Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Setelah di usir oleh Vira, Bayu pun akhir nya pergi dari ruangan yang selama 10 tahun ini dia tempati. Bayu dengan terpaksa pergi ku pantri dengan membawa seragam khusus OB yang tadi di lempar kan sama Vira.
"Kurang ajar si Vira, berani nya dia mengusir aku!" Bayu lalu melempar kan seragam itu ke sembarang tempat.
Para OB yang lain nya menatap nya dengan pandangan mengejek, selama ini Bayu memang selalu bersikap semena - mena terhadap para OB. Tapi kini sekarang dia sendiri yang harus berada di posisi yang selama ini selalu dia sepele kan.
"Punya Istri cantik, kaya lagi, udah spek berlian malah di buang. Eh yang di pungut malah batu kali!" Sindir kepala OB senior yang bernama Beni.
"Apa kamu bilang? Berani nya kau menghina ku!" Geram Bayu sambil menarik kerah baju Beni dengan kasar, Bayu siap melayang kan bogem mentah nya pada Beni.
"Hentikan!" Terdengar teriakan keras dari arah pintu pantri sebelum Bayu sempat menghajar Beni.
Vira sudah berdiri di sana dengan tatapan nanar, Bayu pun segera melepas kan cengkraman tangan nya pada kerah baju Beni.
"Jangan membuat kerusuhan di tempat ini, kau tidak ada beda nya dengan para OB yang lain. Jadi jangan pernah merasa bahwa kau istimewa hanya karena status mu yang masih sah sebagai suami ku!" Vira memperingat kan Bayu.
"Keterlaluan kau Vira, dasar istri durhaka!" Bayu mengumpati Vira.
"Kalau aku istri yang durhaka, lalu apa sebutan yang pantas untuk mu? Kau mencuri milik orang tua ku dan memberikan pada jalang mu, jika aku mau kau dan jalang mu itu akan membusuk di penjara!" Tegas Vira sekali lagi.
"Aku berhak atas perusahaan ini, karena berkat diri ku perusahaan ini bisa berkembang hingga sebesar ini!" Bayu menyombong kan diri nya di hadapan Vira.
"Apa kau sudah hilang ingatan? Perusahaan ini sudah berkembang dengan pesat bahkan ketika kau masih menjadi staf biasa! Ingat lah satu hal, karena diri ku lah kamu bisa duduk kursi direktur, jika tidak maka kau tetap lah staf biasa hingga sekarang!" Vira mengingat kan kembali asal - usul Bayu agar dia tidak bisa menyombong kan diri lagi.
Bayi mendengus kesal mendengar ucapan yang keluar dari mulut istri nya, Bayu tidak menyangka bahwa niat nya ingin memiliki istri dua justru membawa diri nya pada sebuah Kehancuran.
"Sekarang ini mas Bayu adalah OB sama seperti kalian, jadi kalian jangan merasa tidak enak pada nya hanya karena status nya sebagai suami ku. Jika dia berani memperlakukan kalian dengan semena - mena, silah kalian kalian bertindak. Pak Beni, perlaku kan lah dia layak nya OB yang lain, jangan biar kan dia bermalas - malahan!" Vira memperingat kan kepala OB di kantor nya.
"Baik bu Vira!" Jawab pak Beni sambil mengangguk kan kepala nya .
Bayu merasa saat ini harga diri nya sudah di injak - injak oleh Vira, jabatan awal nya sebagai seorang direktur yang sangat di segani kini berubah menjadi OB di perusahaan yang selama ini di klaim sebagai milik nya.
'Awas saja Vira, aku akan merebut perusahan ini dari tangan mu!' Batin Bayu dengan geram.
Sementara itu, Miranda sudah tiba di rumah nya bu Tuti. Dua masuk ke dalam rumah sambil menangis, sehingga hal itu membuat bu Tuti kaget.
"Ada apa Miranda? Apa yang terjadi?" Tanya bu Tuti saat dia melihat Miranda masuk sambil menangis.
"Istri nya mas Bayu keterlaluan bu, dia sangat serakah. Dia mengambil perusahan mas Bayu, dan dia sudah berani memecat dan mengusir ku!" Adu Miranda pada ibu mertua nya.
"Keterlaluan, berani nya Vira melakukan itu pada mu!" Bu Tuti geram mendengar aduan dari Miranda.
"Aku tidak terima bu, Vira sudah mempermalukan aku di seantero kantor!" Miranda kembali mengadu.
"Lalu bagai mana dengan Bayu? Apakah dia tidak mengusir istri nya itu dari sana?" Tanya Bu Tuti dengan penasaran.
"Mas Bayu meminta ku untuk pulang, dia yang akan mengurusi istri nya itu!" Ujar Miranda lagi.
"Bagus lah, kamu tenang saja Bayu pasti sudah mengusir Vira dari sana!" Bu Tuti tersenyum senang.
"Aku ingin sekali menghajar istri nya mas Bayu itu, tapi mas Bayu meminta ku untuk pulang saja. Dia berjanji dia akan menangani Vira!" Vira tampak masih kesal karena dia di minta pulang oleh Bayu sebelum sempat membalas perbuatan Vira.
"Kenapa Bayu sampai sekarang belum transfer juga uang untuk ibu. Dia sudah janji akan mentransfer uang nya hari ini, tapi sampai sekarang Bayu belum juga mengirim nya!" Bu Tuti berulang kali mengecek aplikasi M Banking milik nya.
"Coba ibu telepon mas Bayu, aku juga lagi bete banget. Aku pengen healing dengan berbelanja, minta mas Bayu mentransfer uang ke rekening ku juga!" Miranda berkata pada ibu mertua nya.
"Ya udah, kita sekalian aja belanja berdua, biar ibu telepon Bayu dulu!" Bu Tuti sangat senang mendengar kata belanja itu.
Bu Tuti segera menekan nomor putra nya, panggilan pun terhubung tapi tidak di jawab oleh Bayu. Bu Tuti mengulangi nya hingga beberpa kali, tapi tetap saja panggilan dari nya tidak di jawab oleh Bayu.
"Kemana sih Bayu? Kok dia tidak menjawab panggilan dari ibu!" Bu Tuti tampak mulai kesal karena sudah lebih sering 10 kali dia menelepon Bayu tapi Bayu tidak menjawab panggilan dari nya.
Karena panggilan dari bu Tuti tidak di jawab oleh Bayu, kini giliran Miranda yang menelepon Bayu. Tali panggilan dari Miranda pun tetap tidak di jawab oleh Bayu, sehingga hal itu membuat Miranda semakin kesal.
"Kemana sih mas Bayu, kenapa telepon dari ku tidak di angkat oleh nya!" Miranda tampak semakin kesal.
"Ini pasti ulah nya Vira, mungkin dia sengaja mengambil ponsel nya Bayu agar Bayu tidak bisa bicara pada kita!" Bu Tuti malah menyalahkan Vira.
"Wanita itu benar - benar licik, kenapa sih mas Bayu tidak mencerai kan dia saja, biar tahu Rasa!" Omel Miranda lagi.
"Ibu saat ini sudah tidak punya uang lagi, bahkan semua kebutuhan rumah sudah pada habis. Ini sudah waktu nya berbelanja bulanan, tapi Bayu belum memberikan uang pada ibu!" Bu Tuti memijit pelipis nya dengan jari.
Mendadak kepala nya terasa berat karena memikirkan uang nya yang sudah habis, besok sudah jatuh tempo bayar arisan tapi bu Tuti hingga saat ini belum memiliki uang. Uang yang di janjikan oleh Bayu juga sampai saat ini belum dia terima.
Sementara Miranda, dia masih menganggap bahwa Bayu adalah pemilik perusahan itu. Tapi dia tidak tahu bahwa sebenar nya Bayu bisa berasa di posisi itu karena Vira, Vira sengaja memberikan jabatan itu pada Bayu untuk menyelamatkan harga diri Bayu di mata keluarga nya. Tapi Bayu malah menyalahkan gunakan jabatan yang Vira berikan.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅