NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18: Perempuan Itu

____🌺

PLEK!

Nayara memberontak, berusaha melepaskan lengannya dari cengkeraman suaminya.

Adrian akhirnya melepaskan tangan itu, tetapi ia tetap berdiri menghalangi pintu. Tatapannya begitu tajam, seolah ingin menunjukkan siapa yang memegang kendali penuh di rumah tersebut.

"Kamu pikir ceraia itu gampang?" Adrian merendahkan suaranya, "Kamu pikir keluargaku akan diam saja melihat kamu pergi dan menghancurkan citra anak laki-laki mereka? Kamu pikir ibuku akan melepaskan kamu begitu saja setelah kamu tahu rahasia sebesar ini?"

"Itu urusanku dengan mereka nanti. Sekarang, urusanku dengan kamu sudah selesai, Adrian."

Nayara menjawab tanpa rasa takut. Ia tidak akan membiarkan ancaman Adrian menyurutkan nyalinya. Ia sudah terlalu banyak berkorban dan tidak akan membiarkan dirinya diinjak lebih dalam lagi.

"Urusan kita belum selesai, Nay. Dan tidak akan pernah selesai," jawab Adrian cepat.

"Aku yang membawa kamu masuk ke rumah ini. Aku juga yang berhak memutuskan kapan kamu boleh pergi."

"Aku ini istrimu, Mas, bukan tahanan mu!"

"Ya, kamu istriku. Dan kamu akan tetap menjadi istriku sampai kapan pun!"

Adrian menunjuk koper yang tergeletak di lantai.

"Bongkar koper kamu. Simpan lagi bajumu ke dalam lemari. Tidur, dan besok pagi kita jalani hidup seperti biasa. Aku akan mengatur pertemuanku dengan Selena tanpa sepengetahuan mu lagi, supaya kamu tidak sakit hati. Anggap saja masalah ini tidak pernah ada."

Nayara menggelengkan kepala perlahan.

Air mata kembali jatuh membasahi pipinya. Namun, tangis itu bukan karena ia lemah.

Ia hanya tidak pernah menyangka bahwa pria yang selama dua tahun ini dipanggilnya suami, bisa bersikap egois.

Adrian sama sekali tidak terlihat benar-benar menyesali pengkhianatannya. Pria itu justru tampak terganggu karena kebohongannya terbongkar dan kini harus mencari cara agar semuanya kembali berada di bawah kendalinya.

"Aku tidak akan pernah membongkar koper ini, Mas. Dan aku tidak akan pernah lagi tidur satu kasur denganmu, Mas."

Nayara mengucapkan setiap kata dengan tegas.

"Nayara, jangan paksa aku berbuat kasar sama kamu," ancam Adrian. Raut wajahnya mulai menunjukkan bahwa kesabarannya semakin menipis.

"Aku sedang berusaha mencari jalan tengah. Aku berusaha mempertahankan kita berdua."

"Tidak ada jalan tengah antara kesetiaan dan perselingkuhan, Mas! Kamu sudah memilih dia dan anaknya! Maka kamu tidak bisa memilih aku juga!"

"Aku bisa! Dan aku akan memilih keduanya!"

Bentakan Adrian menggema, memantul di sepanjang dinding kamar.

"Kalau begitu, persiapkan pengacaramu, Mas. Karena besok pagi, surat gugatan cerai akan sampai ke mejamu."

Nayara membuang muka, tidak sudi lagi menatap wajah suaminya.

Adrian terdiam mendengar kata cerai keluar dari mulut istrinya. Napasnya memburu. Wajahnya mengeras, menahan amarah dan ego yang terluka.

Selama ini, ia terbiasa melihat Nayara menurut, mengalah, dan memilih diam. Ia tidak pernah menyangka istrinya akan memiliki keberanian untuk menentangnya sejauh ini.

Namun, bukannya melunak atau merasa kehilangan, gengsi dan sifat egois dalam diri Adrian justru mengambil alih sepenuhnya.

Ia menatap istrinya dengan sorot mata yang sangat dingin, penuh arogansi seorang pria yang terbiasa mendapatkan semua yang diinginkannya.

“Aku tidak akan menceraikan mu, hanya karena kesalahan ini.”

____🌺

Cahaya matahari pagi menyengat saat menembus kaca jendela ruang tamu. Rumah besar itu kembali sunyi.

Adrian sudah berangkat ke kantor sejak pagi-pagi sekali, seolah sengaja menghindari perdebatan lebih lanjut dengan istrinya.

Namun, ancaman yang diucapkannya semalam masih menggantung di benak Nayara.

Koper milik Nayara masih tergeletak di lantai kamar. Ia memang tidak jadi pergi pada dini hari tadi.

Bukan karena menyerah pada ancaman suaminya, melainkan karena ia menyadari bahwa melarikan diri di tengah malam hanya akan membuat Adrian merasa masih memegang kendali atas dirinya.

Nayara akan pergi hari ini.

Dengan kepala tegak, di bawah terang matahari, dan tanpa harus meminta izin kepada pria yang telah mengkhianatinya.

Saat ini, ia sedang menyeduh teh di dapur ketika suara bel pintu depan tiba-tiba berbunyi nyaring, memecah kesunyian rumah.

Ting! Tung!

Nayara menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia meletakkan cangkir di atas meja, lalu berjalan menuju pintu utama.

Ceklek!

Begitu menarik gagang pintu dan membukanya, tubuhnya seketika membeku.

Selena berdiri di teras rumahnya.

Perempuan itu mengenakan gaun selutut berwarna krem yang elegan, dipadukan dengan kacamata hitam bermerek yang bertengger di atas kepalanya. Sebuah tas desainer mahal tergenggam di tangannya.

Penampilannya begitu sempurna, seolah ia datang untuk menghadiri jamuan minum teh, bukan mengunjungi rumah istri sah dari pria yang telah menghamilinya.

"Selamat pagi, Nayara," sapa Selena.

Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang sama persis dengan senyum yang ditunjukkannya di lobi kantor kemarin siang.

Nayara menatap perempuan di hadapannya dengan sorot mata sedingin es.

"Mau apa kamu ke sini?"

"Aku rasa kita punya beberapa hal penting yang harus kita bicarakan," jawab Selena santai.

Tanpa menunggu dipersilakan, Selena melangkah masuk. Nayara terpaksa memundurkan tubuhnya agar perempuan itu bisa melewatinya.

Selena berjalan menyusuri ruang tamu sambil menyapu sekeliling ruangan dengan pandangan menilai. Ia kemudian meletakkan tas mahalnya di atas meja kaca dan duduk di sofa tunggal dengan kaki bersilang.

Sikapnya begitu santai, seolah-olah dialah nyonya rumah yang sebenarnya.

Nayara menutup pintu depan perlahan, lalu berjalan mendekat. Ia tidak ikut duduk. Sebaliknya, ia berdiri di hadapan Selena dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

"Aku tidak punya waktu untuk meladeni tamu yang tidak diundang. Keluar dari rumahku sekarang."

Selena terkekeh pelan, kemudian menyandarkan punggungnya ke sofa.

"Jangan terlalu kaku, Nayara. Mas Adrian sudah meneleponku tadi malam. Dia bilang kalian bertengkar hebat dan kamu sudah tahu semuanya. Jadi, untuk apa kita berpura-pura lagi?"

Nayara mengangkat sebelah alisnya.

"Kalau kamu sudah tahu aku mengetahui semuanya, lalu untuk apa kamu datang ke sini? Mau memastikan apakah aku sudah pergi dari rumah ini?" tanya dengan nada naik satu oktaf.

"Tidak." Selena membetulkan letak rambut bergelombangnya. "Mas Adrian bilang dia tidak mau menceraikan mu."

Nayara tidak memberikan tanggapan.

"Dia juga bilang tidak akan meninggalkanku karena anak ini," lanjut Selena sambil menyentuh perutnya. "Jadi, suka atau tidak, kita berdua harus mencari jalan tengah."

Nayara menatap perempuan itu dengan rasa jijik.

"Jalan tengah?" ulangnya. "Kamu datang ke rumahku, duduk di sofaku, lalu memintaku mencari jalan tengah untuk perselingkuhan kalian?"

"Aku datang ke sini untuk bersikap realistis, Nayara."

Senyum di wajah Selena perlahan memudar. Ia membalas tatapan Nayara tanpa gentar.

"Anak di dalam kandunganku ini, dia adalah anak dari suamimu. Dia membutuhkan ayahnya. Aku juga membutuhkan Mas Adrian untuk mendampingiku selama kehamilan ini."

Nayara mendengus pelan.

"Lalu, apa hubungannya denganku? Kenapa kamu harus repot-repot datang ke sini?"

1
sunaryati jarum
Adrian Nay sudah muak dengan kamu,urus Selena yang hamil entah benih siapa.Ibumu sangat menyukainya walau Selena cuma benalu.Tuh Selena yang sudah merasa menang kecewa, nanti mengadu pada ibumu
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 semoga dengan adanya Nayara perusahaan kecil Rendra semakin berkembang.Adrian kau tidak merasa bersalah sedikitpun pada Naya.Lihat Naya tertawa lepas dengan Rendra,kamu cemburu dan sakit hati, apalagi Nay ,Adrian Tahu suaminya menghamili wanita lain,betapa dalam sakit hatinya,emak berharap itu benih pria lain.Agar Adrian dan ibunya malu dan menyesal
sunaryati jarum
Semoga berhasil dan bisa melambungkan namamu Naya
sunaryati jarum
Tetap semangat jangan goyah,jika Adrian membatalkan tetap kena pinalti.
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!