NovelToon NovelToon
JANDA-JANDA UNDERCOVER

JANDA-JANDA UNDERCOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan
Popularitas:956
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Arsila

siapa sangka tiga janda dari latar belakang berbeda seorang Bella damayanti 28(mantan polwan) ,Siska Paramita 30(mantan koki) , dan Maya Adinda 29(mantan guru TK) tanpa sengaja membentuk tim detektif amatir. Mereka awalnya hanya ingin menyelidiki siapa yang sering mencuri jemuran di lingkungan apartemen mereka.

​Namun, penyelidikan itu malah membawa mereka ke jaringan mafia kelas teri yang dipimpin oleh seorang bos yang takut dengan istrinya. Dengan senjata sutil, semprotan merica, dan omelan maut, ketiga wanita ini membuktikan bahwa status janda bukanlah halangan untuk menjadi pahlawan (yang sangat berisik).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Arsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skandal London dan Rendang Palsu di Buckingham

​Jika ada satu hal yang lebih menyebalkan daripada dikejar mafia, itu adalah dituduh mencuri mahkota kerajaan Inggris saat kalian sedang asyik makan mi instan di markas Tanah Abang.

​"Ini nggak mungkin! Liat foto ini, Bel! Postur tubuhnya emang mirip aku, tapi dasternya? Itu motif bunga matahari! Aku kan benci banget sama bunga matahari, seleraku jauh lebih elit!" Maya berteriak sambil membanting tablet ke atas tumpukan kain pel.

​Bella Damayanti menghela napas, matanya merah karena kurang tidur. "Masalahnya bukan soal motif bunga, May. Masalahnya adalah kamera CCTV di menara London menangkap sosok yang sangat mirip Siska sedang melumpuhkan penjaga pakai sutil. Dan di lokasi kejadian, polisi nemuin jejak bumbu rendang. Rendang jengkol, spesifik banget."

​Siska Paramita yang sedang mengasah pisau dapur keramiknya langsung berhenti. Wajahnya mengeras. "Itu penghinaan. Rendang jengkolku punya aroma earthy yang elegan. Kalau mereka nemuin jejak yang baunya kayak kaos kaki basah, itu pasti imitasi murahan!"

​"Interpol udah ngeluarin Red Notice," lanjut Bella serius. "Kita nggak punya pilihan. Kita harus ke London, bukan buat belanja, tapi buat nyari siapa janda gadungan yang berani-beraninya ngerusak reputasi kita."

​Dua puluh empat jam kemudian, mereka mendarat di Heathrow. Penyamaran mereka kali ini benar-benar totalitas. Maya mengenakan topi pantai lebar, kacamata hitam segede gembok, dan daster motif kotak-kotak yang disamarkan sebagai gaun vintage London. Siska menyamar sebagai koki freelance yang membawa koper penuh bumbu (yang sebenarnya adalah lab mini untuk mendeteksi residu kimia). Bella? Bella menyamar sebagai supir taksi hitam khas London lengkap dengan logat Cockney yang payah.

​"Target pertama kita: Restoran 'The Spicy Crown' di daerah Soho," ujar Bella lewat radio taksinya. "Gue dapet intel kalau ada seorang wanita Asia yang baru-baru ini menyewa dapur rahasia di sana buat masak rendang dalam jumlah besar."

​"Siap, Bel. Aku dan Maya bakal masuk sebagai kritikus makanan dari Asia," jawab Siska.

​Di dalam restoran yang gelap dan mewah itu, aroma bumbu tercium kuat. Namun, bagi hidung terlatih Siska, ada yang salah. "Baunya terlalu banyak MSG. Ini bukan masak pakai cinta, ini masak pakai kebencian."

​Tiba-tiba, seorang wanita muncul dari area dapur. Dia mengenakan daster yang sangat mirip dengan daster macan pink Maya yang lama. Wajahnya tertutup masker medis, tapi matanya... mata itu sangat tajam.

​"Kalian terlambat, Justice Widows," ujar wanita itu. Suaranya terdengar mekanis, seolah diproses oleh alat pengubah suara.

​"Siapa kamu?!" tanya Maya sambil menyiapkan lipstik granatnya.

​"Aku adalah The Shadow Stitcher. Aku diciptakan oleh sisa-sisa agensi Kolonel Lastri yang kalian hancurkan. Dan malam ini, kalian akan menyaksikan bagaimana sejarah Inggris berubah karena sepiring rendang."

​Wanita itu melemparkan sebuah bola asap dan menghilang lewat pintu belakang.

​Bella melakukan pengejaran lewat gang-gang sempit London, sementara Siska dan Maya mendapatkan informasi krusial dari sisa masakan di dapur rendang itu tidak dibuat untuk dimakan, tapi sebagai alat penghantar racun saraf gas yang akan dilepaskan melalui sistem ventilasi Istana Buckingham saat perjamuan makan malam kenegaraan.

​"Gila! Mereka mau meracuni seluruh keluarga kerajaan pakai bau rendang?!" Maya histeris. "Dunia bakal benci sama makanan Indonesia kalau ini kejadian!"

​"Kita harus masuk ke Istana. Sekarang!" perintah Bella.

​Dengan bantuan peralatan dari Master Tailor (yang dikirim lewat paket diplomatik rahasia), Bella berhasil meretas sistem keamanan luar istana. Siska dan Maya menyelinap masuk melalui gerbong pengangkut bahan makanan, bersembunyi di balik tumpukan kentang dan wortel.

​Di dalam dapur istana yang luasnya hampir seluas lapangan bola, kekacauan terjadi. Para koki kerajaan pingsan di lantai. Di tengah ruangan, The Shadow Stitcher sedang berdiri di depan kuali raksasa yang mengeluarkan uap hijau pekat.

​"Berhenti!" teriak Siska sambil melompat keluar dari tumpukan wortel, memegang sutil titaniumnya.

​"Ah, si Koki Janda," ejek Shadow Stitcher. Ia menarik sebuah kabel dari dasternya yang ternyata terhubung dengan sistem ventilasi utama. "Satu tarikan, dan seluruh ruangan di atas sana akan tertidur selamanya."

​"Nggak akan gue biarin!" Bella muncul dari jendela atas, turun menggunakan kabel rappelling dan langsung menendang wanita itu.

​Pertarungan sengit pecah di antara panci-panci perak kerajaan. Shadow Stitcher ternyata memiliki kemampuan bela diri yang sangat mirip dengan Bella. Mereka bertukar pukulan dengan kecepatan tinggi di atas meja saji yang licin.

​Siska berhadapan dengan sistem ventilasi. "Maya! Gue butuh bantuan buat netralisir uapnya! Ambil parfum 'Anti-Bau' yang lo punya!"

​Maya mengeluarkan botol parfum raksasa yang sebenarnya adalah penetral zat kimia dan mulai menyemprotkannya ke dalam lubang ventilasi sambil berteriak, "Terima ini! Aroma Spring Garden tanpa pengawet!"

​Shadow Stitcher berhasil menyudutkan Bella dan bersiap menarik kabel pemicu. Namun, Siska melemparkan sutilnya dengan teknik bumerang yang luar biasa. TING! Sutil itu memotong kabel tersebut tepat sebelum ditarik.

​"Dasar janda menyebalkan!" teriak Shadow Stitcher. Ia mencabut sebilah belati tipis dan menyerang Siska.

​Siska menangkis dengan tangan kosong, menggunakan teknik kuncian leher yang dia pelajari dari Bella. "Masakanmu hambar, aromamu palsu, dan dastermu... bener-bener nggak modis!"

​Dengan satu bantingan keras, Siska menjatuhkan Shadow Stitcher ke dalam tempat sampah raksasa berisi kulit kentang. Bella segera memborgol wanita itu menggunakan borgol magnetik.

​Saat topeng wanita itu dibuka, mereka semua terkejut. "Kolonel Lastri?!" teriak Maya.

​"Bukan," Bella memeriksa leher wanita itu. "Ini Android. Replika biometrik yang diprogram dengan memori Lastri. Pantas saja gerakannya sangat terbaca."

​Suasana istana kembali tenang. Tim keamanan asli kerajaan masuk dan segera mengambil alih. Karena jasa mereka yang sangat besar (dan rahasia), identitas mereka tetap disembunyikan dari publik, namun sebuah catatan kecil ditinggalkan di dapur untuk mereka.

​Beberapa jam kemudian, di sebuah taman tersembunyi di belakang istana, tiga janda kita sedang duduk dengan napas tersengal-sengal. Seseorang dengan setelan jas rapi mendekati mereka membawa nampan berisi teh dan camilan scones.

​"Atas nama Kerajaan, kami berterima kasih. Dan ini... ada titipan dari Ratu," ujar pria itu sambil memberikan sebuah kotak kecil.

​Di dalamnya terdapat tiga buah bros emas berbentuk mawar, dan sebuah kartu ucapan: "The rendang smells lovely now. Thank you, Widows."

​"Wah! Kita dapet bros emas asli!" Maya langsung memakainya di dasternya yang kotor. "Bisa dijual nggak ya kalau kita lagi bokek?"

​"May, harga diri dikit kek," tegur Siska, meski dia sendiri diam-diam mengantongi beberapa scones untuk camilan di pesawat.

​Bella menatap langit London yang mulai gelap. "Misi selesai. Nama kita bersih. Tapi Android itu... itu artinya masih ada pabrik di luar sana yang memproduksi replika musuh-musuh kita."

​Saat mereka sedang berjalan menuju taksi hitam Bella, ponsel Bella berdering. Sebuah video muncul secara otomatis.

​Layar menunjukkan sebuah gudang bawang yang sangat familier. Di tengah ruangan, duduk seorang pria dengan perut buncit yang sudah lama tidak mereka lihat.

​"Don Toro?" bisik Siska.

​Don Toro tampak lebih kurus, tapi matanya menyala penuh amarah. Di sampingnya berdiri seorang wanita dengan teflon raksasa istrinya, Bu Fatma, yang kini tampak mengenakan seragam tempur militer.

​"Halo, Janda-janda penghancur bisnisku," suara Don Toro terdengar serak. "Kalian pikir kalian sudah menang? Kami sudah bergabung dengan faksi 'Benang Hitam' yang baru. Dan kami sedang menuju Jakarta. Sampai jumpa di Apartemen Puri Kencana... jika rumah kalian masih berdiri saat kalian sampai."

​Video itu mati.

​"Gila! Don Toro balik lagi?! Dan Bu Fatma ikut?!" Maya panik. "Aduuh, koleksi dasterku di apartemen gimana?!"

​Bella memasukkan kunci taksinya. "Kita harus pulang. Sekarang. Kalau mereka berani nyentuh apartemen kita, mereka bakal tahu kenapa janda dibilang lebih galak daripada singa."

​Siska mengencangkan celemeknya. "Siapkan bumbu paling pedas yang kita punya. Kita bakal kasih mereka sambal yang nggak bakal mereka lupain seumur hidup."

​Taksi hitam itu melesat menuju bandara, meninggalkan kabut London menuju pertempuran paling personal yang pernah mereka hadapi Pertempuran Mempertahankan Apartemen.

1
yumin kwan
baru nemu, langsung marathon....
seru kocak... walau ga masuk akal 🤣🤣🤣
yumin kwan
astaga.... kok bisa kepikiran ide begini.... salut....
yumin kwan
astaga.... seru bgt ini 3 janda.... 😄
yumin kwan
kayaknya kocak ini cerita..... save ah...
Marley
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!