NovelToon NovelToon
SUAMIKU TERNYATA BELUM MATI

SUAMIKU TERNYATA BELUM MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Tiga Alif

Selama hampir empat tahun, Puspita Kusumah dikurung di panti perawatan setelah keluarganya merekayasa tuduhan terhadapnya. Dengan bantuan kuasa hukum independen, ia meminta pengadilan membatalkan penetapan yang membatasi kewenangannya mengurus kepentingan perdata dan memperoleh putusan yang memulihkan haknya. Setelah dokter menyatakan rawat inap tak lagi diperlukan, ia dipulangkan secara resmi dan dapat mengurus warisan suaminya, Arya, termasuk saham Keluarga Mahesa. Namun, ada sebuah rahasia. Suaminya yang dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat ternyata masih hidup dan menyamar sebagai dosen hukum yang dingin di kampus. Kini keluarga Kusumah dan Mahesa berusaha merebut hartanya, sementara orang yang paling ia rindukan berdiri di hadapannya tanpa sudi mengakuinya. Mengapa Arya memalsukan kematian, dan sampai kapan Puspita harus berpura-pura tidak mengenal suaminya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiga Alif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4 - Keluarga Mahesa Memberi Vila Mewah

Kardus suplemen mewah itu terguling di lantai marmer sesaat setelah Puspita melemparnya, dan isinya berhamburan keluar dalam bentuk saset-saset perak yang memantulkan cahaya lampu ruang tamu. Tidak seorang pun berani memungutnya. Pelayan rumah deret hanya berdiri kaku di dekat pintu, sementara wajah Retno berubah masam.

\=\=\=\=

Setelah Tuan Patriark Mahesa diyakinkan bahwa Puspita sedang mengandung, ia tidak hanya menemuinya secara pribadi, tetapi juga mengirim sebuah rumah deret dua lantai di kawasan Vila Kenanga ketika mendengar bahwa ia berniat pindah ke Kota Serimpi untuk menjaga kehamilannya.

Hadiah itu membuat keluarga besar Mahesa menahan diri untuk sementara.

Kalau warisan berada di tangan Puspita, karena ia dianggap orang luar, walaupun Laksana tidak bergerak, keluarga besar tetap tidak akan membiarkan janda muda itu memegang porsi besar saham Keluarga Mahesa.

Namun, keadaan itu berbeda dalam pandangan keluarga besar. Mereka percaya Puspita sedang mengandung, sehingga warisan itu kelak juga akan menjadi milik cucu laki-laki Keluarga Mahesa.

Keluarga besar selalu mementingkan garis darah. Saat ini seluruh cucu Haryo semuanya perempuan dan belum ada satu pun laki-laki. Jika Puspita melahirkan putra, anak itu akan menjadi cucu laki-laki tertua Keluarga Mahesa, dan siapa yang berani menyentuh harta dari cucu laki-laki tertua?

Patriark Mahesa begitu mempercayai kabar kehamilan Puspita hingga mengirim rumah deret itu untuk menunjukkan sikapnya.

Beberapa waktu lalu, banyak kerabat dari Keluarga Mahesa yang menelepon Puspita dan ingin bertemu dengannya. Sekarang semua orang diam seribu bahasa.

Vila Kenanga adalah kawasan perumahan mewah yang paling terkenal di Kota Serimpi, tempat banyak pengusaha besar dan keluarga berada menetap.

Gerbang kawasan itu dijaga dua lapis, dan setiap rumah di dalamnya berdiri di atas lahan yang luasnya tidak akan pernah dimiliki oleh orang biasa. Rumah deret yang diberikan pada Puspita berada di barisan paling dekat dengan danau buatan, dengan teras menghadap taman yang jarang diinjaki tamu.

Setelah tiba di Kota Serimpi, Puspita tinggal dulu di rumah deret itu, menunggu dengan sabar sampai Kediaman Kusumah mengundangnya kembali dengan hormat.

"Beberapa hari lalu Galuh menelepon untuk menanyakan tempat tinggalmu." Yusuf menyampaikan kabar itu sambil merapikan berkas di meja.

Kalimatnya baru selesai ketika pengawal di luar masuk dan melapor, "Nona, Nyonya Kusumah ingin bertemu Nona."

Siapa lagi Nyonya Kusumah di Kota Serimpi selain istri Ketua Grup Sedaya, ibu kandung Puspita, Retno?

Galuh menyinggungnya terlebih dahulu, tetapi tidak datang untuk memperbaiki kesalahan, justru mengundang ibunya sendiri datang ke hadapan Puspita. Apakah ia sedang memainkan kartu emosi?

Puspita menarik sudut mulutnya, dan mata penuh sindiran itu bergerak ke arah jendela.

Galuh benar-benar mengira bahwa ucapan Puspita tentang berlutut itu hanya sekadar ucapan belaka?

Puspita tidak hanya akan membuat Galuh berlutut dan memohon padanya, tetapi juga mematahkan kesombongan gadis itu, menjatuhkannya dari surga tertinggi ke dasar neraka, dan membuat hidupnya terasa lebih berat dari kematian.

Kematian tidak cukup untuk membayar utang yang telah ditanggung wanita itu.

Sedikit kemerahan muncul di dasar pupil gelap Puspita, dan wajah seorang pria muda yang tampan tapi memucat muncul perlahan di benaknya.

Kakaknya tidak bisa bicara, tetapi ia berusaha menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja supaya Puspita tidak khawatir.

Kakaknya begitu baik orangnya. Walaupun ia bisu sejak lahir karena cacat bawaan, ia adalah orang paling lembut di dunia, orang yang memberikan satu-satunya kehangatan di masa kecil Puspita yang gelap dan sunyi.

Bahkan jika kelak kakinya harus dipatahkan sekalipun, ia tidak akan rela kalau adiknya menderita sedikit pun.

Puspita berpikir, alasan dirinya berhenti sebelum bilah pisau itu menyentuh dada Arya mungkin karena pria itu juga terkurung di kursi roda sepanjang tahun, dan di lubuk yang paling dingin sekalipun masih menyisakan sedikit ruang untuk orang yang kejam dan tega.

Pintu teras berbunyi dari luar, dan suara langkah yang tidak ia tunggu terdengar masuk melewati lobi.

Retno masuk membawa dua kardus suplemen, dan berdiri dengan sangat hati-hati di samping sofa. Ia tidak duduk karena Puspita tidak mempersilakannya.

Puspita menutup matanya perlahan dan menahan seluruh emosi yang berputar di dadanya. Terkadang ia bertanya-tanya, mengapa dirinya dan kakaknya harus menanggung seluruh aib dan penghinaan, ketika wanita di hadapannya justru merusak rumah tangga orang lain?

Karena kelahiran mereka berdua, Retno berhasil menggeser ibu Galuh dan menjadi Nyonya Kusumah sampai hari ini. Bukankah begitu?

Waktu Puspita masih kecil, ia sangat patuh. Ia tidak berteriak dan tidak berbuat gaduh di Kediaman Kusumah, membiarkan Galuh melampiaskan amarahnya kepada mereka berdua. Seperti yang sering Galuh katakan, mereka datang untuk membayar utang dosa ibu mereka.

Kakaknya yang berhati lembut bahkan merasa bahwa kebisuannya adalah hukuman Tuhan karena dosa kelahiran mereka. Ia tidak pernah mengeluh, hanya menanggungnya dalam diam.

Ia bahkan pernah menulis catatan kecil untuk Puspita, bahwa yang dihukum adalah dirinya sendiri, bukan adiknya, karena suara adiknya sangat manis dan merdu.

Tetapi pada akhirnya, Puspita kehilangan kakaknya selamanya.

Setelah Damar pergi, tidak ada seorang pun di Kediaman Kusumah yang benar-benar bersih dari dosa.

"Puspita, Ibu lihat wajahmu kurang sehat, jadi Ibu membelikan beberapa suplemen." Retno meletakkan barang-barang di tangannya ke meja kopi, tetapi tetap berdiri di tempatnya karena Puspita tidak mempersilakannya duduk.

Dari awal sampai akhir Puspita tidak bicara apa pun, dan Retno merasa sedikit canggung sendiri, matanya sesekali melirik ke arah Yusuf yang berdiri tidak jauh dari situ.

Yusuf secara alami tidak tertarik memperhatikannya, dan Retno akhirnya bicara lagi.

"Galuh hari itu tidak sengaja, dia tidak punya niat jahat, dan kau pasti tahu..."

Puspita langsung berdiri, mengambil kantong suplemen itu, lalu menuang isinya ke dalam vas bunga di meja. Setelah kantong itu kosong, ia melempar kardus bekasnya begitu saja ke lantai marmer sampai terguling, dan saset-saset yang tersisa berhamburan keluar. Ia lalu menunjuk pintu keluar dengan dagunya.

"Keluar."

Wajah Retno berubah buruk. Ia berdiri diam di tempatnya, tidak bergerak sedikit pun.

"Puspita, bagaimanapun juga aku ibumu."

"Jangan sampai aku mendengar kata-kata menjijikkan seperti itu lagi."

Puspita menyeringai.

"Beginikah sikap Grup Sedaya selama ini? Menampar orang lain, dan yang menampar bahkan tidak minta maaf. Kau bawa pulang kata-katanya. Kalau Galuh tidak datang memohon maaf secara pribadi, urusan ini belum selesai!"

Yusuf buru-buru maju dan menyerahkan segelas air panas.

"Nona, tenanglah. Dokter bilang kondisi emosi Nona akhir-akhir ini tidak stabil, dan gampang sekali memengaruhi kandungan."

Amarah di dada Puspita berhenti sejenak. Ia menoleh menatap asisten itu, dan Yusuf menunduk lalu melanjutkan bicara.

"Pemilik keluarga mengirim rumah deret ini supaya Nona bisa menjaga kehamilannya dengan tenang di Kota Serimpi."

Dua kalimat itu membuka dua informasi yang sangat penting.

Pertama, Puspita sedang mengandung, dan janin itu adalah cucu Keluarga Mahesa. Kedua, Keluarga Mahesa sangat memperhatikan menantu mereka sampai-sampai mengirim sebuah rumah mewah.

Retno mendengar kalimat itu dan warna wajahnya berubah hebat.

"Puspita, kau sedang mengandung? Bukankah Arya Mahesa itu...?"

"Meskipun Arya Mahesa sudah pergi, ia meninggalkan darah dagingnya di dunia ini." Yusuf menjawab dengan suara dingin.

"Sampaikan pada Keluarga Kusumah untuk berhenti menghubungi kami. Kami tidak akan membiarkan istri dan anak Arya Mahesa ditindas orang. Bahkan kalau kami bisa berdiam diri atas hal ini, pemilik keluarga tidak akan bisa memberi maaf."

Retno pergi dengan terburu-buru, dan sebelum pintu mobil tertutup ia sempat berkata dengan gagap, "Ini... ini kabar bagus, Puspita. Kau jagalah baik-baik anakmu, nanti Ibu datang menemuimu lagi."

Puspita menatap punggung ibunya dengan dingin sampai mobil itu hilang dari tikungan, lalu menyeruput air panas di tangannya dengan perlahan.

Ia berdiri di teras selama beberapa saat setelah suara mesin mobil itu benar-benar hilang, dan angin sore yang masuk dari taman belakang membawa bunga kenanga yang sedang mekar.

Rumah deret dua lantai itu masih terasa asing baginya, tetapi setiap sudutnya sudah dirapikan oleh pelayan yang dikirim bersama berkas kepemilikan, lengkap dengan dapur yang bersih serta kamar tamu yang belum pernah diinjaki siapa pun.

Ia berbalik menatap Yusuf dan memujinya dengan singkat.

"Cukup paham membaca situasi."

Yusuf menjawab dengan rendah hati.

"Prof. Guntara Prasetya mengajar saya dengan baik."

Wajah Puspita tetap datar.

"Kenapa kau menyebut benda sialan itu?"

Yusuf tidak menjawab.

Dalam hati Yusuf berpikir, lagipula suami istri memang selalu bertengkar. Walaupun Nona dikurung hampir empat tahun, setidaknya Nona menerima warisan senilai Rp 84 triliun. Ada apa dengan dendam yang sebesar itu? Bisa bersikap sedikit baik kepada tuanku, tidakkah?

Kedatangan Retno tadi membuat Puspita tidak bisa menahan diri untuk kembali mengingat kenangan empat tahun lalu, kenangan hidup dalam hinaan di Kediaman Kusumah.

Sudah bertahun-tahun lamanya ia berpikir, tetapi tidak pernah menemukan jawaban. Mengapa orang-orang yang lembut dan baik hati selalu mendapat nasib sial, sementara orang-orang yang jahat dan menjijikkan justru bisa hidup bahagia sesuka hati?

BRAK.

Puspita menghantamkan gelas air panas di tangannya ke atas meja marmer. Gelas itu pecah berkeping-keping, dan air bercampur dengan serpihan kaca menyebar di seluruh permukaan meja.

Beberapa serpihan kaca yang beterbangan menggores pipi Puspita dan meninggalkan garis tipis berwarna kemerahan di wajah pucatnya, menambah kesan yang tidak bisa dijelaskan pada sosok yang memang sudah tidak ramah itu.

Yusuf dan para pelayan yang berdiri tidak jauh dari situ langsung kaget. Mereka tidak mengerti mengapa tiba-tiba Nona menghancurkan gelas, dan hanya bisa berdiri di tempat masing-masing tanpa berani bergerak, sambil mengawasi janda muda itu dengan sangat hati-hati.

Melihat betapa gemetarnya orang-orang di hadapannya, Puspita tiba-tiba sadar dari lamunannya, lalu tersenyum tipis.

"Ketika kita galak pada dunia, dunia mendadak menjadi lembut."

Ia tertawa, tertawa karena marah.

Yusuf tahu betul apa arti semua ini. Kondisi Nona pasti sudah makin parah, dan demi keselamatan dirinya sendiri, ia merasa perlu melaporkan hal ini kepada Tuan Kedua secepatnya.

1
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
singgah dimari nanti bacanya ya kaCan
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 zc❖ 🍒⃞⃟🦅
mampir kak, semangat yah
adam
semangat kk ceritanya bagus , gak bisa komen cepet-cepet tapi tenang dibaca semua kok.
adam
halo apa kabar , aku mampir lagi nih
adam: udah..
total 13 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!