NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Persembunyian di Lembah Kematian

Lembah Kematian bukanlah sekadar nama. Tempat ini adalah sebuah celah raksasa di balik Pegunungan Salju Abadi yang selalu tertutup oleh kabut ungu beracun. Konon, siapa pun yang masuk ke sana tidak akan pernah melihat matahari lagi. Namun, bagi Xiao Yuan yang kini menyandang "Tanda Buruan Surga" di dadanya, tempat paling berbahaya adalah tempat paling aman.

Yun’er memapah tubuh Xiao Yuan masuk lebih dalam ke sebuah gua yang tersembunyi di balik air terjun beku. Kakek Gu mengikuti dari belakang dengan wajah yang sangat pucat. Ia terus menatap tanda bercahaya di dada Xiao Yuan sebuah simbol mata satu berwarna emas yang terus berdenyut, memancarkan sinyal ke seluruh penjuru benua tentang keberadaan mereka.

"Yuan, bertahanlah. Sedikit lagi," bisik Yun’er. Suaranya serak karena terus menahan tangis.

Xiao Yuan tidak menjawab. Kesadarannya naik turun. Setiap kali tanda di dadanya berdenyut, ia merasa seolah ribuan jarum panas menusuk jantungnya. Energi naga di dalam tubuhnya mengamuk, mencoba menghancurkan tanda kutukan itu, namun kekuatan dari Alam Atas terlalu kuat untuk kondisinya yang sekarang.

Mereka sampai di sebuah ruangan luas di ujung gua. Di sana, udara terasa sangat tenang, berbeda dengan hawa kematian di luar. Di tengah ruangan itu, sebuah peti mati kristal transparan berdiri tegak di atas altar batu giok. Peti itu memancarkan cahaya biru lembut yang mendinginkan suhu udara.

Langkah kaki Yun’er terhenti. Matanya membelalak. Di dalam peti mati itu, terbaring seorang wanita cantik yang mengenakan gaun sutra berwarna biru es. Wajah wanita itu sangat tenang, seolah-olah ia hanya sedang tertidur lelap. Namun, yang membuat jantung Yun’er nyaris berhenti adalah wajah wanita itu.

Wanita di dalam peti itu adalah cerminan sempurna dari Yun’er, hanya saja terlihat lebih dewasa dan anggun.

"Ini... siapa dia?" suara Yun’er bergetar.

Kakek Gu mendekat, lalu berlutut di depan peti mati itu dengan hormat yang mendalam. "Inilah alasan mengapa aku membawamu ke sini, Yun’er. Dia adalah Permaisuri Phoenix Es, leluhurmu yang sebenarnya. Dan dia... adalah ibumu."

Yun’er jatuh terduduk. Selama ini ia mengira dirinya hanyalah anak yatim piatu yang dibuang karena membawa sial. Ternyata, takdirnya jauh lebih besar dan lebih rumit.

"Kakek Gu, apa maksud semua ini?" tanya Yun’er sambil menyentuh permukaan kristal yang dingin.

"Klan Phoenix Es dikhianati oleh sekte-sekte besar di Alam Atas ribuan tahun lalu. Ibumu menggunakan sisa kekuatannya untuk membekukan dirinya sendiri dan mengirim jiwanya yang adalah kau, Yun’er ke dunia rendah agar bisa selamat. Dia menunggu seseorang dengan darah naga murni untuk membangunkannya. Dan orang itu adalah Xiao Yuan," jelas Kakek Gu sambil melirik Xiao Yuan yang tergeletak lemah di lantai gua.

Xiao Yuan mengerang, memuntahkan darah hitam yang membeku seketika di atas lantai gua. Tanda di dadanya bersinar semakin terang.

"Tidak ada waktu lagi," Xiao Yuan memaksakan diri untuk bicara. "Yun’er... dekati peti itu. Aku bisa merasakan... energi di dalam peti itu bisa membantuku menekan kutukan ini."

"Tapi Yuan, jika aku mengambil energinya, ibuku mungkin tidak akan pernah bangun!" Yun’er bimbang.

"Dengarkan dia, Yun’er!" Kakek Gu memotong. "Hanya kekuatan Phoenix Es yang bisa mendinginkan amukan energi naga di dalam tubuh Xiao Yuan. Jika Xiao Yuan mati sekarang, tanda itu akan meledak dan menghancurkan seluruh lembah ini, termasuk peti mati ibumu!"

Yun’er menatap Xiao Yuan, lalu menatap wanita di dalam peti. Dengan tangan gemetar, ia meletakkan telapak tangannya di atas jantung wanita itu melalui kristal. Seketika, cahaya biru yang menyilaukan meledak dari dalam peti. Energi es yang sangat murni mengalir masuk ke tubuh Yun’er, lalu ia menyalurkannya ke tubuh Xiao Yuan melalui genggaman tangan mereka.

"ARGHHHH!" Xiao Yuan menjerit saat suhu tubuhnya yang membara bertemu dengan energi es absolut.

Asap putih mengepul dari tubuh Xiao Yuan. Tanda buruan di dadanya mulai meredup, tertutup oleh lapisan es tipis yang terlihat seperti segel. Perlahan, napas Xiao Yuan mulai tenang. Namun, sebagai gantinya, rambut putih Xiao Yuan kini memiliki garis-garis biru es di ujungnya.

Di saat yang sama, di luar gua, suara gemuruh terdengar. Tanah bergetar hebat.

"Mereka sudah sampai," desis Kakek Gu sambil menghunus pedang tuanya. "Sekte-sekte besar, pemburu hadiah, dan mungkin pasukan dari Sekte Awan Langit. Mereka semua datang karena cahaya tanda itu."

Xiao Yuan berdiri dengan susah payah. Meskipun energinya belum pulih sepenuhnya, integrasi dengan energi Phoenix Es milik Yun’er memberinya jenis kekuatan baru Naga Es Neraka.

"Kakek Gu, jaga Yun’er dan peti itu," perintah Xiao Yuan. Matanya kini tidak lagi perak, melainkan biru tajam dengan aura yang bisa membekukan jiwa siapa pun yang menatapnya.

"Yuan, kau tidak bisa bertarung sendirian!" Yun’er mencoba menahan.

Xiao Yuan menoleh dan memberikan senyum tipis yang penuh kepahitan. "Dunia ini tidak memberiku pilihan lain, Yun’er. Jika mereka ingin kepalaku untuk mendapatkan keabadian, maka aku akan memberikan mereka kematian abadi di lembah ini."

Xiao Yuan berjalan menuju mulut gua. Di luar, ratusan kultivator dari berbagai sekte telah berkumpul. Mereka dipimpin oleh seorang pria paruh baya mengenakan jubah emas dengan lambang matahari Tetua Agung dari Sekte Matahari Suci, sekte terkuat di dunia rendah yang merupakan atasan dari Sekte Awan Langit.

"Xiao Yuan! Serahkan kepalamu dan kami akan membiarkan teman-temanmu hidup!" teriak sang Tetua Agung. Suaranya diperkuat dengan energi dalam hingga meruntuhkan bongkahan es dari dinding tebing.

Xiao Yuan keluar dari balik air terjun beku, berdiri di atas sebongkah batu besar. Pedang Keruntuhan Abadi di tangannya kini diselimuti oleh api hitam yang membeku.

"Sekte Matahari Suci? Kalian datang jauh-jauh hanya untuk menjadi pupuk di lembah ini?" Xiao Yuan mengejek.

"Berani sekali kau! Serang!"

Ratusan kultivator melompat maju, melepaskan berbagai jurus cahaya dan api. Namun, Xiao Yuan hanya menghentakkan kakinya ke tanah.

"Domain Naga Es: Penjara Tanpa Akhir!"

Seketika, seluruh air terjun dan kabut ungu di lembah itu membeku menjadi pilar-pilar es raksasa yang tajam. Kultivator yang berada di udara terjepit oleh es yang muncul tiba-tiba, tubuh mereka hancur berkeping-keping seperti kaca.

Hanya dalam satu serangan, hampir setengah dari pasukan itu musnah. Tetua Agung Sekte Matahari Suci terbelalak ngeri. "Ini... ini bukan kekuatan manusia! Ini adalah kekuatan dari Alam Atas!"

"Kau salah," Xiao Yuan muncul di depan sang Tetua dalam sekejap, tangannya mencengkeram wajah pria tua itu. "Ini adalah kekuatan dari seseorang yang sudah tidak memiliki apa pun untuk dipertaruhkan selain dendamnya."

Xiao Yuan menyalurkan energi naga esnya. Tubuh Tetua Agung itu mulai membeku dari dalam, namun matanya tetap terbuka, menunjukkan ketakutan yang luar biasa saat jiwanya perlahan-lahan hancur.

Namun, di tengah kemenangannya, Xiao Yuan merasakan sebuah aura yang sangat akrab mendekat dari kejauhan. Sebuah aroma harum mawar yang mematikan.

"Hong Yue?" gumam Xiao Yuan.

Ratu Bayangan itu muncul dari balik kabut, namun kali ini ia tidak sendiri. Di sampingnya berdiri seorang pria misterius yang mengenakan topeng naga emas sosok yang auranya membuat Xiao Yuan merasa terancam untuk pertama kalinya sejak keluar dari jurang.

"Tuan Muda Xiao, kau sungguh membuat pertunjukan yang luar biasa," Hong Yue tersenyum, namun matanya tidak menunjukkan kegembiraan. "Tapi aku khawatir, musuhmu kali ini bukan hanya sekte-sekte kecil ini. Temanku di sini... dia dikirim oleh seseorang yang kau kenal baik. Seseorang bernama... Ling’er."

Pria bertopeng naga emas itu melangkah maju, dan saat ia melepaskan auranya, Xiao Yuan menyadari bahwa pria itu memiliki getaran energi yang sama dengan Sumsum Naga Suci miliknya yang lama. Siapakah pria ini? Benarkah Ling’er telah menemukan cara untuk menciptakan "Naga Suci" baru untuk menggantikan Xiao Yuan? Di sisi lain, Yun’er yang berada di dalam gua merasakan denyut jantung dari peti mati ibunya. Sang Permaisuri Phoenix Es mulai membuka matanya, namun bukan sebagai kawan, melainkan dengan tatapan penuh amarah yang bisa menghancurkan siapa pun di depannya.

Bersambung...

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!