Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Peluncuran Akbar Kunlun Pharma dan Satu Daun Teh Menebas Grandmaster
Dua hari kemudian, di puncak Menara Jianghai lantai sembilan puluh sembilan.
Hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi dunia bisnis Kota Jianghai. Setelah runtuhnya monopoli Klan Wang dalam semalam, Su Group secara resmi mengganti nama divisi farmasi dan kosmetiknya menjadi Kunlun Pharma & Cosmetics, dan menggelar konferensi pers peluncuran global Salep Giok Putih Kunlun!
Ratusan miliarder, kepala keluarga besar Jianghai, pejabat pemerintah kota, hingga perwakilan perusahaan kosmetik internasional dari Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat memenuhi aula kaca langit Menara Jianghai.
Di atas panggung utama, Su Qingxue yang tampil memukau dalam balutan gaun bisnis putih keemasan baru saja menyelesaikan demonstrasi langsung Salep Giok Putih Kunlun di hadapan kamera siaran langsung internasional.
Ketika layar raksasa di belakang panggung menampilkan grafik pesanan pre-order global yang langsung menembus angka sepuluh miliar dolar (Rp150 Triliun) hanya dalam waktu enam puluh menit pertama sejak dibuka, gemuruh tepuk tangan membahana mengguncang seluruh aula!
Di kursi kehormatan barisan terdepan, Lin Xuan duduk santai ditemani oleh Kakek Su Zhenhai, Qin Changsheng, Dr. Qin Rou, Hong Tianba, dan Lei Qianhu. Bahkan Liu Fang (ibu Su Qingxue) kini duduk dengan dada membusung bangga, memamerkan kepada seluruh istri orang kaya Jianghai bahwa pemuda luar biasa yang menciptakan formula sepuluh miliar dolar itu adalah calon menantunya!
Namun, tepat ketika Su Qingxue hendak mengangkat gelas sampanye untuk memulai jamuan perayaan—
BOOOOOOMMM!!
Pintu baja ganda aula lantai sembilan puluh sembilan yang beratnya mencapai dua ton mendadak meledak hancur dari luar!
Kedua daun pintu baja itu terbang melintasi karpet merah sejauh tiga puluh meter dan menghantam panggung utama hingga hancur berkeping-keping! Untungnya, Lin Xuan sudah bergerak secepat bayangan dan menarik pinggang Su Qingxue ke dalam pelukannya sepersekian detik sebelum serpihan baja itu mengenai sang CEO cantik!
"AAAH!!"
Jeritan kepanikan para tamu undangan langsung memenuhi aula!
Dari balik kepulan asap di pintu masuk, empat sosok melangkah masuk dengan hawa pembunuh yang begitu mengerikan hingga membuat kaca-kaca tebal gedung pencakar langit itu berderak retak!
Tiga murid perguruan bela diri berpakaian jubah biru tua berjalan di belakang sambil memanggul sebuah peti mati kayu hitam berukuran besar, lalu membanting peti mati itu ke tengah aula hingga lantai marmernya amblas!
Dan di depan peti mati itu, berdiri seorang pria tua berambut putih panjang dengan jubah bela diri bergambar naga terbang. Di punggungnya tergantung sebilah Golok Naga Besar seberat delapan puluh kilogram, sementara di belakangnya merangkak masuk Wang Zhentian dan Wang Teng yang duduk di atas kursi roda dengan wajah penuh dendam!
"Kakak Pertama! Itu mereka!!" teriak Wang Zhentian sambil menunjuk ke arah Lin Xuan dan Su Qingxue. "Bocah bernama Lin Xuan dan jalang Su Qingxue itulah yang merampas seluruh harta Klan Wang dan mematahkan kaki kami!"
Seluruh tokoh besar di aula itu langsung memucat begitu mengenali identitas pria tua berjubah naga tersebut.
"Wang Batian — Sang Naga Pembelah Langit dari Perguruan Naga Langit Jiangnan!!"
"Ya Tuhan! Bukankah sepuluh tahun lalu Wang Batian sudah mencapai ranah Grandmaster Puncak (Peak Zongshi) dan pernah membelah sebuah kapal kargo di Sungai Yangtze dengan satu tebasan goloknya?! Dia bahkan masuk dalam daftar Sepuluh Master Terkuat di seluruh Provinsi Jiangnan!"
Tekanan Gangqi tingkat Grandmaster Puncak yang dilepaskan oleh Wang Batian begitu berat hingga puluhan tamu biasa langsung jatuh berlutut karena kehabisan napas! Bahkan Lei Qianhu dan Hong Tianba yang berdiri di depan meja utama merasakan dada mereka sesak luar biasa.
"Siapa di antara kalian yang bernama Lin Xuan?"
Suara Wang Batian menggelegar bagai guntur di langit malam, membuat lampu-lampu kristal di langit-langit pecah berhamburan!
"Kau berani menghancurkan Klan Wang-ku, melumpuhkan keponakanku, dan merampas harta keluargaku saat aku sedang bertapa di Jinling! Hari ini, aku membawa satu peti mati hitam ini khusus untukmu. Potong lehermu sendiri dan masuklah ke dalam peti mati itu, lalu biarkan gadis bernama Su Qingxue itu menjadi budak pencuci kaki di Klan Wang seumur hidup—maka aku akan mengampuni sisa orang di ruangan ini!"
Su Qingxue menggenggam erat lengan kemeja Lin Xuan. "Lin Xuan, dia adalah Grandmaster Puncak dari ibu kota provinsi... jangan melawannya secara langsung!"
Lin Xuan menatap Su Qingxue sambil tersenyum lembut, menepuk punggung tangan halus tunangannya itu untuk menenangkannya.
"Jangan takut, Qingxue. Hari ini adalah hari perayaan perusahaanmu. Tidak boleh ada sampah yang merusak suasana hatimu."
Lin Xuan melangkah maju perlahan menuju tengah aula, melewati Lei Qianhu dan Qin Changsheng, lalu berhenti lima meter di depan peti mati hitam dan Wang Batian.
Di tangan kiri Lin Xuan, ia masih memegang cangkir teh hijaunya. Dengan gerakan santai, dua jari tangan kanannya menjepit sehelai daun teh hijau basah yang mengapung di permukaan cangkir tersebut.
"Wang Batian, bukan?" ucap Lin Xuan tenang. "Adikmu meracuni Kakek Su dengan racun Sekte Matahari Hitam, dan keponakanmu mencoba membius tunanganku. Aku masih menyisakan nyawa anjing mereka sampai hari ini sebenarnya hanya karena aku malas mengotori tanganku. Tapi karena kau sudah berbaik hati membawakan peti mati ke sini... maka peti mati itu sangat cocok untuk tempat tidur terakhirmu bersama mereka berdua."
"LANCANG!!"
Kemarahan Wang Batian meledak hingga rambut putihnya berkibar tanpa angin!
"Bocah bau kencur yang baru menyentuh ranah Grandmaster Awal berani menghina seorang Grandmaster Puncak?! Biar kutunjukkan padamu perbedaan antara langit dan bumi!!"
SRING—BOOOOM!!
Wang Batian melompat tinggi ke udara dan mencabut Golok Naga Besar dari punggungnya! Seluruh kekuatan Gangqi yang telah ia latih selama lima puluh tahun dituangkan ke dalam bilah golok baja tebal tersebut, menciptakan Bayangan Tebasan Golok Cahaya sepanjang sepuluh meter yang menebas turun dari atas kepala Lin Xuan!
Tekanan tebasan itu begitu dahsyat hingga membelah karpet merah dan lantai beton aula menjadi jurang panjang sebelum bilah goloknya menyentuh tanah!
"Mati kau, Lin Xuan!!" teriak Wang Teng dengan mata melotot penuh kegembiraan gila.
Namun, di bawah bayangan tebasan golok raksasa yang mematikan itu, Lin Xuan hanya mengangkat kepalanya sedikit.
Bola matanya berkilat keemasan, dan aliran energi dari Segel Pertama Nadi Naga Kaisar mengalir ke ujung jari kanannya yang menjepit sehelai daun teh hijau!
Di ranah Martial Saint (Wusheng) yang telah dikuasai Lin Xuan di Puncak Kunlun—setiap rumput, kayu, bambu, dan daun di alam semesta dapat berubah menjadi pedang penebas dewa!
"Satu Daun Menebas Langit."
Lin Xuan mengibaskan jari kanannya ke depan dengan ringan!
SWUUUUUUSH—CRAAACK!!
Sehelai daun teh hijau yang lembut itu melesat dari jari Lin Xuan, berubah menjadi seberkas Cahaya Pedang Hijau Zamrud yang seratus kali lipat lebih tajam dan menyilaukan daripada tebasan golok Wang Batian!
KLAANG—KRAAAAK!!
Di hadapan ratusan pasang mata yang terbelalak tak percaya di seluruh aula:
Sehelai daun teh hijau itu berbenturan langsung dengan Golok Naga Besar seberat delapan puluh kilogram milik Wang Batian—dan dalam sepersekian detik, bilah golok baja legendaris itu terbelah menjadi dua potong dari ujung hingga ke gagangnya bagaikan sebatang lilin yang ditebas pedang panas!
"APA?! Membelah golok bajaku... dengan sehelai daun teh?!"
Wajah Wang Batian langsung berubah menjadi pucat pasi penuh keputusasaan mutlak!
"Memetik daun menjadi pedang... menyatukan Qi dengan alam... Kau bukan Grandmaster! Kau adalah seorang MARTIAL SAINT (WUSHENG)!!"
Namun teriakan penyesalan Wang Batian sudah terlambat.
Cahaya hijau dari sehelai daun teh itu tidak berhenti setelah membelah goloknya, melainkan langsung menembus dada Wang Batian, menghancurkan jantung dan meridian sang Grandmaster Puncak, lalu membawa tubuhnya terbang ke belakang dan jatuh masuk tepat ke dalam peti mati hitam yang ia bawa sendiri!
BRAAAK!!
Tutup peti mati hitam itu terangkat oleh angin sisa tebasan dan menutup rapat dengan sendirinya!
Sunyi senyap!
Seluruh aula puncak Menara Jianghai hening bagai waktu telah berhenti berputar!
Seorang Grandmaster Puncak yang mengguncang Provinsi Jiangnan... tewas dalam satu serangan sehelai daun teh, dan langsung masuk ke dalam peti matinya sendiri?!
Bruk! Bruk! Bruk!
Dimulai dari Qin Changsheng, Su Zhenhai, Hong Tianba, dan Lei Qianhu, diikuti oleh seluruh miliarder, direktur perusahaan, dan kepala keluarga besar di seluruh Kota Jianghai yang hadir di aula tersebut—ratusan orang itu serempak berlutut menghadap sosok pemuda berkemeja putih di tengah panggung, menyerukan satu gelar yang sejak malam itu menggema di seluruh pesisir timur:
"Kami memberi hormat kepada Tuan Muda Lin — Penguasa Tertinggi Kota Jianghai!!"
Namun, tepat ketika seluruh Kota Jianghai bertekuk lutut di bawah kaki Lin Xuan, pintu lift pribadi lantai sembilan puluh sembilan berdenting terbuka.
Seorang wanita muda berwajah cantik angkuh dalam balutan gaun haute couture merah menyala dan pedang panjang antik di pinggangnya melangkah keluar bersama rombongan pengawal berwibawa dari Ibu Kota Provinsi Jinling.
Wanita itu menatap Lin Xuan dengan tatapan dingin dan merendahkan, lalu mengeluarkan selembar Surat Pertunangan Kuno kedua dan selembar cek bernilai sepuluh juta dolar dari tasnya.
"Kau yang bernama Lin Xuan dari Gunung Kunlun?" suara wanita itu terdengar angkuh di tengah keheningan aula. "Aku Tang Ruoxue dari Keluarga Tang di Ibu Kota Provinsi Jinling. Aku datang ke kota kecil ini hari ini hanya untuk satu hal: ambil cek sepuluh juta dolar ini, dan batalkan pertunangan kuno yang memalukan di antara kita sekarang juga—karena pria yang pantas menjadi suamiku hanyalah Tuan Muda dari Klan Chu di Jinling!"