NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apapun untukmu sayang

"Lomba? " Darren dan Jack bertanya secara bersamaan hingga keduanya saling pandang seolah bertanya-tanya.

...****************...

"Cie pada penasaran ya? " ucap Hani dengan nada menggoda, tanpa disadari keduanya pun menganggukkan kepalanya.

"Jadi dulu waktu aku masih sekolah tu sering dikirim buat lomba mewakili negara ini, lomba nya macam-macam kaya Olimpiade matematika, ipa, ips, terus lomba astronomi juga, bahkan lomba memanah dan juga bela diri. Dan biasanya kalo menang itu hadiahnya uang tunai, makanya hasil hadiah lomba itu bisa buat beli mobil ini" Jelas Hani.

"Jadi kau cerdas? " tanya Darren, padahal ia sudah tau jika Hani sangatlah cerdas.

"Ga juga sih om, gurunya aja yang main pilih aku buat ngewakilin sekolah. Ya udah ayo buruan ke kantor om." ucap Hani santai. Hani langsung masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Darren dan Jack masih larut dalam pikiran masing-masing.

tin.. tinnn

Suara klakson mobil Hani menyadarkan mereka berdua, mereka pun segera menuju ke kantor perusahaan Cakrawala Holdings.

Saat di perjalanan mobil Hani melaju sangat kencang bahkan meninggalkan mobil Darren dan juga anak buahnya. Ia menyetir membabi buta.

'Gadis nakal' Batin Darren ketika melihat mobil yang dikendarai oleh Hani melaju dengan sangat cepat dan ugal-ugalan.

Setibanya di kantor Cakrawala Holdings ia menunggu diparkiran mobil khusus CEO, hal tersebut menjadi perbincangan para karyawan, tetapi Hani mengacuhkan hal tersebut ia malah memilih untuk menjawab pesan chat dari Sinta.

Isi pesan chat :

Sinta:

Kamu jadi berangkat kerja ga hari ini? tadi udah ku sampaikan pesan nya ke pak Dika, kata beliau kalau semisal kamu belum siap kerja libur dulu, beliau ga akan marah.

^^^Hani:^^^

^^^Yaudah deh aku ga jadi kerja, ada urusan mendadak soalnya hehe.^^^

Sinta:

Enak banget sih calon istri bos, bisa ga berangkat kerja se enaknya 🤭

^^^Hani:^^^

^^^SINTA! 🤬 Aku ga suka pak Dika, dan aku gamau jadi istrinya.^^^

Sinta:

Iya iya bercanda ahaha, jangan gampang marah nanti cepet tua. Oh iya kok tadi di apartemen kamu ada tuan Darren?

^^^Hani:^^^

^^^Hmm, panjang sih ceritanya. Intinya semalam aku liat dia sekarat ditempat pembuangan sampah apartemen kita, terus aku tolongin dia buat obati luka-luka nya, makanya itu dia ada di apartemen ku.^^^

Sinta:

Hah kok bisa?

^^^Hani:^^^

^^^Adalah pokoknya...^^^

...LAST CHAT...

...----------------...

Ia memilih untuk tidak membalas lagi pesan dari Sinta dan malah dikejutkan oleh Darren dan juga Jack yang sedang berdiri memandangi nya disebelah pintu mobil.

"Sudah selesai? " tanya Darren datar.

"Eh loh, kok kalian udah sampai sih? buat kaget aja tiba tiba dateng tanpa suara" gerutu Hani kesal.

"Anda yang terlalu fokus pada ponsel nona, sampai tidak menyadari kedatangan kami." sahut Jack.

"Kenapa kau memarkirkan mobil mu disini? ini parkiran khusus CEO" ucap Darren ketus.

Hani memutar malas bola mata nya ketika sudah berdiri di depan Darren, kemudian terlintas dipikiran nya untuk mejahili Darren. Ia menarik tangan Darren agar sedikit menunduk dan membisikkan sesuatu di telinga Darren.

"Karena sebentar lagi aku akan menjadi istrimu om, jadi tidak ada salahnya aku parkir disini sayang" bisiknya dan meniup telinga Darren setelah itu berdiri dihadapan nya dengan senyuman manis yang memperlihatkan gigi gingsul dan juga lesung pipinya.

Jack hanya bisa melongo sekaligus syok melihat pemandangan dihadapan nya, walaupun ia tidak bisa mendengar apa yang dibisik kan oleh Hani kepada Darren.

Sedangkan Darren yang mendengar bisikkan Hani sedikit melotot tak percaya, ia merasa jantung nya sedikit berdebar tapi ia berusaha untuk bersikap setenang mungkin.

Senyuman tipis dari wajah datar Darren untuk pertama kalinya terlihat, yang menambah ketampanan nya berkali-kali lipat.

Jack yang melihat sang tuan tersenyum semakin melongo, ia tidak bisa berkata-kata akan hal yang ia lihat. Seorang Darren yang sangat jarang tersenyum bahkan pada keluarga dan juga mantan nya kini bisa tersenyum dihadapan seorang gadis berukuran mini. 'Tuan sudah benar-benar jatuh cinta' ucap Jack dalam hati.

"Apapun untukmu sayang. " jawab Darren, Jack nyaris pingsan karena syok mendengar perkataan sang tuan. Setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Amora mantan kekasih Darren, ia tidak pernah memanggil lagi seseorang dengan sebutan itu.

Hani hanya tersenyum merasa telah salah untuk menjahili Darren, ia meras geli akan panggilan itu. "Baiklah ayo kita masuk, aku tidak sabar untuk mengambil sandal heels terbaru ku." ucap Hani agar bisa mengalihkan perhatian Darren.

Kemudian Hani melangkah ke pintu utama perusahaan tersebut tanpa menunggu Darren dan juga Jack, sesampainya di depan pintu utama ia malah dicegah oleh satpam yang bekerja agar tidak boleh masuk kedalam.

"Ish biarin saya masuk ngapa sih pak" ucap Hani.

"Tidak bisa nona, anda bukan karyawan perusahaan ini dan belum membuat janji dengan -.. " ucapan satpam tersebut terhenti ketika suara Darren terlihat sedikit menggelegar.

"Biarkan gadisku masuk! " ucap Darren dengan penekanan disetiap kata nya, hingga membuat karyawan yang mendengar menjadi heboh.

Hani tercengang, ia tak mampu berkata-kata 'Aduh mampus gue jangan jangan om kutub ini beneran baper' sesal nya dalam hati. Sedangkan Jack juga lebih syok mendengarkan kata kata Darren tetapi ia tidak berani bertanya.

Sang satpam menelan ludah kasar, ia tidak menyangka gadis kecil didepan nya rupanya calon nyonya Vireaux, 'Ya tuhan aku salah besar, semoga aku tidak di pecat' ucap sang satpam.

"S-silahkan masuk nona" ucap satpam itu sembari tersenyum ramah.

Hani berdecih dalam hati. 'Cih tadi aja om satpam ini galak banget sama gue, eh sekarang malah jadi ramah. Huh banyak banget drama hari ini'

Hani langsung melangkah ke dalam lobi perusahaan itu dan mulai terdengar bisik bisik dari telinga para karyawan.

"Jadi dia calon nyonya muda Vireaux"

"Cih pasti dia kegatelan sama tuan Darren"

"Halah palingan juga ngejal*ng"

"Wah cantik banget ya, mukanya imut juga"

Begitulah kira kira bisikan dari para karyawan yang masih bisa didengar oleh Hani. Tangan Hani mengepal kuat, ia mencoba meredam amarah nya "Huh tahan Hani jangan ngamuk didepan semua orang, inget harga diri. Oke fokus tujuan ngambil sandal heels gue" gumam Hani lirih.

Ia menengok ke arah belakang dan rupanya Darren dan Jack sedang berdiri memandangi nya dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Ia menghampiri kedua pria tersebut lalu menyerahkan tas laptop yang ia bawa kepada Jack.

"Om Jack bawain laptop ku" ucap Hani, Jack pun hanya menurut saja karena ia takut di marahi oleh Darren setelah sang tuan mengatakan bahwa Hani adalah gadisnya.

Kemudian Hani pergi kebelakang mereka, dan tangan kanan nya ia gunakan untuk mendorong Darren, sedangakan tangan kirinya ia gunakan untuk mendorong Jack. Mereka berdua pun heran tetapi tetap melangkah karena dorongan yang tidak terasa itu.

"Ayo kalian kalo ga aku dorong pasti berdiri jadi patung disini terus sampe 1 tahun, huh dasar om om kutub" omel Hani dengan tetap mendorong mereka dari belakang. Mereka berdua tak ada yang berani menanggapi, seperti sang anak yang dimarahi ibunya.

Resepsionis yang melihat dan mendengar omelan tersebut menahan ketawa, begitupun para karyawan yang melihat. 'Calon nyonya muda memang membawa perubahan pada perusahaan ini, terutama pada tuan Darren' Batin resepsionis itu.

Saat mereka sudah tiba di ruangan Darren, Hani sibuk untuk mengamati dan mencari-cari sesuatu yang membuat Darren dan Jack bertanya-tanya. "Nona mencari sesuatu?" tanya Jack yang berdiri di samping Darren, sedangkan Darren duduk mengamati pergerakan Hani di kursi kebesarannya.

"Gudangnya mana om? Sandal heels ku mana?" tanya Hani.

Jack menghela nafas, belum ada 1 menit mereka sampai diruangan itu, dan Hani sudah mencari sandal heels nya.

"Sandal heels anda ada digudang bawah tempat barang-barang tidak terpakai nona, di lantai ini tidak ada gudang" ucap Jack.

"APAA?! " teriak Hani. "Om Jack ambil sekarang atau aku akan buat hidup om Jack jadi tidak tenang" ucap Hani dengan penekanan disetiap kata nya. Nafas nya memburu, sorot matanya berubah tajam. Ia mengepalkan kedua tangan nya.

'Sial kenapa akhir akhir ini emosi gue gampang meledak sih, gue gabisa kendaliin nya. Padahal itu cuma hal sepele tapi gue ga suka barang atau hidup gue ada dan dikendaliin sama orang lain' ucap Hani dalam hati dengan sorot mata yang menatap Jack.

"B-baik nona" ucap Jack, kemudian ia segera keluar karena baru kali ini ia takut berhadapan dengan seseorang kecuali majikannya. "Kenapa wanita sekecil itu jadi menyeramkan" gumam Jack dalam lift.

'Ada apa dengan nya, kenapa dia memiliki emosi yang tidak terkendali' batin Darren. "Duduklah, tenangkan emosi mu" ucap Darren lembut tidak dingin seperti biasanya, Hani mendapatkan perlakuan lembut pun menurut dan duduk di sofa yang ada diruangan itu.

Hani duduk sembari menundukkan kepalanya ia mencoba untuk meredakan rasa emosi nya yang berlebihan. Hani memang mempunyai Alter ego, Orang yang ramah di luar, tapi punya sisi dingin dan penuh amarah saat disakiti.

Darren hanya diam mengamati nya, meskipun dalam hati ia sangat penasaran.

Ceklek

Pintu besar ruangan Darren tiba-tiba terbuka, nampak seorang gadis berpakaian dress seksi berwarna merah marun dengan tampilan mencolok masuk ke ruangan nya.

Gadis itu menatap sinis ke arah Hani, tanpa memperhatikan bahwa Darren sudah sangat muak dengan perlakuan nya.

"Siapa kau? " tanya gadis itu yang tak lain adalah Bella, seseorang yang Darren tolak saat tunangan beberapa hari lalu.

Hani mengangkat wajah nya, mata tajam nya bertemu dengan mata Bella, sontak membuat Bella menjadi gugup.

"Hani" ucap Hani dingin dan datar.

"O-oh kenapa kau disini? ingin menjadi penggoda ya" ucap Bella sinis, meskipun ia takut akan tatapan Hani.

"Jaga bicaramu nona" ucap Hani, ia sudah berusaha menahan amarah nya tetapi kata kata Bella membuatnya semakin marah. Ia bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapan Bella.

"Darren apa kau tidak lihat? jal*ng yang kau bawa ini sungguh tidak punya sopan santun dan sangat tidak ramah, ada baiknya kau menerima perjodohan kita" ucap Bella sembari menunjuk nunjuk muka Hani. Jack yang baru sampai terkejut akan kehadiran dan juga perkataan Bella, ia ingin melerai tapi Darren memberi isyarat agar ia tetap diam.

'Aku ingin lihat reaksi mu gadis kecil, jangan biarkan dia merendahkan mu' ucap Darren dalam hati, sembari terus menyaksikan perdebatan itu. Jack diam tak berkutik, ia dapat melihat sorot kemarahan dalam mata Hani.

Hani menelisik penampilan Bella dari atas hingga bawah, lalu ia tertawa kecil penuh ejekan, Darren dan Jack saling pandang, sedangkan Bella menggeram marah. "Kau tidak sadar akan penampilan mu nona? lihatlah bahkan kau memperlihatkan lekuk tubuh dan juga buah dada mu, jadi kau yang seharusnya disebut dengan jal*ng." ucap Hani dengan tegas menahan gejolak emosi yang meledak ledak. Sepertinya sisi lain dari tubuhnya sudah mulai mengambil alih kesadarannya.

"Berani berani nya kauu.. " pekik Bella.

plakk

Bella menampar Hani, ia sangat marah saat Hani menilai penampilan nya. "Dasar wanita jal.... "

plak

plak

bugh

kretekk

"Heh kau sudah gila, lepaskan tangan ku. Darren apa kau tidak lihat yang telah di perbuat jal*ang mu ini" Ucap Bella histeris ketika Hani menampar nya dan menendang nya hingga jatuh tersungkur ke lantai, lalu memutar tangan nya.

Darren sedikit tak percaya akan keberanian Hani melawan Bella, sedangkan Jack melongo akan hal yang baru saja ia lihat.

"Dengar baik-baik kau, yang ku lakukan baru lah peringatan kecil, jika sampai kau mengusik ku lagi akan ku pastikan kau akan mati di tempat ini juga" ucap Hani dengan mencengkeram dagu Bella dengan kuat.

Bella menangis penuh amarah, Darren dan Jack saling pandang sekaligus sedikit terkejut akan perkataan Hani, 'apa maksudnya mati di tempat ini juga? ' begitulah pertanyaan yang ada di kepala Darren dan Jack.

Hani menepis kasar dagu Bella yang ia cengkeram, lalu pergi hendak duduk disofa yang ia tempati tadi, tapi insting nya mengatakan akan terjadi sesuatu padanya, dan...

prangg...

Sebuah guci berukuran sedang menghantam dinding tepat di belakang Hani, beruntung nya Hani sempat menghindari lemparan tersebut.

"APA KAU INGIN MEMBUNUHKU?!" teriakan Hani menggema di ruangan itu, sedangkan Bella diam tak berkutik akan ucapan itu ia tidak berani bergerak. Darren menghampiri Hani dan langsung mengunci tubuh mungil itu dalam dekapan nya, ia menuntun Hani untuk duduk di sofa.

'Wah tuan sudah menjadi budak cinta' Batin Jack yang masih berdiri diam di tempat nya.

"Jack seret wanita itu keluar" titah Darren.

"T-tapi Darren kenapa kau malah memilih wanita jal*ng itu" ucap Bella tak suka karena dia hendak di usir oleh Darren.

"Jaga ucapan mu itu, kau lah yang seharusnya disebut jal*ng, dan jangan pernah kau mengusik gadisku lagi" ucap Darren menatap tajam Bella dengan nada bicara yang sudah naik 1 oktaf. Hani yang sedari tadi dalam pelukan Darren pun merasakan hatinya yang hangat, dan amarahnya yang sedikit mereda.

Jack langsung menyeret Bella keluar tanpa mempedulikan teriakan yang dilontarkan oleh Bella.

"Dasar wanita jal*ng, aku akan memberimu pelajaran" ucap Bella ketika sudah berada diluar perusahaan, ia tidak menyadari bahwa penampilan nya yang berantakan sudah menjadi pusat perhatian para pekerja dikantor itu.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!