NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Armand berusaha meminta maaf kepada Alma

"Coba nanti mama yang bicara. Siapa tahu Alma bisa terbuka terkait ruang rahasia itu." Ibu Olivia yang memikirkan cara.

"Tapi pelan-pelan, ma. Khawatir malah Alma semakin tidak ingin cerita." Pesan pak Hanung kepada ibu Olivia.

Ibu Olivia mengangguk paham.

Keesokan harinya.

Pak Hanung mencoba mendekati putrinya. Berbicara dari hati ke hati terkait rumah tangga Alma dan Armand.

"Aku sudah putuskan ingin bercerai dengan mas Armand, pah." Alma dengan wajah kusutnya.

Pak Hanung terhenyak. Tidak menyangka Alma secepat itu memutuskan hal besar dalam hidup nya. "Tunggu! Tunggu, Al! Papa khawatir kamu hanya emosi sesaat. Kamu lihat Arkan! Nanti besar dia pasti bertanya siapa ayahnya?" Pak Hanung menyuruh Alma berpikir panjang. Dia memang kecewa dengan tindakan Armand, tapi pak Hanung tidak berniat membuat Alma dan Armand sampai berpisah. Hanya ingin memberi pelajaran terhadap Armand untuk kedepannya berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Namun sepertinya kemarahan Alma memuncak.

"Keputusan ku sudah bulat, pah." Lanjut Alma dengan kecewa yang dia tahan.

Pak Hanung menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya. "Papa harap kamu pikir-pikir dulu. Tidak masalah kamu dan baby Arkan disini sampai kamu tenang."

"Papa nggak tahu sih, mas Armand sudah mengkhianati Alma, pah." Alma menjatuhkan buliran-buliran jernihnya dari kelopak mata. Menangis seperti anak kecil lalu memeluk papa nya.

Pak Hanung berusaha mendengarkan segala keluhan Alma terkait Armand. Berusaha menenangkan putrinya supaya tidak larut dalam kesedihan. "Kamu yang sabar, ya." Ucap pak Hanung mengusap-usap pundak putrinya.

Alma yang berulang kali menyeka air matanya lalu memberi tahu foto-foto Armand dengan selingkuhan nya kepada pak Hanung. Karena Alma tidak tahan lagi menyimpan luka nya sendirian.

Setelah melihat foto-foto Armand dalam ponsel Alma. Seketika dada pak Hanung nyeri. Penyakit jantungnya kambuh. Tidak menyangka, ternyata rumah tangga putrinya tidak sesederhana perkiraan nya.

"Pah, papah!" Teriak Alma histeris lalu memanggil mama nya.

Tidak lama pak Hanung sudah berada di rumah sakit. Perawat membawanya ke ruang Unit Gawat Darurat untuk segera di tangani. Alma menggendong baby Arkan nya dengan berdiri di samping ibu Olivia. Keduanya tampak cemas dengan kondisi kesehatan pak Hanung.

Di lain tempat. Akhyar menerima panggilan dari ibu Olivia untuk memberitahukan jika pak Hanung masuk rumah sakit, serangan jantungnya kambuh dan Akhyar diminta untuk menghandle pekerjaan pak Hanung. "Iya baik, bu. Semoga bapak segera sembuh." Jawab Akhyar dengan keterkejutannya yang belum sepenuhnya berakhir.

"Siapa?" Tanya Zahrin dimana keduanya tengah berada di bawah pohon Asam Jawa depan sekolah Arsyad dan Arsyla. Ya, seperti biasa, ketika Zahrin mengantar Arsyad dan Arsyla, begitu sebaliknya Akhyar yang sudah menunggu mereka di bawah pohon itu. Segera menyuruh Arsyad dan Arsyla masuk ke dalam sekolah.

"Ibu Olivia bilang kalau pak Hanung masuk Unit Gawat Darurat. Serangan jantung." Jawab Akhyar sedikit gelisah.

"Apa nggak sebaiknya kita kesana?" Tanya Zahrin yang akhir-akhir ini tampak kompak dengan Akhyar. Sekalipun belum pernah ada pertikaian kecil yang terjadi setelah sepeninggal Regi.

"Kamu aja, Rin yang kesana. Aku soalnya ada ketemu dengan klien menggantikan pak Hanung."

Zahrin mengangguk.

Sesampainya di rumah sakit. Zahrin bertanya terkait kondisi pak Hanung kepada Alma dan ibu Olivia. Setelahnya dokter datang dan memberi tahu, jika pak Hanung harus dipindahkan ke ruang ICCU untuk diberi tindakan lebih lanjut.

Baik ibu Olivia dan Alma semakin sedih. Terlebih Alma yang kemudian lari disusul dengan Zahrin. Alma dengan tangisnya. "Aku yang salah, kak Regi meninggal gara-gara aku. Papa sekarang masuk ICCU juga gara-gara aku. Semua salah aku, mbak." Alma menyalahkan dirinya sendiri.

Zahrin berusaha lebih dekat. Mencoba menenangkan Alma. Meraih Alma lalu memeluknya. "Mbak juga minta maaf terkait Regi. Mbak nggak ungkit-ungkit itu lho, Al. Baik aku dan kamu sepertinya harus ikhlas dengan kepergian Regi. Tapi untuk papa kamu, sebaiknya kita berdoa, semoga pak Hanung baik-baik saja." Zahrin sepertinya tidak tahu jika Alma sedang banyak masalah.

Di lain tempat.

Akhyar berpapasan dengan Armand di jalan. "Lho, bukannya pak Hanung masuk ICCU, kok kamu nggak ada di rumah sakit? Malah disini?" Akhyar heran Armand menikmati breakfast di cofee shop milik klien nya.

Armand seketika berdiri saking syok nya. "Apa kamu bilang? Papa mertua ku masuk rumah sakit?" Armand meminta penjelasan Akhyar sekaligus meminta Akhyar memberi tahu rumah sakit dimana papa mertuanya di rawat.

Akhyar lalu memberitahu Armand. Sedikit bingung, namun Akhyar tidak ingin memperpanjangnya. Membiarkan Armand meninggalkan breakfastnya. Melihat Armand dari dalam coffee shop lari tergopoh menuju mobilnya.

Sementara Akhyar berjabat tangan dengan pemilik coffee shop. Keduanya berinteraksi terkait desain furniture yang Akhyar tawarkan sebelumnya. Mengingat ini sebenarnya adalah teman pak Hanung, Akhyar memberitahu jika pak Hanung tidak dapat hadir dan Akhyar menggantikannya.

Armand yang bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Setelah sampai rumah sakit dan memarkir mobilnya, Armand berlari menuju bagian pelayanan dan bertanya atas nama papa mertuanya.

Langkah Armand semakin pelan. Melihat Alma menggendong baby Arkan dari kejauhan, senyumnya perlahan mengembang. Namun sayang, saat langkah Armand semakin dekat, kedua mata Alma menatapnya sinis penuh amarah. Dan benar saja, belum sampai Armand di depan Alma.

"Plak." Tamparan Alma untuk Armand.

Armand terdiam pasrah. Meluruhkan ego nya untuk tidak menjadikan sikap Alma alasan atas kesalahan-kesalahan yang dia lakukan. Tampaknya Armand terima semua kelewatan Alma terhadapnya. Sikap Alma yang demikian mengundang keterkagetan Zahrin dan juga ibu Olivia.

"Masih berani kamu datang kesini?!" Alma dengan puncak kemarahan nya. Memukul mundur Armand yang langkahnya Armand perlahan mundur sampai mentok ditembok rumah sakit.

Armand memasang wajah sedih sekaligus penyesalannya. "Aku salah, aku mau minta maaf." Bersamaan dengan meraih jari-jemari Alma, namun sayang, lagi-lagi Alma enggan disentuh Armand.

"Apa kamu tahu? Siapa penyebab papa masuk ruang ICCU?!" Alma sudah tidak tahan lagi dengan keberadaan Armand dihadapan nya.

Armand tertunduk lesu. Tidak pernah melihat Alma semarah ini sebelumnya.

"Semua gara-gara kamu!" Alma yang mendorong dada Armand hingga Armand terhuyung terkena tembok pembatas ruangan rumah sakit. "Sekarang lebih baik kamu, pergi! Pergi!" Alma teriak mengusir Armand sampai-sampai banyak pasang mata melihati keduanya.

Zahrin yang sebenarnya tidak ingin ikut campur, akhirnya memutuskan untuk menghampiri keduanya. Karena sepertinya pertengkaran keduanya membuat suasana beberapa orang kurang nyaman melihatnya. "Al, Armand, sebaiknya kalian kalau mau bertengkar jangan disini." Zahrin yang menyuruh keduanya menuntaskan masalah di luar rumah sakit.

"Biar dia aja yang pergi mbak." Lanjut Alma yang berlalu menganggap Armand tidak ada. Sedangkan Zahrin membujuk Armand untuk sebaiknya keluar mengingat Alma sepertinya sedang kacau pikirannya.

Armand mengikuti apa kata Zahrin. Keluar dari rumah sakit dan masih termenung diparkiran.

Sampai satu jam lebih Zahrin berada di rumah sakit dan dokter juga belum memberikan perkembangan terkait kesehatan pak Hanung, Zahrin memutuskan pamit pulang. Sesampainya di parkiran rumah sakit ternyata melihat Armand yang terlihat sedih. "Lho, kamu belum pulang?" Zahrin menghampiri Armand.

Armand menggeleng tak bersemangat.

"Kamu yang sabar, ya." Lanjut Zahrin yang hendak masuk mobilnya. Namun Armand mencegahnya.

"Zahrin, apa aku boleh meminta tolong padamu?" Tanya Armand yang membuat Zahrin menoleh ke Armand.

"Iya." Zahrin mengangguk. "Apa?" Lanjutnya

Bersambung

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 😄😄😄trik marketing kak🤣🤣 supaya kakak juga baca yang sebelumnya dan semakin banyak novel penulis yang terbaca oleh pembaca yang alhasil kalau banyak yang koment suka dan baca penulis dapat cuan kak....hehehhehe🤣🤣😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!