NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Setelah diskusi di aula utama berakhir, keempat tetua Sekte Bulan Darah pun satu per satu meninggalkan ruangan. Tak lama kemudian, hanya tersisa Su Lian dan Yan Kai. Suasana menjadi jauh lebih tenang.

Su Lian berdiri dari kursinya, lalu berjalan menuju pintu aula sambil memandang langit sore yang mulai memerah. "Yan Kai."

"Ya, Guru."

Su Lian menoleh sedikit. "Aku akan pergi menemui seseorang. Maukah kau ikut denganku?"

Yan Kai sedikit terkejut. "Ikut?"

"Benar. Aku akan menemui Ketua Sekte Naga Phoenix. Chen Nan."

Yan Kai terdiam sejenak. Sejujurnya, ia memang penasaran dengan sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu kultivator terkuat di Kerajaan Awan Suci.

Selain itu, ini juga menjadi kesempatan baginya untuk melihat dunia kultivasi yang jauh lebih luas. Tanpa berpikir lama, ia membungkukkan badan. "Jika Guru mengizinkan, murid ingin ikut."

Su Lian tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita berangkat sekarang."

Tak lama kemudian, pedang terbang merah milik Su Lian kembali melesat menembus langit.

Wusss!

Kecepatannya begitu luar biasa hingga awan-awan di depan mereka terbelah. Yan Kai yang kini sudah mulai terbiasa menaiki pedang terbang tetap dibuat kagum oleh pemandangan dari ketinggian. Pegunungan, sungai, kota-kota besar, hutan yang membentang tanpa ujung—semuanya tampak begitu kecil dari atas langit.

Selama perjalanan, Su Lian sempat menjelaskan tujuan mereka. "Sekte Naga Phoenix berada di ujung utara Kerajaan Awan Suci. Markas mereka berdiri di Pegunungan Gunung Azure. Dari Sekte Bulan Darah, perjalanan membutuhkan sekitar dua belas jam."

Yan Kai menganggukkan kepala. Ia kembali menyadari betapa luasnya Kerajaan Awan Suci. Perjalanan yang ditempuh selama dua belas jam dengan pedang terbang tentu akan menjadi perjalanan berhari-hari jika dilakukan dengan berjalan kaki.

Malam mulai berganti menjadi pagi. Setelah menempuh perjalanan panjang, di kejauhan akhirnya terlihat sebuah pegunungan raksasa yang menjulang hingga menembus lautan awan.

Gunung-gunung berwarna kebiruan itu tampak megah dan dipenuhi energi spiritual yang sangat pekat. Di lereng hingga puncaknya berdiri puluhan istana, paviliun, serta balairung megah. Burung-burung beterbangan di langit, sementara air terjun mengalir dari puncak gunung hingga membentuk pelangi yang indah.

Yan Kai tanpa sadar menarik napas kagum. "Jadi... itulah Gunung Azure."

Su Lian mengangguk pelan. "Itu juga markas Sekte Naga Phoenix."

Semakin mereka mendekat, semakin jelas pula sebuah penghalang transparan yang membungkus seluruh pegunungan. Lapisan cahaya raksasa itu membentang hingga puluhan kilometer.

Di dalamnya mengalir rune-rune kuno yang memancarkan tekanan luar biasa. Yan Kai dapat langsung merasakan bahwa formasi tersebut jauh lebih kuat daripada formasi pertahanan Sekte Bulan Darah.

Su Lian menghentikan pedang terbangnya beberapa ratus meter di depan formasi. Ia tidak mencoba menerobos. Sebaliknya, wanita itu melangkah satu langkah ke depan, lalu mengerahkan sedikit Qi ke dalam suaranya. Seketika, suaranya menggema ke seluruh Gunung Azure.

"Chen Nan. Aku, Su Lian. Aku datang untuk membicarakan sebuah urusan."

Gelombang suara itu menyebar seperti riak di permukaan air, menembus setiap sudut pegunungan tanpa merusak apa pun.

Di bawah sana, beberapa murid yang sedang berjaga di gerbang utama langsung mengangkat kepala. Mereka seketika membelalakkan mata.

"Itu... Su Lian! Peri Kematian!"

"Kenapa dia datang ke Sekte Naga Phoenix?"

Wajah para murid berubah tegang. Nama Su Lian bukanlah nama yang bisa dianggap remeh. Kedatangannya seorang diri saja sudah cukup membuat seluruh sekte meningkatkan kewaspadaan.

Tanpa berani mengambil keputusan sendiri, salah seorang murid segera berkata, "Cepat! Laporkan kepada para tetua! Jangan sampai terjadi kesalahan!"

Beberapa murid langsung melesat menuju bagian dalam sekte secepat mungkin.

Sementara itu, Yan Kai hanya berdiri di samping Su Lian sambil memperhatikan seluruh pemandangan di depannya. Ia dapat merasakan, kedatangan mereka kali ini akan menjadi pertemuan yang sangat menentukan, bukan hanya bagi Sekte Bulan Darah, tetapi juga bagi keseimbangan kekuatan di seluruh Kerajaan Awan Suci.

Tidak lama kemudian, dari dalam Gunung Azure, sebuah cahaya melesat dengan kecepatan tinggi.

Wusss!

Beberapa detik kemudian, seorang pria tua berjubah merah keemasan telah berdiri di balik formasi pertahanan. Rambutnya telah memutih seluruhnya, namun sorot matanya masih tajam bak elang.

Aura yang dipancarkannya menunjukkan bahwa ia bukanlah kultivator biasa. Ia adalah salah seorang tetua Sekte Naga Phoenix.

Begitu melihat Su Lian, tetua itu langsung membungkukkan badan dengan sopan. "Ketua Su. Ketua Sekte kami telah mengetahui kedatangan Anda. Beliau mempersilakan Anda masuk."

Su Lian hanya menganggukkan kepala. Tetua itu kemudian mengangkat sebuah token giok berwarna merah. Token tersebut memancarkan cahaya yang langsung terhubung dengan formasi pertahanan.

Bzzzz...

Rune-rune kuno yang memenuhi penghalang raksasa itu perlahan bergerak. Tak lama kemudian, terbentuk sebuah celah yang cukup besar untuk dilewati. "Silakan."

Su Lian melangkah masuk dengan tenang. Yan Kai segera mengikuti dari belakang. Begitu mereka memasuki wilayah Sekte Naga Phoenix, celah pada formasi kembali menutup rapat.

Yan Kai sempat menoleh ke belakang. Dalam hati ia mengakui bahwa sistem pertahanan Sekte Naga Phoenix benar-benar luar biasa. Mustahil seseorang dapat menyelinap masuk tanpa izin.

Tetua itu berjalan di depan sambil memandu mereka. "Ketua Sekte sedang menunggu di kediaman pribadinya. Silakan ikuti saya."

Mereka pun berjalan melewati jalan batu yang membelah kompleks utama sekte. Sepanjang perjalanan, Yan Kai dapat melihat betapa megahnya Sekte Naga Phoenix.

Balairung-balairung besar berdiri di berbagai tempat, arena latihan dipenuhi murid yang sedang berlatih, di kejauhan bahkan tampak beberapa kultivator mengendarai pedang terbang hilir mudik di langit. Setiap sudut sekte dipenuhi energi spiritual yang jauh lebih pekat dibanding kebanyakan tempat yang pernah ia datangi.

Sementara itu, kedatangan Su Lian jelas menarik perhatian seluruh penghuni sekte. Para murid yang sedang berlatih perlahan menghentikan aktivitas mereka.

"Itu... Peri Kematian..."

"Kenapa beliau datang ke Sekte Naga Phoenix?"

"Jangan-jangan akan terjadi perang?"

Bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai penjuru. Namun di antara para murid pria, perhatian mereka justru tertuju pada sosok Su Lian. Meski mengenakan jubah hitam panjang dan berjalan dengan tenang, keanggunannya tetap sulit disembunyikan.

Tubuhnya yang indah, langkahnya yang anggun, serta aura dingin yang justru menambah pesonanya. Beberapa murid muda bahkan tampak terpaku.

"Dia... benarkah itu Peri Kematian?"

"Aku tidak menyangka beliau secantik itu."

"Tak heran begitu banyak orang mengatakan kecantikannya mampu menenggelamkan sebuah kerajaan."

Namun seorang murid senior segera menepuk kepala mereka. "Jangan menatap terlalu lama. Kalau beliau merasa tidak senang, kepalamu mungkin sudah terpisah dari badan sebelum sempat berkedip."

Ucapan itu membuat mereka langsung menundukkan kepala dengan wajah pucat. Mereka hampir lupa bahwa di balik kecantikannya, wanita itu adalah salah satu kultivator paling ditakuti di Kerajaan Awan Suci.

Setelah berjalan cukup lama, tetua itu akhirnya berhenti di depan sebuah halaman yang sangat tenang. Di tengah halaman berdiri sebuah bangunan sederhana yang seluruhnya terbuat dari kayu kuno. Tidak terlihat mewah, namun justru memancarkan aura yang sangat dalam.

Tetua itu membungkukkan badan. "Ketua Su. Ketua Sekte sedang menunggu di dalam."

Su Lian menganggukkan kepala pelan. Tatapannya beralih ke pintu kayu yang tertutup rapat. Di balik pintu itulah menunggu seorang pria yang dikenal sebagai penguasa Sekte Naga Phoenix.

Chen Nan.

1
Agus Rose
Yan Kai jangan lupa rampasan perang cincin ruang musuh di jarah,pasti banyak harta !!
zed555
lanjut
Agus Rose
ini baru up 👍👍👍👍
Agus Rose
Mantap jooss 👍👍👍👍👍👍nya 👍
Sarip Hidayat
mantaap
Zulkifli Zul Dsr
ayo yang banyak tor supaya puas dong tor bacanya🤣🤣 semangat torr
Agus Rose
Tambah lagi up nya
Agus Rose
Ayook Yan Kai segera kultivasi tertutup biar naik ranah Raja.
balas dendam.
Agus Rose
tambah lagi up
Sarip Hidayat
waah
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor
Sarip Hidayat
waaahh
Sarip Hidayat
waaah
Sarip Hidayat
waah
Sarip Hidayat
wah gantian yg nyerang nih
Aman Wijaya
makin seru Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Eddy S
😄pasti ga ada kelanjutan nya
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!