NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 24

Sekte Awan Rusak – Paviliun Rawat Inap (Lantai 2).

Malam sunyi. Bulan menggantung tinggi di langit.

Di dalam kamar yang baru direnovasi, Ye Xing duduk bersila di atas tempat tidur giok. Di sekelilingnya, Pil Pembentukan Pondasi yang telah dia telan sedang bekerja. Aura biru dan emas berputar-putar di sekitar tubuhnya, memperbaiki tulang yang retak dan memperlebar saluran meridian.

"Sedikit lagi..." batin Ye Xing, keringat dingin membasahi dahinya. "Dinding Tingkat 9 sudah retak. Hancurkan!"

Energi di dalam tubuhnya mengamuk seperti banjir. Dia sangat fokus, karena satu kesalahan kecil bisa membuat fondasinya cacat.

Sementara itu, di luar jendela, Lin Xiao sedang berjaga sambil menguap lebar. Dia duduk di dahan pohon, memastikan tidak ada lagi pembunuh yang mendekat.

"Tenang sekali malam ini," gumam Lin Xiao. "Semoga tidak ada lagi ular raksasa atau banci penghisap darah."

Namun, harapan Lin Xiao hancur seketika.

Dari langit malam yang gelap, sebuah titik cahaya merah meluncur turun dengan kecepatan suara.

WUUUNG....

Suaranya bukan seperti teknik terbang yang anggun, tapi seperti benda jatuh bebas yang dipaksakan menembus atmosfer dengan kekerasan.

Lin Xiao mendongak. "Bintang jatuh? Ke arah sini? TUNGGU! ITU MENGARAH KE KAMAR BOS!"

Lin Xiao panik setengah mati. "BOS! AWAS! ADA SERANGAN!"

Di dalam kamar, mata Ye Xing terbuka lebar. Konsentrasinya buyar seketika. Dia mengenali tanda tangan energi yang kacau itu. Itu bukan serangan musuh. Itu sesuatu yang jauh lebih buruk.

"Energi ini... Tidak mungkin..." wajah Ye Xing memucat. "Kenapa dia ada di sini?!"

Belum sempat Ye Xing kabur...

BRAAAKKK!!!

Atap paviliun meledak hancur. Genteng, kayu, dan debu berhamburan ke segala arah. Sebuah sosok menghantam tepat di tengah ruangan, menghancurkan meja dan kursi, menciptakan lubang besar di lantai dua yang tembus ke lantai satu.

Gelombang kejutnya melemparkan Ye Xing dari tempat tidur hingga menabrak dinding.

"Uhuk! Uhuk!"

Ye Xing terbatuk, mengibaskan debu tebal. Dia tidak mencabut pedangnya. Dia tahu senjata tidak akan berguna melawan makhluk ini. Dia hanya memijat pelipisnya yang mendadak sakit kepala hebat.

"Sialan Kakek Tian Feng! Dia bilang koordinatnya tepat! Ini bukan pendaratan, ini kecelakaan!"

Suara gadis yang merdu namun penuh amarah terdengar dari balik kepulan debu.

Seorang gadis remaja dengan pakaian merah-putih (yang kini kotor oleh debu) melompat naik dari lubang lantai. Dia menepuk-nepuk roknya dengan kesal, lalu mengibaskan rambut panjangnya yang terikat kuda.

Wajahnya cantik luar biasa perpaduan sempurna antara ketampanan Dewa Pedang dan kecantikan dingin Ratu Bayangan.

Mei Wuchen. Putri Pedang. Teman masa kecil Ye Xing, sekaligus mimpi buruknya.

Gadis itu mendongak, matanya yang tajam menyapu ruangan, dan akhirnya terkunci pada Ye Xing yang sedang bersandar pasrah di dinding.

Hening sejenak.

Lalu Mei Wuchen berkacak pinggang, menunjuk hidung Ye Xing dengan jari telunjuknya yang lentik.

"KETEMU KAU, PENGKHIANAT!"

Ye Xing menghela napas panjang. "Mei'er... bisa tidak kau mengetuk pintu seperti manusia normal? Kau baru saja menghancurkan atapku.."

"Jangan mengalihkan topik, Ye Xing!" teriak Mei Wuchen, pipinya menggembung marah. "Kau berani turun ke Alam Bawah sendirian?! Kau pergi berpetualang tanpa mengajakku?! Kau pikir aku apa? Pajangan Istana?!"

"Aku sedang dalam misi rahasia, Nenek Lampir," balas Ye Xing membela diri. "Kakek Tian Feng menyegel kekuatanku. Ini berbahaya. Bukan tempat bermain tuan putri."

"Misi rahasia pantatmu!" Mei Wuchen mencabut pedang kayu dari pinggangnya. "Kau cuma mau bersenang-senang sendiri dan meninggalkan aku bosan mati di Istana Langit! Ayah melarangku keluar, Ibu sibuk, dan Paman Cang Ni cuma tahu mabuk! Kau satu-satunya hiburanku, dan kau kabur!"

Aura Sword Intent (Niat Pedang) meledak dari tubuh mungil gadis itu.

Ye Xing menelan ludah. Dia tahu betul betapa berbakatnya Mei Wuchen. Jika Ye Xing adalah jenius dalam Hukum Alam, Mei Wuchen adalah jenius dalam Kekerasan Murni.

"Mei'er, tunggu, kita bisa bicarakan ini..."

"Bicara nanti! Sekarang tubuhku gatal ingin memukul seseorang!"

WUSH!

Mei Wuchen menerjang. Tidak ada teknik rumit. Hanya kecepatan gila dan insting membunuh (main-main).

"Sial!"

Ye Xing terpaksa mengangkat Pedang Tulang Naga-nya untuk menangkis.

TAK!

Pedang kayu kecil bertemu Pedang Berat raksasa.

Secara fisik, Ye Xing menang berat. Tapi Mei Wuchen menggunakan teknik [Aliran Air Membelah Batu] ajaran Jian Wuchen. Dia membelokkan tenaga Ye Xing, lalu memutar tubuhnya di udara.

PLETAK!

Pedang kayunya mendarat mulus di jidat Ye Xing.

"Aduh!" Ye Xing mundur sambil memegangi dahinya yang benjol. "Kau serius memukul?! Aku sedang terluka, bodoh!"

"Itu hukuman karena tidak pamit!" Mei Wuchen tidak berhenti. Dia melompat lagi. "Dan ini hukuman karena membuatku khawatir!"

BUK! (Pukulan di bahu).

"Ini hukuman karena kau jelek!"

BUK! (Tendangan di tulang kering).

Ye Xing mencoba melawan. Dia mengaktifkan [Domain Gravitasi].

"Berat 10x!" teriak Ye Xing.

Lantai retak. Gerakan Mei Wuchen melambat sesaat.

Ye Xing menyeringai. "Kena kau."

Tapi Mei Wuchen malah tertawa mengejek. "Kau lupa, Xing? Siapa yang menemanimu latihan di Ruang Gravitasi Kakek Tian Feng sejak umur 5 tahun? Tubuhku sudah hafal tekananmu!"

Mei Wuchen menyesuaikan aliran Qi-nya dalam sepersekian detik, menetralkan tekanan gravitasi Ye Xing dengan teknik Langkah Ringan. Dia meluncur masuk ke pertahanan Ye Xing.

Ye Xing, yang kekuatannya tersegel di Qi Condensation, tidak bisa mengimbangi kecepatan Mei Wuchen yang segelnya lebih longgar (atau mungkin dia tidak disegel).

PLETAK!

Pukulan terakhir mendarat tepat di puncak kepala Ye Xing.

Ye Xing ambruk duduk di lantai, napasnya ngos-ngosan, kepalanya benjol dua tingkat.

"Cukup... Aku menyerah..." Ye Xing mengangkat tangan. "Kau menang. Puas?"

Mei Wuchen mendarat dengan anggun, menyelipkan pedang kayunya kembali. Dia tersenyum lebar, terlihat sangat puas. Kemarahannya menguap begitu saja setelah memukuli Ye Xing.

"Lumayan," kata Mei Wuchen, lalu duduk di sebelah Ye Xing seolah tidak terjadi apa-apa. "Kau jadi agak lambat, Xing. Apa makanan di Alam Bawah membuatmu gendut?"

"Aku disegel 99%, Bodoh," gerutu Ye Xing, memijat kepalanya. "Dan kau... Kakek pasti memberimu izin turun, kan? Dia tidak mungkin membiarkanmu lolos begitu saja."

"Tentu saja," Mei Wuchen merogoh sakunya, lalu melempar sebuah cincin perak ke pangkuan Ye Xing. "Nih. Titipan Si Tua Bangka."

Ye Xing mengambil cincin itu. "Apa isinya?"

"Sumber Daya. Peta Alam Rahasia. Dan..." Mei Wuchen mendekatkan wajahnya ke wajah Ye Xing, matanya yang indah menatap tajam. "...Aku."

Ye Xing mengerutkan kening. "Maksudnya?"

"Mulai hari ini, aku adalah 'Pengawas Khusus'-mu," Mei Wuchen menepuk dada bangga. "Kakek Tian Feng bilang aku harus memastikan kau tidak mati konyol. Jadi, kemanapun kau pergi, aku ikut."

Ye Xing memutar bola matanya. "Bagus. Hebat. Sempurna. Rencanaku untuk menjadi pahlawan misterius yang keren hancur sudah. Sekarang aku akan dikenal sebagai 'Pahlawan yang Diikuti Gadis Gila'."

"Apa kau bilang?!" Mei Wuchen melotot.

"Tidak ada. Aku bilang kau cantik hari ini," Ye Xing berbohong cepat demi keselamatan nyawanya.

Di jendela, Lin Xiao yang sejak tadi menonton dengan mulut terbuka akhirnya memberanikan diri bersuara.

"Bos...?" panggil Lin Xiao takut-takut.

Ye Xing dan Mei Wuchen menoleh bersamaan.

"Siapa... bidadari galak ini? Bos kenal dia?"

Ye Xing menghela napas panjang, menatap Lin Xiao dengan tatapan lelah.

"Lin Xiao," kata Ye Xing dramatis. "Perkenalkan. Ini Mei Wuchen. Dia bukan bidadari. Dia adalah bencana alam yang dikirim Langit untuk menguji kesabaranku. Dia teman masa kecilku."

Mata Lin Xiao berbinar. "Teman masa kecil? Wah! Salam kenal, Kakak Ipar!"

Hening.

Wajah Mei Wuchen memerah padam. Wajah Ye Xing memucat.

"LIN XIAO!" Ye Xing berteriak panik. "Tarik kata-katamu atau dia akan membunuhmu!"

Tapi Mei Wuchen malah tersenyum malu-malu, memainkan ujung rambutnya. "Kakak Ipar? Hmm... Anak ini punya visi yang bagus. Aku suka dia. Dia boleh jadi kacung kita."

Ye Xing menepuk jidatnya. Tamatlah riwayatku.

Di dalam cincin perak itu, sebuah pesan telepati dari Tian Feng berbunyi di kepala Ye Xing:

"Nikmatilah reuninya, Cucu. Kalian berdua akan butuh satu sama lain. Alam Rahasia yang akan kalian masuki... bukan tempat untuk bertarung sendirian."

Ye Xing menatap Mei Wuchen yang kini sedang menggeledah lemari makanannya mencari camilan.

Meskipun Ye Xing mengeluh, sudut bibirnya sedikit terangkat. Kehadiran Mei Wuchen yang berisik membuat Alam Bawah yang sepi ini terasa... seperti rumah.

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!