Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.
Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pesta teh [Visual]
Elena akhirnya sampai di mansion Marques, dia masuk dan seorang pelayan mengarahkannya ke taman lokasi pesta minum teh. Dekorasi outdoor yang mewah dan berkelas, sudah banyak gadis bangsawan yang datang.
Elena berjalan dengan anggun, gaun putihnya berkibar dan rambutnya yang indah bergerak-gerak tertiup angin. Semua fokus orang beralih pada Elena, ini pertama kalinya Elena kembali muncul setelah menghilang kemarin.
"Elena!!." Pekik Roxane.
"Hai, Pesta teh yang sangat mewah." Elena tersenyum, memberikan buah tangan pada Roxane.
"Hahahah biasa saja, ayo duduk. Aku sudah menyiapkan tempat duduk khusus untuk kita berdua, apa perjalanan mu lancar?." Roxane mengajak Elena ke tempat duduk.
"Ya semuanya lancar." Elena mengangguk.
Roxane memakai gaun berwarna hitam dengan corak keemasan, sebenarnya tidak tau alasan Roxane memilih warna hitam di antara banyaknya warna. Mungkin Roxane menyukai warna hitam, Elena tidak akan komen apapun takut menyinggung perasaannya.
"Wahh Lady Elena, akhirnya anda muncul juga. Apa benar rumor yang selama ini beredar tentang anda?." Ucap salah satu gadis bangsawan.
"Hmm apa ada rumor baru lagi tentangku?." Elena tersenyum karir.
"Apa anda pura-pura tidak tau? pasti anda merasa sangat patah hati ya, tapi sayangnya itu sudah terjadi." Ucap mereka aneh.
"Apa ada rumor yang tidak aku ketahui Roxy?." Elena menatap Roxane.
"Emm.... akhir-akhir ini tepatnya setelah kejadian keracunan waktu itu. Banyak rumor beredar jika Theor berkencan dengan Isabella, mulai dari Theor yang terlihat sangat marah dan berusaha keras mencaritahu siapa dalangnya. Lalu ada orang yang melihat Theor dan Isabella di pusat kota, di rumorkan juga alasan Daniel putus hubungan dengan Isabella karena Theor sebagai orang ketiga, dan sampai saat ini Isabella tinggal di castle Grand Duke." Ucap Roxane dengan wajah simpati.
"Begitu rupanya, lalu apa hubungannya denganku?." Elena heran.
"A-apa? bukankah kau kekasih Theor?. Kau bahkan masih memakai kalung bajingan itu, Elena apa kau sedang menutupi kesedihan mu?." Roxane mengelus punggung Elena.
"Roxy... jika memang rumor itu benar maka tidak mungkin aku sudi memakai kalung ini. Sejujurnya ini sangat lah aneh, baru minggu lalu Theor menemuiku untuk berkencan. Tapi ternyata dia sedang menyembunyikan Isabella di castle nya?." Elena terlihat berpikir.
"Astaga kau polos sekali Elena, ini permainan bangsawan. Cepat lepas kalung itu sampai Theor memberikan penolakan, bahkan sampai detik ini Daniel mengatakan Theor belum kembali bekerja di istana karena urusan pribadi." Ucap Roxane.
Elena menyentuh liontin kalungnya dengan ekspresi tenang. Sepertinya dia harus memberi kode pada Theor, bisa-bisanya ada rumor seperti ini dan Theor diam saja.
"Brengsek, jadi kau menyembunyikan Isabella di castle tapi malah mengajakku berkencan. Lamaranmu itu konyol sekali, bereskan semua rumor. Bisa-bisanya namaku terseret dalam hal-hal aneh seperti ini, dasar bangsawan bejad." Batin Elena.
Elena lalu menyembunyikan Liontin di balik gaunnya, setelah itu dia tersenyum manis seakan tidak terjadi apa-apa. Dia tidak sakit hati, karena dia belum mendapatkan bukti nyata atau pengakuan langsung dari Theor.
"Sudahlah, memangnya tidak ada pembahasan yang lain?." Ucap Elena.
"Emm yaa, baru saja di buka kue eskrim di dekat pusat kota. Apa kau sudah mencobanya Elena?." Ucap Roxane.
"Tidak, Beberapa waktu lalu aku tidak bisa pergi kemana pun karena Ayahku melarang." Ucap Elena.
"Kenapa?." Roxane heran.
"Berawal dari tuduhan pelaku pemberian racun saat itu, lalu karena Theor mengajakku berkencan diam-diam saat pagi pagi buta. Ayahku langsung melarangku keluar rumah, tapi karena aku merengek akhirnya aku bisa pergi." Ucap Elena jujur.
"Kyaaaa!! berkencan diam-diam saat pagi buta?." Pekik para gadis bangsawan.
"Bagaimana itu bisa terjadi?." Roxane penasaran.
"Aku juga tidak menduganya, saat aku tertidur aku mendengar suara jendela balkon di ketuk. Aku ketakutan, tapi juga penasaran jadi aku dengan berani membukannya. Ternyata benar itu Theor, dia mengajakku melihat matahari terbit di sebuah tempat yang sudah dia persiapkan." Ucap Elena tersenyum geli.
"Kyaaaaa!!! romantis sekaliiii." Pekik mereka, bahkan Roxane pun demikian.
"Hahahah tapi aku merasa kesal." Elena jujur.
"Kenapa? apa kau merasa tidak puas dengan kencan romantis itu?." Roxane berbinar-binar.
"Bukan, saat matahari terbit Theor mengucapkan kata-kata romantis dengan sangat lirih. Lalu dia terperosok ke jurang, aku berteriak keras dan menangis ketakutan sekali. Tapi apa kalian tau? Theor tiba-tiba muncul sambil menggigit bunga liar dan tersenyum dengan polosnya padaku. Aku di buat serangan jantung dan kesal sekali, tapi dia merasa itu bukan apa-apa." Ucap Elena, bercerita dengan ekspresif.
"Astaga!! itu sangat mendebarkan. Jadi apa akhirnya kalian memutuskan menikah?." Roxane yang berdebar.
"Tidak." Ucap Elena tegas.
"Apa? kenapa?." Roxane dan para gadis bangsawan kecewa.
"Aku menolak lamarannya karena dia sudah membuatku ketakutan. Setelah itu aku meminta dia mengantarku kembali, tapi ketahuan Ayahku dan berujung di marahi." Ucap Elena sombong.
"Jadi Tuan Duke dan Theor sempat bertengkar?." Roxane ikut takut membayangkan nya.
"Aku mengusir mereka karena ingin tidur, jadi mereka pindah tempat untuk berdebat. Pelayanku mengatakan Ayahku melakukan duel dengan Theor, dan ya hanya sampai situ saja." Elena tersenyum manis.
"Wahh kisah yang sangat romantis dan mendebarkan, tidak mungkin kan yang mulia Grand Duke memiliki simpanan saat dia begitu menyukai Lady Elena." Ucap para gadis bangsawan mulai berunding.
"Ya ini juga masih sebatas rumor, mungkin saja Isabella saat ini kembali ke rumah asalnya." Ujar mereka.
"Kau harus mendesak Theor untuk memberikan tanggapan mengenai rumor ini, jika tidak aku bisa menjamin Isabella akan menggunakan rumor ini untuk kembali ke dunia bangsawan." Ucap Roxane tegas.
"Biarlah itu terjadi, yang asli harusnya tenang kan?." Elena tersenyum santai.
"Astaga aku benar-benar tidak mengerti denganmu, bagaimana bisa kau tetap tenang disaat kekasihmu tersandung rumor seperti ini." Ucap Roxane heran.
"Sebenarnya hubunganku dan Theor belum mencapai titik sebagai sepasang kekasih." Jujur Elena.
"Tidak mungkin, berhenti membual." Roxane tidak percaya.
"Pfttt.. Theor harus memohon restu pada Ayahku dulu, itu sangat berat jadi tidak semudah itu untuk menjadi kekasih ku." Ucap Elena.
"Apa? kenapa kau tidak merengek pada Ayahmu untuk memberikan restu?." Roxane heran.
"Tidak. Justru lebih baik seperti ini, pria tidak akan sembarangan mendekatiku. Hanya dia yang beruntung yang bisa menikah denganku." Ucap Elena tenang.
"Akhhhhh sial kau terdengar sangat berkelas." Roxane tertampar.
"Hahaha kau yang paling berkelas diantara kita, the future Crown Princess." Ucap Elena tersenyum.
"Hahahah jangan membuatku malu, setelah aku bertunangan dengan Dane aku akan sering mengajakmu ke istana." Ucap Roxane.
"Untuk apa aku kesana?." Bingung Elena.
"Tentu saja menemui Theor." Ucap Roxane heran.
"Tidak mau." Tolak Elena.
"Kenapa?." Roxane kesal.
"Kenapa harus aku yang menemuinya? harusnya laki-laki yang datang menemui perempuan." Tegas Elena.
Semua yang ada di sana terdiam, mereka tertampar lagi. Kebanyakan dari mereka pasti memberi kode atau mengirim surat pada pria yang mereka sukai, atau bahkan terang-terangan pergi ke tempat yang biasa di kunjungi si pria agar bisa bertemu.
Mendengar ucapan Elena yang terlalu elegant membuat mereka malu, mereka akhirnya sadar alasan Elena tetap tenang meskipun ada rumor yang menyeret pasangannya. Siapa yang paling di usahakan, dia lah yang menjadi pemenangnya.
Visual Elena & Roxane.
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘