Novel ini menceritakan kisah Putri Mahkota Lyra ael Alar dari Kerajaan Elara, seorang penyihir Moon Magic (Sihir Bulan) yang kuat namun terikat oleh sebuah misteri kuno. Di tengah ancaman perang dari Kerajaan Utara Drakonia, Lyra dipaksa menjadi alat politik melalui pernikahan damai. Ironisnya, ia menemukan bahwa kutukan keluarga kuno menyatakan ia ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaannya sendiri pada ulang tahun ke-25, kecuali ia menikah dengan "Darah Naga" yang murni.
Calon suaminya adalah Pangeran Kaelen Varrus, Pangeran Perang Drakonia, seorang Shadow Wyrm (Naga Bayangan) yang dingin, sinis, dan tertutup, yang percaya bahwa emosi adalah kelemahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Dekrit Dari Obsidiana
Dunia di bawah langit Obsidiana tidak pernah mengenal warna selain abu - abu dan hitam. Di puncak Menara Obsidian, Valerius berdiri menatap hamparan salju abadi yang menyelimuti kerajaannya. Angin kencang menerpa wajahnya yang kaku, membawa aroma belerang dan es.
Valen merasakan Kelelahan mental dan ketidak pedulian yang di paksakan. Ia telah menghabiskan sepuluh tahun terakhir di medan perang, memimpin pasukan Naga untuk menjaga perbatasan. Baginya, hidup adalah tentang strategi, darah, dan kewajiban. Emosi hanyalah kebisingan yang mengganggu fokusnya.
Pernikahan.
Kata itu terasa asing di lidahnya, seperti racun yang harus ia telan demi kelangsungan rasnya.
"Kau terlihat seperti ingin membakar seluruh dunia, Valen," sebuah suara serak memecah kesunyian. Itu adalah Panglima Darius, tangan kanan Valerius.
Valerius tidak menoleh. Matanya yang berwarna emas gelap—ciri khas ras Naga—menyempit. "Ayahku telah kehilangan akal sehatnya. Dia pikir seorang putri manusia yang rapuh bisa membawa stabilitas untuk negeri ini ? Manusia adalah makhluk yang fana dan penuh pengkhianatan."
"Putri Aethela Vespera bukan sekadar manusia biasa, Valen" Darius mengingatkan, suaranya rendah. "Rumor mengatakan dia membawa sihir bulan yang bisa memecahkan batu. Dan kau tahu kondisi rakyat kita, Valen. Tanpa penyatuan sihir ini, api Naga kita akan padam dalam dua generasi."
Konflik batin muncul dalam diri Valerius.
Ia merasakan dorongan insting Naganya yang meronta di bawah kulitnya. Ras Naga di Obsidiana sedang sekarat; sihir mereka menjadi tidak stabil dan "dingin". Legenda mengatakan bahwa hanya sihir murni dari garis keturunan Vespera di Solaria yang bisa menghangatkan kembali jantung Naga mereka.
Valerius mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih. Ia membenci kenyataan bahwa ia membutuhkan peran dan bantuan manusia untuk bertahan hidup. Baginya, Aethela bukanlah seorang wanita, melainkan sebuah objek penyembuh yang harus ia klaim.
"Aku akan pergi ke Solaria," kata Valerius akhirnya, suaranya sedingin es di puncak gunung. "Bukan untuk cinta, bukan untuk kedamaian. Aku pergi untuk memastikan naga-naga kita tidak punah. Jika wanita itu harus menjadi tawanan di menaraku, biarlah."
Valerius merasa jijik terhadap dirinya sendiri karena harus "tunduk" pada sebuah perjanjian damai. Ia membayangkan seorang putri yang manja, yang akan menangis saat melihat wujud aslinya, atau yang akan pingsan saat menghirup udara dingin Obsidiana.
"Siapkan pasukan pengawal," perintah Valerius. "Kita tidak akan membawa bunga atau perhiasan. Kita membawa perjanjian perang. Jika mereka tidak menyerahkan Aethela dengan sukarela, aku akan mengambilnya dengan api."
Darius mengangguk, namun ia berhenti di ambang pintu. "Hati-hati, Valen. Kadang-kadang, mangsa yang paling cantik adalah yang memiliki taring paling tajam."
Valerius mendengus sinis. Taring? Dia adalah predator puncak di dunia ini. Tidak ada manusia yang bisa melukainya lebih dari luka-luka perang yang sudah menghiasi tubuhnya.
Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, ada getaran aneh yang tidak bisa ia jelaskan—sebuah tarikan sihir yang mulai terasa saat ia memikirkan nama Aethela. Seolah-olah takdir sedang menertawakan kesombongannya.
Ia akan pergi ke Solaria dalam tiga hari. Ia akan menjemput "mahkota" barunya. Dan dia bersumpah, dia tidak akan pernah membiarkan wanita itu menyentuh hatinya yang sudah membatu.
...****************...
Bersambung....
Terima kasih telah membaca📖
Jangan lupa bantu like komen dan share❣️