NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit / Tamat
Popularitas:635.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Kunjungan Mendadak

"Iya, Pa." Jawab Aldo yang memang tak ingin mengelak.

Aldo sangat kenal watak ayahnya. Seno paling benci dibohongi maupun diselingkuhi. Alhasil Aldo berbicara apa adanya perihal kehamilan palsu Kirana mulai dari awal hingga akhirnya terbongkar.

"Sekarang Kirana hamil sungguhan," ucap Aldo.

"APA ??" Seno dan Dokter Heni secara bersamaan ikut terkejut.

Aldo pun sedikit heran melihat reaksi keduanya orang tuanya dan sempat menoleh ke arah Hana yang diam dengan kepala menunduk.

"Apa Hana belum kasih tau ke papa dan bunda soal Kirana sekarang lagi hamil sungguhan?" batin Aldo.

"Jadi ini maksudnya gimana, Do? Kirana hamil bohongan atau sungguhan?" desak Seno dengan nada suara serta mi_mik wajah kebingungan.

Aldo pun akhirnya menceritakan pada kedua orang tuanya tentang Kirana yang benar-benar positif hamil saat ini, karena sebulan yang lalu mereka berdua telah melakukannya.

"Astaga !!" keluh Seno.

"Kok astaga sih, Mas. Ya, Alhamdulillah dong. Kan sebentar lagi Mas Seno mau punya cucu, kok bilang astaga. Gak bersyukur itu namanya!" tegur Dokter Heni.

"Ya astaga, Bun. Aldo kan nikah sama Kirana karena hamil duluan, yang kata anak-anak zaman now bilang menanam saham sebelum nikah. Bukan nikah karena cinta. Eh, sekarang kok bisa hamil beneran?"

"Ya bisa lah!" jawab Dokter Heni sedikit ketus pada Seno. "Aldo kan pria normal kayak Mas Seno. Kirana juga sudah jadi istrinya. Jadi, mereka mau melakukan hal itu ya wajar dong. Apa yang salah?" sambungnya.

Seketika Aldo bernafas lega karena mendapat pertolongan dari bidadari cantik yang sejak dulu menjadi peri baik hati di keluarganya, Dokter Heni. Hati ibu sambungnya itu memang seluas samudera dan tak ada ujung tepinya. Sangat baik sekali.

Seno pun akhirnya legowo menerima kehamilan Kirana yang benar-benar nyata, bukan fatamorgana lagi atau kehamilan palsu.

"Huft !! Papa dan bunda harusnya marah sama Mbak Kirana. Kenapa sekarang mereka malah mendukung kehamilannya? Tuhan memang gak adil sama aku!" batin Hana mengeluh.

☘️☘️

Keesokan harinya Seno dan Dokter Heni berpamitan pulang. Mereka membawa mobil pribadi bersama sang sopir. Keduanya tak pulang langsung ke Bandung melainkan diam-diam mampir ke kediaman Kirana.

Tentu saja hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan Aldo dan Hana. Demi saling menjaga perasaan anak dan menantu pertamanya. Itulah alasan para lansia tersebut.

Awalnya Seno belum mau bertemu Kirana, karena hatinya masih kecewa sama menantunya itu. Namun, Dokter Heni pada akhirnya berhasil membujuk komandan tampan se-Kecamatan itu untuk bertandang ke rumah Kirana.

Bahkan sebelum tiba di kediaman Kirana, Dokter Heni dan Seno sempat mampir ke sebuah toserba lengkap. Mereka membeli beberapa kebutuhan rumah tangga terutama untuk ibu hamil baik itu buah, su_su, hingga baju hamil.

Kirana begitu terkejut saat membuka pintu rumahnya yang ternyata kedua mertuanya datang mengunjunginya.

"Pa_pa-Bun_da," sapa Kirana dengan suara bergetar antara terkejut, takut dan perasaan bersalah bercampur aduk di hatinya.

Menebak-nebak maksud kedatangan kedua mertuanya tersebut.

"Assalammualaikum," sapa Dokter Heni seraya tetap tersenyum manis penuh ketulusan pada Kirana.

Dokter Heni juga kecewa dengan Kirana perihal kehamilan palsunya di awal pernikahan. Akan tetapi, Dokter Heni berpikir ia juga hanya manusia biasa bukan Tuhan. Maka ia juga tidak punya hak untuk menghakimi Kirana.

Di dalam hati kecilnya, Dokter Heni masih berkeyakinan jika Kirana adalah anak yang baik.

"Wa_alaikum_salam," balas Kirana dengan nada suara terbata-bata.

"Ma_ri ma_suk Pa, Bunda." Sedikit gugup melanda Kirana ketika ia mempersilahkan kedua mertuanya itu untuk masuk ke dalam rumahnya. Kirana masih terkejut.

Dokter Heni dan Seno pun perlahan melangkah masuk ke rumah Kirana. Sebelumnya, Seno menyuruh sang sopir membawa belanjaan mereka tadi untuk dibawa masuk.

Kirana pun tercengang.

Satu bagasi penuh dibuka yang berisi barang-barang untuk dirinya dan kebutuhan calon buah hatinya selama dalam kandungan diangkut oleh sopir pribadi mertuanya tersebut satu per satu.

"Bun, banyak sekali." Kirana seketika terenyuh mendapat perhatian sebegitu banyak dari kedua mertuanya itu.

Sungguh, ia merasa tak pantas menerima hal ini. Kirana merasa dirinya bukan wanita baik-baik. Datang karena dendam masa lalunya pada keluarga Seno hingga berhasil masuk menjadi duri pada pernikahan Aldo dan Hana.

Akan tetapi, Tuhan masih begitu baik padanya dengan memberikan kedua mertua yang tetap menyayanginya. Riak air mata haru tak mampu dibendung oleh Kirana.

"Ya kan namanya wanita hamil pasti banyak yang dibutuhkan. Anggap ini bentuk kasih sayang dari kami sebagai orang tuamu sekaligus calon kakek nenek calon bayimu dengan putra bunda," cicit Dokter Heni seraya menggandeng lengan Kirana penuh kelembutan.

"Sudah jangan sedih. Wanita hamil dilarang menangis nanti katanya anaknya ikutan cengeng. Hehe..." ucap Dokter Heni seraya menghibur Kirana.

"Makasih banyak, Bun." Kirana berucap terima kasih sembari menyeka air matanya yang menetes.

"Sama-sama, Sayang."

☘️☘️

Kini mereka bertiga sudah duduk bersama di ruang tamu. Kirana juga sudah menyiapkan cemilan dan teh hangat untuk kedua mertuanya itu di meja ruang tamu.

"Maaf, Pa-Bun. Suguhannya cuma seadanya. Kirana tak tau kalau papa dan bunda mau datang ke sini," ucap Kirana tulus meminta maaf.

Kirana sejak tadi terus menundukkan kepalanya dan hanya sesekali mengangkat pandangannya ke arah kedua mertuanya terutama Seno. Sebab, ia melihat wajah ayah mertuanya itu seakan menyimpan kecewa atau amarah.

"Tak apa, Ki. Tak perlu repot-repot segala. Seperti orang lain saja. Kita kan satu keluarga. Benar kan, Pa?" sahut Dokter Heni lalu beralih pandang dari Kirana ke arah sang suami yang duduk di sampingnya.

"Hem,"

Kirana sendiri tak tau jika kedua mertuanya itu sudah mengetahui perihal kehamilan palsunya.

Tiba-tiba ada dorongan dalam hati kecil Kirana untuk mengatakan sesuatu pada kedua mertuanya. Ia tak ingin ada penyesalan lebih dalam di kemudian hari. Sebuah kejujuran.

"Papa-Bunda. Ki mau minta maaf," ucap Kirana membuka pembicaraan serius dengan kedua mertuanya.

"Kenapa?" tanya Dokter Heni.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
ayudya
o... si bastian pengacara Kirana dulu ya.., penasaran aku thor koq bisa dia punya kasus pembunuhan, kuy lah.
Safira💋 (Pecinta Megalodon): iya kak pak pengacara yg patah hati dari Kirana gegara rujuk ma Aldo hehe
total 1 replies
ayudya
wajar sih Kirana kayak gitu di tinggal anak gak bisa di lukis dengan kata²...apalagi anin selalu bersama kirana sedari bayi.
Teh Euis Tea
otw baca
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
otw... sambil mikir, siapakah Bastian?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: iya baru ingat sist.. 😄
total 2 replies
Sugiharti Rusli
masa dia si Kenzo sih yang menyamar
Safira💋 (Pecinta Megalodon): bukan Kak, ini Bastian - pengacara Kirana yg diam-diam jadi pebinor. pengin Kirana cerai sama Aldo tapi gagal
total 1 replies
Sugiharti Rusli
wah siapa yah sosok si Bastian ini aslinya
Nena Anwar
otewe meluncur kesanah 🏃‍♀️🏃‍♀️
Safira💋 (Pecinta Megalodon): 💋💋💋💋💋
total 1 replies
lalah rodilah
alhamdulillaah atos tamat..hatur nuhun teh safira....
walau banyak bab yang menguras air mata. ..akhir nya happy ending..
Musaadah 06
setelah ini lapak Aya kk💪😍♥️
Nurlaela
pinginnya ada kisah Kenzo sudah dewasa umur 25 tahun...gimana thorrr heeee berharap bangettttt🤭🥰🥰🥰🥰🥰
Nia nurhayati
mbk fira dib rilis lah ceritana aya adik nya aldoo
Nia nurhayati
alhamdulilah akhir nya kebahagiaan menghampiri keluarga aldo-kirana 😘😘😘😘
Nia nurhayati
🤣🤣🤣 ampunn pp dion selalu kebagian apes nya yaa
Nia nurhayati
alhamdulilah akhirnya mama kirana sadar kembalii dan selamat yaa karena bakalan punya ade lagi kenzonya
Ari Atik
terima kasih thor...
cecla9
Keren selalu bikin gregetan
Safira💋 (Pecinta Megalodon): nuhun kaka💋
total 1 replies
yelmi
Sungguh malang nian nasib mu Dion... dari zaman Batu ke zaman jambu g kelar2 hukuman dari mertua mu🤣🤣
Safira💋 (Pecinta Megalodon): 😄😄😄😄🤭
total 1 replies
yelmi
meler semua ini aahh... pedes banget bawang nya tor...udahan tebar bawang nya y😭😭😭🤧
Safira💋 (Pecinta Megalodon): 😭😭😭😭😭
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘦𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘢 𝘧𝘪𝘳𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘢𝘲 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘴𝘪 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘬𝘢𝘳𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶𝘯𝘺𝘢
Safira💋 (Pecinta Megalodon): nuhun Kaka💋
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪𝘰𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘫𝘥 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!