya di atas meja bergetar. Sebuah nomor internasional tanpa nama muncul di layar. Dante mengernyitkan dahi. Hanya segelintir orang yang memiliki nomor pribadinya ini. Dengan gerakan lambat, ia menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Ya?" suara Dante terdengar dingin dan datar.

["Dante... ini aku,"] sebuah suara wanita yang lembut, mendayu-dayu, dan lemah terdengar dari seberang telepon

Dante seketika membeku. Sepasang mata elangnya berkilat tajam, memancarkan kebencian dalam hitungan detik.

Sora.

Wanita itu adalah kakak seayah Kiara, wanita yang di kehidupan pertamanya menjadi penyebab utama atas kesalahan yang Dante perbuat terhadap Kiara.

"Dari mana kau mendapatkan nomor ini lagi, Sora?" tanya Dante, suaranya menukik tajam.

"Dante, tolong jangan seperti ini..." Sora terbatuk kecil, sebuah batukan yang terdengar sangat dibuat-buat di telinga Dante yang sekarang. "Aku baru saja mendarat di bandara internasional malam ini. Aku... aku sedang sakit, Dante. Tubuhku menggigil dan aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi di kota ini selain dirimu."

Memang benar, Sora tidak punya siapapun yang dapat dia hubungi sekarang. Ayah dan ibunya menghilang setelah bisnisnya bangkrut dan di kejar banyak hutang.

Dante menyandarkan punggungnya ke kursi kulit, menyipitkan mata. Di kehidupan lalu, skenario seperti ini selalu berhasil membuatnya berlari meninggalkan semua pekerjaan demi memeriksa keadaan Sora, sekarang? Dante merasa muak mendengarnya.

"Jika kau sakit, hubungi ambulans atau pergi ke rumah sakit terdekat. Aku bukan dokter," sahut Dante.

"Dante! Bagaimana bisa kau sejahat ini padaku?" suara Sora di seberang mulai terdengar terisak, penuh drama. "Kau tahu betul bagaimana perasaanku padamu. Pernikahanmu dengan Kiara itu hanya keterpaksaan, karena saat itu kau sedang kecewa padaku! Kau tidak mencintainya, Dante! Kau tidak mungkin mencintai anak haram itu!! Aku di sini kesepian, menahan sakit, dan yang kuinginkan hanya melihatmu sebentar saja..."

Tanpa sepengetahuan Dante, di balik pintu ruang kerja yang sedikit terbuka, Kiara berdiri mematung. Dia tidak sengaja mendengar, saat melewati ruang kerja sang suami. Namun, mendengar nama yang diucapkan Dante, langkah kakinya terkunci.

'Sora?' Batin Kiara, kedua tangannya mencengkram sisi gaun tidur berbahan satin yang dia kenakan malam itu.

"Di kehidupan yang lalu, Sora tidak pernah kembali setelah menghilang tanpa jejak.Tapi kenapa di kehidupan kali ini sangat berbeda dengan apa yang sudah terjadi di kehidupan sebelumnya? Dan... Jika benar Sora sudah pulang itu artinya Dante akan kembali bersama dengan tunangannya itu?'

Kiara memang tidak pernah tau berita tentang keluarga ayahnya. Dia adalah type perempuan yang tidak menyukai siaran berita, gosip, bahkan sosial media pun Kiara tidak punya. Besar di kampung terpencil dengan kehidupan yang serba pas-pasan, membuatnya tidak memiliki waktu untuk bersantai melihat berita di internet, tv, atau pun gosip. waktunya dia habiskan untuk bekerja menyambung hidup dan belajar. Kiara bukan gadis berotak jenius, dia biasa saja. Tapi keinginannya untuk terus belajar membuatnya menjadi cepat tanggap dalam hal apapun.

Di dalam ruangan, Dante tidak menyadari keberadaan Kiara di balik pintu. Fokusnya terarah pada telepon yang dia genggam.

"Dengar baik-baik, Sora," ucap Dante, suaranya rendah namun mematikan, bergema hingga ke celah pintu luar. "Aku tidak peduli apakah kau sakit, sekarat, atau membusuk di bandara itu. Jangan pernah berani menyebut nama istriku dengan mulut busukmu. Jangan pernah membandingkan istriku dengan dirimu yang kotor itu. Kau tau pasti Sora, bagaimana menjijikkannya dirimu sebenarnya. Dan... Bagaimana jika seluruh dunia tahu tentang skandalmu dengan ayah kandungmu sendiri."

Sora di seberang telepon terdiam sesaat, terkejut dengan ucapan Dante yang jauh berbeda dari lima tahun lalu. "Dante... kau berubah. Apa yang wanita jalang itu lakukan padamu hingga kau—"

"Tutup mulutmu jalang!" bentak Dante, membuat Kiara di luar pintu sedikit terlonjak. "Jika kau berani menampakkan diri, atau mengusik Kiara seujung kuku, aku sendiri yang akan memastikan kau kehilangan hak untuk tinggal di negara ini selamanya. Hubungan kita sudah berakhir sejak lama, Sora. Jangan pernah berani menghubungiku lagi, kau tahu aku bisa berbuat apa saja bukan?"

Klik.

Dante memutuskan panggilan sepihak dengan kasar, lalu melempar ponselnya ke atas meja hingga menimbulkan bunyi benturan yang keras. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan amarah yang membakar dadanya.

Kiara yang berada di luar pintu tertegun. Napasnya tertahan di tenggorokan. Pikirannya kembali berantakan menolak kenyataan yang baru saja didengarnya.

"Dia... dia menolaknya? Dante membentak Sora? Dia mengancamnya? Ini... ini benar-benar tidak masuk akal! Dan... ada rahasia apa antara Sora dengan si tua bangka itu? Siapa sebenarnya pria ini?" Gumam Kiara.

Karena terlalu terkejut, tangan Kiara tidak sengaja menyenggol pegangan pintu, menciptakan bunyi berisik yang cukup keras.

"Siapa di luar?!" teriak Dante, matanya langsung tertuju ke arah pintu.

Menyadari dirinya ketahuan, Kiara memilih untuk tidak melarikan diri. Ia menegakkan bahunya lalu mendorong pintu hingga terbuka lebar dan melangkah masuk ke dalam ruangan.

"Ini aku," Ucap Kiara datar, "Aku tidak sengaja lewat tadi. Aku tidak bermaksud mengganggu sesi telepon mesramu dengan mantan kekasih tercintamu. Lain kali tutup lah pintu dengan rapat, supaya aku tidak bisa menguping"

Dante seketika panik. Takut jika Kiara salah paham.

"Kiara... kau mendengar semuanya?" tanya Dante, melangkah memutari meja untuk mendekati istrinya.

"Hanya bagian awal dan akhir," jawab Kiara, melangkah mundur satu langkah untuk menjaga jarak mereka. "Kau tidak perlu berakting di depanku, Dante. Jika kau ingin pergi menemuinya, pergilah. Aku tidak akan melarangmu. Aku justru akan sangat berterima kasih jika kau tidak pulang malam ini."

"Aku tidak akan pergi menemuinya, Kiara!" tegas Dante, suaranya bergetar. "Aku tidak peduli padanya! Dia bukan siapa-siapa bagiku!"

"Oh, benarkah?" Kiara menaikkan satu alisnya, tersenyum sinis. "Sora adalah cinta pertamamu, kan? Kakak seayahku yang selalu kau puji kecantikannya di depan semua orang? Jangan berbohong padaku, Dante. Sandiwaramu tadi terlalu berlebihan untuk seseorang yang biasanya langsung berlari demi wanita itu."

Dante mengepalkan tangannya "Itu dulu, Kiara! Aku yang dulu adalah orang bodoh yang buta!" ucap Dante setengah memohon, matanya menatap Kiara dengan tatapan yang sangat terluka. "Tolong percayalah padaku kali ini. Di rumah ini, di dalam hidupku, hanya ada satu Nyonya Belmont. Dan itu adalah kau. Tidak akan ada wanita lain, tidak akan ada Sora, tidak akan ada siapa pun yang bisa menggantikan posisimu di sisiku."

Kiara menatap mata elang Dante yang memancarkan kesungguhan. Untuk sepersekian detik, dinding labirin di hatinya sedikit goyah melihat kesungguhan yang ditunjukkan oleh sang pemimpin mafia. "Kata-kata yang sangat indah, Suamiku," bisik Kiara, suaranya bergetar samar. "Tapi sayangnya, aku sudah kehilangan kemampuan untuk mempercayai setiap kalimat yang keluar dari mulutmu. Simpan saja janjimu untuk orang lain. Aku permisi."

"Aku akan membuktikannya, kau hanya perlu diam melihat usahaku. Dan Kiara... Lain kali, alih-alih menguping seperti maling, kau bisa langsung masuk dan duduk di pangkuanku"

Mendengar ucapan terakhir Dante, wajah Kiara seketika merona menoleh kembali ke arah Dante "Kau, Bastard!"

Dante terkekeh melihat respon sang istri yang menurutnya sangat menggemaskan.

Kiara membalikkan badannya dengan cepat, melangkah keluar dari ruang kerja.

Setibanya di kamar, Kiara langsung menutup pintu rapat-rapat. Ia berjalan menuju laptopnya yang masih menyala di atas meja rias, menampilkan grafik investasinya. Jemarinya yang bergetar mulai mengetik pesan dengan cepat kepada, 'Phoenix'.

"Percepat pencairan dana dari short-selling BioTech Global besok pagi. Aku ingin seluruh keuntungan dikonversi ke dalam aset fisik di luar negeri minggu ini juga," ketik Kiara dengan penuh tekad.

Aku harus segera pergi dari sini. Perubahan sikapnya terlalu berbahaya untukku. Aku tidak boleh membiarkan hatiku goyah oleh kebaikan palsunya. Aku harus bebas.

Sementara itu, di ruang kerjanya, Dante kembali duduk di kursinya, menatap dinding bercat abu-abu gelap. Ia tahu, memenangkan hati istrinya di kehidupan kedua ini akan menjadi perang terlama dan paling menyakitkan dalam hidupnya.

1
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
menjijikan sekali sora sama ayahnya ini
Laksmi Harsa: masukin karung aja nggak sih?
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ada kalanya, orang tualah yang berdosa terhadap anak. semangat kiara.... 💪
Laksmi Harsa: follow Kiara terus yaa😍
total 1 replies
Dhisha
si mama Kiara masih gengsi guys... padahal berbunga² banget tuh hatinya 🤭
Laksmi Harsa: mama Kiara mode gengsi 🤭
total 1 replies
Dhisha
Dante junior comingsoon sih inii
Laksmi Harsa: Tungguin yaa onty 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!