Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 - Panggilan Sayang
Keesokan hari nya suasana malam di lewati dengan Keira dan Dean yang sudah tertidur lelap karena gadis itu benar benar lelah menyambut para tamu. Keira membuka mata nya pelan dan melihat Dean yang tertidur dengan tenang nya.
Ya pria itu memberikan sebuah guling tadi malam agar Keira tidak menyerang nya lagi seperti kejadian di club, jika di ingat ingat Keira sangat kesal seolah gadis itu adalah gadis liar yang akan menerkam nya kapan saja.
“Arghh kalau di ingat jadi kesal kan, masih tidak menyangka aku menikah. Di negara orang, dengan pria yang aku temui semalam,”gumam gadis itu melirik ke arah Dean.
Pria tampan itu tertidur dengan nyenyak nya, Keira sama sekali tidak menyangkal jika Dean adalah pria yang sangat tampan. Bahkan dia lebih tampan dari Tom, tapi pernahkah kalian mengalami ketika kalian jatuh cinta dengan seorang pria.
Bahkan jika pacar kalian berkata, siapa yang paling tampan aku atau taehyung? Tentu jawaban kalian tetap pacar kalian kan, karena cinta kalian lebih besar dari pada hasrat hanya untuk memandang benda indah itu sendiri.
“Pukul 6 biasa nya aku bersiap siap untuk buka cafe aku kangen dengan Luna dan Zara, harus kah aku membalas chat mereka dan mengatakan aku sudah menikah?”gumam gadis itu melirik ponsel nya.
Ya saat mengambil keputusan ini gadis itu tidak bercerita kepada Luna dan Zara yang sangat dekat dengan nya sebagai rekan kerja tapi mereka sudah sangat berarti bagi nya, sudahlah dari pada galau, gadis itu berjalan membersihkan diri nya.
Beberapa barang dia rapikan, lalu dia keluar menuju ke lantai bawah ke dapur. Awal nya Kei agak kaget dengan mansion ini yang luas tapi setelah satu hari di sini dia sudah agak tau di mana dia akan berjalan.
“Sampai sekarang aku tidak tau, apa pekerjaan Dean? Dia hanya mengatakan dia hanya karyawan kantor, apa karyawan kantor bisa membuat rumah sebagus ini? Apa ini warisan keluarga nya turun temurun bangun ini arsitektur nya sudah cukup lama,”
“Tapi sepertinya di jaga dan terus di rawat sangat lama, mungkin saja mereka adalah keluarga kaya di masa lalu. Dan sekarang ini warisan nya,”gumam Keira menebak nebak itu.
Saat Keira turun ke bawah dan berjalan menuju dapur, dia melihat di sana ada Anggun yang tengah memasak sambil di bantu beberapa pelayan. Ya Kei juga bingung mereka sangat banyak memiliki pelayan.
“Tante sedang apa?”tanya Keira mendekat.
“Kei kau sudah bangun? Kenapa sangat cepat?”tanya Anggun dengan bingung.
“Maksud tante kenapa? Kei tidak boleh bangun pagi?”tanya Keira dengan bingung.
“Bukan sayang, gimana ya apakah kalian tidak ekhem ekhem,”bingung Anggun kepada gadis itu.
“Sayang, jangan membuat pertanyaan bodoh itu Kei jadi bingung,”ucap Reno kepada istri nya.
“Selamat pagi om,”sapa Keira dengan sopan.
Sebenarnya Kei sangat canggung dengan keluarga baru nya tapi sikap Anggun yang ceria humble itu membuat Kei merasa memiliki keluarga yang sangat hangat dan dekat, terlihat mereka benar benar penuh dengan cinta.
“Kei biasa kan diri mu jangan panggil tante atau om, kami juga keluarga mu, panggil mom dan Dad sama seperti Dean memanggil kami,”ujar Reno kepada gadis itu.
“Aww astaga suami ku sangat baik kepada menantu nya, aku kira kau akan memasang wajah dingin dan datar seperti ini,”ucap Anggun menirukan wajah datar dan dingin persis seperti Dean di pikiran Keira.
“Haha itu sama seperti wajah Dean ketika diam tante,”tawa Keira kepada Anggun.
“Mom Kei, Mom,”jelas Anggun.
“Ah iya mom,”senyum Keira dengan canggung.
“Kau harus bersabar Kei, ibu mertua mu ini memang berisik tapi aku mencintai nya, aku menjebak nya agar dia mencintai ku,”ujar Reno dengan bangga.
“Wah benarkah? Om sudah seperti di drama saja kisah kalian,”kekeh gadis itu tertawa.
Mereka larut dalam obrolan ternyata pagi itu mereka semua sudah bangun, ya tidak semua sih cuman Anggun, Reno. Dan sepertinya nya beberapa pria yang baru masuk ke dalam mansion dengan baju olahraga mereka.
“Wah sarapan pagi!”teriak Lukas dengan heboh.
“BERISIK! MANDI SANA BAU!”teriak Dhea kesal kepada Lukas.
“Bau?”cium Lukas bingung di badan nya.
“Kau tidak sadar diri sih,”ucap Dhea datar.
“Aku tidak bau, coba sini. Cium sendiri,”kejar Lukas memeluk Dhea yang duduk di meja makan.
“ARGHHHH MOMMYYY!!”teriak Dhea kesal.
“Lukas! Jangan menganggu Dhea,”tajam Leon kepada adik nya.
“Ups maaf.”ucap Lukas melepaskan pelukan itu dan berlalu dari sana.
Ya walaupun mereka tidak ada hubungan darah keakraban antara keluarga menimbulkan hal itu. Lukas memang paling terkenal iseng ketika mereka berkumpul, Leon kadang kesal karena Lukas selalu di notice Dhea, Alisa bisa melihat itu.
“Kei, di mana Dean. Kau sepertinya sangat rajin bangun pagi ya?”tanya Dhea kepada gadis itu.
“Iya kak, Kei dulu bekerja di kafe, setiap pagi Kei membuka nya, jadi Kei tidak bisa bangun siang,”jelas gadis itu.
“Wah bagus kau cocok dengan Dean, asal kau tau Kei. Daddy itu sangat rajin olahraga pagi, dari dia muda sampai sekarang sedangkan mommy dia selalu bangun siang. Tapi entah kenapa Dean tidak sama sekali meniru kebiasaan daddy yang hidup sehat,”
“Pria itu memang rajin bekerja tapi dia selalu bangun siang, dan kadang susah di bangunkan. Tapi sekarang sepertinya aku paham kenapa hal itu terjadi, karena kau ada untuk Dean karena kalian saling melengkapi. Benarkan mommy?”tanya Dhea meminta persetujuan mommy nya yang duduk di meja makan.
“Benar sayang, tunggu apa itu maksud mu mommy pemalas bangun siang?! Kalian berdua sama ya, sama sama malas olahraga,”kesal Anggun kepada anak nya itu.
Mereka saat ini tengah duduk di meja makan menikmati sarapan dengan bersantai semua orang ada di sana. Tidak semua karakter aku sebutkan ya karena terlalu susah, tapi inti nya semua keluarga hadir.
“Kei, apakah kau memiliki seorang teman?”tanya Lukas merangkul gadis itu.
“Kak Lukas,”kaget Kei melirik pria yang duduk di samping nya itu.
“Kenapa kau punya kebiasaan memeluk atau merangkul anak gadis orang! Kalau yang ini jangan di sentuh pawang nya bisa marah,”kesal Dhea menurunkan tangan Lukas kesal.
“Jangan pegang istri ku Lukas, kau tidak ada sopan sopan nya.”ucap Dean yang baru bangun tidur itu ikut bergabung.
“Loh udah bangun, tadi masih tidur. Susah lagi di bangunin,”ucap Keira kepada suami nya.
“Berisik cebol, jangan bicara dengan Lukas dia itu pria mesum.”ucap Dean datar.
“Cebol! Jangan panggil aku cebol!”kesal Keira memukul Dean yang tidak peduli dan menikmati makanan nya itu.
“Tidak sakit cebol,”ejek pria itu menggoda Keira.
“Arghhhh aku bukan CEBOLL!!”