Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Mahasiswa itu di kenal sebagai tuan muda dari keluarga kelas dua, keluarga yang kekayaan nya belum menyentuh puncak seperti kekayaan ke empat keluarga besar, namun cukup berpengaruh untuk bertindak semena - mena di lingkungan kampus.
" Kamu tahu siapa aku ? " tanya pemuda itu dengab senyum meremeh kan.
Agus mengerenyit. " Aku cuman minta mobil nya agak di geser, mas. "
Senyum itu berubah dingin.
Empat pria berdiri mengelilingi nya. Tubuh mereka tegap, sorot mata tajam, dan aura yang membuat udara di sekitar nya terasa berat . Mereka bukan sekedar pengawal biasa.
RANAH PRAJURIT AWAL.
Agus tidak mengerti apa tekanan itu, tapi tubuh nya merasakan bahaya. Keringat dingin mengalir di punggung nya.
" Sebaik nya kamu belajar sopan ! " kata salah satu pengawal pelan. " Tidak semua orang pantas kamu tegur. "
Agus mundur selangkah. " aku tidak mencari masalah! "
" Terlambat. "
Radit mengetahui kejadian itu secara tidak sengaja. Ia sedang berjalan menuju perpustakaan, ketika nontifikasi dari sistem muncul di sudut pandangan nya bukan peringatan bahaya. Melain kan lonjakan emosi yang di kenal nya dengan baik.
Ikatan sosial terdeteksi : Ancaman terhadap individu terdekat.
Nama itu muncul.
Agus.
Wajah Radit langsung mengeras. Tanpa ragu ia mengubah arah langkah nya.
Parkiran belakang fakultas sepi, terlalu sepi dan di sana lah ia melihat Agus, terdesak di antara empat pria bertubuh besar.
" Berhenti ! "
Satu kata itu membuat semua kepala menoleh. Radit berdiri di sana dengan wajah datar nya. Tidak Da topeng, tidak ada aura yang di lepas kan berlebihan. Namun mata nya tenang, terlalu tenang untuk mahasiswa biasa.
Salah satu pengawal menyerigai.
" Teman nya ? "
" Aku yang bertanggung jawab atas dia . " Jawab Radit singkat.
Tuan muda itu , yang sejak tadi berdiri di dekat mobil mewah nya menatap Radit dari ujung kepala sampai ujung kaki. " Satu lagi yang tidak tahu diri. "
Radit melangkah maju dan berdiri di depan Agus. " Pergi! "
Udara berubah.
Ke empat pengawal itu merasakan sesuatu, tekanan yang setara dengan mereka.
" Ranah prajurit awal. " gumam salah satu dari mereka, terkejut.
" menarik. " kata pengawal lain sambil mengencang kan tinju. " Seorang mahasiswa ? "
Tanpa aba - aba bentrokan terjadi. Tinju menghantam udara, Radit bergerak cepat. Tubuh nya masih belum sepenuh nya terbiasa dengan kekuatan ranah prajurit. Namun naluri nya tajam ia menangkis satu serangan , memutar tubuh, lalu menghantam dada lawan dengan siku.
Benturan keras terdengar, namun lawan nya tidak tumbang. Di saat yang sama, dua pengawal lain menyerang dari arah bersamaan, satu pukulan mengenai bahu Radit, membuat nya terlempar setengah meter. Rasa nyeri menjalar, terasa nyata dan berat.
" Radit!! " teriak Agus.
Radit bangkit , napas nya sedikit berat, darah mengalir tipis dari sudut bibir nya.
Kekuatan setara. Pengalaman tempur mereka lebih matang. Ia menyadari nya dengan cepat. Radit kembali menyerang, kali ini ia lebih hati hati. Setiap gerakan di perhitung kan. Ia berhasil menjatuh kan satu pengawal dengan tendangan ke lutut. Namun sebagai ganti nya, pukulan keras menghantam punggung nya.
Retakan kecil terasa di tulang rusuk. Sementara itu, para pengawal juga tidak dalam kondisi baik. Salah satu dari mereka terhuyung , napas terengah, dan darah mengalir dari pelipis yang robek.
Pertarungan terlalu singkat, bruntal dan seimbang. Tidak ada yang benar benar unggul. Tuan muda itu akhir nya mengangkat tangan. " Cukup ! "
Para pengawal mundur perlahan. Menatap Radit dengan sorot mata waspada dan mereka tidak lagi meremeh kan.
" Mahasiswa seperti mu... menarik. " kata tuan muda itu dingin. " Kita akan bertemu lagi. "
Mereka pergi, keheningan pun kembali menyelimuti pikiran. Radit berdiri terpaku beberapa detik sebelum akhir nya ia duduk di tepi trotoar. Napas nya berat , tubuh nya terasa panas dan nyeri di banyak bagian titik tubuh nya.
Agus segera menghampiri. " Kamu nggak kenapa - napa? "
" Aku masih hidup. " jawab Radit pelan.
Agus menatap nya dengan menatap nya dengan mata penuh campuran rasa takut dan kagum. " Radit ... Siapa kamu sebenar nya? "
Radit menatap ke depan.
" Teman mu. "
tidak lebih, tidak kurang. Di dalam diri nya sistem tetap diam. Tidak ada peringatan, tidak ada hadiah. Hanya satu kesimpulan yang jelas.
RANAH PRAJURIT AWAL BELUM CUKUP.
Jika ia ingin melindungi orang - orang di sekitar nya, jika ia ingin berdiiri di dunia yang di kuasai oleh keluarga keluarga kuat., maka ia harus menjadi lebih kuat. Dan itu berarti satu hal.
LEBIH BANYAK UANG HARUS DI BAKAR, LEBIH BANYAK KOIN HARUS DI KUMPULKAN.
Di kejauhan, bayangan konflik yang lebih besar mulai bergerak. Dan Radit kini telah melangkah masuk ke dalam nya.
Malam turun perlahan, menelan jalanan kota dengan cahaya lampu yang dingin. Radit berjalan sendiri menyusuri trotoar, meninggalkan area kampus yang kini terasa jauh di belakang. Jaket nya terbuka sedikit, menutupi memar di bahu, dan perban dalurat yang ia pasang sendiri di balik pakaian. Setiap langkah terasa berat. Bukan karena lelah fisik semata. Tetapi karena kenyataa yang baru saja ia hadapi.
Bentrok itu masih terbayang jelas.
Empat pengawal.
Ranah prajurit awal.
Dan akhir nya... Hampir tidak mampu unggul.
Bersambung.....
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊