NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Nikahin Sahabat!

Tiba-Tiba Nikahin Sahabat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cinta setelah menikah / Persahabatan / Perjodohan / Gadis nakal
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Soju Kimchizz

Siapa sangka hubungan persahabatan sejak kecil mengantarkan Viona dan Noah ke jenjang yang lebih serius?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soju Kimchizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lo ngga lagi hamil kan?

Gedung pertemuan itu tampak megah dengan lampu-lampu kristal yang memantulkan cahaya di atas gelas-gelas sampanye. Suasana formal ini biasanya menjadi tempat yang paling membosankan bagi Noah dan Viona, namun kali ini ada yang berbeda. Mereka datang bukan lagi sebagai dua orang yang dipaksa hadir oleh orang tua, melainkan sebagai pasangan suami istri yang tampak sangat serasi.

Noah mengenakan setelan charcoal grey yang membuatnya terlihat sangat berwibawa, sementara Viona tampil mempesona dengan dress satin minimalis yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Tangan Noah tidak pernah lepas dari pinggang Viona, sebuah gestur posesif yang kini sudah menjadi kebiasaannya.

Saat mereka sedang menikmati minuman, beberapa wajah familiar mendekat. Mereka adalah anak-anak dari kolega bisnis orang tua mereka, teman-teman masa kecil yang menjadi saksi betapa seringnya Noah dan Viona bertengkar dulu.

"Eh Noah, gimana rasanya nikah sama cewek yang dari dulu menyulitkan lo?" tanya Sarah sambil tertawa kecil, melirik Viona yang tengah menyesap minumannya.

Noah tertawa rendah, sebuah tawa yang terdengar sangat tulus. Ia menatap Viona yang memberikan lirikan tajam padanya.

"Hahaha... lo masih inget betapa menyulitkannya Viona ini ya?" sahut Noah. Ia menarik Viona sedikit lebih dekat ke arahnya.

"Sampai sekarang pun dia tetap menyulitkan sih. Apalagi manjanya nggak ketulungan. Kalau mau sesuatu harus sekarang, nggak mau nunggu. Tapi anehnya... gue malah suka. Gue mau terus direpotin sama dia."

Viona sedikit menyikut perut Noah. "Dih, lo juga suka cari masalah ya kalau gue lagi fokus!"

"Itu namanya lo cinta mati, Noah!" timpal Zayn, salah satu teman lama mereka yang sejak dulu paling vokal. Zayn tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jujur aja, lo pasti udah suka sama dia dari lama, cuma lo-nya aja yang nggak sadar atau saking gengsinya jadi ketutup."

Noah terdiam sejenak. Ia melirik Viona yang kini juga menatapnya, seolah ikut menanti jawaban atas pernyataan Zayn. Noah tersenyum tipis, jenis senyum yang hanya ia berikan untuk Viona.

"Mungkin," jawab Noah pelan namun pasti.

"Gue rasa gue emang nggak pernah punya pilihan lain selain dia. Seberapa pun dia menyulitkan, dia satu-satunya orang yang bisa bikin hidup gue nggak datar-datar aja."

Viona tertegun. Di depan teman-teman masa kecil mereka yang biasanya menjadi saksi persaingan sengit keduanya, Noah baru saja mengakui kekalahannya dengan cara yang paling romantis.

Sarah dan Zayn saling berpandangan sambil bersiul menggoda. "Tuh kan! Dosen killer kita ternyata emang sudah takluk dari zaman masih pake seragam sekolah!"

"Sepenglihatan gue, si Viona sekarang udah nggak pernah nongkrong di club ya," kata Sarah sambil menatap Viona dengan senyum penuh arti. "Padahal dulu kalau libur semester, lo yang paling rajin reservasi meja."

Noah terkekeh, ia sengaja merapatkan posisinya ke Viona. "Hahaha... iyalah, mana berani dia sekarang. Udah ada pawangnya yang tukang absen tiap jam," ucap Noah dengan nada sombong yang dibuat-buat.

Viona langsung menyambar, tidak terima harga dirinya jatuh. "Jangan sembarangan lo ya! Gue bukan takut sama lo, Noah! Gue itu emang lagi sibuk-sibuknya ngurus kampus dan kantor. Waktu gue terlalu berharga buat sekadar dengerin musik jedag-jedug yang bikin pusing," jelas Viona ketus, namun ada semburat merah di pipinya.

"Iya... iya deh... gue percaya yang sekarang udah jadi wanita karier teladan," timpal Zayn sambil tertawa, meski matanya tetap menangkap dinamika yang berbeda dari pasangan ini.

Sarah kemudian mencondongkan tubuhnya ke depan, suaranya mengecil namun terdengar sangat jelas di telinga mereka berdua. "By the way... lo nggak lagi hamil kan, Vi? Gue liat tadi lo cuma pesen air putih, biasanya lo paling depan kalau urusan wine."

Deg.

Wajah Viona yang tadinya merah karena kesal, kini berubah menjadi merah padam karena malu yang luar biasa. Ia langsung teringat kejadian di rumah beberapa hari lalu, dan "hadiah kedua" yang ia berikan pada Noah.

Noah yang menyadari perubahan ekspresi istrinya hanya tersenyum simpul, tangannya justru semakin erat melingkar di pinggang Viona.

"Lihatlah mereka!" seru Zayn sambil menunjuk ke arah tangan Noah. "Dua sahabat ini pasti udah melakukan hal-hal tak senonoh. Liat tuh muka Viona, udah kayak udang rebus. Kayaknya tebakan lo bener, Sar!"

"Zayn! Mulut lo ya!" pekik Viona tertahan, tangannya mencubit lengan Noah agar suaminya itu membela, namun Noah justru tertawa pelan di telinganya.

"Kenapa harus malu?" bisik Noah, cukup keras untuk didengar yang lain. "Kita kan udah sah. Mau tak senonoh atau nggak, itu kan sudah jadi hak prerogatif gue sebagai suami."

"Noah! Lo malah makin bikin mereka mikir macem-macem!" Viona menyembunyikan wajahnya di bahu Noah, benar-benar kalah telak malam itu.

Teman-temannya tertawa puas melihat Viona yang biasanya galak dan mendominasi kini bisa "dijinakkan" oleh ketenangan Noah. Bagi mereka, tidak ada pemandangan yang lebih membahagiakan daripada melihat dua orang yang dulunya hobi berantem ini akhirnya benar-benar saling jatuh hati.

———

Kabar duka itu datang seperti petir di siang bolong, menghancurkan sisa-sisa suasana romantis dari acara semalam. Viona menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar, antara merasa sedih kehilangan mentor yang baik dan cemas akan nasib penelitiannya yang sudah setengah jalan.

Noah yang baru saja selesai memakai jam tangannya segera mendekat saat melihat wajah pucat Viona. Ia duduk di tepi ranjang, merangkul bahu istrinya yang tampak tegang.

"Beliau orang baik, Vio. Kemarin memang sempat masuk ICU, tapi gue juga nggak nyangka bakal secepat ini," ujar Noah pelan, mencoba menenangkan.

Viona menyandarkan kepalanya di bahu Noah. "Tesis gue gimana, Noah? Judulnya udah di-acc, draf awal udah ada. Kalau ganti dospem, biasanya bakal disuruh rombak total kalau dia nggak sevisi."

Noah mengusap lengan Viona. "Nggak selalu. Biasanya dospem pengganti bakal nerusin selama risetnya solid. Siapa dosen penggantinya? Nama yang disebut di email itu?"

Viona mengecek kembali baris terakhir di email resminya. "Ada dosen baru, katanya pindahan dari universitas di London. Namanya Mr. William. Dia bakal mulai tugas besok."

Gerakan tangan Noah yang sedang mengusap lengan Viona mendadak terhenti. Dahinya berkerut, seolah sedang menggali ingatan lama tentang nama tersebut di lingkungan akademisi.

"William? William Alexander?" gumam Noah dengan nada yang sedikit... berbeda. Ada sedikit ketegangan di rahangnya.

"Nggak tahu, di sini cuma tertulis Mr. William. Kenapa? Lo kenal?" tanya Viona heran sambil menatap suaminya.

Noah berdehem, mencoba menetralkan ekspresinya. "Kalau bener itu orang yang gue maksud, dia punya reputasi yang... lumayan. Dia jenius di bidang manajemen bisnis, tapi dia juga dikenal sangat perfeksionis. Dan satu lagi," Noah menjeda kalimatnya, menatap Viona lurus-lurus. "Dia seumuran sama gue."

Viona mengerutkan kening. "Ya terus kenapa kalau seumuran?"

"Nggak apa-apa," jawab Noah cepat, meski hatinya mulai tidak tenang.

Noah tahu betul siapa William jika benar itu adalah orang yang sama. Bukan hanya soal kecerdasannya, tapi William dikenal memiliki pesona yang sering membuat mahasiswinya gagal fokus. Mengingat Viona yang cantik dan cerdas, ditambah status pernikahan mereka yang masih dirahasiakan dari publik kampus, Noah mendadak merasakan firasat bahwa masa bimbingan tesis Viona akan menjadi ujian kesabaran yang luar biasa baginya.

"Siap-siap, Vio. Besok gue anter ke kampus. Gue mau liat sendiri siapa 'William' ini," cetus Noah dengan nada protektif yang tidak bisa disembunyikan.

1
deeRa
haii... I found ur story, accidentally 😊
Vha Evha
karya yg bagus porsi nya pas cwe nya gk trlalu lebay dan menye" dan cwo nya meskipun bucin tpi gk kehilangan cool nya, smoga panjang crita nya
Nihayatuz Zain
lanjut kk
Nihayatuz Zain
wah karya bagus kok nggk ketauan pembaca ya
kurang promosi nih
atau judulnya kurang bar bar kk, biyar pada penasaran terus mmpir baca
Sunshine: Wahh makasihh ya kak udah suka karya aku❤️ maybe aku pikirkan dulu judul yg menarik lagi, terima kasih sarannya kak❤️❤️
total 1 replies
Nihayatuz Zain
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!