NovelToon NovelToon
Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Poligami / Selingkuh / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Itha Sulfiana

Firman selama ini berhasil membuat Kalila, istrinya seperti orang bodoh yang mau saja dijadikan babu dan tunduk akan apapun yang diperintahkan olehnya.

Hingga suatu hari, pengkhianatan Firman terungkap dan membuat Kalila menjadi sosok yang benar-benar tak bisa Firman kenali.

Perempuan itu tak hanya mengejutkan Firman. Kalila juga membuat Firman beserta selingkuhan dan keluarganya benar-benar hancur tak bersisa.

Saat istri tak lagi menjadi bodoh, akankah Firman akhirnya sadar akan kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dulu dan sekarang

"Mas, ini rumah kita?" tanya Lia dengan mata berbinar saat melihat rumah berlantai dua yang ada dihadapannya.

"Ya, ini rumah kita. Gimana? Kamu suka?"

Antusias, wanita itu mengangguk. Ia benar-benar sudah tak sabar untuk tinggal di rumah itu dan menjadi nyonya rumah yang berkuasa.

"Suka banget, Mas. Kita masuk, yuk!"

"Ya, ayo!"

Firman membawa istri mudanya masuk ke dalam rumah. Pria itu sedikit kebingungan kala ia membuka pintu dan tidak menjumpai Kalila yang biasanya selalu siap siaga menyambutnya didepan pintu.

"Kemana istri bulukmu, Man?" tanya Bu Midah keheranan. "Tidak biasanya kamu pulang dan dia tidak menyambut kamu didepan pintu."

Dirinya sama seperti Firman. Agak heran, karena ada kebiasaan yang mendadak hilang.

"Firman juga nggak tahu, Bu. Dari tadi siang, handphone-nya juga nggak bisa dihubungi."

Ya, sedari siang Firman sudah berulangkali mencoba untuk menghubungi Kalila. Akan tetapi, wanita yang ia nikahi lima tahun lalu itu tidak dapat dihubungi sama sekali.

"Apa jangan-jangan dia gantung diri didalam kamar?" tebak Bu Midah asal.

"Mana mungkin, Bu," sangkal Firman dengan ekspresi kaget.

"Lebih baik kamu cek dia di dalam kamar, Man! Takut dia beneran nekat. Sayang kan, kalau babu gratisan kita keburu modar?"

Tanpa pikir panjang, Firman lekas berlari ke dalam kamar miliknya dan Kalila. Dibukanya pintu kamar tersebut kemudian terburu-buru mencari saklar lampu dan menyalakannya.

"Kalila?" panggil Firman.

Nihil. Yang ia cari tak ada didalam kamar. Bahkan, jejaknya pun tidak ada. Kamar itu masih terlihat sangat rapi seolah belum disentuh siapa-siapa sejak tadi pagi.

"Kalila?? Kamu dimana?" teriak Firman.

Ia keluar dari kamar lalu berjalan cepat menuju ke dapur. Namun, hasilnya tetap sama. Kalila tak ada dimana pun.

"Apa jangan-jangan... Kalila malah bunuh dir! di jalan?" celetuk Bu Midah lagi.

Diam-diam, Lia tersenyum samar mendengar ucapan mertuanya. Semoga saja, tebakan sang Ibu mertua benar. Semoga, Kalila benar-benar mengakhiri hidupnya sendiri supaya Lia bisa menjadi satu-satunya istri Firman.

"Nggak mungkin, Bu. Kalila tidak mungkin seperti itu," sanggah Firman.

"Semoga saja ya, Man! Ibu juga belum siap kehilangan Kalila. Kalau nggak ada dia, nanti siapa yang bakal mengurus Ibu dan rumah ini?"

"Mas, Lia lapar," rengek Lia sambil bergelayut manja di lengan sang suami.

"Bu, ada makanan, nggak?" Firman bertanya pada sang Ibu.

Bu Midah berjalan menuju ke meja makan dan membuka tudung saji yang ada disana. Namun, isinya ternyata masih kosong.

"Kosong, Man,"jawab Bu Midah kesal. "Si burik itu!!" geramnya. "Beraninya dia kelayapan tanpa memikirkan orang rumah mau makan apa. Benar-benar menantu sialan!"

"Jadi, gimana dong, Bu?" tanya Lia. "Lia udah kelaparan ini."

"Masak, gih!" pinta Bu Midah.

Mata Lia seketika membeliak kaget. "Hah? Lia, Bu? Lia mana bisa masak."

"Loh, kalau nggak bisa masak, terus kamu bisanya apa?"

"Ya, melayani Mas Firman di ranjang dong, Bu! Iya kan, Sayang?" Lia mencolek dagu Firman hingga membuat pria itu jadi salah tingkah.

"Ngomong apa kamu, ini! Dasar nggak tahu malu!" dengkus Bu Midah dengan mata mendelik.

Andai Firman tak cinta mati pada Lia, mana mungkin dirinya sudi merestui sang putra untuk menikahi perempuan yang putus urat malu macam Lia.

"Mending pesen online aja deh, Mas!" usul Lia kemudian.

"Tapi, aku udah nggak ada duit, Sayang."

"Pakai duit Ibu, dong! Kan, duit Ibu juga pemberian dari kamu."

Mendengar ucapan menantu barunya, Bu Midah semakin bertambah kesal. Belum apa-apa, Lia sudah mulai menghasut Firman.

"Nggak ada. Uang Ibu juga sudah habis," tolak Bu Midah beralasan. "Lagian, uang yang sudah terlanjur berada di tangan Ibu, artinya sudah sah menjadi milik Ibu dan tidak boleh diganggu gugat."

"Kalau pakai uang kamu saja, bagaimana, Sayang?" tanya Firman kepada sang kekasih.

"Uangku juga sudah menipis, Mas." Lia menjawab dengan sangat ketus. "Kenapa nggak pake M-banking aja sih, Mas?"

Seketika, Firman menepuk jidatnya sendiri. Bagaimana mungkin dia lupa, jika dia masih memiliki aplikasi perbankan yang bisa digunakan untuk bertransaksi melalui ponselnya.

"Astaga, aku lupa."

"Ya sudah kalau gitu. Buruan pesan, gih!" ucap Lia dengan hati yang senang.

Lekas Firman melakukan apa yang diminta oleh sang istri muda. Ia segera memesan makanan dan hendak melakukan pembayaran via transfer.

Namun, hal mengejutkan tiba-tiba saja terjadi.

"Loh, kemana semua uang di rekeningku?" pekik Firman kaget.

"Kenapa, Mas?" tanya Lia penasaran.

"U-uang Mas, Lia! Uang Mas di ATM semuanya raib."

"Apa?" pekik Lia dan Bu Midah secara bersamaan.

*

"Gimana, Bang? Sudah selesai?" tanya Kalila kepada sang kakak.

"Sudah. Isi ATM milik Firman, dua-duanya sudah Abang kosongkan."

"Bagus. Terimakasih," ucap Kalila puas.

"Tapi, bagaimana jika seandainya kamu akhirnya ketahuan, Lila? Apa tidak berbahaya untuk keselamatan kamu?"

Kalila tersenyum. Ia menatap manik sang kakak dalam-dalam.

"Aku sudah punya rencana untuk mengantisipasi hal itu, Bang. Jadi, Abang tenang saja!"

Kalandra menghela napas panjang. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti kemauan adiknya.

"Malam ini... Lila boleh tidur di rumah? Lila kangen kamar Lila," tukas Kalila kemudian.

"Boleh. Tentu saja boleh," angguk Kalandra bahagia. "Tapi, kalau pengemis itu sibuk mencari kamu, bagaimana?"

"Biarkan saja! Lila nggak peduli."

"Menurutmu... Saat ini si pengemis itu sedang apa?" tanya Kalandra penasaran.

"Mungkin sedang gelisah mencari tahu kemana hilangnya kartu ATM dan isinya?" tebak Kalila sembari mengendikkan bahunya.

"Kamu suka melihatnya menderita, Lila?"

"Dulu tidak. Tapi, sekarang... Iya."

1
Siska Eta
Kalau su banyak uang lupa diri
Siska Eta
Cinta tanpa restu keluarga ternyata lebih sakit
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙤𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝2 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙨𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠2 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪2 𝙣𝙚 😭😭🤣🤣🤣
Melinda Corra Febrina
/Smile/
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙠𝙤𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙥𝙡𝙤 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙮𝙧 𝙩𝙪𝙣𝙖𝙞 𝙡𝙞𝙖 𝙡𝙞𝙖 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙤𝙮𝙤 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙠𝙞, 𝙟𝙚𝙣𝙚𝙣𝙜𝙚 𝙬𝙤𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙜𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙚𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙨𝙩𝙞 𝙥𝙣𝙮 𝙘𝙞𝙧𝙘𝙡𝙚 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜2 𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢 🤣🤣🤣𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙧𝙚𝙥 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙚𝙨 🤣🤣🤣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙪 𝙖𝙣𝙘𝙚𝙣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙙𝙝 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙮𝙖, 𝙙𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙡𝙖 𝙚𝙝 𝙜𝙞𝙡𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙟𝙢𝙥𝙩 𝙙𝙞 𝙠𝙨𝙝 𝙨𝙪𝙧𝙥𝙧𝙞𝙨𝙚 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙗𝙖𝙪 𝙩𝙖𝙣𝙖𝙝 𝙜𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙜𝙠 𝙥𝙣𝙮 𝙤𝙩𝙖𝙠😡😡😡
Diny Julianti (Dy)
kenapa ngga cari kontrakan aja lagi, kan motor suaminy bisa djual
Ds Phone
melampau sangat mana orang tak sakit hati
Ds Phone
itu balasan kau
Ds Phone
dia balas untuk apa ya
Ds Phone
apa lelaki tu akan terima anaktu
Ds Phone
kenapa dengan anak itu
Ds Phone
dah kena macam tu baru ingat dengan buruk rupa
Ds Phone
kesian anak anak jadi mangsa
Ds Phone
kau yang zalim dengan dia
Ds Phone
nak mintak lagi duit deka t orang
Ds Phone
depan bini tak bolih marah takut bini marah
Ds Phone
jahat tapi dia sayang bini nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!